
Kamar presiden suit dengan ranjang king size-nya menjadi tempat menginap untuk pertama kalinya sebagai sepasang suami istri. Zack terpaksa harus membawa satu koper yang sudah disiapkan untuk Aquarabella. Gadis itu sengaja memintanya karena tugas pertama seorang suami adalah membawakan beberapa barang berat.
"Kamu sengaja mengujiku, Ara?" Jika semua orang di rumahnya memanggil Aqua, maka tidak dengan Zack. Dia lebih suka memanggilnya Ara. Rasanya memang berbeda dan lebih manusiawi.
"Tidak, Zack! Apa kamu tega melihatku menarik koper dengan gaun menjuntai seperti ini?" Gaun pengantin masih dikenakannya lengkap dengan Tiara dan Veilnya. Apalagi dia juga menggunakan high heels, jelas saja semuanya akan terlihat sulit.
Setelah mendapatkan kartu akses masuk ke kamarnya, Aquarabella bergegas duduk di ranjang. Sebelumnya, dia melepas sepatunya dan meletakkan di sudut ruangan. Dia hendak ke kamar mandi, namun gaun pengantinnya itu membuatnya kesulitan.
"Zack, bantu aku melepas Tiara, Veil, dan gaun yang kukenakan. Aku mau ke kamar mandi, tetapi ini rasanya tidak mungkin."
"Apa kamu mau ganti pakaian di sini?"
"Kalau iya, kenapa?"
"Ck, kamu bisa menggodaku dengan cara lain, jangan murahan seperti ini!" protes Zack.
Zack ini amnesia atau apa? Malam itu dia yang memaksanya untuk melakukan, sekarang malah ucapannya aneh seperti itu.
"Kamu lupa kalau pernah memerkosaku, hah? Aku hanya minta tolong dan aku janji tidak akan bertelanjang di hadapanmu. Aku cukup tahu diri, Zack!"
Tak hanya Zack, Aquarabella pun mempunyai watak keras kepala. Sepertinya keduanya akan lebih sering terlibat cek cok daripada rukun seperti sepasang suami istri yang terlibat bucin akut.
Tanpa menunggu aba-aba, Zack segera mendekati istrinya. Dengan perlahan dia mulai melepas Tiara dan Veil terlebih dahulu. Setelah itu, Zack membuka resleting gaun pengantin itu. Punggung mulus Aquarabella jelas terekspos sempurna di hadapannya. Jika Zack tidak ingat dengan apa yang sedang terjadi, bisa saja pria itu langsung menerkam istrinya.
"Zack, aku minta tolong padamu untuk berbalik! Aku hendak melepas gaun ini di sini."
"Ck, menyusahkan sekali! Harusnya itu kamu lakukan di kamar mandi."
"Zack, aku kesulitan kalau di dalam sana. Tolong, bekerja samalah dengan baik. Jika tidak, aku akan menelepon polisi untuk menahanmu."
Ancaman itu bukan pertama kalinya, namun berulang kali Aquarabella mengatakannya. Sebenarnya Zack bisa saja berbalik, tetapi dia sengaja untuk membuat Aquarabella itu merasa tersudut saat ini.
"Satu, dua, ti--" Terpaksa Aquarabella menghitung agar pria itu lekas berbalik, namun rupanya Zack tidak mau.
"Baiklah, Zack. Kamu tidak mau berbalik." Aquarabella tanpa rasa malunya mulai menurunkan perlahan gaunnya sampai pada dadanya yang hampir terekspos. Namun, rupanya Zack menjaga privasi istrinya untuk tetap ganti baju dengan nyaman, akhirnya Zack berbalik.
"Nah, begitu sejak tadi kan jadi lebih enak. Nggak seperti ini, jadi lambat kan?" Aquarabella secepatnya melepas gaun itu. Dengan sigap, dia lantas membuka kopernya untuk mengambil bajunya. Tak butuh waktu lama, gadis itu sudah berpakaian lengkap. "Sudah selesai, Tuan Zack. Silakan berbalik!"
Zack melihat pakaian Aquarabella seperti mahasiswa yang sedang berada di kamar kost-nya. Terlihat sangat lucu, Zack seperti menikahi anak ABG yang berusia belasan tahun.
"Kamu menipuku?"
"Hah? Menipu bagaimana?"
"Lihat penampilanmu! Aku seperti menikahi anak ABG. Bersikaplah lebih dewasa dari usiamu agar kita sepadan!"
Aquarabella melotot menatap suaminya. Dia heran, sudah menikah saja mulutnya masih sepedas itu. Rasanya ada yang salah dengan jaringan di dalam tubuhnya. Atau bisa jadi bahwa yang salah itu mamanya. Mungkin saja pada saat mengandung pria itu, mamanya salah makan sehingga membuat dirinya gampang eror.
"Tuan Zack, ini bukan kantor. Aku bebas mau memakai apapun." Aquarabella tak peduli. Dia sedang merapikan gaun pengantinnya untuk lekas disimpannya.
Zack sepertinya berdebat dengan orang yang salah. Dia hendak keluar untuk mencari udara segar. Pernikahan ini sangat mengikatnya membuat dia susah sekali hanya untuk sekadar bernapas.
"Aku mau keluar mencari udara segar," pamitnya.
"Memangnya di kamar ini udaranya pengap?" sindir Aquarabella.
"Jangan marah-marah di hadapanku! Aku tidak suka."
Zack mendekati istrinya kemudian berusaha membuatnya takut dengan cara mendekati kemudian memeluknya. Mendadak mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja membuatnya kesal. Aquarabella mendorong pria itu sampai hampir terjatuh.
"Ara, kenapa mendorongku seperti itu?"
"Jangan modus!"
"Aku suamimu. Berhak melakukan apapun yang aku mau."
"Aku tidak mau karena kamu belum mencintaiku!"
Deg!
Sebuah kata cinta yang pantang untuk diucapkan seorang Zack Leoline. Walaupun pernah menjalin hubungan dengan Belinda, namun pria itu tidak pernah sekali pun mengatakan cinta.
"Itu tidak akan pernah. Apakah kamu mencintaiku?"
Zack mencoba memberikan pertanyaan balasan tentang perasaan Aquarabella. Namun, gadis itu seakan berusaha menghindarinya. Gadis itu malah terdiam. Bohong memang kalau tidak menyukai Zack. Dari segi pesona, dia sangat tampan dan menarik. Namun, segi tingkat laku, sedikit banyak ada yang tidak disukai gadis itu.
Nyaman, mungkin itu yang dirasakan Aquarabella pada Zack. Pertama kalinya dia merasakan ketika berada di dalam kamar yang sama, tetapi tidur di tempat yang berbeda. Kalau perasaan cinta, perlahan dia akan mulai memupuknya. Intinya Aquarabella merasa nyaman.
"A--aku tidak tahu, Zack! Aku ragu," ucapnya.
"Jangan ragu jika kamu mencintaiku. Katakan saja!"
"Enggak! Jangan paksa aku, sementara kamu saja tidak mencintaiku."
"Kita bertaruh saja, siapa yang lebih dulu jatuh cinta, dia harus melakukan apapun yang pasangannya minta. Bagaimana? Setuju?"
Big no! Aku harus menolaknya. Lagi pula, pesonanya jelas membuat aku jatuh cinta lebih dulu. Lihat saja sok manisnya yang kadang-kadang membuatku meleleh itu.
"Ara, helo! Kok diam? Apa kamu mau bertaruh denganku?"
"Tidak, aku tidak mau. Kamu curang. Kamu akan memanfaatkan situasi untuk menggaetku, bukan?"
"Bilang saja kalau kamu sudah menyukaiku. Benar, kan?"
Berdebat dengan Zack tidak akan ada hentinya. Aquarabella lebih memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan make up-nya. Namun, pria itu malah asyik merebahkan dirinya di ranjang.
"Kamu lucu juga, Ara. Kalau dulu jadi pelayanku iya-iya saja, sekarang rupanya kamu hobi sekali memberontak. Kita lihat saja, kamu akan jatuh cinta padaku."
Sementara di dalam kamar mandi, Aquarabella sedang menghapus make up-nya sambil menggerutu seorang diri.
"Ish, pasti dia punya cara licik untuk menjeratku. Awas saja! Kalau dia macam-macam lagi, aku bisa melaporkannya ke Polisi."
Kalau kemarin sebelum terikat hubungan suami istri, harusnya Zack masuk ke penjara. Namun, siapa yang akan percaya kalau sudah terikat seperti ini? Mana ada ceritanya suami memerkosa istrinya? Yang ada semua orang akan menertawakan mereka.
...🍃🍃🍃...
Sambil menunggu update, yuk kepoin karya keren milik Author Asri Faris. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❣️❣️❣️ Terima kasih 🙏🏻🙏🏻🙏🏻