Duda, I Love You

Duda, I Love You
Pengakuan Aquarabella



Sesaat Zack sedang memikirkan ucapan Fergie. Jelas saja bayangan tentang kehamilan, perut yang membuncit, tubuh yang tak lagi indah, membawa beban berat selama kurang lebih sembilan bulan membuat kepala Zack berdenyut nyeri. Pening membayangkan seorang Honey yang pekerjaannya hanya sebagai pelayan dengan gaji pas-pasan harus menanggung hidup seberat ini. Zack ingin menolak menikahi gadis itu jika benar meminta pertanggungjawabannga, namun mengingat beberapa hal barusan, rasanya sisi kemanusiaan Zack bangkit.


"Mana mungkin aku membiarkanmu hamil begitu saja, Honey. Mungkin ini sudah takdirku harus menikahi gadis rendahan sepertimu. Aku tentu saja malu, namun sisi kemanusiaanku tidak membiarkan aku abai. Aku akan bertemu dengan Aquarabella dan menanyakan semua tentangmu."


Zack berdiri menuju jendela di ruangannya. Dia menatap jauh ke depan. Bagaimana pun, janin yang dikandung Honey adalah bibit darinya. Zack tidak bisa mengelak lagi karena jelas rekaman cctv dan penuturan Dengue sudah cukup membuktikannya.


Zack semakin tidak habis pikir. Harusnya setelah kejadian itu, Honey tidak perlu meninggalkan rumahnya. Setelah ada kepastian kalau gadis itu hamil, Beatrix juga sudah setuju. Bisa saja akan dilangsungkan pernikahan tertutup yang hanya disaksikan oleh keluarganya saja.


Padahal dalam pemikiran Honey atau Aquarabella, Zack tidak akan mudah mengakui apapun kesalahan yang telah dibuatnya. Ini menyangkut masa depan seorang gadis dari kalangan biasa versi Zack.


Menepis perasaannya tentang Honey, Zack kembali ke meja kerjanya. Dia membuka laptopnya dan memulai situs pencarian. Dia mengetikkan nama Aquarabella Armstrong di sana. Muncul foto gadis itu dan berita tentang pengangkatannya sebagai CEO. Di sana, fotonya terlihat sangat cantik. Bahkan, Zack sampai mengeklik zoom untuk melihat lebih dekat wajah gadis itu.


Zack cukup lama mengamatinya, sampai di benaknya terpikir beberapa hal. Dari segi wajah, Aquarabella dan Honey memiliki kemiripan bentuk wajah. Zack mencari ukuran tinggi badan dan berat badan gadis itu. Dari situ, Zack bisa membandingkan.


"Kenapa hampir ada kemiripan antara Honey dan Aquarabella? Tunggu! Kenapa di sini aku seperti orang bodoh, ya?"


Zack memutar beberapa foto yang menunjukkan kemiripan antara Honey dan Aquarabella. Dia hanya membandingkan ingatan wajah Honey dengan foto gadis di layar laptopnya.


"Kalau misalnya Honey menyamar dan menjadi pelayan di rumahku, tujuannya untuk apa? Bukankah dari segi kekayaan, Aquarabella jauh lebih kaya dari keluargaku? Sangat tidak masuk akal juga, sih. Mengantar makan siang, bertemu, Honey, Honey menghilang bertepatan dengan datangnya Aquarabella ke rumah. Lingkarannya seperti saling terhubung. Kalau misalnya dia menyamar untuk mengecek detail data klienku, sampai sekarang klienku tetap. Bahkan yang tempo hari sempat marah padaku, juga sudah kembali." Zack memijit pelipisnya. Dia berusaha mengingat beberapa kejadian dan menghubungkannya. Sayang, tidak ada barang yang tertinggal di bekas kamarnya. Sepertinya dia enggan meninggalkan jejak.


Pikiran Zack tidak karuan. Kalau memang benar Honey adalah Aquarabella yang sedang menyamar, tujuannya untuk apa? Namun, jika benar gadis itu dalam penyamaran dan sampai hamil, Zack tidak tahu bagaimana menghadapi Sean Armstrong, papanya. Pasti pria itu akan sangat marah sekali. Bisa saja Zack akan di penjara karena telah berbuat sesuatu yang membuat putrinya kehilangan masa depannya.


...🍅🍅🍅...


Rumah keluarga Armstrong terlihat biasa saja. Tidak ada kesibukan yang terlihat. Bahkan, beberapa wartawan tidak ada yang datang ke sana. Sean sudah mengatakan pada mereka, bahwa semua acara akan terjadi di Ballroom. Hotel XY. Mereka dipersilakan datang ke sana jika ingin datang.


Aquarabella setelah pergi dari butik langsung berada di kamarnya sekarang. Dia sudah berjanji pada mamanya untuk tidak mengungkit masalah perjodohan ataupun pernikahan lagi. Kelak kalau dia sudah menemukan pria yang pas, maka Aqua akan meminta menikah dengan sendirinya.


Tok tok tok.


Ceklek!


Callista masuk membawakan makanan kecil untuk putrinya. Semenjak pulang ke rumah dan tidak pergi lagi, na*su makan gadis itu mulai berkurang.


"Sayang, semenjak pulang ke rumah, kamu terlihat jarang makan. Apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah ini mengenai pengangkatanmu menjadi CEO di tempat daddy?" Callista duduk di samping putrinya yang saat ini berada di atas ranjangnya.


"Tidak ada, Mom. Aku hanya malas makan saja. Memangnya kenapa? Lagi pula, aku tidak akan pun berat badanku juga tetap, Mom."


"Mama hanya khawatir saja, Sayang."


Apakah ini saatnya aku bercerita? Aku takut kalau sampai hamil dan Mommy ataupun daddy pasti marah padaku.


"Mom, boleh tanya sesuatu?"


"Hemm, katakan saja!"


"Bagaimana gejalanya orang hamil?"


Deg!


"Apa terjadi sesuatu padamu? Jangan bohong pada Mommy!"


Pertanyaan Aquarabella membuatnya dilanda kegalauan. Pasalnya, kalau dia tidak mengaku, maka kalau Mommynya tahu dari orang lain, wanita itu pasti marah besar.


"Maafkan Aqua, Mom."


"Apa maksudmu?"


Tangis Aqua pecah. Dia tidak mungkin menyembunyikannya terlalu lama. Bagaimana pun juga sebentar lagi orang tuanya pasti tahu.


"Ma, Aqua sudah ternoda."


Jeduar!


Callista tidak tahu harus menangis, sedih, atau marah. Dia memegang pundak putrinya. Callista harus berada pada mode waras agar bisa menjaga amarahnya demi mendengar cerita keseluruhan.


"Siapa pria itu, Sayang? Ceritakan bagaimana kamu bertemu dengannya. Mommy yang akan datang meminta pertanggungjawaban padanya."


"Tidak, Mom. Aku yakin kalau aku tidak hamil." Aquarabella masih kekeh pada ucapannya.


"Sayang, hamil ataupun tidak, Mommy akan tetap meminta pertanggungjawaban padanya. Sebagai seorang wanita, Mommy merasa sedih mendengar penuturanmu."


"Mom, Aqua takut. Pria itu pasti tidak mau mengakui kesalahannya."


Aquarabella pesimis kalau Zack mau mengakui kesalahannya. Pria itu bahkan sangat sombong dan tetap arogan seperti pertama kali bertemu dengannya.


"Katakan saja siapa namanya? Mommy akan tanyakan pada daddymu."


"Jangan, Mom! Daddy pasti marah padaku."


"Itu tidak akan terjadi, Sayang. Bagaimana kalau kamu sampai hamil dan dia belum bertanggung jawab?"


Deg!


Apakah Aquarabella akan menggunakan cara awal untuk kabur dan mengandung seorang diri? Apalagi sekarang Mommynya sudah tahu, jelas itu tidak akan mungkin dilakukannya. Namun, merasa berbeda dengan tubuhnya beberapa hari ini membuat Aquarabella semakin takut.


"Lupakan saja, Mom. Percuma. Dia tidak akan mau mengakuinya." Aquarabella beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi, namun Callista mencegahnya.


"Tunggu! Siapa nama pria itu?"


Aquarabella tersenyum kecut. Walaupun orang tuanya sudah tahu mengenai masalah yang menimpanya, Aquarabella masih enggan menyebutkan nama pria itu. Ada alasan tersendiri mengapa dia enggan untuk menyebutkannya.


"Tunggu setelah acara itu, Mom. Maafkan Aquarabella."


Gadis itu berlanjut masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukan mommynya lagi. Dia bercermin, menatap dirinya yang sangat terluka. Tidak mungkin dia menyebutkan namanya sementara beberapa hari lagi pria itu akan datang ke acaranya. Bisa saja membuat mommynya heboh dan merusak suasana pesta yang sudah dibuat sedemikian rupa.