Duda, I Love You

Duda, I Love You
Aquarabella Vs Zack



"Ck, ucapanmu itu sangat merendahkan statusku. Aku sekarang tidak lagi menduda, Sayang. Kita sudah menikah. Apa kamu lupa? Ehm, ngomong-ngomong, ungkapan cintamu itu seperti sebuah nyanyian. Berasa tidak tulus di telingaku!"


Andaikan saja ini bukan di restoran, entah apa yang akan dilakukan Aquarabella pada suaminya. Susah-susah mengatur irama jantungnya malah membuatnya disepelekan oleh sang suami.


"Lalu, aku harus apa, Tuan Zack? Harus berlutut membawa bunga? Mengungkapkan perasaan cinta?" Aquarabella berdiri hendak ke kasir untuk membayar makanannya. Dia sudah tidak ingin melanjutkan makan siangnya karena keburu kesal dengan sikap suaminya yang memang suka sekali bersikap seenak jidatnya.


"Mau ke mana? Makanannya belum habis."


"Ke kasir, Tuan. Selera makanku tiba-tiba menghilang."


Di balik punggung istrinya, Zack tersenyum puas sudah mengerjai istrinya. Sebenarnya sudah waktunya Zack menceritakan kisah masa lalunya pada Aquarabella, namun tidak sekarang. Zack butuh waktu berdua untuk berbicara dengan istrinya.


Selesai membayar makanannya di kasir, Aquarabella mengira kalau Zack sudah pergi. Rupanya pria itu masih menunggunya.


"Aku antar kembali ke kantor," ucapnya.


"Zack, kantornya sangat dekat. Mana mungkin aku akan naik mobilmu?" Aquarabella hendak pergi dari restoran itu, namun tangannya dicegah oleh Zack.


"Zack!" Aquarabella sudah terlanjur kesal pada suaminya.


Zack berdiri menggandeng tangan istrinya. Aqua hendak memberontak untuk pergi, namun begitu erat Zack memegangnya.


"Kamu menyakitiku, Zack!" ucapnya ketika sudah berada di dalam mobil.


Zack sudah duduk di kursi kemudi, dia memandang lekat ke wajah istrinya. "Ini tidak begitu sakit, Ara. Masih lebih sakit pengkhianatan seorang sahabat kepada kita."


Aquarabella tertegun mendengar ucapannya. Apa maksud ucapan suaminya barusan? Lingkaran masa lalunya antara Scarlett, Elvis, atau sahabatnya yang lain?


"Aku tidak mengerti."


Zack sengaja memberikan teka-teki kehidupannya agar Aquarabella semakin penasaran dan akan terus mendekat padanya. Itulah cara Zack untuk menarik hati istrinya agar percaya penuh padanya.


...🍒🍒🍒...


Kamar Zack di malam hari terlihat masih menyala lampunya. Biasanya jika pria itu hendak tidur hanya menyalakan lampu tidur di dekat ranjangnya. Berbeda dengan malam ini. Semenjak sepulang dari kantor, Aquarabella terus saja merajuk agar suaminya itu mau menceritakan masa lalunya yang sangat rumit itu. Berada di ranjang yang sama menjadi tidak canggung lagi.


"Kamu tidak takut berdekatan denganku?" Zack memulai pembicaraannya.


Aquarabella menggeleng. "Mana mungkin aku takut dengan pria yang hobi marah sepertimu? Malah aku senang kalau kamu marah."


"Kenapa memangnya?"


"Aku cuman akan jadi penonton saja. Aku ingin tahu, bagaimana kalau kamu marah di depan daddyku?"


Deg!


Aquarabella sangat menguji kesabarannya. Dia sudah berusaha menahan untuk tidak marah di depannya. Namun, sepertinya Aquarabella selalu memancingnya untuk marah. Kalau boleh memilih, Zack tentu tidak akan marah di hadapan mertuanya. Taruhannya terlalu berisiko. Jika bukan jabatannya yang dibeli, maka bisa jadi perusahaannya yang akan dibelinya.


"Kamu mengujiku?"


"Tidak juga. Kalau kamu tidak takut denganku, pasti ada orang lain yang kamu takuti, iya kan?" Aquarabella memajukan tubuhnya seolah sedang menodong Zack dengan gayanya.


"Mundur! Kalau seperti itu, bukannya kamu menakutiku, yang ada seperti menggodaku!"


Aquarabella memundurkan tubuhnya kembali ke tempat semula.


"Jadi, kamu mau cerita atau tidak? Kalau tidak, besok pagi bisa dipastikan akan tertulis di halaman koran paling depan. Seorang istri sah bersaing dengan mantan istri suaminya untuk merebut hatinya. Ck, menjijikkan sekali!" cibir Aquarabella.


"Kamu menghinaku lagi?"


Zack merasa aneh pada tingkah istrinya. Walaupun dia yang pertama merenggut kesuciannya, sepertinya istrinya itu tidak ada takutnya sama sekali. Apa mungkin karena sudah terbiasa dengan sikapnya yang kasar dan arogan itu?


"Kamu harus ingat juga. Aku sudah bertanggung jawab penuh atas dirimu."


Aquarabella memajukan wajahnya di hadapan Zack hingga berjarak beberapa sentimeter saja. Keduanya terengah-engah. Napasnya memburu seolah akan terjadi sesuatu. Padahal Aquarabella sengaja membuat suaminya itu agar tidak berkutik. Zack mendorong tubuh istrinya. Dia tidak akan melakukan perbuatan aneh-aneh sebelum istrinya itu benar-benar siap.


"Mundur, Ara! Kalau kamu terus seperti ini, bisa saja membuatku hilang kendali. Jika aku tidak ingat kalau kamu keguguran, bisa saja aku memakanmu sekarang!"


"Kamu kasar sekali, Zack! Ayolah, lekas ceritakan. Kalau tidak, aku akan menelepon daddyku dan mengatakan bahwa suamiku tidak bersikap baik padaku. Kamu tahu apa yang akan daddy lakukan padamu?"


Zack benar-benar seperti dikuasai oleh sugar baby-nya. Seolah semua tingkah lakunya ada remot kontrol yang menjalankannya.


"Kamu mengancamku lagi atas nama daddymu?"


"Bukan ancaman, Tuan Zack. Kalau memang kamu tidak mau menceritakannya, baiklah. Jangan harap kamu akan mendapatkan cintaku!" Aquarabella merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia tidak peduli lagi. Rupanya merayu Zack untuk mengatakan masa lalunya tak semudah yang dibayangkan.


Ck, menyebalkan sekali!


Aquarabella menyelimuti dirinya. Dia memejamkan matanya untuk berpura-pura tidur. Sementara Zack mencoba mendekati wajah itu dan memandangnya dengan lekat.


Kalau seperti ini, aku benar-benar merasa seperti menjadi sugar daddy. Dia bahkan terlalu berani padaku. Aku sangat kewalahan menghadapi tingkahnya. Maafkan aku, aku belum siap untuk menceritakannya sebelum kita pergi berbulan madu. Aku bukan pria romantis, namun aku sedang berusaha membuatmu bahagia.


"Ara?" panggil Zack.


"Hemm," jawabnya dengan mata tertutup.


"Bagaimana kalau kita pergi berbulan madu?"


Deg!


Aquarabella ingin membuka matanya, namun karena deru napas Zack terasa jelas di depan wajahnya, dia terlalu gengsi. Dengan mata terpejam, Aquarabella menolak ajakan suaminya. Pasalnya, menurut dokter, dia masih harus menundanya sekitar tiga bulan lagi. Cukup lama memang sampai kondisi rahimnya membaik dan dia mendapatkan menstruasinya.


"Tunggu tiga bulan lagi, Zack!"


"Kamu belum tidur?"


"Bagaimana aku bisa tidur kalau napasmu sedekat ini? Menjauhlah, atau kalau tidak, aku akan mendorongmu seperti kamu mendorongku barusan."


"Hemm, kamu masih belum tidur. Kenapa kita tidak mengobrol saja?"


"Percuma, Zack! Kamu tidak akan mau menceritakan siapa Scarlett dalam hidupmu? Untuk apa aku memaksamu jika kamu saja tidak mau bercerita?" ucapnya masih dengan mata terpejam.


Sesaat Aquarabella merasakan sebuah kecupan mampir ke dahinya. Tidak lebih dari tiga detik.


Ck, bahkan mengecup saja pelitnya luar biasa!


"Tidurlah! Tidak sekarang, mungkin suatu hari aku akan menceritakannya. Namun, aku tidak mau merusak kebahagiaan kita sekarang hanya dengan mengulang cerita masa laluku. Intinya, tidak ada yang indah dengan hubunganku bersama Scarlett. Aku harap kamu tidak memaksanya lagi."


Zack memundurkan badannya. Dia mencoba terpejam walaupun sangat sulit. Pikirannya tentang Scarlett sangat mengganggunya. Namun, kebahagiaannya sekarang jauh lebih penting. Rasanya memang belum bahagia, namun masih diusahakan.


...🍃🍃🍃...


Sambil menunggu update, yuk kepoin karya keren milik Author Ummu Salamah. Jangan lupa tinggalkan jejaknya 💟