
Seperti kesepakatan yang dibuat antara Sean dan putrinya, siang ini di perusahaan sudah sangat sibuk menentukan tanggal penyerahan jabatan CEO kepada Aquarabella Amrstrong.
Sean juga meminta seseorang untuk mengurus pembuatan undangan dan membagikannya. Dia tidak mau menundanya terlalu lama. Mumpung putrinya mau untuk melanjutkan kerajaan bisnisnya. Walaupun dia gadis pertama di keluarga Armstrong yang menjabat CEO. Hal itu tidak membuat Sean berkecil hati.
"Bagaimana undangannya?" tanya Sean.
"Sudah mendekati 70 persen, Tuan. Sebentar lagi akan langsung kami bagikan."
"Bagus. Lekaslah! Oh ya, persiapan Ballroom hotel untuk acara apa sudah kamu pesan juga?" tanya Sean.
Ini merupakan kesibukan terbesar sepanjang sejarah kehidupan perusahaan SA Corporation. Beberapa karyawan yang ikut andil dalam persiapan pesta pengangkatan Aquarabella Armstrong sudah mulai sejak kemarin. Waktunya yang semakin mepet membuat mereka harus bekerja keras.
"Tuan, untuk undangan ke tempat Tuan Zack Leoline ini di antar ke rumah atau perusahaannya langsung?" tanya salah seorang karyawan.
"Untuk yang mempunyai perusahaan, lebih baik antarkan ke kantornya saja. Beberapa klien bisnis yang ikut perusahaan milik orang lain, antarkan ke rumahnya saja. Semua alamat sudah lengkap, kan?" Sean harus memastikan ini berjalan dengan sempurna.
Mengenai pengangkatan Aquarabella, Sean sengaja tidak mengundang adiknya, Zelene Armstrong. Karena setelah pernikahan putrinya, Zelene dan Sean belum sempat bertemu karena kesibukannya masing-masing. Sean akan memberikan kabarnya saja untuk adiknya itu.
...🍓🍓🍓...
Di sebuah butik, seorang gadis dan mommynya sedang memilih gaun untuk beberapa hari lagi. Callista sengaja mengajak putrinya untuk berbelanja agar pada saat pengangkatannya menjadi CEO, dia terlihat manis dan sempurna.
"Sayang, kamu sudah menemukan gaun yang cocok?"
"Belum, Mom. Semua warna dan modelnya sudah kujelajahi. Belum ada yang sreg di hatiku." Aquarabella beralasan. Pasalnya, dia ingin memilih gaun belahan tinggi, tetapi diurungkannya. Dia masih bingung apakah daddynya akan mengizinkan atau malah menolak mentah-mentah pilihannya.
Mencari gaun yang lebih lebar bawahnya bukan terkesan seperti pengangkatan CEO, melainkan calon pengantin yang gagal menikah. Aquarabella beberapa kali memegang gaun yang menonjolkan belahan depan yang terlalu turun ke bawah. Sepertinya dia menyukai modelnya, namun mommynya menyuruh meletakkannya kembali.
"Sayang, kamu bukan mau fashion show. Carilah gaun yang anggun dan terlihat pantas untuk digunakan. Mommy tidak suka gaun yang belahannya terlalu tinggi dan bagian depannya yang terlalu rendah. Carilah gaun bertali yang modelnya sederhana dan terlihat elegan!"
Kalau sudah begini, Aquarabella bisa apa? Selain berusaha mencari apa yang sesuai dengan kriteria mommynya. Pilihannya akhirnya jatuh pada gaun warna merah maroon dengan rok yang tidak terlalu panjang. Leher dan lengannya tertutup, jadi tidak menunjukkan betapa seksinya seorang Aquarabella.
"Mom, bagaimana kalau yang ini?" Aquarabella menunjukkannya.
"Nah, begitu kan bagus. Jadi, kamu tidak terlihat menarik pandangan pria kepadamu. Bukankah dalam acara itu ada pria dewasa juga. Mommy yakin karena rekan bisnis daddymu kebanyakan sudah berumur. Hanya beberapa yang sudah digantikan oleh putranya. Mommy harap, kamu bisa menemukan jodohmu di sana."
"Mom, Aqua belum memutuskan apapun tentang hal itu. Aku hanya ingin fokus pada perusahaan daddy." Tentu saja membuat Aquarabella pusing. Pria mana yang mau dengan perempuan yang sudah ternoda sebelum hari pernikahannya. Tidak ada yang mau kecuali pria itu benar-benar menginginkannya.
"Sayang, kamu harus ingat, adikmu sudah menikah. Apakah kamu ingin menikah di usia tua?"
"Lupakan menanyaiku mengenai masalah ini, Mom. Kalau aku sudah menemukan pria yang tepat, maka aku akan memberitahukan padamu."
"Sampai kapan, Sayang? Daddymu berniat menjodohkanmu dengan anak rekan bisnisnya. Aku harap, kamu mempertimbangkan usulannya."
Ini hal gila yang diterima Aquarabella sepanjang hidupnya. Setelah pernikahan adik sepupunya, sekarang dirinya harus berusaha menepis keinginan orang tuanya untuk dijodohkan. Bagaimana kalau Aquarabella mengatakan bahwa dia mencintai pria lain?
"Tunggu saja, Mom. Aku belum siap." Hanya itu alasan yang perlu disampaikannya. Mengenai urusan hal lain, sementara Aquarabella diam saja sampai terlihat titik terang apakah dia hamil atau tidak. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, andaikan dia hamil, tak akan mungkin meminta pertanggungjawaban Zack Leoline. Dia akan meminta izin pada orang tuanya untuk membesarkan anaknya seorang diri.
...🍓🍓🍓...
"Rupanya papa gadis itu mengundangku dalam acara ini. Aku sudah menunggunya untuk bertemu lagi dengannya. Aku akan mengajak Fergie ke sana. Lagi pula, undangan ini bukan untukku saja. Diperbolehkan mengajak anggota keluarga. Kalau aku mengajak Mama, bisa gawat urusannya."
Zack kembali meletakkan undangan itu di meja kerjanya. Hari yang sudah dinanti telah tiba. Dia ingin mendapatkan kejelasan di mana tempat tinggal Honey sekarang.
Zack mengambil ponsel yang sejak tadi tergeletak di mejanya. Dia sudah mengganti nomor ponselnya dengan yang baru karena Belinda terus saja menghubunginya karena tidak menemukan keberadaan Ernest.
Zack mendial nomor Fergie. Pria itu akan mengajaknya pergi ke Ballroom hotel untuk acara dua hari lagi. Terkesan sangat mendadak menurut Zack. Mungkin saja papa gadis itu sudah waktunya untuk memberikan tongkat estafet kepemimpinan perusahaan jatuh ke tangan putrinya.
Beberapa kali mendial nomor Fergie, tak kunjung diangkat olehnya. Mungkin dia sedang sibuk atau ada urusan penting dengan kliennya. Lama, baru Fergie menelepon balik padanya.
"Halo, Zack. Ada apa?" tanya Fergie.
"Aku mengajakmu menghadiri undangan pengangkatan CEO baru."
"Perusahaan mana sampai mengundangmu?"
"Kamu pasti tidak percaya ini. SA Corporation yang mengundangku."
Fergie tertawa renyah. Sedikit heran juga pasalnya anak dari Sean Armstrong hanyalah seorang perempuan. Mana bisa menyaingi CEO laki-laki?
"Serius? Apakah dia akan mencarikan calon suami untuk anaknya?"
"Apa maksudmu semacam sayembara?" balas Zack.
"Bisa jadi. Tapi, kita lihat saja siapa yang datang ke sana. Apa menurutmu Elvis Milo akan datang juga?"
Deg!
Pria itu lagi beberapa kali hadir dalam kehidupannya. Entah, memang terhubung secara langsung dengan Zack lagi atau akan terulang masa lalu yang buruk.
"Aku tidak tahu. Apa menurutmu semesta akan mempertemukanku lagi dengannya? Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan pria itu padaku."
"Kita lihat saja. Sepertinya kehidupanmu akan terikat terus padanya."
"Kalau begitu, biarkan aku yang mundur!"
"Apa kamu ikhlas melepas gadis secantik Aquarabella Armstrong? Bukankah dia kunci utamamu untuk mempertemukannya dengan Honey. Jelas kamu harus mendekatinya. Jangan sampai kamu tahu Honey hamil, tetapi tidak meminta pertanggungjawaban padamu."
"Sudahlah. Akan kupikirkan ulang. Yang terpenting, dua hari lagi kamu ikut aku. Lanjutkan pekerjaanmu! Aku tutup teleponnya dulu."
"Baiklah. Aku siap."
Klik. Sambungan telepon diputus. Zack meletakkan ponselnya. Dia mulai memikirkan cara yang tepat untuk mendekati Aquarabella walaupun ada Elvis di sana.