Duda, I Love You

Duda, I Love You
Penolakan Scarlett



"Terima kasih, Nona. Anda adalah gadis yang sangat baik dan setia kawan. Tidak menyangka akan bertemu dengan generasi penerus Sean Armstrong yang sangat hebat."


"Anda terlalu memujiku, Tuan." Aquarabella kembali ke tempat duduknya. Dia mulai bisa bersikap biasa saja. Rasanya tidak menakutkan bisa memandang Zack dengan jarak yang sangat dekat. Dia memang tampan, berkharisma, tetapi suka marah. Aqua menepis pikiran tentang pria itu, tetapi keburu Zack menyadarinya.


"Anda memandangku, Nona? Semakin memandang, maka ada kemungkinan Anda menyukaiku," selidik Zack.


"Ah, tidak-tidak. Mana mungkin, Tuan. Anda salah paham. Mana mungkin aku menyukai pria yang hobinya pe--"


Aquarabella menghentikan ucapannya. Bisa-bisa mulutnya berkata seperti itu dan hampir saja keceplosan.


"Apa, Nona? Kenapa tidak dilanjutkan lagi? Menelisik ucapan Anda barusan, sepertinya Anda sudah mengenalku dengan baik. Mungkin saja hanya pendengaranku yang berpikir begitu."


"Anda mungkin salah paham, Tuan. Mana mungkin aku bisa mengenal Anda lebih dekat. Sementara kita baru bertemu beberapa kali saja."


"Baiklah, Nona. Maafkan kedatanganku yang telah mengganggu kesibukan Anda. Mungkin lain waktu kita bisa makan siang bersama, jika Anda berkenan." Zack pamit undur diri. Sudah cukup untuk mengorek informasi mengenai Aquarabella.


"Terima kasih, Tuan."


Selepas kepergian Zack, jantung Aquarabella yang hampir copot, kini sudah kembali seperti semula. Iramanya juga sudah stabil. Tidak seperti sebelumnya yang tidak beraturan. Antara was-was dan takut keceplosan. Rasanya sudah lega sekarang.


...🍓🍓🍓...


Kantor Fergie menjadi tujuannya selanjutnya. Dari seratus persen, ada kemungkinan Zack meyakini 70% kalau Aquarabella adalah Honey. Namun, alasan apa yang menyebabkan dia menyamar di rumah keluarganya dan bekerja di sana. Dari segi kekayaan, jelas saja lebih unggul keluarga Armstrong daripada Leoline.


Setelah memarkir mobilnya, Zack menuju ke ruangan temannya itu. Fergie bekerja membuka percetakan yang letaknya tidak jauh dari kediaman Fergie.


"Hai, Zack. Tumben kamu mampir ke sini? Ada apa?"


"Aku baru saja ke tempat Aquarabella," jawabnya. Zack mendaratkan tubuhnya di atas kursi tepat di hadapan Fergie.


"What?" Fergie terkejut.


"Kenapa kamu seterkejut itu, Fergie? Apa aku salah ingin menemukan semua kecurigaan yang selama ini kamu utarakan kepadaku? Aku rasa, tak ada salahnya aku datang ke sana sendirian."


Tentu saja Fergie tidak bisa melarang. Apalagi itu menyangkut dirinya sendiri. Rasanya sudah cukup adil untuk Zack bisa menemui langsung perempuan yang dicarinya selama ini.


"Apa kamu yakin dan menemukan jawabannya di sana?"


Zack sedang mengingat semua kejadian yang sedang berlangsung ketika bersama dengan Aquarabella. Dia awalnya ragu, namun mendapatkan jawaban dari Aquarabella yang terkesan setengah-setengah itu membuatnya mendapatkan keyakinan walau belum seratus persen.


"Aku mendapatkannya."


"Lalu, tunggu apalagi, Zack? Lekas nikahi dia sebelum perempuan itu hamil. Apa kamu tidak kasihan padanya? Apakah nama baiknya akan tetap terjaga kalau orang-orang tahu bahwa dia hamil di luar nikah?"


Zack melotot pada Fergie. Tentu saja ini membuatnya bingung. Mungkinkah dia mengatakan hal yang membuat putri seorang Sean harus menerima pinangannya? Bisa-bisa, Sean malah bertindak untuk melaporkannya ke Polisi.


"Kita tunggu satu sampai dua bulan lagi, Fergie."


"Ini semua karena Scarlett. Sudahlah, lupakan saja. Lagi pula dia sudah tidak bersamaku sekarang."


Kehidupan masa lalu Zack masih menjadi misteri. Bagaimana pun juga mantan istrinya membawa pengaruh besar pada perubahan Zack yang sekarang.


"Apa rencanamu selanjutnya?"


"Sudah kubilang, kita tunggu satu atau dua bulan lagi."


Rasanya ada benarnya ucapan Zack. Untuk membuktikan Aquarabella hamil memang butuh rentang waktu selama itu.


...💞💞💞...


Di sudut sebuah kafe, sepasang pria dan wanita sedang duduk bercengkerama. Keduanya sedang menikmati secangkir kopi yang sudah lama dirindukannya. Pria itu memegang erat tangan sang wanita dan mencoba memberikan perbincangan yang membuat sang wanita semakin terpesona.


"Scarlett, tunggu apalagi? Kamu sudah menjadi janda sekarang. Aku harus bersikap bagaimana agar kamu percaya bahwa aku sangat mencintaimu?" ucap sang pria.


"Maaf, El. Aku tidak akan bisa tenang sebelum melihat Zack hancur. Kamu tahu kan, memang dia pernah menjadi suamiku, namun karena sesuatu hal, dia menghinaku dan menolakku. Rasanya aku menjadi istri yang tidak berguna kala itu. Aku sudah berulang kali meminta maaf padanya, namun pria itu kekeh untuk tidak memaafkanku."


Ya, mereka adalah Scarlett, mantan istri Zack dan Elvis, musuh Zack yang selalu membuatnya kesal.


"Lagi pula itu memang salah kita, Scarlett. Kita melakukannya suka sama suka. Aku senang kalau Zack tidak pernah menyentuhmu lagi."


"Kamu tidak pernah tahu tujuanku menikahinya, kan. Aku mencintai Zack, Elvis. Pria itu sangat menarik untukku. Aku ingin memiliki anak darinya, namun kamu tahu, penolakannya karena tahu aku sudah pernah melakukannya dengan orang lain."


"Bagaimana Zack bisa tahu?"


"Di malam pertama kami, pria itu menginterogasiku. Seakan dia tahu segalanya tentangku. Aku akhirnya terjepit dan mengakui semua kesalahan masa laluku, kupikir dia akan memaafkanmu. Rupanya aku salah, dia malah membiarkanku begitu saja. Setiap hari dia marah-marah padaku. Aku tidak tahan, Elvis. Aku memutuskan untuk menceraikannya."


Sesak dadanya mengingat masa lalu, tetapi Scarlett juga tak kunjung menikah dengan Elvis. Scarlett pikir, menikah dengan Elvis bukan hal yang sulit, tetapi dia masih enggan menerimanya karena kegagalan masa lalunya.


"Alasan apa yang membuatmu selalu menolakku?"


"Aku tidak bisa menikah denganmu, Elvis. Aku takut kalau kamu akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Zack padaku. Aku tahu kita pernah bersama, namun bukankah itu akan semakin membuatmu merasa di posisi yang salah. Aku tahu, kamu dan Zack sudah lama bermusuhan. Ketika aku masuk dalam kehidupanmu lagi, apa kamu mau disebut sebagai orang ketiga yang membuat rumah tangga kami hancur."


Elvis berontak. Dia juga berhak menentukan kebahagiaannya. Hanya dengan menikahi mantan kekasihnya, dia jauh akan lebih bahagia. Dugaannya salah besar, walau sudah menjanda selama ini, Scarlett masih saja menolaknya.


"Itu dulu sebelum kamu bercerai, Scarlett! Sekarang ceritanya sudah berbeda. Kau harus mau menikah denganku. Aku akan mewujudkan semua keinginanmu yang belum terwujud."


"Lupakan aku, Elvis. Biarkan kita berjalan seperti sebelumnya. Aku dan kamu berada di jalan masing-masing."


"Kamu ini aneh, Scarlett. Aku menawarkan banyak kebahagiaan, tetapi kamu menolaknya. Apa masih kurang semua yang kuberikan selama ini?"


"Tidak, semuanya lebih dari cukup. Namun, sekali lagi maafkan aku, Elvis. Aku ada alasan lain untuk menolakmu. Sekali lagi, aku minta maaf. Carilah wanita lain yang mungkin kamu sukai," tolak Scarlett.


Masa lalu Scarlett yang rumit tidak akan membawanya kembali lagi. Dia sudah melupakan luka demi luka yang tanpa sengaja telah dibuatnya sendiri. Zack tidak salah, pria itu hanya berusaha membuat dirinya terbebas dari kebohongan yang diciptakan Scarlett.