
Kejadian kemarin, Zack sempat menempelkan bibirnya pada bibir Aquarabella. Hanya menempel dan tidak melakukan apapun. Zack merasakan hal yang sama seperti tersengat setrum listrik yang tiba-tiba ingin melakukan hal yang lebih dari itu.
Merasa tidak ada pergerakan, Aquarabella yanga jantungnya hampir melompat kemudian mendorong Zack untuk mundur. Dia tidak mau mati muda karena dekat dengan Zack membuatnya seperti terkena serangan jantung.
"Kenapa kamu mendorongku?"
"Aku lupa kalau mau membersihkan diri dan bukan adegan tempel-menempel seperti itu!"
Zack rasanya ingin menertawakan istrinya, namun menunggu masuk ke kamar mandi terlebih dahulu. Di rasa aman, barulah Zack tertawa namun tidak terlalu kencang. Dia cukup malu kalau sampai Aquarabella mendengarnya.
"Ck, padahal sedikit lagi semuanya akan dimulai. Rasanya seperti mendapatkan gadis polos. Susah sekali untuk menidurinya."
Sementara Aquarabella yang berada di dalam kamar mandi berusaha menata hatinya. Dia tidak kuat harus berlama-lama berada di samping Zack. Bisa saja dirinya lebih dulu mengibarkan bendera putih. Apalagi sekarang Zack lebih agresif daripada dirinya. Sentuhan fisik yang dilakukan pria itu tidak secara langsung menarik magnet tubuhnya untuk mendekat dan meminta lebih.
"Rasanya aku sudah masuk perangkapnya. Kalau seperti ini, aku bisa saja kalah darinya. Aku harus apa sekarang?" Aquarabella nampak sedang memikirkan cara untuk menolak memberikan tubuhnya, namun mengingat permintaan mama mertuanya, Aquarabella harus mempertimbangkan banyak hal.
"Bagaimana kalau aku belum hamil?" Aquarabella mengacak rambutnya frustrasi. Dia belum berandam di dalam bath up. Masih sengaja berlama-lama di sana karena kalau bertemu dengan Zack, maka tubuh dan hatinya tidak berjalan dengan irama yang sama.
Hari ke dua, Zack gagal mendapatkan hak yang seharusnya menjadi miliknya. Maka, hari ke tiga, Zack tidak boleh gagal lagi. Kemarin setelah Aquarabella keluar dari kamar mandi, dia langsung tidur dan tidak melakukan aktivitas fisik yang diharapkan.
Hari ini hari ke tiga, mereka berdua tidak pergi ke mana pun. Keduanya semenjak pagi sudah berada di kamar. Semua makanan sengaja diminta Zack untuk dikirim ke kamarnya. Aquarabella sebenarnya agak heran dengan tingkah suaminya.
"Apakah kita seharian akan berada di kamar terus?" protes Aquarabella.
"Hemm, kenapa?"
"Ini bulan madu atau pindah tidur?" protesnya lagi.
"Nikmati saja! Kita akan keluar setelah kamu mengibarkan bendera putih dan menyerahkan dirimu secara suka rela padaku. Ingat, jangan jadikan aku seperti pemerkosa lagi untuk yang kedua kalinya."
Deg!
Ucapan Zack itu detail dan sangat gamblang tanpa ba bi bu lagi. Aquarabella nampak malu-malu membalas ucapan suaminya. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan memegang ponsel sepanjang hari.
"Ara, seharian bermain ponsel tidak akan membuatmu cepat hamil!" ucap Zack akhirnya. Pria itu sangat kesal pada tingkah istrinya yang seolah mengabaikan dirinya.
Aquarabella meletakkan ponselnya kemudian membalas ucapan suaminya. Dia gugup. Walaupun ini bukan yang pertama untuknya, namun melakukan atas dasar suka sama suka itu berbeda rasanya.
"Lalu, aku harus bagaimana, Tuan?" ucapnya seperti menjadi perempuan yang tertindas di dalam sinetron.
"Kita buat kesepakatan saja! Kalau malam ini kamu tidak mau memberikan hakku, aku tidak akan memberikan kesempatan lagi. Jangan harap aku akan menyentuhmu seumur hidupku!"
Deg!
Ini ancaman atau tuntutan? Bagaimana nasib Aquarabella bisa hidup bersama dengan suaminya seperti orang lain yang tinggal di kamar yang sama, tanpa melakukan apapun seumur hidupnya? Lama-lama dia bisa gila. Hatinya seakan menolak, namun tubuhnya menginginkan lebih.
"Ke-kenapa begitu, Zack? Apakah kamu tidak mau bersabar sedikit lagi?"
"Sampai kapan, Ara? Aku hanya menunggumu siap! Apa kamu tidak melihatku kasihan. Umurku tidak muda lagi. Oke, aku memang pernah bersalah padamu. Aku minta maaf. Sekarang semuanya sudah berbeda. Kita sudah menikah dan aku akan bertanggung jawab penuh jika kamu hamil."
Deg!
Ini saatnya Zack yang menurunkan ego-nya. Sampai kapan dia akan terus berseteru dengan istrinya itu? Walaupun niatnya ingin sama-sama menikmati dan mengalah untuk kepentingan bersama. Sementara Aquarabella sendiri merasa kalau belum siap untuk itu, namun ucapan suaminya barusan membuatnya harus berpikir ulang. Bukannya dia menjadi perempuan bodoh, tetapi lebih tepatnya merasa malu pada Zack.
"Aku malu, Zack." Aquarabella menutup wajahnya.
"Baiklah, setelah makan malam bersiaplah! Aku ingin secepatnya menanamkan bibitku padamu agar kamu lekas hamil. Percayalah, aku akan melakukannya dengan hati-hati."
Aquarabella cukup diam dan tidak mengomentari apapun. Mungkin ini saatnya dia menjadi wanita seutuhnya yang dimiliki Zack Leoline.
...🍃🍃🍃...
Malam yang ditentukan telah tiba. Setelah makan malam, Aquarabella diminta untuk suaminya membersihkan diri dulu bergantian. Setelah itu, keduanya berada di ranjang yang sama. Masih sama-sama terdiam. Namun, ada kesepakatan lucu yang dibuat oleh Aquarabella. Dia tidak mau memakai lingerie karena menurutnya itu sangat tidak efektif. Lucu sekali, bukan? Jika di mana-mana pada berlomba-lomba membeli gaun seksi itu, lain halnya dengan Aquarabella.
Keduanya hanya memakai bathrobe. Zack agaknya lebih aktif di sini. Menunggu sentuhan dari istrinya terlalu lama. Zack mulai memberikan ciumannya secara perlahan kemudian saling menuntut. Dia sampai menggigit bibir bawah istrinya agar gadis itu mau membuka mulutnya agar bisa bermain lidah di sana.
Tak sampai di situ saja, Zack mulai memberikan tanda kepemilikan untuk membuat istrinya itu semakin menuntut dan meminta lebih. Semakin turun dan turun.
Keduanya mendapatkan malam yang sangat berharga. Zack tak hentinya menggempur gadis itu berulang-ulang sampai kelelahan. Selesai itu, Zack mengecup lembut kening istrinya.
"Terima kasih, Sayang. Kamu memberikan malam yang sangat indah untuk kulalui. Kamu sudah tidak trauma, kan?"
Aquarabella menggeleng. Benar ucapan suaminya, pria itu memperlakukannya sangat lembut. Tak lupa, pria itu mengecup perut istrinya dan mengatakan sesuatu.
"Lekas hadir di perut mommy, Sayang. Daddy sangat mengharapkan kehadiranmu," jelasnya.
Aquarabella tersenyum penuh haru. Sisi lain dari Zack benar-benar keluar malam Ini. Dia begitu lembut dan mau mengajari apapun yang belum pernah dilakukan. Malam ini sangat istimewa.
"Kamu baik, Zack," puji Aquarabella.
Gadis itu masih berada di pelukan suaminya. Rasanya sangat nyaman sekali. Sama-sama polos dan berada di dalam satu selimut yang sama.
"Baru tahu ya kalau suamimu itu sangat baik. Percayalah, aku Zack yang sebenarnya."
Aquarabella tersenyum mendengar usaha suaminya demi meyakinkan dirinya. Malam ini, malam bahagia untuk sepasang suami istri yang tertunda selama berbulan-bulan lamanya.
...🍃🍃🍃...
Hai hai hai, sambil menunggu update, yuk kepoin karya keren milik Author Santi Suki. Jangan lupa tinggalkan jejaknya 💟💟💟 Terima kasih