Duda, I Love You

Duda, I Love You
Berkompromi



Sejenak Zack terdiam. Bisa saja dia pergi berbulan madu saat ini juga, namun ada hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu.


"Ara, kamu masih menginginkan saham 30 persen itu?" tanya Zack akhirnya. Sebelum membuka kebahagiaan barunya, dia ingin menutup luka lama juga kan.


"Sebenarnya aku tidak menginginkannya, bisa-bisa perusahaan Elvis hancur begitu saja." Aquarabella masih punya hati. Kekayaan keluarganya sudah lebih dari cukup daripada saham 30 persen dan membuat kegaduhan.


"Ah, sayang sekali. Kupikir ini akan menjadi pertunjukan yang seru untuk kunikmati," ucap Zack dengan seringai liciknya.


"Bahagia ini cukup kita berdua, Zack. Tidak akan ada orang lain lagi," ucap Aquarabella yang membuat suaminya itu berdiri mendekatinya.


"Apa ini serius? Kita akan melanjutkan kehidupan ini berdua saja?"


Sepertinya Aquarabella salah bicara. Seharusnya dia tidak mengatakan itu dan meminta Zack untuk melupakan masalahnya dengan Elvis, namun ada hal yang mengganjal dibenaknya.


"Maaf, Zack. Aku salah bicara. Aku ralat lagi, maksudku, kehidupan kita tidak akan pernah bahagia jika masih memiliki dendam. Jadi, apa sebenarnya masalahmu dengan Elvis?" selidik Aquarabella.


Zack tidak ingin bercerita apapun pada istrinya. Menceritakan tentang Elvis sama saja membuka luka lamanya. Keinginannya harus sudah tutup buku. Apapun itu, kehidupannya sekarang jauh lebih penting.


...🍃🍃🍃...


Suasana malam menjelang. Fergie sudah mengirimkan satu koper berisi pakaian yang dibutuhkan Zack termasuk piyama tidurnya. Fergie hanya mengantarkan karena semuanya sudah disiapkan sang mama, Beatrix.


Berada berdua di kamar hotel bersama istrinya terasa sangat canggung sekali. Bukan Zack yang berkuasa penuh atas dirinya, melainkan Aquarabella yang dominan. Kamar hotel ini dipesan atas namanya.


Setelah makan malam selesai, keduanya kembali lagi ke kamar untuk beristirahat. Aquarabella sudah naik ke ranjang, sementara Zack duduk di sofa kamar itu. Dia merasa tidak nyaman untuk berada di ranjang yang sama dengan istrinya.


Aqurabella terdiam karena tidak menawarkan sesuatu pada suaminya. Dia seperti ini mungkin sebuah sebab. Antara malu atau sedang dalam keterpaksaan.


Tahu begini, aku mendingan pulang ke rumah saja. Di kamarku, aku bisa tidur dengan cepat. Kalau seperti ini, jangankan tidur, memejamkan mata saja susahnya luar biasa.


"Kenapa kamu tidak bisa tidur? Mau ditemani?" Zack tidak tega melihat Aquarabella masih menyandarkan kepalanya pada headboard ranjang.


"Iya, aku takut kalau kamu akan mendekatiku kemudian-"


"Kemudian apa? Aku tahu ini tidak akan bisa dilakukan. Kamu baru saja keguguran. Tidurlah! Aku akan menjagamu," sahut Zack.


"Kamu tidak akan tidur di ranjang, kan?"


"Ranjang cuma satu, Ara. Aku tidak terbiasa tidur di sofa."


"Baiklah, kalau begitu aku yang akan tidur di sofa. Kita bertukar tempat."


"Tidak, tidurlah di sana. Aku akan keluar sebentar," pamit Zack. Sebenarnya dia tidak tahu harus apa di luar. Asalkan dia kembali dan Aquarabella sudah tertidur, itu sudah lebih dari cukup.


Aquarabella tidak melarangnya. Dia membiarkan pria itu pergi, namun sebelum itu, Aqurabella berpesan kepadanya.


"Kalau mau keluar, silakan saja! Awas, aku tidak suka pria mabuk!"


Aquarabella kemudian mulai merebahkan tubuhnya dan menyelimuti dirinya sendiri sampai mendekati leher. Zack benar-benar membuktikan omongannya. Dia keluar kamar dan mencari udara segar di sana.


Zack memilih duduk di kursi restoran untuk meminta minuman hangat. Malam ini, dia akan berlama-lama di sana sebelum istrinya benar-benar terlelap.


Setelah dirasa cukup lama berada di luar, Zack berniat masuk kembali ke kamarnya. Dia yakin kalau istrinya sudah tidur. Makanya dia memberanikan diri.


Berada di dalam kamar rupanya dugaan Zack salah. Aquarabella belum tertidur. Dia malah seperti mencemaskan sesuatu.


"Kenapa tidak tidur? Kamu merindukanku?"


"Ck, tidak. Aku tidak biasa tidur di hotel seperti ini."


Justru tuduhan Zack seperti ini malah membuat Aquarabella susah tidur. Jangankan memejamkan mata, terniat untuk menyusun mimpi indah walaupun dalam tidur saja susahnya minta ampun.


...🍃🍃🍃...


Keesokan harinya, Aquarabella menjadi uring-uringan. Semalam, dia benar-benar tidak bisa memejamkan mata. Sementara Zack malah tidur pulas di ranjang yang sama.


"Zack, bangun! Lihatlah mataku ini," ucap Aquarabella sembari menangis tersedu-sedu. Selain mata panda, kepalanya menjadi pusing.


Zack baru saja membuka matanya. "Kamu sangat menggangguku sekali! Aku masih ngantuk, Ara. Tidurlah!"


"Aku tidak bisa tidur kalau ada orang asing di kamarku," keluhnya.


"Oh ayolah, Ara. Apa kamu lupa, kamu bisa tidur pulas di kamar yang sama denganku kala itu. Malah kamu seperti orang mati saja."


Zack tidur terlalu larut. Pasalnya dia harus menunggu Aquarabella tertidur dulu, namun rupanya Ara tak kunjung tidur sehingga Zack semakin ngantuk kemudian terlelap begitu saja.


"Ayolah, Zack. Aku harus bagaimana?"


"Terimalah tawaranku untuk berkompromi. Aku yakin, setelah ini aku akan membuat tidurmu pulas," ucap Zack yang masih berada dalam selimutnya.


"Berkompromi masalah apa? Dan, apa hubungannya kompromimu itu dengan jam tidurku?"


Selain Zack hobinya marah dan suka mengatur, kali ini ide gila apa yang akan diperbuat untuk membuat istrinya bisa tidur dengan pulas? Sementara kompromi yang dimaksudkan adalah ketika Zack benar-benar ingin menghancurkan Elvis kali ini juga.


"Aku akan membantumu dengan caraku," ucapnya dengan senyum smirk-nya.


"Tidak, aku rasa kompromimu ini mengenai Elvis, kan? Kurasa itu tidak perlu dilanjutkan. Biarkan saja dia hidup tenteram. Lagi pula, kamu sudah menikah denganku. Kalau hanya saham 30 persen saja, daddyku bisa memberikannya padamu."


Zack bangun dari tidurnya. Dia berniat masuk ke kamar mandi dan menawarkan sebuah tawaran menarik.


"Mau mandi bersamaku?" tanya Zack sebelum benar-benar masuk ke kamar mandi.


"Zack!" sentak Aquarabella. "Enggak! Aku tidak akan mau mandi denganmu."


"Percuma, Ara. Aku sudah melihat keseluruhan dari apa yang kamu miliki."


"Pembohong! Kamu mabuk, mana mungkin mengingat semuanya."


Sebenarnya ucapan Aquarabella benar. Zack bahkan tidak ingat dengan siapa dia bercinta. Untung saja CCTV dan Fergie yang membantunya. Jika tidak, mungkin saat ini dia akan dilaporkan oleh Sean Armstrong.


Zack segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, dia akan menemui istrinya untuk menanyakan sesuatu yang penting yang sudah mengganjal di pikirannya sejak beberapa waktu yang lalu.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka menampakkan Zack yang sudah terlihat tampan dengan pakaian santainya. Dia sengaja mengambil cuti untuk beberapa waktu sampai keputusan bulan madu disetujui oleh istrinya. Walaupun sudah mendapat kata sepakat, namun mereka belum menentukan kemana akan pergi.


"Ara, sebenarnya ada pertanyaan yang masih mengganjal di benakku. Kenapa kamu hamil sampai bisa keguguran? Apakah kamu tidak tahu kalau hamil? Atau, kamu kurang berhati-hati?"


Deg!


Pertanyaan Zack kali ini menyudutkannya. Bagaimana kalau Zack marah jika dia bekerja tanpa mengenal waktu? Tentu saja ini akan menjadi masalah yang sebentar lagi pasti meledak.


...🍃🍃🍃...


Sambil menunggu update, yuk kepoin karya keren Author Age Nairie. Jangan lupa tinggalkan jejak ❣️❣️❣️