Duda, I Love You

Duda, I Love You
Ungkapkan Cinta



"Maaf, Zack. Aku tidak tahu kalau kejadian malam itu membuatku hamil. Aku terbiasa bekerja sepanjang waktu. Mungkin karena aku kelelahan. Aku sama sekali tidak merasakan tanda-tanda kehamilan. Hanya saja, porsi makanku waktu itu lebih meningkat dari biasanya," ucapnya.


Zack memaklumkan. Setelah beberapa hari berada di hotel, Aquarabella memutuskan untuk pulang ke rumah suaminya. Mereka akan memulai kehidupan baru di sana. Orang tua Aquarabella sudah menyetujuinya dengan syarat agar Zack selalu menjaganya dengan baik.


Rumah Zack selalu menjadi tempat ternyaman untuknya walaupun pernah mengalami hal pahit di sana, namun Aquarabella harus move on dari masalah dan mulai menata hatinya kembali.


"Apa kamu mau pindah kamar?" tanya Zack ketika baru saja sampai di rumahnya. "Aku takut kalau kamu masih memikirkan kejadian waktu itu. Kalau memang iya, aku akan meminta pelayan menyiapkan kamar baru untuk kita. Bagaimana? Apa kamu menyetujuinya?"


Terkadang Zack seperti orang lain. Kalau lagi baik, baiknya luar biasa. Terkadang kalau lagi marah, dia tidak peduli tempat. Namun, semenjak menikah dengan Aquarabella, perlahan dia mulai menjadi manusia normal yang batas kemarahannya sebatas kesal dan mengomel sebentar. Mungkin kalau meledak-ledak, dia khawatir kalau akan menduda untuk yang kedua kalinya.


"Tidak, kita ke kamarmu saja. Aku tidak masalah."


"Apa kamu yakin? Kalau memang kamu tidak masalah, baiklah. Aku akan membawa kopermu ke sana. Masuklah dulu."


Zack berniat untuk mengambilkan koper dan menyediakan beberapa makanan kecil dan minuman. Dia tidak ingin pelayan yang menyediakan.


Hanya beberapa menit, semua kebutuhan yang hendak disiapkan oleh Zack, semuanya sudah berada di kamarnya. Aquarrabella merasa canggung untuk duduk di ranjang. Dia lebih memilih untuk duduk di sofa kamar itu.


"Kenapa tidak duduk di ranjang?"


"Tidak apa-apa. Nanti saja. Oh ya, mengenai bulan madu, apakah kamu sudah memutuskan untuk pergi ke mana?"


"Aku belum tahu. Kita tunda dulu sampai kamu membaik. Oke?"


Zack kasihan pada Aquarabella. Semenjak keguguran, sikapnya mulai berubah dingin. Dia masih terguncang. Walaupun anak itu tidak pernah diketahui kehadirannya, namun tetap saja dia merasa kehilangan.


Bayangan bulan madu yang tidak pernah diinginkan itu akan terjadi. Sebenarnya Aquarabella enggan untuk pergi ke mana pun. Setelan pernikahan, dia harus kembali lagi ke perusahaan.


"Hemm, kapan kamu akan kembali lagi bekerja?"


"Jangan pikirkan itu dulu. Aku masih ambil cuti selama beberapa hari. Kenapa?"


"Aku sudah merindukan pekerjaanku, Zack."


"Kamu tidak merindukanku?"


Aquarabella terdiam. Untuk apa merindukan orang yang setiap hari akan selalu berada di sampingnya? Kebenaran tentang cintanya pada pria itu belum terlihat. Dia tidak menyadarinya kalau Aquarabella sudah terjebak oleh perasaannya sendiri.


...🍃🍃🍃...


Beberapa hari berada di rumah Zack, suaminya. Kini Aquarabella kembali lagi untuk bekerja. Dia selalu diantar oleh suaminya ke mana pun pergi termasuk ke kantor. Sebenarnya Aquarabella ingin mengendarai mobilnya sendiri, namun Zack melarangnya.


"Kalau seperti itu, aku seperti tidak ada gunanya sebagai seorang suami."


"Lalu, aku harus apa, Zack?"


"Cukup menurut dan minta ke mana pun kamu pergi, aku yang akan mengantarkannya."


Pembicaraan singkat itu cukup jelas bahwa Zack tidak mau diabaikan. Padahal sebenarnya dia juga sangat sibuk, namun demi membagi waktu dengan istrinya, Zack rela melakukannya.


Siang ini di sebuah restoran tak jauh dari kantor Aquarabella, dia memulai makan siangnya seorang diri. Semenjak tinggal di rumah mertuanya, dia hampir tidak pernah membawa bekal makan siangnya. Dia selalu makan di restoran dekat kantornya.


Memilih menu favoritnya dilakukan untuk menyenangkan diri sendiri. Dia terlepas dari bayang-bayang suaminya. Dia bebas tanpa pria itu. Bukan karena mereka akan berpisah, namun karena kesibukan masing-masing.


"Hai, boleh duduk di sini?" ucap Scarlett.


Scarlett mengetahui pernikahan kedua mantan suaminya dengan Aquarabella karena mendapatkan informasi dari Elvis. Pria itu sempat kesal padanya karena memaksa harus mengaku jika rivalnya kini telah menikah lagi.


"Silakan. Restoran ini bebas. Anda mau duduk di mana pun juga terserah," jawab Aquarabella dengan senyum semringahnya.


"Aku ingin berbincang denganmu, Nona. Maaf, aku terlalu lancang untuk menemuimu. Sebenarnya aku hanya ingin mengatakan satu hal kepadamu bahwa suamimu itu bukan orang yang baik."


Aquarabella sedikit terkejut. Scarlett beberapa kali ingin menemui semua wanita yang pernah dekat dengan suaminya. Jika dulu dia berpura-pura menjadi Honey, maka sekarang setelah resmi menjadi istrinya, apa yang akan dilakukan wanita itu?


"Maaf, Anda siapa dan memiliki tujuan apa mengatakan hal itu kepadaku? Apa kita pernah kenal sebelumnya?" Aquarabella tentu tidak mau mengalah. Jika dulu statusnya masih sebagai pelayan pribadi, dia akan mengiyakan dan memikirkan ucapan Scarlett, sekarang tidak lagi.


"Oh, maaf. Aku belum memperkenalkan diri padamu, ya?"


"Iya, silakan perkenalkan diri Anda baru kita bicara." Aquarabella mengirim pesan pada suaminya jika mantan istrinya berada di sini. Pria itu sepertinya terlihat geram karena mengatakan akan datang secepatnya.


"Aku Scarlett, mantan istri Zack Leoline."


"Wow, mantan istri menemui istri sahnya. Anda mau apa?" Aquarabella dengan santainya melahap makan siang yang sempat terhenti karena kedatangan Scarlett.


Sial! Sombong sekali perempuan ini. Iya aku tahu kalau dia adalah penerus SA Corporation karena pengangkatannya di televisi beberapa waktu lalu. Namun, kenapa bisa dia menikah dengan Zack? Rahasia besar apa yang tidak kuketahui? Sementara pelayan pribadinya itu hilang bak ditelan bumi.


Bersamaan dengan obrolan yang tertunda, Zack pun datang dan memberikan kecupan mesra pada istrinya. Dia sengaja memang. Aquarabella sedikit terkejut. Aquarabella semakin yakin kalau ada rahasia yang belum diketahui tentang suaminya.


"Wah, maafkan aku, Sayang. Aku terlambat!"


Scarlett tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Zack bisa bersikap seromantis itu pada istri barunya. Zack duduk tepat di samping Aquarabella dan memegang erat tangan istrinya. Kecemburuan Scarlett semakin meningkat. Usahanya untuk rujuk kembali dengan Zack sia-sia.


"Ehm, kalau begitu aku pamit saja. Maaf sudah mengganggu makan siangnya." Scarlett buru-buru. Dia cukup sadar diri untuk bersaing dengan Aquarabella adalah hal yang mustahil.


"Kamu memanfaatkanku?" tuduh Aquarabella yang menghentikan makannya sejak kedatangan suaminya. "Makan siangku kali ini menyebalkan. Kenapa mantan istrimu itu datang lagi? Masalah apa yang sebenarnya masih mengganjal di antara kalian?"


"Lupakan! Lanjutkan makan siangmu!"


"Zack, kamu tidak bisa seperti itu? Kalau kamu ingin aku bisa menerimamu dengan baik, setidaknya katakan kalau masalah kalian belum selesai."


"Cintailah aku maka aku akan mengatakannya!"


Pertukaran yang seperti apa yang diinginkan suaminya itu? Kenapa Zack memaksanya untuk mencintainya sementara pria itu tetap dingin padanya?


"Baiklah, setelah aku mengatakan ini. Kuharap kamu akan menceritakan semua masa lalumu agar Scarlett tidak lagi mendekatimu atau memintamu rujuk."


"Baiklah, aku setuju. Apa yang ingin kamu katakan?"


Deg!


Aquarabella sedang menata irama jantungnya yang mulai tidak stabil itu. Ini pertama kalinya dia akan mengatakan pada seorang pria yang dalam hatinya masih terdapat keraguan antara mencintainya atau tidak.


"Duda, I love you!"