
Sampai di apartemen, Aquarabella menghela napas panjang. Lelahnya hari ini bukan karena belanja, melainkan harus menghindari ex wife suaminya itu. Dia mulai berpikir buruk tentang Scarlett.
"Ck, apa karena sekarang suamiku menjadi pemimpin tunggal di SA Corporation dan dia mau mendekatinya. Ingin merebutnya dari aku? Tidak akan bisa!" ucapnya saat sudah duduk di sofa ruang tamu. Dia meletakkan beberapa kantong belanjaannya di sana. Belum masuk dapur dan menatanya.
"Aku harus ke kantor membawakan makan siang dan membicarakan hal ini," ucapnya lagi. Dia bergegas ke dapur membawa barang belanjaannya, menatanya, kemudian baru memasak. Tak lupa dia mengambil kotak bekal makanan yang sudah dibelinya hari ini. Mengisinya dengan beberapa makanan dan menyiapkan satu kotak lagi untuk buah potong. Selesai semua itu, Aquarabella bersiap untuk pergi ke kantor.
...🍃🍃🍃...
Suasana ruang CEO SA Corporation tidak banyak berubah. Yang terlihat nyata berubah adalah papan nama meja di sana sudah berubah menjadi Zack Leoline. Ketika CEO perusahaan besar itu sedang sibuk, mendadak dikejutkan dengan suara panggilan telepon.
"Halo."
"Tuan, di bawah ada Nyonya Ara. Apakah boleh masuk?" tanya resepsionis.
Walaupun ini kantor masih milik Aquarabella, tetapi wanita itu sengaja datang dan meminta resepsionis untuk menanyakannya karena takut mengganggu suaminya.
"Tentu saja. Langsung suruh ke ruanganku, ya!"
"Baik, Tuan. Terima kasih."
Setelah meletakkan gagang telepon kembali ke tempatnya, Zack menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi yang didudukinya.
"Tumben sekali dia ke kantor. Apakah ada masalah serius?"
Tok tok tok.
Suara ketukan pintu menghentikan kegiatan Zack dan memintanya untuk masuk.
"Masuk!" jawabnya.
Ceklek!
Aquarabella muncul dengan membawa paper bag.
"Sayang, maaf aku datang membawakan makan siang untukmu." Aquarabella meletakkan paper bag itu di dekat meja kerja suaminya. Dia merasa harus berbicara ini padanya.
"Kamu sudah belanja hari ini? Apakah terlihat sangat sulit?"
Aquarabella menggeleng. "Aku tidak merasa kesulitan. Walaupun terbiasa ada pelayan di rumahku, namun untuk hal sekecil ini aku bisa melakukannya sendiri. Aku hanya kesal dengan ex wife-mu itu!"
Deg!
Zack sempat berpikir telah terjadi sesuatu antara istrinya dan wanita itu. Hampir tidak pernah Ara pergi ke kantornya apalagi sekadar untuk berbicara.
"Ada apalagi, Sayang?"
"Sepertinya mantan istrimu itu menginginkanmu lagi."
Aquarabella menceritakan bagaimana kejadian di supermarket hari ini secara detail. Perasaan takut kehilangan sudah menjalar pada dirinya sehingga rasa cemburu saja yang muncul saat ini.
"Sayang, kamu tak perlu khawatir berlebihan seperti itu. Aku juga tidak ada niat untuk kembali padanya. Jangankan kembali, bertemu lagi dengannya pun aku enggan."
Zack berdiri mendekati istrinya. Memeluk gadisnya itu akan memberikan sumber kekuatan padanya. Dia mengelus punggung istrinya agar gadis itu semakin nyaman dan yakin padanya.
"Jangan khawatir berlebihan! Mana mungkin dia berani mendekati CEO SA Corporation sepertiku. Di sekelilingku banyak penjagaan dari daddy mertua. Kalau ada yang macam-macam padaku, bodyguard daddymu pasti akan bertindak. Percayalah, daddymu melindungi kita!"
Sejenak Aquarabella merasa tenang. Namun, sekelebat bayangan wanita itu nekat untuk mendekati suaminya. Tidak hanya mendekati, tetapi juga merebutnya kembali darinya. Aquarabella tidak bisa membayangkan jika sampai itu terjadi.
"Sayang, jangan membayangkan hal yang tidak penting! Bukankah fokus kita untuk memiliki keturunan? Lalu, kalau kamu kepikiran dan tingkat stresmu berlebihan, apakah mungkin secepatnya kita memiliki anak lagi? Sudahlah, lupakan pengkhianat sepertinya. Ini kebahagiaan kita. Tidak akan adalagi yang mengganggunya."
Memikirkan kata keturunan membuat Aquarabella sedikit melunak. Kalau dia hamil dan memiliki anak, itu artinya pengganggu akan terhempas secara otomatis. Bahkan, bodyguard daddynya selalu ada di mana pun mereka berada. Jadi, apa yang perlu ditakutkan lagi? Kalau pun sampai Zack berani berulah, risikonya terlalu tinggi untuknya, bukan? Dia akan kehilangan segalanya. Itu sudah cukup membuat Aquarabella semakin tenang.
Zack kembali bekerja. Aquarabella tetap berada di sana menunggunya. Rasa nyaman sudah dimiliki sejak keduanya tinggal di rumah Zack. Di tambah lagi pergi berbulan madu untuk beberapa waktu yang lalu.
"Sayang, apa kamu tidak bosan menungguku seperti itu?"
Zack melihat Aquarabella terdiam duduk di sofa. Sesekali istrinya itu memandang dirinya dengan lekat kemudian berdiri memandang jauh ke luar jendela.
"Tidak! Aku dulu terbiasa berada di ruangan ini berjam-jam lamanya. Jangan khawatirkan aku. Lekaslah selesaikan pekerjaanmu kemudian makan siang!"
Benar. Istrinya sudah menyiapkan makan siang kali ini. Ini pencapaian yang luar biasa untuk Zack. Jika dulu dengan mantan istrinya tidak pernah seperti ini, maka Aquarabella telah memberikan semua yang belum pernah didapatkan di pernikahan pertamanya. Maka dari itu, Zack berjanji dalam dirinya sendiri untuk selalu menjaga dan mencintai istrinya dengan sepenuh hati.
Waktu makan siang tiba. Aquarabella tidak berdiam diri. Dia pergi ke pantry untuk mengambilkan minuman dan piring untuk menghidangkan makan siang suaminya. Tak sampai di situ saja, dia meminta suaminya untuk duduk santai di sofa. Sementara Aquarabella akan menyuapinya.
"Sayang, aku bisa makan sendiri. Kalau kamu manjakan seperti ini, bisa-bisa setiap hari aku merindukanmu. Maksudku, aku akan membuatmu terus menyuapiku seperti ini," godanya.
"Hemm, tak masalah. Setiap hari akan kulakukan ini untukmu."
"Kalau kamu hamil, aku tidak bisa membiarkan tugasmu berjalan mudah. Semuanya akan kubatasi dan tidak kubiarkan kamu kecapekan. Setuju?"
"Hemm, baiklah, Tuan Zack. Untuk kali ini, biarkan istrimu ini melayaninya."
Zack terus saja membuka mulutnya ketika Aquarabella menyuapinya. Dia seperti bayi besar yang sedang bermanja. Rasanya usianya yang hampir empat puluh tahun itu tidak dirasa. Dia malah seperti pria bucin yang usianya sejajar dengan istrinya. Jika tidak ingat umur, dia bisa saja seperti terbang ke awang-awang.
"Ara, kamu tahu kalau seperti ini, usiaku merasa seumuran denganmu. Padahal aku hampir seperti memiliki sugar baby secantik dirimu."
"Aku bukan sugar babymu, tetapi istri sah yang sedang berjuang memiliki momongan. Percayalah, aku akan mewujudkan semua keinginanmu, Sayang."
"Iya, Sayang. Aku percaya kepadamu."
Beruntung. Itulah kata yang tepat menggambarkan kehidupannya saat ini. Status dudanya terdahulu telah digantikan menjadi seorang suami yang memiliki istri muda, cantik, kaya, pekerja keras, mandiri, dan tidak cengeng. Sekarang seolah semua orang masa lalunya ingin mengombang-ambingkan kehidupannya sekarang. Cukup sudah mendapat penderitaan yang tiada henti. Mulai dari pengkhianatan istri dan sahabatnya sendiri. Ini saatnya Zack membuktikan pada dunia bahwa sekarang dia bahagia. Bahkan sangat bahagia.
Seusai makan siang, Zack tak henti-hentinya memeluk istrinya. Rasanya berjauhan darinya sebentar saja membuatnya tidak tahan. Ingin terus seperti ini sampai kapanpun. Selalu berbahagia berdua dan selamanya.
...🍃🍃🍃...
Sambil menunggu update selanjutnya, yuk kepoin karya keren ini. Jangan lupa tinggalkan jejaknya 💟💟💟 Terima kasih