Duda, I Love You

Duda, I Love You
Bertemu Mantan Istri Zack



Hari ini merupakan hari yang indah untuk Honey. Pasalnya untuk pertama kalinya pelayan itu bisa menghirup udara luar. Beatrix memintanya untuk menemani ke butik.


"Honey, temani ke butik, ya," ajak Beatrix.


"Ehm, maaf Nyonya. Aku tidak berani keluar tanpa seizin Tuan Zack. Dia pasti akan marah-marah mencariku," tolak Honey.


Sebelum berangkat ke kantor, Beatrix berencana meminta izin putranya.


"Kamu jangan khawatir. Aku akan meminta izin padanya," ucap Beatrix menenangkan.


Beatrix ke kamar putranya. Setelah sarapan pagi, Zack kembali ke kamarnya.


Tok tok tok.


"Masuk!"


Ceklek!


"Ada apa, Ma?" tanya Zack.


Beatrix menutup pintu kamar kemudian mendekati putranya.


"Mama akan mengajak Honey ke butik. Apa kamu keberatan?"


Ini kesempatan bagus untuk Zack menjauhkan Honey dari perintah Ernest.


"Ajak saja, Ma. Honey mungkin bosan bekerja terus. Kalau Mama tidak keberatan, belikan satu baju yang bagus untuknya," jelas Zack.


"Baik, Zack."


Setelah Zack setuju, wanita paruh baya itu langsung mengajak Honey pergi ke butik.


...***...


Butik XL adalah butik terbesar di kota tempat tinggalnya. Beatrix dan Honey langsung masuk ke dalam. Honey mengekor majikannya ke mana pun dia pergi. Namun, ketika kesibukan majikannya memilih baju, seseorang sengaja menarik tangannya.


"Eh, Anda siapa?" tanya Honey pada wanita yang menariknya.


"Apakah kamu pelayan Nyonya Beatrix?" tanya wanita itu.


"Bukan."


Sesaat wanita itu terdiam kemudian menanyakan kembali.


"Lalu, kenapa kamu bisa bersama Nyonya Beatrix?" selidik wanita itu.


Siapa sebenarnya wanita ini? Sepertinya dia hafal betul dengan Nyonya Beatrix.


"Ehm, aku pelayannya Tuan Zack, Nyonya," jawab Honey.


Deg!


Wanita itu terlihat sangat terkejut ketika Honey menyebut nama Zack.


"Bisa kita bicara sebentar? Aku akan menunggumu di restoran depan butik ini. Izinlah dulu padanya," perintah wanita itu.


"Baik, Nyonya."


Honey mendekati Beatrix. Dia meminta izin pada majikannya untuk bertemu wanita asing, tetapi Honey tidak mengatakan yang sesungguhnya.


"Ehm, Nyonya ... bolehkah aku meminta izin pergi sebentar?"


"Memangnya kamu mau ke mana? Sini ikut aku memilih beberapa baju." Agaknya Beatrix mempersulit izinnya.


"Sebentar saja, Nyonya. Setelah itu, aku akan kembali," pamitnya.


"Baiklah. Pergilah, tetapi ingat jangan sampai tersesat. Apalagi kamu baru beberapa bulan di sini." Beatrix hanya mengkhawatirkan itu.


"Iya, Nyonya. Aku pasti hati-hati, terima kasih."


Honey bergegas menyeberang jalan menuju ke restoran yang di maksud. Benar saja wanita itu sudah menunggunya di sana.


"Langsung saja, Nyonya. Apa yang ingin Anda bicarakan denganku?" Honey merasa kalau wanita di hadapannya itu mengerti segalanya tentang keluarga Leoline.


"Pesanlah minuman dulu. Aku yakin kamu pasti haus. Bagaimana kalau aku yang memesankan? Jangan khawatir, aku yang akan membayarnya." Tanpa menunggu persetujuan pelayan itu, dia langsung memesan dua minuman.


"Terima kasih, Nyonya."


"Oh ya, mungkin kamu bertanya-tanya kenapa aku bisa mengajakmu ke sini? Sebelumnya, perkenalkan Scarlett Alfie. Panggil saja Scarlett. Tentu kamu penasaran lagi, kenapa aku bisa mengenal Nyonya Beatrix dengan baik?"


Semua ucapan wanita itu ada benarnya. Dia tidak tahu apa-apa kemudian diajak berbicara berdua seperti ini. Rasanya sangat aneh kalau tidak ada hubungannya dengan keluarga Leoline.


"Iya, Nyonya. Aku sangat penasaran sekali. Sebelumnya perkenalkan namaku Honey. Pelayan pribadi Tuan Zack Leoline."


Sepertinya dia bukan pelayan biasa. Dia terlihat kampungan, tetapi dari gaya bicaranya seperti pelayan berkelas yang sudah memahami semuanya.


"Aku adalah mantan istri dari Zack Leoline."


Deg!


Honey terkejut. Dia tidak menyangka bisa bertemu mantan istri Tuannya. Mungkin ini saatnya dia mengorek informasi tentangnya.


"Kenapa Anda bercerai dengan Tuan Zack, Nyonya? Maaf jika aku lancang menanyakan ini."


"Kami menikah bukan karena cinta. Hanya perjodohan yang menguntungkan keluargaku. Sikap asli Zack lambat laun nampak. Dia pria arogan yang tidak mempunyai belas kasihan dan selalu saja marah. Apapun yang kulakukan tidak pernah benar di matanya. Setiap hari kami bertengkar. Aku rasa, hanya kamu orang yang betah menjadi pelayannya. Apa alasanmu?" selidik Scarlett. Dia tahu kalau beberapa kali Zack mengganti pelayannya. Hanya Honey yang mampu bertahan selama ini.


"Ehm, aku tidak mempunyai alasan khusus, Nyonya. Hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluargaku di kampung saja. Ya walaupun Tuan Zack suka marah, tetapi perlahan mulai berubah karena ada sepupunya."


"Sepupunya yang kurang ajar itu? Dia datang lagi?"


"Anda sangat paham dengan mereka, ya?"


"Tentu saja, Honey. Ernest pria yang sangat kurang ajar. Kamu harus selalu berhati-hati dengannya. Jangan sampai kamu dilecehkan olehnya," ucap Scarlett sendu.


Scarlett adalah istrinya Zack kala itu, tetapi Ernest dengan kurang ajarnya berani memeluk dan menciumnya. Tentu saja itu membuat Scarlett merasa tidak nyaman. Pertengkaran demi pertengkarannya dengan Zack menambah daftar kekecewaannya pada keluarga itu.


"Apakah dia pernah bertindak kurang ajar padamu, Nyonya?"


"Iya, aku harap kamu memikirkan ulang untuk bertahan di sana. Bukan maksudku untuk membuatmu takut. Zack memang tipikal pemarah, tetapi Ernest adalah pria biasa yang lebih terlihat seperti seorang pria hidung belang. Aku khawatir saja kalau kamu berlama-lama di sana."


Apakah ucapan Scarlett ini menunjukkan betapa buruknya kelakuan Zack dan Ernest. Tujuannya untuk apa? Apakah dia ingin rujuk dengan Zack? Karena keberadaanku yang bisa menjadikan penghalang untuknya.


Sebelum melanjutkan pembicaraan, minumannya datang. Scarlett meminta Honey untuk segera meminumnya. Dia juga tidak akan nyaman kalau menjauhkan pelayan dari Beatrix dengan waktu yang lumayan lama.


"Minumlah dan segera kembali pada Nyonya Beatrix. Aku takut kalau wanita itu mengetahui keberadaanku di sini."


"Tunggu, Nyonya. Apakah hanya itu alasan Anda bercerai dengan Tuan Zack?" selidik Honey. Dia langsung mengambil gelas minumannya dan meneguknya sampai tandas.


"Tidak ada. Aku bercerai karena tidak tahan dengan sikapnya yang tidak manusiawi itu. Aku membencinya. Terkadang, dia seperti menjadi orang lain yang tidak pernah kuduga. Aku tidak bisa hidup dengan orang seperti itu. Aku butuh pria yang selalu memperhatikanku disela kesibukannya. Bukan pria pemarah yang egois dan tidak pernah memperhatikan istrinya." Semua keluhan Scarlett sudah disampaikan pada pelayan itu.


"Ehm, baiklah Nyonya. Aku langsung pamit ya. Terima kasih atas minumannya dan obrolannya barusan."


Honey bergegas meninggalkan Scarlett. Dia yakin kalau Nyonya Beatrix sudah mencarinya.


"Dari mana saja? Aku mencarimu sejak tadi."


"Maaf, Nyonya. Aku baru saja bertemu teman lama. Dia meminta mengobrol denganku sebentar, tetapi malah sangat lama. Sekali lagi, maafkan aku, Nyonya."


"Hemm, tak masalah. Oh ya, ini bawakan semua paper bag ke mobil. Satu paper bag ini milikmu. Zack memintaku membelikannya untukmu." Beatrix menjelaskan satu per satu padanya.


Tak butuh waktu lama, semua barang itu sudah masuk ke bagasi mobilnya. Mereka langsung pulang ke rumah. Honey berharap kalau majikannya tidak menyadari kepergiannya dengan mantan istri Tuan Zack. Kalau sampai mereka tahu, bisa runyam keadaannya.


...🌺🌺🌺...


Hai akak readers, Emak mampir lagi untuk merekomendasikan karya keren milik Eveliniq. Jangan lupa mampir 😍


Cinta Online by Author eveliniq


Terima kasih. Miss you all πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜πŸ˜πŸ˜