Duda, I Love You

Duda, I Love You
Mendadak Pulang



Ernest dan Zack masih saja ribut. Bahkan, Beatrix enggan untuk melerainya lagi Wanita paruh baya itu sudah cukup rasanya untuk melerai pria dewasa itu.


Kekesalan bukan hanya dirasakan oleh Beatrix saja, tetapi juga Honey. Dia merasa mendapatkan perlakuan yang buruk dari keduanya.


"Nyonya, mohon maaf," ucap Honey mencegah kepergian wanita itu.


"Ada apalagi, Honey?" tanya Beatrix. Dia berusaha mendengar ucapan pelayannya.


"Kalau mereka terus ribut seperti ini, aku tidak sanggup untuk bekerja, Nyonya. Aku mau meminta izin untuk pulang kampung beberapa lama," ucap Honey.


"Lihat! Gara-gara kamu, pelayanku meminta izin cuti. Memangnya kamu mau menggantikan pekerjaannya, hah?" kesal Zack.


"Hemm, salah siapa tidak mau berbagi pelayan denganku," balas Ernest. Dia masih saja tidak mau mengalah.


"Maaf, Nyonya. Untuk beberapa hari ke depan, aku jadi meminta izin cuti," ucap Honey akhirnya.


Beatrix tidak bisa mencegahnya. Pelayan itu bergegas ke kamarnya untuk mengambil beberapa barang yang akan dibawanya pulang.


Kekesalannya pada Ernest dan Zack terlalu memuncak. Rasanya bertahan di rumah ini seperti berada di medan pertempuran. Ingin secepatnya Honey mengakhirinya, tetapi dirinya masih terikat kontrak kerja dengan Nyonya Beatrix.


Selesai berkemas, Honey secepatnya berpamitan sebelum Nyonya Beatrix berubah pikiran. Rupanya di sana masih ada Zack dan Ernest.


"Jadi pulang?" tanya Zack.


"Iya, Tuan," balas Honey.


"Berapa lama?" selidik Zack.


"Belum tahu, Tuan," jawabnya.


Zack ingin rasanya marah, tetapi dia berusaha menahannya. Dia juga tidak bisa menahan Honey terlalu lama.


Tak menunggu lama, Honey bisa lepas dari keluarga Leoline untuk beberapa saat. Dia berusaha mengecoh orang-orang yang berusaha membuka jati dirinya saat ini. Untung saja dia cekatan mengecohnya. Bisa saja itu adalah orang suruhan Zack atau siapapun.


Aquarabella terlepas dari bayang-bayang keluarga Leoline untuk beberapa hari ke depan. Dia bisa naik taksi dengan mudah untuk sampai ke rumahnya. Rumah yang menawarkan kemewahan dan kelengkapan fasilitasnya.


Setelah memencet bel beberapa kali, barulah pelayan membukakan pintu.


"Non Ara?" pelayan itu terkejut.


"Bibi, boleh aku masuk?"


"Tentu saja, Non," jawab pelayan itu.


Jangan heran, namanya Aquarabella Armstrong. Namun, beberapa dari anggota keluarganya memanggil dengan nama yang berbeda. Kalau Mommynya, lebih suka memanggilnya Aqua. Semua pelayan di rumah memanggil Ara dan Daddynya, tergantung mood pria mendekati tua itu.


"Sayang, kamu sudah pulang?" teriak Callista yang melihat putrinya baru saja masuk.


"Iya, Mom. Kenapa? Apa Mommy merindukanku?" berondong Aquarabella.


"Tidak hanya Mommya, tetapi Daddy juga merindukanmu. Daddy marah sama Mommy karena membiarkanmu pergi tanpa pesan," ucap Callista. Wanita yang usianya mendekati empat puluh lima tahun itu masih terlihat sangat cantik dan bugar.


"Daddy mana, Mom?" tanya Aquarabella. Gadis itu langsung memeluk Mommynya untuk mengungkapkan rasa rindunya.


"Jam biasa ini, sayang? Tentu saja Daddymu masih di kantor. Kamu tahu, Daddymu marah dan akan mengirimmu ke tempat Aunty Zelene," ucap Callista. Dia langsung melepaskan pelukan putrinya.


"Hah, serius, Mom?"


Mommy dan anak gadisnya berjalan menuju kamar gadis itu sembari mengobrol.


Aunty dan Uncle memang berbeda. Mereka bisa menyembunyikan Glenda Abraham dengan baik sebagai anak pemilik restoran ZA. Daddyku, malah tidak suka kalau aku bergaul dengan beberapa orang yang levelnya berada di bawahku. Itu bukan masalah untukku, kan? Aku bisa melakukannya sendiri tanpa meminta bantuan Mommy dan Daddy. Aku terjebak masalahku sendiri dengan Zack. Sampai kapan aku berada di sana?


"Sayang, kenapa kamu diam? Apa kamu mau tinggal bersama Aunty Zelene?" tanya Callista.


"No, Mom! Aunty Ze akan menjadikan aku pelayan di restorannya sendiri. Mana aku mau, Mom. Cukup Glenda saja yang merasakannya sendiri," tolak Aquarabella.


...***...


Sore hari sepulang kerja, Sean mendengar kabar kepulangan putrinya. Dia bergegas masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum ke kamar putrinya. Dia tidak ingin gadis itu pergi lagi.


"Mom, putri kita ada di kamarnya?" tanya Sean yang melihat istrinya sedang berada di kamar dan membaca majalah fashion.


Callista melepas jas dan dasi suaminya. Ini sudah menjadi kebiasaannya sejak lama.


"Kenapa cuma dasi dan jasnya saja? Kemejanya tidak sekalian dibuka?" tanya Sean.


"Sudah berumur, jangan terlalu mesum! Malu dilihat putri kita," balas Callista.


"Ayolah, sayang. Jangan seperti itu! Bukankah kamu duluan yang--"


Callista keburu menutup mulut suaminya dengan satu jari telunjuk.


"Stop, jangan berbicara lagi! Lekaslah mandi dan temui putrimu," ucapnya.


Sean segera menuruti ucapan istrinya. Hanya butuh beberapa menit, Sean sudah terlihat rapi. Pria itu segera menuju kamar putrinya untuk meminta penjelasan darinya.


Tok tok tok.


"Buka pintunya, sayang," teriak Sean.


Ceklek!


Aquarabella membuka pintunya.


"Daddy?"


"Kenapa kamu terkejut seperti itu melihat kedatangan Daddy? Boleh Daddy masuk?"


"Tentu saja, Dad. Silakan," ucapnya.


"Kamu selama ini ke mana saja? Daddy sampai kesal dan ingin--"


"Mengirimku ke tempat Aunty Ze? Oh Daddy, ayolah. Jangan terlalu berlebihan. Bukannya Daddy butuh aku untuk melanjutkan bisnis SA Corporation?"


"Kamu tahu dari mommy, ya? Itu memang rencana Daddy supaya kamu menjadi gadis penurut. Ingat, kamu tidak bertindak buruk di luaran sana, kan?" selidik Sean.


Aquarabella mendekati Daddynya. Dia akan meyakinkan pria itu bahwa dirinya baik-baik saja.


"Dad, aku baik-baik saja. Seperti yang terlihat. Jangan terlalu mengkhawatirkanku," ucapnya.


"Kamu akan pergi lagi?"


Aquarabella menggeleng.


Tidak untuk beberapa hari ke depan, Dad. Aku ingin menikmati suasana rumah terlebih dahulu sebelum bertempur dengan Zack Leoline. Misiku hanya tersisa satu bulan lagi.


"Kenapa diam? Masih memikirkan rencana kabur lagi?" Sean tidak percaya kalau putrinya akan bertahan di rumah lebih lama dari biasanya.


"Tidak, Dad. Daddy terlalu negatif thinking pada putrimu ini. Coba saja Daddy punya anak lagi. Jadi, Daddy tak perlu mengkhawatirkanku terlalu berlebihan," ucap Aquarabella.


Tak hanya istrinya, putrinya juga memprotes hal yang sama. Andai waktu bisa diputar dan sekarang kejadiannya tidak akan seperti ini. Sean kasihan pada istrinya yang harus merawat dirinya dan bayi mungilnya itu. Apalagi dia melakukannya pasca operasi caesar.


"Kamu sekongkol dengan mommy?" selidik Sean.


"Ck, Daddy menuduhku? Aku baru saja pulang. Mana tahu ada persekongkolan apa antara aku dan mommy," balasnya.


Aquarabella mendadak harus pulang karena sesuatu hal. Dia juga sudah terlalu lama meninggalkan rumah. Dia tidak ingin mommy dan daddynya curiga terlalu jauh. Urusannya dengan Zack akan kelar beberapa hari ke depan. Setelah itu, Aquarabella akan melupakan pria itu.


"Hemm, baiklah. Kali ini kamu lolos. Kalau sampai Daddy tahu ada persekongkolan dengan mommy, Daddy tak akan segan menghukum kalian berdua," ucapnya.


Aquarabella bingung dengan sikap Daddynya. Yang pasti tujuannya pulang untuk menginap selama beberapa hari dan menyiapkan tenaganya lagi.


...🍓🍓🍓...


Hai hai hai, maafkan Emak yang terlalu sibuk ngurus si kecil. Emak mampir lagi untuk merekomendasikan karya bestie Emak yang sangat luar biasa. Yuk kepoin, drama duda satu anak dengan babysitternya...


Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda by Author SyaSyi


Terima kasih. Miss you All... 💟💟💟