
Jangan dikira setelah keributan antara Zack dan Belinda beberapa waktu lalu, hubungan mereka sudah berakhir. Zack beberapa kali sempat meminta putus, tetapi Belinda menolaknya. Pesona Zack terlalu susah untuk dilepaskan menurut Belinda.
Hari ini terlihat sangat aneh. Ketika Beatrix pergi dan Zack sedang berada di kantor, tiba-tiba Belinda datang. Namun, tujuannya bukan untuk mencari Zack, melainkan untuk menemui Ernest.
Sebagai pelayan rumah seperti Honey, tentunya itu bukan menjadi urusannya. Termasuk pelayan yang lainnya. Setelah mempersilakan masuk Belinda, mereka kembali ke pekerjaan masing-masing.
Tak ada yang curiga tentang kedatangan Belinda. Urusannya memang untuk menemui Ernest. Mungkin karena pria itu masih sepupunya, makanya mereka membiarkannya.
Setelah kedatangan Belinda yang cukup lama berada di rumah itu. Ternyata Zack pulang untuk mengambil berkas yang sempat dibawanya, tetapi dia lupa untuk membawanya kembali ke kantor.
Bel rumah keluarga Leoline berbunyi. Mereka pikir Beatrix, Nyonya rumahnya pulang. Kebetulan Honey tidak sibuk, sehingga dia yang membukakan pintunya.
Ceklek!
"Tuan Zack?" tatapan penuh tanya langsung ditujukan pada majikannya itu.
"Kenapa kamu menatapku sangat aneh seperti itu?" selidik Zack.
"Ehm, apakah Anda ada janji temu dengan Nona Belinda?"
Pertanyaan Honey malah membuat Zack tidak percaya. Bisa-bisanya pelayan pribadinya itu menghubungkan kepulangannya dengan Belinda, kekasihnya yang berusaha diputus itu tidak mau menerima keputusan Zack.
"Kamu itu bicara apa? Aku sengaja pulang untuk mengambil berkas yang kutinggalkan di rumah. Harusnya berkas itu kubawa lagi, tetapi aku melupakannya. Makanya aku pulang."
Rupanya Zack tidak tahu kalau kekasihnya di sini. Apa ada sesuatu yang terjadi dan membuat Zack tidak tahu, ya?
"Tuan, maaf kalau lancang. Siang ini Nona Belinda datang kemari, tetapi kata pelayan, dia tidak sedang mencari Anda melainkan mencari Tuan Ernest."
Deg!
Agak janggal juga. Belinda memang datang tidak menentu waktunya. Itupun ketika Zack berada di rumah. Sebenarnya Zack sudah tidak peduli lagi pada wanita itu. Dia sudah berkali-kali memintanya putus, tetapi selalu saja mendapatkan penolakan dari Belinda.
"Honey, tolong kamu ambilkan berkas di dalam map kuning yang ada di meja kamarku. Kamu ambil semua map-nya. Jangan sampai tercecer. Aku ada urusan sebentar!" pamitnya.
Honey memang bukan tipikal orang yang terlalu peduli urusan orang lain kecuali mereka memintanya untuk ikut andil mengomentari. Barulah Honey melakukannya. Jika tidak, biasanya dia lebih cenderung menjadi pendiam.
Selepas memerintah Honey, Zack tahu harus ke mana. Dia tidak berpikir sejauh ini mengenai Belinda, tetapi Ernest, pria yang kehidupannya tidak jauh dari kebahagiaan sesaat, maka itulah yang membuat Zack penasaran.
Ingin mengetuk pintu kamar Ernest, tetapi diurungkannya. Ada yang aneh memang. Honey mengatakan kalau Belinda datang. Seharusnya posisi wanita itu berada di ruang tamu. Kenapa malah seperti tidak ada tamu yang baru saja masuk?
Zack sebenarnya ingin mengetuk pintu kamar sepupunya, tetapi diurungkannya. Dia membukanya perlahan karena merasa ada yang janggal.
Ceklek!
Zack lekas menutup pintunya dan melihat pemandangan yang seharusnya tidak perlu dilihat olehnya. Sepasang pria dan wanita sedang melakukan aktivitas yang tidak biasa. Keduanya saling memberi dan menerima. Ini merupakan kesempatan bagus untuk memutuskan Belinda dan mengusir Ernest dari rumahnya.
Plok plok plok.
Zack masuk saja mereka tidak menyadarinya. Keduanya terlalu fokus menikmati permainan yang berlangsung entah sejak kapan. Tidak hanya Belinda, Ernest juga menoleh ke sumber suara. Keduanya tercengang melihat kedatangan Zack.
Belinda yang polos sedang berada dalam kungkungan Ernest yang sama polosnya. Tidak menyangka kehidupan Ernest separah ini. Baju mereka sudah berserakan di mana-mana. Untuk menjaga agar keributan itu tidak sampai keluar kamar, Zack akan menyelesaikannya di dalam.
"Zack?" ucap Belinda dan Ernest secara bersamaan. Posisi Ernest masih menyatukan sesuatu yang berharga pada dirinya dan juga Belinda.
"Lanjutkan saja! Aku tidak menyangka akan melihat pertunjukan live seperti ini. Ini sangat mengejutkanku, Belinda."
Ernest perlahan turun dan memakaikan selimut pada partner ranjangnya yang Zack tidak tahu sejak kapan itu terjadi. Dia memunguti bajunya dan langsung masuk ke kamar mandi. Sesi olahraganya belum sepenuhnya selesai dengan Belinda. Itu merupakan babak kedua untuk menuntaskan pelepasannya, tetapi semenjak kedatangan Zack, konsentrasi Ernest terpecah. Terpaksa dia harus melanjutkannya seorang diri di kamar mandi.
"Zack? Ka-kamu datang?" ucap Belinda terbata-bata. Impiannya untuk menjadi milik Zack Leoline seutuhnya sudah gagal.
"Sejak kapan kamu melakukan hal menjijikkan ini dengan Ernest? Aku pikir, kamu satu-satunya wanita yang baik untukku. Rupanya aku salah. Semua tentangmu hanya kebohongan belaka. Oh, atau kamu memang sengaja menjualnya pada Ernest. Iya?" Kemarahan Zack tidak bisa dibendung lagi. Dia selalu mengklaim apa yang menjadi miliknya tidak boleh disentuh oleh orang lain. Belinda melanggarnya dan dia harus siap menerima konsekuensinya.
"Zack, aku bisa jelaskan! Aku hanya merasa kalau kamu telah mengabaikanku. Makanya aku mencari Ernest dan kebetulan dia berada di sini. A-aku sebenarnya tidak mau melakukan ini, tetapi Ernest memaksaku karena dia akan memberikanku sejumlah uang. Kamu tahu sendiri kan kalau aku butuh uang?" Belinda tentu saja tidak mau mengalah.
Zack memang pemain, tetapi dia tidak bermain dengan semua wanita yang ada. Atau wanita yang sengaja merayu dirinya ketika berada di Club malam. Agaknya kekecewaan Zack sudah tergambar jelas di wajahnya.
"Mulai detik ini, tidak akan ada lagi hubungan apapun di antara kita. Aku pikir, kamu wanita baik-baik yang datang kepadaku ketika aku terpuruk. Ternyata kamu sama saja seperti ja*ang yang selalu meresahkan."
Jeduar!
Harapan Belinda menjadi Nyonya Belinda Leoline hanya isapan jempol belaka. Dirinya sendiri yang sengaja menghancurkan semua impiannya. Berawal dari pertemuan pertamanya dengan Zack pasca perceraian pria itu dengan istrinya membuat Belinda menjadi orang pertama yang mengisi hari-hari Zack.
Zack tidak mengelak kalau pernah tidur seranjang dengan Belinda. Dia juga melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Ernest padanya kali ini. Namun, yang membuat Zack tidak suka adalah karena orang lain sudah menyentuh miliknya. Mau tidak mau, Zack harus bersikap tegas pada Belinda. Sayang, pria yang ditunggunya sejak tadi belum berani menampakkan hidungnya di hadapan Zack.
"Zack, kita bisa perbaiki hubungan ini. Aku tidak mau berpisah darimu. Ernest hanya pria kere yang menumpang ditempatmu saja. Maafkan aku," ucapnya. Belinda belum bisa mengganti selimut dengan pakaiannya yang masih berserakan karena keberadaan Zack di sana.
"Lupakan tentangku! Lupakan semua cita-citamu untuk menjadi Nyonya Leoline! Itulah kenapa aku tidak pernah mempercayai wanita. Sama halnya dengan mantan istriku. Aku tidak pernah mempercayainya," ucapnya berang.
Sampai sekarang masih menjadi misteri perceraian antara Zack Leoline dan Scarlett Alfie. Namun, menurut berita yang beredar, Zack tipikal pria temperamen yang gampang marah dan suka melampiaskan sesuatu yang dianggapnya benar. Ternyata itu bukan sepenuhnya alasan perceraiannya. Ada hal lain yang hanya diketahui oleh Zack dan Scarlett.