Duda, I Love You

Duda, I Love You
Pernikahan



Suasana hati Aquarabella tidak menentu. Memandang cermin berulang kali membuatnya kalut. Harusnya hari ini merupakan hari bahagianya, namun sepertinya Aquarabella memikirkan hal lain. Bagaimana nasibnya setelah menikah dengan Zack? Apakah pria itu akan memperlakukannya dengan baik? Atau malah selalu marah di dalam kesehariannya?


Callista yang sudah menyiapkan gaun pengantin untuk putrinya menatap heran. Jika beberapa hari yang lalu, Aquarabella terlihat lebih bersemangat. Berbeda dengan hari ini. Terlihat lesu dan sangat murung.


"Apa yang mengganggu pikiranmu, Sayang?" Callista menyiapkan satu Tiara dan Veil yang akan dikenakan putrinya.


"Zack, Mom."


"Kenapa lagi dengannya?"


"Aku hanya khawatir kalau pria itu tidak bisa menerimaku sebagai istrinya. Lagi pula, dia pernah menduda. Tentu saja dia pasti membandingkan aku dengan mantan istrinya."


"Sayang, daddymu dulu juga duda. Namun, dia malah memperlakukan Mommy dengan sangat manis. Usia kami malah terpaut jauh. Kamu jangan khawatir, Zack pasti bisa memperlakukanmu dengan baik juga. Bersiaplah!"


Callista memanggil make up artis yang akan membuat putrinya semakin terlihat cantik. Dia sengaja memanggil salah satu langganannya yang selalu bisa dipercaya. Apalagi ini pernikahan yang dilakukan secara tertutup.


...💚💚💚...


Gedung pencatat pernikahan setiap hari terlihat ramai. Banyak pasangan yang mengantre di sana untuk melangsungkan pernikahan. Termasuk Zack yang sudah berada di sana. Dia bersama mamanya dan Fergie.


"Zack, apa kamu yakin akan menikah dengannya?" tanya Beatrix.


"Tentu, Ma. Aku harus bertanggung jawab padanya. Bukankah Mama yang memintaku untuk melakukan ini?"


Beatrix hampir melupakannya. Dia memang yang meminta Zack bertanggung jawab atas Honey. Namun, rupanya Honey adalah anak orang kaya yang menyamar untuk membalaskan rasa sakit hatinya pada Zack.


Dari jauh, keluarga calon pengantin wanitanya telah datang bersama beberapa pengawal. Sean sengaja menempatkan mereka untuk mengosongkan lokasi pernikahan agar acara hanya digelar bersama anggota keluarga saja. Bukan untuk konsumsi publik, apalagi Aquarabella terkadang masih trauma dengan kondisinya. Selain karena pernah direnggut secara paksa, efek keguguran yang menyebabkan emosinya menjadi labil.


Callista meminta Zack dan putrinya untuk segera masuk karena sebentar lagi giliran mereka. Semua berkas-berkas milik Zack diserahkan hari itu juga untuk mendapatkan legalitas pernikahannya.


Butuh waktu kurang lebih hampir dua jam mereka melangsungkan proses pernikahan dan menunggu keluarnya surat pernikahan mereka. Zack tak lupa menyiapkan sepasang cincin. Setelah semuanya sah, Zack lebih dulu memasangkan cincin di jari manis tangan kanan Aquarabella. Begitu pun sebaliknya. Acara pernikahan berlangsung dengan lancar tak kurang suatu apapun.


Baik Zack maupun Aquarabella mulai memberikan pelukan satu per satu kepada anggota keluarganya. Aquarabella tidak menyangka pernikahannya akan sedramatis ini.


"Berbahagialah, Sayang. Daddymu sudah menyiapkan kamar hotel presiden suit di hotel X agar kalian bisa menikmati waktu bersama. Percayalah semua akan baik-baik saja," ucap Callista.


"Terima kasih, Mom." Hanya itu jawaban yang diberikan Aquarabella untuk mommynya.


Sementara ketika berhadapan dengan Zack, Sean membisikkan sesuatu padanya.


"Jaga putriku dengan baik. Aku percayakan padamu. Jangan sampai kamu menyakitinya!"


Tentu saja itu hanya antara Zack dan Sean. Pria 36 tahun itu tahu akan risikonya jika berani macam-macam. Dia beruntung harus menikahi putrinya, jika Sean tidak mengizinkan, maka pelabuhan terakhir untuk Zack adalah penjara.


Kini, giliran Aquarabella meminta restu pada Mama Zack. Wanita paruh baya itu memeluk erat gadis yang saat ini sudah menjadi menantunya.


"Semuanya akan baik-baik saja, Sayang." Beatrix melepas pelukannya.


Selesai acara, Sean segera meminta sopir mengantarkan mereka ke hotel yang dimaksud. Sean juga sudah mengatakan kamar mana yang akan mereka tempati. Beberapa barang milik Aquarabella sudah diikutsertakan dalam mobil tersebut karena Aqua-lah yang sudah menyiapkannya.


Zack meminta Fergie untuk mengambil beberapa barangnya di rumah sekaligus mengantarkan mamanya. Untuk mobil menuju ke hotel, Zack bernegosiasi pada mertuanya agar diizinkan memakai mobilnya sendiri. Sean setuju, maka dari itu, sopir segera memindahkan koper Nona mudanya ke mobil yang dimaksud.


Zack lekas membukakan pintu depan agar istrinya lekas masuk. Dia juga segera masuk ke kursi kemudi dan mulai melajukan kendaraannya.


"Maaf, hanya mobil sederhana yang akan mengantarkan kita ke hotel," ucap Zack di sela-sela diamnya mereka.


"Hemm, tidak apa-apa."


"Apa kamu bahagia?" tanya Zack lagi.


Tentu saja Aquarabella bingung harus menjawabnya seperti apa? Sedih sudah dilewatkan selama beberapa waktu, apakah sekarang dia akan tetap bersedih juga?


"Aku tidak tahu. Bagaimana denganmu?" Aquarabella memberanikan diri untuk mengatakannya.


"Sama denganmu. Aku tidak tahu pernikahan ini seperti mimpi. Ketika aku terbangun, maka aku menyadari kalau ini tidak nyata."


"Jadi, maksudmu ini hanya sebuah permainan?"


"Tidak juga, terkadang sesuatu yang terkesan mendadak dan dipaksakan itu tidak baik hasilnya."


Aquarabella sangat kesal pada Zack. Belum beberapa jam menjadi istrinya, dia sudah geram dengan ucapannya barusan.


"Menurutmu pernikahan ini terkesan mendadak? Kamu memang pria gila yang pernah kukenal," protes Aquarabella.


"Mungkin seperti itu. Sangat lucu, bukan? Kita berasal dari cerita yang berbeda. Tiba-tiba kamu masuk dalam kehidupanku dan menjadi orang kepercayaanku, tetapi rupanya ada maksud lain yang tersembunyi."


Andaikan saja Aquarabella itu laki-laki, sudah tentu Zack akan mendapatkan bogem mentah darinya. Bisa-bisanya dia mengatakan hal itu di hari pertama pernikahannya.


"Terserah apapun itu, yang jelas sekarang kamu suamiku. Jangan macam-macam atau pecicilan di luaran sana. Aku bisa nekat!" ancam Aquarabella. Gadis itu sudah tidak peduli lagi pada ucapan Zack yang tak ada muaranya itu. Kesabaran Aqua mulai diuji. Dia pikir akan gampang membuat Zack luluh ketika sudah menikah, kenyataannya omong kosong semua.


"Sebenarnya jodoh itu unik, Ara. Lihatlah, kita 11-12. Aku terkadang gampang marah, tetapi rupanya kamu pun sama."


"Zack!" geram Aquarabella. "Jaga ucapanmu! Sebagai seorang CEO, apakah kamu tidak ingin berubah menjadi yang lebih baik? Sebenarnya apa masalahmu sampai kamu terlalu emosional seperti ini? Dan, satu hal lagi, jangan samakan aku sepertimu!"


Ya, masalah sebenarnya, Zack kehilangan kepercayaan pada wanita yang pernah dinikahinya. Tidak sekarang, mungkin nanti dia akan menceritakan kenyataan yang terjadi dalam hidupnya.


"Kamu tak perlu tahu, yang pasti lakukan tugasmu sebagai seorang istri yang baik."


Zack menolak mengatakannya karena dia juga tidak tahu harus memulainya dari mana. Bukan tidak mau bercerita, urusannya hari ini adalah tentang pernikahannya dan bukan masa lalunya.


Mobilnya mulai memasuki tempat parkir hotel X. Di sana, suasana tidak terlalu ramai. Sepertinya Sean sudah menyiapkan segalanya agar putrinya aman dari jangkauan wartawan. Tidak untuk saat ini, namun beberapa waktu mendatang, Sean pasti akan memperkenalkan Zack sebagai menantunya jika hubungan dengan putrinya sudah terlihat membaik.