Duda, I Love You

Duda, I Love You
Pura-pura Membantu



Keesokan harinya, setelah menerima kertas pesan yang diberikan Zack padanya, Aquarabella nampak antusias pergi ke kantor. Dia sudah melupakan kejadian beberapa waktu lalu. Bukan melupakan total, dia hanya ingin bersikap profesional di hadapan Zack.


"Sudah siap berangkat ke kantor, Sayang?" tanya Sean.


"Siap, Dad. Apalagi Daddy sudah memberikan wewenang penuh padaku. Tentu saja aku siap."


"Baguslah. Hari ini kamu ke kantor bersama Daddy atau berangkat sendiri?"


"Sendiri saja, Sayang," sahut Callista.


Terima kasih, Mom. Aku malu sama Daddy kalau bertemu dengan Zack.


Selesai sarapan pagi, Aquarabella mengambil tas beserta kelengkapannya yang lain. Dia tidak ingin terlambat ke kantor di hari pertamanya bekerja. Semua sudah disiapkan termasuk bekal dari mommynya.


...🍇🍇🍇...


Ruangan CEO SA Corporation sudah berubah penataan interiornya sesuai permintaan Aqua. Nama di meja juga sudah berubah, Aquarabella Armstrong, CEO SA Corporation tulisan di bawah nama itu.


Pertama kalinya dia masuk ke sana sebagai Bosnya. Tentu saja Aquarabella masih harus meraba pekerjaan apa saja yang harus diselesaikan hari ini. Dia mengambil beberapa berkas di mejanya.


Banyak sekali pekerjaan hari ini. Sepertinya daddynya sengaja membuatnya sibuk seharian. Namun, Aquarabella tidak mengeluh. Dia bisa mengatasi semuanya. Untung saja hari ini belum ada rapat penting dengan staf, sehingga membuat Aquarabella sedikit santai.


Sedang sibuk mengurus beberapa berkas, telepon di mejanya berdering. Dia segera mengangkatnya mungkin itu penting.


"Halo," jawab Aquarabella.


"Ehm, maaf mengganggu, Nona. Di bawah ada Tuan Zack yang ingin bertemu. Apakah benar sudah membuat janji temu dengan Anda?" ucap Resepsionis.


"Iya, antarkan ke ruanganku!"


"Baik, Nona." Resepsionis menutup sambungan teleponnya.


Aquarabella harap-harap cemas karena menanti kehadiran pria itu. Pria yang sudah membuatnya terluka. Haruskah dia mengaku padanya? Atau tetap diam saja sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Semakin Aquarabella mengulur waktu, dia semakin cemas kalau sampai hamil. Rasanya dia akan mengatakan hal penting ini, namun tidak sekarang. Dia ingin tahu apa yang akan dikatakan pria itu padanya.


Tok tok tok.


Seseorang mengetuk pintu. Bisa dipastikan kalau itu adalah resepsionis yang mengantarkan Zack.


"Masuk!"


Ceklek.


"Silakan, Tuan." Resepsionis mempersilakan pria itu kemudian menutup pintunya.


Ada rasa canggung yang dirasakan Aquarabella. Dia berusaha untuk mengontrol dirinya supaya pria itu tidak curiga.


"Silakan duduk, Tuan Zack. Ehm, mau minum apa? Biar aku sampaikan ke pantry untuk dibuatkan," ucap Aquarabella mengusir kecanggungan.


"Tidak perlu, Nona. Aku ke sini sengaja mampir untuk menanyakan sesuatu hal penting padamu."


Apakah ini mengenai Honey? Harus bagaimana aku menyusun kebohongan demi kebohongan ini? Kalau sampai aku mengaku, langsung pria itu akan tahu siapa gadis pada malam itu.


"Ehm, oh tidak. Aku hanya sedang memikirkan rapat direksi," ucapnya beralasan.


"Kalau begitu kedatanganku ke mari sangat tidak tepat. Kalau begitu sebaiknya aku kembali saja."


"Ehm, tidak, Tuan. Ini bukan masalah. Silakan lanjutkan, apa yang ini Anda katakan?"


Sesekali Zack memandang lekat wajah gadis di hadapannya. Tentu saja hal itu membuat Aquarabella salah tingkah.


"Eh, kenapa Anda memandangku seperti itu? Jangan kurang ajar, ya!" protes Aquarabella.


"Maaf, bukan maksudku untuk kurang ajar. Niatku ke sini untuk menanyakan kabar Honey. Sejujurnya, antara aku dan dia telah terjadi sesuatu yang tidak masuk akal. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya."


Deg!


Rupanya Zack telah menyadari kalau Honey telah tidur bersamanya. Sebaiknya aku pura-pura saja tidak tahu. Kalau sampai dia menyadarinya, habislah aku.


"Memangnya sepenting apa masalahnya, Tuan? Aku tidak pernah lagi bertemu dengannya setelah beberapa waktu yang lalu. Bahkan, aku juga tidak tahu ke mana perginya."


"Sangat penting, Nona. Namun, aku tidak bisa menceritakannya padamu. Ini masalah privasi. Bisakah kamu bertemu dengannya, maksudku pertemukan aku dengannya."


Aquarabella beranjak dari kursinya. Dia membuka jendela ruangannya. Jauh memandang ke depan terlihat hamparan langit yang luas.


"Maaf, Tuan. Sejujurnya aku dan dia tidak terlalu dekat. Kami hanya kebetulan bertemu saja. Kami kenal sebentar dan saling bercerita tentang Anda, namun kami tidak tahu alamat masing-masing karena belum sempat bertukar informasi sepenting itu," ucapnya beralasan. Aquarabella tidak mampu memandang wajah Zack. Dia khawatir kalau kebohongannya mampu dibaca oleh pria itu.


Zack tidak percaya begitu saja. Beberapa ucapan Fergie menjadi pertimbangan khusus untuknya. Dia harus mengamati gerak-gerik Aquarabella. Bisa saja gadis itu memberikan celah padanya untuk mendapatkan petunjuk tentang Honey.


"Oh, ya? Lalu, bagaimana kalau aku menanyakan hal ini? Bagaimana cara Anda bertukar tempat dengannya?" tanya Zack. Sekarang dia harus memainkan trik cantik untuk memancing kejujuran Aquarabella. Kalaupun kenyataannya gadis itu adalah Honey, maka dia akan bertanggung jawab untuk menikahinya.


Zack sebenarnya khawatir juga kalau bertemu dengan orang tuanya. Apa yang akan dikatakan pada pria paruh baya itu? Apakah Zack akan mengatakan hal sebenarnya?


Aquarabella berusaha mengatur napasnya. Dia membalikkan badannya untuk menyamarkan semua kebohongannya.


"Sudah kukatakan, Tuan. Kami hanya kebetulan bertemu. Mengenai pertukaran tempat yang Anda maksud, sepertinya hanya kesalahpahaman saja. Tidak ada yang berubah di antara kami. Mungkin kemunculan kami yang tidak sengaja berada di tempat berbeda di waktu yang sama."


Masih saja Aquarabella membuat Zack berputar harus mencari pertanyaan lain yang memancing kejujuran gadis itu. Tak ada jalan lain, Zack harus mengakui satu hal. Mungkin ini ucapan yang terbaik untuk membuat gadis itu mengaku.


"Aku hanya khawatir saja kalau sampai Honey hamil. Mamaku mendesak untuk bertanggung jawab padanya. Aku tidak boleh membiarkan Honey mengandung tanpa keberadaan pria bejat yang sudah menodainya."


Tenggorokan Aquarabella serasa tercekik mendengar penuturan Zack. Bayangannya bukan lagi tentang Honey, melainkan pernikahan yang penuh dengan drama pertengkaran jika menikah dengannya. Mengingatkan pertemuan Aquarabella dengan mantan istrinya. Itu tak akan mudah untuk dijalani Aquarabella dengan kondisinya yang sekarang. Mengaku sama saja membuat komitmen baru dengan Zack, namun berdiam diri akan membuat rasa was-was tentang dirinya yang kemungkinan hamil semakin besar. Apa yang akan disampaikan pada daddynya?


"Kenapa Anda terdiam, Nona? Jangan sembunyikan fakta jika memang ada hubungannya dengan Honey. Permintaanku simpel, berharap menemukan Honey dan bertanggung jawab dengan apa yang telah kulakukan padanya. Setidaknya kalau dia sampai hamil, anakku tidak akan terlantar karena memiliki ibu yang egois."


Deg!


Rasanya seperti diinterogasi oleh Polisi karena ketahuan mencuri atau melakukan tindak kejahatan. Padahal sebenarnya Aquarabella menetralisir perasaannya untuk tidak keceplosan mengenai dirinya.


"Aku harap bisa bertemu Honey lagi, Tuan. Aku akan menyampaikan hal penting itu padanya. Anda jangan khawatir, aku akan membantumu."


Zack senang karena gadis itu mulai masuk perangkapnya. Kalau sampai benar dia adalah Honey, Zack ingin menanyakan alasannya untuk menyamar menjadi pelayan di rumahnya. Sungguh sangat misterius mengenai Honey ataupun Aquarabella.