Duda, I Love You

Duda, I Love You
Masa Bodoh



Rasanya Zack merasa ada yang hilang di dalam hidupnya walaupun sebenarnya dia merasa baik-baik saja. Kepergian Honey menambah daftar panjang pekerjaannya. Dia mulai tidak fokus. Orang yang perlu disalahkan dalam hal ini adalah Ernest.


Sepulang dari kantor, Zack segera mencari keberadaan Ernest yang setiap hari pekerjaannya hanya ongkang-ongkang kaki dan meminta pelayanan sama dengan majikannya. Ini membuat Zack semakin meradang, tetapi Beatrix membiarkan keponakannya begitu saja.


"Di mana Ernest?" tanya Zack pada pelayan yang kebetulan lewat di hadapannya.


"Ada di kamarnya, Tuan. Setelah sarapan pagi, Tuan Ernest tidak lagi keluar dari kamarnya."


"Dasar pemalas! Aku setiap hari bekerja keras, seenaknya dia menikmati hasil jerih payahku," gerutunya.


Zack menuju ke kamar Ernest untuk membuat perhitungan dengannya. Pria itu menggedor pintu kamarnya.


Dor dor dor.


"Ernest, keluar kamu!" teriak Zack.


Beberapa saat belum ada pergerakan. Zack menggedor lagi pintunya.


Dor dor dor.


"Ernest ...." Kali ini Zack semakin kesal padanya.


Barulah pintu kamar itu dibuka.


Ceklek!


Nampak wajah yang pura-pura tidak berdosa itu muncul. Padahal Zack secepatnya ingin melempar pria itu ke dalam neraka. Rasanya tidak adil karena membuat Honey pergi begitu saja walaupun dia ingin kembali.


"Ada apa, Zack? Kamu mengganggu tidurku saja," ucapnya.


"Dasar tidak tahu diri!" bentak Zack.


Pria itu spontan memegang kerah baju sepupunya. Dia ingin sekali rasanya menonjok wajahnya.


"Pergi dari rumahku!" usir Zack.


Bukan Ernest namanya jika tidak bisa melawan Zack dengan mudah.


"Santai, brother! Aku ke sini cuman berlibur. Kenapa kamu mengusirku?" balas Ernest.


"Harusnya kamu berpikir! Pelayanku pergi dari rumah karena kamu. Aku tidak mau kamu di sini terlalu lama. Pergi sekarang!" usirnya lagi.


Ernest berusaha melepas tangan sepupunya dari kerahnya. Dia masih ingin berlama-lama di rumah ini. Dia ingin menutup pintu kamarnya lagi, tetapi tangan kekar sepupunya sudah menahannya.


"Jangan bersikap kurang ajar seperti itu, Ernest. Aku sudah cukup berbaik hati padamu. Lebih baik kemasi barangmu sekarang!" perintah Zack.


Pria itu menolaknya. Dia menutup pintu kamarnya dengan paksa. Rupanya cara ini tidak mempan untuk mengusir Ernest secepatnya.


"Tolong!" teriaknya.


Keributan tak dapat dihindarkan karena Ernest berteriak. Hal itu membuat semua orang yang ada di rumah itu mendekat. Termasuk mamanya Zack.


"Ada apa ini, Zack?" selidik Beatrix.


"Zack, bukannya Mama membelamu ataupun Ernest. Aku minta padamu untuk bersabar dan kamu, Ernest. Jangan keterlaluan. Tante membelamu bukan karena setuju atas sikapmu. Lebih tepatnya berubahlah karena kamu di sini hanya menumpang. Jangan lampaui batasanmu itu. Tante sebenarnya sudah sangat kesal padamu, tetapi teringat mamamu, aku masih berpikir ulang," jelas Beatrix.


Lama Zack dan Ernest terdiam. Aura permusuhan masih nampak jelas di wajah keduanya. Zack semakin kesal karena mamanya masih mempertahankan keberadaan Ernest di sini, tetapi Ernest merasa senang karena tantenya masih membelanya.


Beatrix langsung meninggalkan kedua pria dewasa yang tingkahnya masih kekanakan itu. Dia cukup stres menghadapinya. Yang satu, sangat kaku dan hobi marah. Dan yang satunya lagi, hobinya memancing kemarahan. Beberapa pelayan yang sempat melihat keributan itu juga sudah kembali ke pekerjaan masing-masing.


"Ernest, bisa kita bicara sebentar?" tanya Zack. Kalau memakai kekerasan sangat sulit mengusirnya, dia harus menggunakan cara lain.


"Ada apa lagi, sih? Bukankah sudah jelas kalau tante memberikanku kesempatan," balas Ernest.


"Hanya hari ini. Setelah Honey kembali, aku pikir sebaiknya kamu pergi. Pelayan itu pergi karena kesal padamu. Pekerjaannya sudah cukup banyak mengurusku," jelasnya.


"Itu salah kamu sendiri, Zack. Kamu bisa minta tolong pelayan lainnya jika pelayanmu itu sedang melayaniku. Jangan terlalu berlebihan karena di sini pelayan bukan hanya dia," ucapnya.


Inilah yang membuat Zack ingin menghajar pria itu. Sudah jelas kalau Zack memintanya untuk memakai pelayan lain, malah sekarang memutar balikkan fakta yang sebenarnya.


"Kamu benar-benar pria brengsek, Ernest. Harusnya kamu tahu diri kalau Honey itu pelayan pribadiku. Bukan untukmu, tetapi kamu terus saja memaksanya untuk melayanimu. Kuperingatkan sekali lagi, kalau kamu masih saja memakai Honey, maka aku tidak segan akan melemparkanmu keluar dari rumah ini saat itu juga," ancam Zack.


Sebenarnya Ernest cukup betah berada di rumah ini. Dia tak peduli lagi pada ucapan sepupunya. Toh, untuk saat ini Honey juga sedang tidak di rumah. Untuk apa diributkan lag?


Alasan Ernest sengaja merebut pelayan pribadinya Zack karena pria itu ingin merasakan nikmatnya menjadi Zack. Sebagai CEO, dia juga memiliki banyak fasilitas di rumahnya. Kekayaannya cukup banyak dan bisa dihamburkan dengan mudah, tetapi Zack terlalu pelit padanya. Dia hanya akan bersikap royal pada orang lain. Mengejutkan, bukan?


Itu tidak salah menurut Zack. Seandainya Ernest seperti pria pada umumnya. Mau bekerja keras dan tidak berpangku tangan saja, mungkin Zack akan mempertimbangkan keputusannya. Dia pernah memberikan penawaran pada Ernest untuk bekerja di perusahaannya, tetapi dia tidak mau. Sungguh, hal itulah yang membuat Zack kesal.


Jangan heran jika di rumahnya sendiri, Ernest tidak tahan karena orang tuanya selalu mendesaknya untuk bekerja dan menghasilkan uang. Namun, karena penolakan Ernest membuat semua orang yang berada di keluarganya memperlakukan Ernest sangat buruk. Hanya tantenya yang memperlakukannya berbeda karena dia merupakan saudara dari mamanya Ernest.


"Zack, please! Aku hanya beberapa hari lagi di sini," ucapnya.


"Aku akan memberikanmu banyak uang asal kamu pergi dari rumahku sekarang juga," usir Zack lagi. Pria itu yakin kalau Ernest membutuhkan banyak uang. Dia tidak mau bekerja, tetapi hobi berfoya-foya.


Hemm, tidak sekarang aku menerima uang itu. Aku masih ingin menikmati kemewahan rumah ini berikut kehidupannya. Sangat nyaman dan tidak membosankan. Ingin makan, tinggal panggil pelayan. Ingin apapun, semua dilayani. Seminggu lagilah. Aku masih ingin menikmatinya.


"Kamu menyogokku? Hemm, tidak bisa, Zack. Aku masih ingin berada di sini beberapa hari lagi. Suka atau tidak, kamu akan terus melihatku. Aku ingin di sini sampai pelayanmu itu kembali," ucapnya masa bodoh.


Benar-benar membuat Zack kesal. Dia sudah berusaha sedemikian rupa, tetapi belum berhasil. Dia langsung meninggalkan sepupu gilanya itu. Zack masuk ke kamarnya dan menggerutu di sana. Dia pemilik rumah yang sesungguhnya, tetapi masih kalah dengan parasit sepertinya.


"Kalau sekarang aku kalah, besok aku akan menendangnya dengan kakiku secara langsung. Ernest sudah tidak waras! Aku kesal padanya,".gerutunya.


Niat Zack untuk mengusirnya setelah menunggu Honey kembali. Dia ingin meminta pelayan itu mengemasi barang-barang Ernest dan melemparkannya ke jalan. Dasar sepupu kurang ajar! Bisanya cuma menyusahkan saja.


...🌴🌴🌴...


Hai hai hai, selamat siang. Emak mau merekomendasikan karya keren sambil menunggu Emak update.


Yuk kepoin, jangan lupa berikan bintang, tap ❤ biar masuk rak favorit. Baca dan tinggalkan jejak like dan juga komentarnya untuk menambah semangat Author.


Gangster Dalam Diriku by Author Libra


Terima kasih. Miss you All... 😍😍😍