Duda, I Love You

Duda, I Love You
Ending



Kabar kehamilan Aquarabella telah didengar orang tuanya maupun mertuanya. Semua bersuka cita untuk menyambut cucu pertama mereka. Sean sudah memberikan peringatan pada Zack untuk membawa putrinya pulang ke rumah. Di rumah, istrinya atau mommy Aquarabella bisa mengawasinya dengan baik. Apalagi Zack terus saja sibuk bekerja. Tinggal di apartemen memang tidak baik untuk Aquarabella.


"Maaf, Zack. Terpaksa daddy meminta kalian untuk tinggal di sini," ucap Sean.


"Tidak masalah, Dad. Harusnya aku yang berterima kasih."


Kehamilan Aquarabella berjalan dengan baik, namun dia lebih sering membuat suaminya kalang kabut dengan permintaannya yang aneh-aneh. Sesekali dia meminta suaminya untuk pergi ke supermarket. Dia meminta buah yanh dibelikan di sana sekaligus dikupas dan dipotong-potong kecil.


Permintaan anehnya yang lain, Aquarabella hanya mau ditemani mommynya ketika pergi ke rumah sakit untuk mengontrol kondisi kehamilannya.


"Sayang, kenapa harus mommy? Bukankah aku suamimu? Aku ingin tahu kondisi bayi kita," ucap Zack penuh permohonan.


"Aku tidak mau, Sayang. Aku maunya dengan mommy. Kamu mau tahu kenapa? Itu karena kamu pasti akan marah-marah jika antrean terlalu panjang. Memangnya rumah sakit itu milik keluarga kita?" balas Aquarabella.


Tentu saja ini bukan malah membuat Zack menyerah, tetapi pria itu memaksa ingin melihat hasil USG bayinya. Tetap saja Aquarabella tidak mengizinkan. Jika terus dipaksa, ujunga-ujungnya pasti ngambek tanpa alasan. Maka dari itu, Zack akhirnya menyerahkan urusan kehamilan istrinya sepenuhnya pada mommy mertuanya.


"Zack, jangan khawatir, Nak. Aquarabella akan Mommy antar dan jaga dengan baik. Kehamilannya memang membuatnya lebih sensitif sekali," ucap Callista menjelaskan.


Tidak hanya sampai di situ saja, Aquarabella juga meminta tidur di kamar terpisah dengan suaminya. Bukan tanpa alasan karena aroma badan suaminya membuatnya mual dan selalu ingin muntah. Beberapa kali Zack berusaha mengganti parfumnya, namun tetap saja selalu di protes.


Kehamilan Aquarabella memasuki bulan kelima. Setiap bulannya sudah melakukan USG dan hari ini, dia mendapatkan kabar kalau janin yang dikandungnya itu berjenis kelamin laki-laki dan tunggal. Padahal, Aquarabella bisa memiliki bayi kembar seperti sepupunya, Glenda Abraham.


Zack tidak mempermasalahkan. Yang jadi masalah sekarang bahwa pihak keluarga Aquarabella meminta nama bayi itu mengikuti keluarga istrinya, Armstrong. Padahal Zack ingin sekali menggunakan nama Leoline. Haruskah Zack menggabungkan kedua nama itu?


"Daddy hanya meminta kalian untuk memberikan nama belakang Armstrong pada nama bayi itu. Apa kamu keberatan, Zack?" tanya Sean.


Sebenarnya Zack merasa keberatan, tetapi mamanya selalu berpesan, demi keutuhan kebahagiaan keluarga kalian, ada baiknya mengikuti permintaan keluarga istrinya. Toh hanya sebuah nama dan mereka akan terus bersama sampai kapan pun.


"Tidak masalah, Dad. Sebenarnya aku ingin menambah kan nama Leoline, tetapi karena permintaan Daddy menurutku bagus, tak masalah untukku."


Jelas saja Zack menyerah. Kalau tidak, semua kehidupannya dipertaruhkan. Termasuk rasa cintanya pada sang istri, Aquarabella. Seiring perjalanan waktu, perlahan Aquarabella mau tidur sekamar dengan suaminya. Semua masalah tentang penciumannya semenjak kehamilan perlahan sudah menghilang.


"Sayang, maafkan aku," ucap Aquarabella yang kini berada di pelukan suaminya.


"Tidak mengapa, Sayang. Asalkan kamu dan bayi kita selalu sehat, tak ada masalah untukku."


"Terima kasih atas pengertiannya."


...🍃🍃🍃...


Mendekati hari persalinannya yang semakin dekat membuat Aquarabella semakin deg-degan. Segala persiapan telah disiapkan bersama keluarganya. Mama mertuanya juga ikut andil untuk menjaganya ketika nanti berada di rumah sakit.


Hari H mendekati HPL, Aquarabella sudah berada di rumah sakit. Pihak keluarga tidak mau terjadi apapun pada mama dan bayinya. Sehingga mereka datang lebih awal ke rumah sakit. Padahal pihak rumah sakit mengatakana kalau menunggu kontraksi saja, tetapi mereka kekeh tidak mau.


Mendekati HPL, Zack rasanya seperti kram perut. Di tempat kerja dia seperti sangat tersiksa sekali. Dia tidak tahan sakitnya sampai meminta sopir untuk mengantarkan ke rumah sakit.


Zack tidak menyadari kalau istrinya sedang mengalami kontraksi hebat hendak melahirkan. Sepanjang jalan, Zack memegangi perutnya yang semakin detik intensitas sakitnya semakin luar biasa. Padahal dia tidak mengalami kehamilan simpatik, tetapi mengapa malah ikut merasakan apa yang dirasakan istrinya?


"Anakmu sudah lahir," ucap Callista.


Zack sangat bahagia. Dia masuk ke ruang rawat istrinya bersama dengan anggota keluarganya yang lain. Dia langsung mendekati istrinya, mengecup puncak kepalanya.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Zack.


"Iya, Sayang. Lihatlah putra kita! Dia tampan sepertimu," balas Aquarabella.


"Ehem, dia mirip grandpanya," balas Sean yang sisi romantisnya sudah dikalahkan sang menantu.


"Daddy!" seru Aquarabella. "Jelas saja mirip daddynya, mana mungkin mirip daddyku. Ish, Daddy berlebihan!"


"Baiklah, Nak. Siapa nama bayi kalian?" tanya Beatrix.


Aquarabella menoleh ke arah suaminya. Dia sudah memikirkan nama itu sejak lama. "Gavino Leoline Armstrong."


Zack yang awalnya merasa kecewa karena nama keluarganya tidak masuk dalam rentetan nama panjang putranya, kini bisa tersenyum senang. Pasalnya, sang istri telah memasukkan nama Leoline di tengah nama putranya.


Sean pun tidak protes. Dia menyadari kalau putrinya pasti bisa memberikan yang terbaik untuk anaknya. Rupanya gadisnya itu bisa membuktikan untuk membuat semua orang bahagia tanpa harus ribut.


"Terima kasih, Sayang. Aku bersyukur karena kamu memberikan nama itu pada putra kita. Daddy mertua, terima kasih banyak telah bisa menerima nama cucumu ini," jelas Zack.


Sean nampak mencoba menggendong cucunya. Pria paruh baya itu sangat bersyukur akhirnya di dalam keluarganya berhasil memberikan keturunan laki-laki juga.


"Halo baby G, ini grandpa. Sehat terus ya sayang. Kamu penerus SA selanjutnya." Sean memberikan pada istrinya.


Wanita paruh baya itu juga bahagia perihal kelahiran cucunya. Tak hanya dia, mamanya Zack pun turut bahagia. Mereka semua berharap Zack dan Aquarabella akan membimbing anaknya dengan baik. Menjadikan Gavino lelaki sejati yang bisa bersikap baik. Beatrix sudah mengingatkan putranya berulang kali untuk tidak gampang emosional seperti sebelumnya.


"Zack, jaga putramu dengan baik. Jangan sampai dia sepertimu yang gampang emosional. Mama tidak suka!" pesan Beatrix.


Zack maupun Aquarabella sudah berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Mereka akan mendidik Gavino menjadi pribadi yang baik sebagai penerus SA selanjutnya.


"Sayang, Gavino menangis. Sebaiknya kamu berikan ASI terlebih dahulu." Callista menyerahkan bayi itu pada mommynya. Dia bayi laki-laki yang sehat sehingga sangat kuat sekali meminum ASI-nya.


Callista menggenggam erat tangan suaminya. Begitu juga Zack, dia melakukan hal yang sama seperti mertuanya. Walaupun Aquarabella sedang menyusui bayinya, tetapi salah satu tangannya masih bisa digenggam erat oleh suaminya. Kehidupan baru yang akan dijalani Zack dan Aquarabella adalah akhir dari perjuangan Aquarabella meluluhkan hati pria kaku dan arogan itu. Kebahagiaan telah menghampiri kehidupan mereka dengan kehadiran Gavino.


...🍃🍃🍃...


Terima kasih yang sudah mengikuti cerita receh Emak. Ada awal pasti ada akhirnya juga. Mohon maaf kalau sudah mengecewakan kalian semua. Next, Emak ada pekerjaan yang lainnya jadi tidak akan ada sekuel untuk anak-anak Aquarabella. Terima kasih dan salam cinta.


Emak juga mendoakan yang sedang program hamil segera diberikan kabar baik tahun ini. Tetap semangat dan jangan stres. Selalu yakin dan terus berjuang. I love you All...


Yuk mampir karya keren Bestie Emak. Marathon kuy... Dah End... Cerita ringan tidak menguras emosi dan ada unsur komedi juga. Cerita romantis. Author Syasyi