Duda, I Love You

Duda, I Love You
Ingin Menemui Aquarabella



Memberikan keputusannya adalah hal yang paling mustahil dilakukan. Namun, Aquarabella harus yakin dengan keputusannya. Dia lebih memilih untuk terjun ke perusahaan daripada harus menikah.


"Sayang, kamu mau ke mana?"


"Menemui daddy, Mom. Aku sudah memutuskannya."


Aquarabella mengabaikan Mommynya. Dia pergi ke kamar daddynya. Dia yakin kalau pria paruh baya itu sudah berada di sana.


Tok tok tok.


"Masuk!" jawab Sean.


Ceklek!


"Aqua? Ada apa?"


"Aku sudah memutuskannya, Dad. Aku harap Daddy tidak memaksaku untuk menikah terlebih dahulu. Aku akan fokus melanjutkan perusahaan Daddy. Bagaimana?"


Sean mengamati putrinya. Sepertinya ada sesuatu yang salah dengan anak gadisnya itu. Tiba-tiba memutuskan untuk terjun ke perusahaan.


Apa dia baik-baik saja? Kenapa memutuskan secara mendadak?


"Apa kamu sudah yakin, Sayang?"


"Aqua yakin, Dad. Namun, Aqua punya syarat."


Sean menatap manik mata putrinya. Dia melihat ada semangat dan sesuatu yang disembunyikan secara bersamaan.


"Syarat apa yang kamu minta?"


"Pengangkatan CEO SA Corporation harus dilakukan secara meriah. Aku mau Daddy juga mengundang Tuan Zack Leoline dan Tuan Elvis Milo. Mereka harus hadir, Dad. Bagaimana?" ucap Aquarabella.


"Sayang, bagaimana kamu bisa mengenal kedua pria itu? Mereka memang pebisnis handal, tetapi saling bermusuhan. Mana mungkin Daddy mengundang keduanya?"


Ternyata Sean tahu segalanya tentang kedua pria itu. Terlihat jelas kalau pria paruh baya itu mengkhawatirkan acara pengangkatan CEO baru SA Corporation.


"Daddy jangan khawatir. Kalau Daddy setuju, aku akan siap kapanpun Daddy mau."


"Akan Daddy pikirkan."


Setelah mendapatkan jawaban dari daddynya, Aquarabella kembali ke kamarnya. Rupanya mommynya masih menunggunya di sana. Wanita paruh baya itu khawatir dengan keputusannya.


"Sayang, apa yang kamu katakan pada Daddy?"


"Mom jangan khawatir. Aku sudah setuju masuk ke perusahaan."


Callista melihat putrinya seperti terpaksa menerima jabatan barunya itu.


...🍒🍒🍒...


Di tempat lain, tepatnya di rumah keluarga Leoline, Zack sedang marah. Pasalnya, mantan kekasihnya itu datang lagi dan meminta pertanggungjawaban dirinya.


"Zack, apa kamu lupa padaku, hah? Kalau aku tidak bisa memilikimu, orang lain pun tak akan kubiarkan," ancam Belinda.


Zack merasa kalau mantan kekasihnya ini amnesia. Bukankah terakhir kalinya wanita itu tidur dengan sepupunya, Ernest?


"Ck, aku heran padamu, Belinda. Bukankah sudah jelas kalau terakhir kali, kamu tidur dengan Ernest. Apa kamu tidak salah ingat meminta pertanggungjawaban padaku?" protes Zack. Tentu saja dia malas untuk bertanggung jawab. Mungkin saja Belinda sulit sekali menemui sepupunya itu.


Belinda terdiam. Dia memang salah. Harusnya mencari Ernest, bukan malah meminta Zack untuk bertanggung jawab.


"Kenapa kamu diam, hah? Ingat, sekali lagi kamu menampakkan wajah di hadapanku, aku tak segan-segan berbuat kasar padamu. Pergilah ke alamat ini dan temui ayah dari anak yang sedang kamu kandung." Zack memberikan kertas kecil berisi alamat keluarga Ernest.


Mengendarai mobil seorang diri merupakan hal mudah bagi Zack, tetapi pikirannya terpecah antara Honey dan Aquarabella. Rasanya dia kehilangan sandaran yang sangat berarti.


...🍒🍒🍒...


Fergie sedang mengerjakan tugas kantornya ketika Zack datang. Sesekali Zack teringat ucapan pria itu tentang pelayannya.


"Wah, Zack, tumben sekali kamu datang ke tempatku? Pasti ada urusan yang sangat penting," sapa Fergie.


"Hemm, kamu benar, Fergie. Aku masih teringat dengan ucapanmu tempo hari. Apakah kamu menyadarinya? Maksudku, bagaimana mungkin kamu bisa mengatakan kalau Honey sebenarnya sangat cantik?" selidik Zack.


"Wanita bisa bersembunyi di balik wajahnya, Zack. Mungkin saja Honey adalah wujud penyamaran seseorang. Kamu menyadari atau tidak, bagaimana mungkin seorang Aquarabella berteman baik dengan Honey?" Fergie bukan pria bodoh seperti temannya, Zack.


"Kalau seperti ini, intinya kamu menganggapku pria bodoh, begitu?"


"Tentu saja. Kamu sangat bodoh. Lihat, bagaimana kamu terus marah setiap hari. Harusnya kamu berubah dan menyadari setiap kejanggalan demi kejanggalan."


Zack terdiam. Dia duduk seperti mendapatkan beban hidup yang terlalu berat. Jika pelayan itu adalah gadis yang sama dengan Ara atau Aquarabella, tamatlah riwayatnya.


"Apa aku harus menemui Aquarabella?"


Fergie yang sedang mengerjakan pekerjaannya kemudian masuk ke dalam untuk mengambil beberapa soft drink, dia memberikannya pada Zack.


"Minumlah supaya kepalamu dingin."


Masalah Zack belum benar-benar selesai. Mantan istrinya sudah tidak menampakkan wajahnya, sementara dia kehilangan pelayan pribadi yang selama ini sudah bekerja keras untuknya.


"Apa selama ini aku terlalu berlebihan?" tanya Zack.


"Maksudmu?"


"Kegagalan pernikahanku membuat aku seperti orang lain. Aku gampang marah bahkan tidak siapa pun kubiarkan hidup tenang. Kamu tahu, aku pernah membuat kesalahan fatal beberapa bulan yang lalu ketika berada di Mal. Rasanya membuat orang tertindas itu sangat menyenangkan."


"Kenapa pernikahanmu gagal?" selidik Fergie. Pasti ada alasan khusus yang menyebabkan temannya itu berubah.


"Aku tidak akan menceritakannya sekarang. Ada yang lebih penting. Aku berharap gadis itu tidak hamil."


Fergie terlihat tidak percaya. Bagaimana mungkin seseorang yang sudah dinodai masih dipanggil temannya seorang gadis?


"Kamu yakin kalau dia masih gadis?"


Fergie penasaran. Seorang duda pemarah rupanya telah membuat seorang gadis melepaskan mahkotanya dalam semalam. Itu juga karena Zack mabuk parah. Sangat disayangkan. Andaikan gadis itu sampai hamil dan tidak menuntut Zack. Keenakan pria itu bisa bebas berkeliaran tanpa beban.


Zack mengangguk. Itu karena dia melihat bercak merah di spreinya. Dia harus menemukan keberadaan Aquarabella, karena hanya gadis itu yang bisa ditanya mengenai Honey.


"Aku akan mencari keberadaan Aquarabella. Dia pasti tahu segalanya. Namun, aku merasa kesulitan. Tidak mungkin kan aku tiba-tiba datang ke kantor SA Corporation dan bertemu papanya."


Mustahil memang. Tak ada salahnya mencoba. Mungkin saja Sean bisa memberikan jawaban padanya dan mempersilakan mampir ke rumahnya.


"Kamu yakin akan menghampiri Tuan Sean ke kantornya? Apa yang kamu katakan padanya? Ingin mencari putrinya begitu? Itu namanya cari mati, Zack. Tunggulah sampai kamu bertemu lagi dengannya. Lagi pula dia masih berada di satu wilayah yang sama dengan kita, bukan?"


Fergie ada benarnya. Dia harus menahannya untuk beberapa waktu. Zack sebenarnya sudah tidak sabar untuk menemuinya. Sepertinya gadis itu sengaja muncul disaat yang tidak diharapkan.


"Terima kasih, Fergie. Kalau kamu tidak mengingatkanku, entahlah. Aku bisa apa?"


"Zack, Elvis tidak pernah bertemu denganmu?" tanya Fergie.


"Tidak. Aku juga malas bertemu dengannya. Selalu saja mencari ribut."


Permusuhan masa lalu terus saja membayanginya. Hubungan antara Zack dan Elvis semula baik-baik saja menjadi terpecah karena suatu hal. Fergie saja malas bertemu dengan Elvis yang sombongnya luar biasa.