
Beberapa bulan tak terpikirkan mengenai momongan, Aquarabella dan Zack lebih bersikap biasa saja. Pernah suatu hari nampir ke rumah orang tua Zack. Beatrix menanyakan kabar kehamilan menantunya, namun Zack selalu menepis wanita paruh baya itu untuk tidak mendesak istrinya.
"Ma, jangan pojokkan Ara dengan hadirnya momongan dalam kehidupan kami. Kami sedang berusaha untuk mendapatkannya. Daripada Mama terus menanyakannya, lebih baik Mama mendoakan keberhasilan kami. Aku tahu Mama juga menginginkan cucu, tetapi takdir Tuhan belum memberikannya pada kami. Lalu, kami bisa apa selain tetap berusaha dan berdoa," ucap Zack dalam salah satu pembelaannya ketika berada di rumah mamanya kala itu.
Aquarabella semakin bahagia ketika suaminya berusaha membela dan mendukungnya seperti itu. Rasanya kekesalan masa lalunya pada ex duda itu telah berakhir. Kini tinggal bagaimana berjuang berdua untuk mendapatkan kebahagiaan bersama. Walaupun terkadang ada pihak ketiga yang ingin membuat kehidupannya kacau.
Sepagi ini di apartemen, Aquarabella sudah bangun. Dia membersihkan diri dulu sebelum beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Sementara suaminya masih terlelap dibalik selimutnya. Sebelum itu, Aquarabella mengecup puncak kepala suaminya sebagai rasa syukur karena selama ini Zack sudah bersikap baik padanya.
Tujuan pertamanya membuka lemari pendingin untuk mengeluarkan bahan makanan dari sana. Ketika sudah mengeluarkan semua bahan yang diperlukan, tiba-tiba kepala Aquarabella mendadak pusing dan sedikit mual. Bila dirasa, dia bahkan tidak pernah begadang.
"Kenapa aku seperti ini? Aku tidak sakit, tetapi kenapa seolah aku terserang penyakit mendadak seperti ini?" Aquarabella mencoba mencari pegangan untuk menjangkau kamarnya. Niatnya untuk memasak diurungkan. Dia akan meminta suaminya untuk memijat tengkuknya.
Sampai di kamar, Aquarabella melihat suaminya baru saja keluar dari kamar mandi. Dia sudah mengenakan kemejanya, tetapi belum memakai jasnya.
"Sayang, kamu kenapa?" Zack melihat istrinya seperti menahan sakit.
"Kepalaku pening dan sedikit mual. Bisakah kamu memijat tengkukku sebentar?"
Zack melakukannya dengan baik. Sebagai pria dewasa, pekerjaan seperti itu bisa dilakukannya dengan mudah. Namun, sedikit mengherankan kalau istrinya mendadak sakit. Dia periang dan suka melakukan aktivitas apapun tanpa merasa lelah. Selama menjadi suaminya, ini pertama kalinya Aquarabella mengeluh mendadak sakit. Zack tidak mencurigai penyakit apapun, namun dia mengingat satu hal.
Apakah ini gejala kehamilan? Namun, dikehamilan pertama Ara, gadis itu tidak merasakan apapun sampai akhirnya kehilangan bayinya.
Sambil memijat tengkuk istrinya, Zack terus saja memikirkan kemungkinan yang terjadi. Kalau memang benar, ini merupakan hari bahagia yang sangat ditunggu-tunggu.
"Sayang, apakah kamu terlambat datang bulan?" tanya Zack akhirnya. Cuma itu kata kunci yang bisa ditanyakan saat ini.
Deg!
Aquarabella terdiam. Dia berusaha mengingat kapan terakhir datang bulan. Karena setiap datang bulan, dia tidak pernah mencatatnya. Dia pikir siklus itu wajar dan tidak terlalu penting untuk diingat. Makanya, dikehamilan pertama sampai keguguran, dia tidak menyadarinya. Lagi pula, kala itu tidak muncul tanda-tanda kehamilannya.
"Aku tidak ingat kapan terakhir datang bulan. Ehm, apakah aku hamil? Begitu kan maksudmu?"
Zack menghentikan pijatannya. Dia berpindah posisi ke hadapan istrinya.
"Kita ke dokter, ya," ajak Zack.
"Aku tidak yakin, Sayang. Mungkin ini sakit biasa saja. Aku takut ke dokter kalau ternyata hasilnya nihil. Selama ini kita sudah berjuang bersama. Aku takut kalau hasilnya tidak sesuai," ucapnya menunduk.
"Baiklah, kita ambil opsi kedua. Aku akan pergi ke apotek untuk membelikanmu beberapa tespek. Setelah kita tahu hasilnya, barulah kita pergi ke rumah sakit. Bagaimana?"
Aquarabella mengangguk. "Apakah ini tidak mengganggu pekerjaanmu, Sayang?"
"Aku akan menelepon kantor. Hari ini aku akan mengosongkan jadwalku untuk dirimu. Jangan cemas, ya!"
Zack lekas pergi ke apotek seorang diri. Dia cukup dewasa untuk memahami hal seperti ini. Tak susah baginya untuk membeli beberapa tespek dan cup urine.
...🍃🍃🍃...
Di apotek, beberapa orang terlihat mengantre untuk membeli obat. Ada juga yang menukarkan resep dari dokter. Ketika giliran Zack, pria itu tidak malu untuk menyebutkan dua barang yang diperlukannya.
"Berikan aku beberapa merek tespek. Masing-masing merek berikan dua dan cup urine-nya dua," ucapnya.
"Itu saja," ucapnya.
Setelah membayar dan menerima kantong plastik kecil, Zack hendak keluar. Namun, dia sempat berpapasan dengan seseorang yang dikenalnya. Ya, dia adalah Elvis. Zack terus saja pergi tanpa menggubris pria itu. Istrinya jauh lebih penting daripada apapun.
Elvis yang baru saja masuk tentu memiliki rasa penasaran tinggi pada pria yang baru saja keluar.
"Maaf, apa yang dibeli pria barusan?" Rasa penasarannya terlalu tinggi. Bagaimana pun juga, pria itu masih rivalnya.
"Oh, Tuan yang barusan membeli tespek," jawab apoteker.
Tespek? Jangan-jangan istrinya hamil. Dia selalu beruntung mendapatkan semua wanita yang diharapkan.
...🍃🍃🍃...
Sampai di rumah, Zack lekas menyerahkan tespek itu pada istrinya.
"Kamu jangan khawatir. Hari ini aku akan menemanimu. Lekaslah ke kamar mandi! Aku ingin tahu hasilnya," perintah Zack.
Aquarabella ragu. Ini pertama kalinya dia menggunakan tespek. Bagaimana kalau negatif? Akankah suaminya kecewa padanya?
"Kenapa masih diam? Jangan bilang kalau kamu tidak bisa menggunakan tespek?" selidik Zack.
"Tidak, bukan begitu, Zack. Aku hanya takut kalau ini PHP. Ehm, maksudnya aku tidak yakin kalau sedang hamil. Bisa saja kan hanya tekanan darahku yang tidak stabil karena aku sedang memikirkan sesuatu," elaknya.
"Sayang, lekaslah! Atau, kamu mau aku yang mengeceknya secara langsung?" goda Zack.
"Tidak, tidak. Aku akan pergi ke kamar mandi sekarang!"
Aquarabella masuk ke kamar mandi. Dia mengambil cup urine kemudian lekas melakukan apa yang seharusnya. Dia mengambil beberapa tespek dan membuka pembungkusnya satu per satu. Setelah itu, Aquarabella mencelupkan beberapa tespek itu ke dalam cup urine-nya. Setelah selesai, dia memejamkan matanya. Dia sangat takut pada hasil akhirnya.
Sementara Zack yang berada di ranjang mendadak harap-harap cemas. Ingin rasanya menyusul istrinya ke kamar mandi, namun dia berusaha menahan rasa penasarannya itu.
"Tunggu beberapa saat, Zack! Mungkin sebentar lagi dia akan keluar. Aku harus meyakinkan diri bahwa istriku sedang hamil. Ah, bagaimana rasanya ya?" ucap Zack seorang diri.
Beberapa menit kemudian, Aquarabella menggenggam seluruh tespek itu tanpa tahu hasilnya. Dia sengaja keluar untuk menemui suaminya. Zack sangat antusias melihat istrinya keluar, namun ada sesuatu yang berbeda di wajah istrinya. Dia tidak terlihat gembira atau sedih, melainkan masih terlihat khawatir seperti sebelumnya.
"Apakah kamu tidak tahu hasilnya? Atau hasilnya negatif? Cepat katakan, Sayang!"
"A-aku tidak tahu, Zack. Aku sangat takut melihat hasilnya. Kamu saja yang melihatnya!" Aquarabella menyerahkan seluruh tespek itu lalu mengalihkan pandangannya.
Zack menerima dengan gembira. Rasa penasarannya akan terjawab sebentar lagi. Tangannya memegang tespek denagn bergetar dan matanya membulat sempurna manakala melihat hasilnya.
"Sayang, kamu positif!"
...🍃🍃🍃...
Sambil menunggu update, yuk kepoin karya keren teman Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya 💟💟💟 Terima kasih