
Sebuah kamar VVIP rumah sakit terlihat hening. Hanya ada seorang pria yang sedang duduk di kursi, sedangkan perempuannya terbaring di ranjang. Tidak ada pembicaraan di antara mereka. Pria itu adalah Zack Leoline. Sebelum meyakinkan dirinya untuk memberikan pertanggungjawaban pada gadis itu, Zack ingin berbicara berdua dengannya. Kali ini tidak menggunakan nada marah yang biasa dilakukannya.
"Kenapa kamu lakukan itu padaku?" tanya Zack akhirnya. Mungkin ini saatnya dia memulai pembicaraan. Ini terdengar lucu karena ternyata gadis yang dicari selama ini adalah Aquarabella.
Hening. Aquarabella masih terdiam dalam pikirannya. Dia tidak tahu harus memulainya dari mana. Biasanya dia sangat kuat dan tidak takut terhadap siapa pun, tetapi kali ini, hati dan pikirannya berjalan tidak sinkron.
"Jangan diam saja! Bagaimana aku bisa bertanggung jawab kalau aku saja tidak tahu sebenarnya yang terjadi?"
Deg!
Zack masih saja seperti itu. Dia masih tidak mau mengalah dengan siapa pun. Itu sudah terlihat jelas dari sikapnya.
"Aku membencimu, Zack!" Kata itu yang mampu lolos dari mulut Aquarabella. Gadis itu ingin memulai dari awal lagi. Dia sudah tidak mau pertanggungjawaban dari Zack walaupun orang tuanya memaksa.
"Aku tidak pernah menyakitimu. Lalu, kenapa kamu membenciku. Aku baru saja mengenalmu, lalu kapan aku menyakitimu?"
Memang benar. Semua berawal kedatangan Honey ke rumahnya. Zack pikir hanya pelayan biasa yang akan bekerja di sana, tetapi sudah terlalu rumit seperti ini.
"Kamu melupakan sesuatu, Zack! Kalau posisi itu kutukar denganmu, apa kamu sanggup? Aku akan menerima pertanggungjawaban yang kamu berikan dengan syarat yang sama."
Deg!
Tentu saja Zack bingung. Syarat apa yang akan dilakukannya untuk bisa bertanggung jawab pada gadis itu. Kalau dia lari dari tanggung jawab, itu bukan dirinya. Namun, terkadang sikap kasar dan arogannya tidak bisa hilang dari seorang Zack. Dia terkadang tidak bisa mengontrol emosinya.
"Syarat apa?"
"Apa kamu telah melupakan kejadian di Mal beberapa waktu lalu? Kamu ingat, kan? Bagaimana kamu membuat orang yang menurutmu tidak pantas masuk Mal. Kamu telah mempermalukannya di hadapan orang banyak. Apa kamu lupa?"
Sesaat, ingatannya tertuju pada kejadian yang dikatakan Aquarabella. Memang benar, waktu itu dia sudah bersikap keterlaluan pada seseorang yang tidak dikenalnya. Memang murni kesengajaan yang dibuatnya. Zack melupakan bahwa karena kejadian itu hanya sebuah candaan menurutnya.
"Tidak. Aku memang sengaja melakukannya."
"Kamu gila, Zack! Kamu pria gila yang pernah kutemui. Kamu tidak pernah tahu bagaimana aku menjalani kehidupan sebagai perempuan itu demi bisa diterima oleh teman-temanku. Akulah perempuan itu, Zack! Aku marah padamu karena kejadian itu. Aku berjanji untuk membalaskan dendamku padamu, tetapi apa yang kuperoleh? Setiap hari aku mendapatkan bertubi-tubi kemarahan. Aku berusaha membuatmu dalam kondisi sulit. Sampai aku bertemu mantan istrimu dan juga rivalmu, Elvis Milo. Sebenarnya kamu itu mempunyai kepribadian ganda atau bagaimana? Kamu terlalu kasar pada semua orang. Bahkan, mereka harus menuruti semua keinginanmu yang terkadang tidak masuk akal. Apa kamu sudah tidak waras?"
Zack tidak berkutik. Semua ucapan Honey sedang dicerna olehnya. Namun, yang janggal adalah bagaimana mungkin Aquarabella bertemu dengan mantan istrinya dan rivalnya. Ini masih menjadi misteri.
"Bagaimana kamu bisa bertemu dengan keduanya?" selidik Zack.
"Itu tidak penting untukku, Zack. Yang kubutuhkan sekarang adalah persetujuanmu mengenai syarat yang kuajukan."
"Katakan syaratnya!"
"Aku ingin kamu melakukan konferensi pers dan mengakui semua kesalahanmu pada perempuan yang pernah kamu sakiti di Mal itu. Setelah itu, kamu harus melamarku di dalam konferensi itu, tetapi jangan pernah menyebutkan nama Aquarabella. Kamu harus menyebutnya Honey. Kamu melamar pelayan pribadimu. Setelah itu, sebutkan nama Tuan Elvis Milo agar menyerahkan saham perusahaannya sebesar 30%. Pria itu sudah berjanji padaku untuk memberikan saham itu kalau kamu tertarik padaku."
Sudah cukup jelas semua syarat yang ditujukan untuk Zack. Dia akan dipermalukan langsung dan lebih parah, namun itu bukan masalah. Karena paling akhir, dia akan mendapatkan keuntungan untuk menjatuhkan Elvis secara bersamaan. Setidaknya dia dan Elvis sama-sama hancur di tangan satu perempuan. Aquarabella menurutnya sangat cerdas dalam bermain trik cantik. Namun, sepertinya gadis itu tidak akan melukai orang lain jika dirinya tidak dilukai terlebih dahulu.
"Aku terima syaratmu. Apakah setelah itu kita akan menikah?"
"Ck, tidak semudah itu, Zack! Kamu sudah mengambil hal terpenting dalam hidupku. Sesuatu yang sangat berharga. Aku trauma? Tentu saja. Aku ingin agar kamu memohon kepada kedua orang tuaku dan meyakinkan mereka bahwa kamu tidak akan melakukan perbuatan burukmu itu di masa mendatang. Aku tidak mau ada orang lain lagi yang mengalami hal sama sepertiku. Ngomong-ngomong, apakah aku perempuan pertama yang kamu sentuh seperti itu?" ucap Aquarabella.
Zack tidak mungkin menceritakan kegagalan pernikahannya dengan Scarlett Alfie. Pria itu masih marah padanya. Kejujuran Scarlett mengenai kondisinya sebelum pernikahan yang membuatnya enggan untuk memberikan malam pertamanya. Namun, bersama Belinda, terkadang Zack memiliki fantasi liar, namun tidak sampai melakukan hal diluar batasan yang sudah dijanjikan untuk dirinya sendiri.
"Aku terima semua syaratmu. Ada lagi?"
Ini kesempatan bagus untuk Aquarabella membuat Zack terdesak. Harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya, jika tidak, dikhawatirkan Zack akan berulah lagi.
"Adalagi. Aku tidak suka pria pemarah dan pemabuk. Jadi, jangan lakukan dua itu jika kamu mau bertanggung jawab atas diriku. Kalau kamu menolak semua persyaratan yang kuajukan, besok pagi Polisi akan menjemputmu."
Salah memang berhadapan dengan Aquarabella. Salah satu persyaratan tidak terwujud, dia akan masuk penjara untuk selamanya. Ini tidak boleh terjadi. Nama keluarganya dipertaruhkan di sini. Dia juga tidak ingin dipermalukan oleh mantan istrinya, namun demi kesalahan yang telah dibuatnya, Zack akan melakukan segalanya. Ini merupakan ujian terbesar dalam hidupnya.
"Kalau Polisi menjemputku, itu artinya kamu tidak akan menikah!"
"Tidak masalah, Zack. Setidaknya aku puas memberikan hukuman mati untukmu. Kamu pikir, aku akan melepaskanmu dengan mudah, tidak akan terjadi! Kamu harus membayarnya dulu. Ingat itu!"
Kalah, inilah yang dirasakan Zack saat ini. Dia bisa menjadi pria terbodoh menghadapi Aquarabella. Sebentar lagi dia harus meminta tolong Fergie untuk menyiapkan segalanya.
"Kapan semua ini harus kulakukan?"
"Maksimal tiga hari dari sekarang. Kamu harus menyelesaikan semuanya. Jika tidak, aku akan mendatangkan Polisi ke rumahmu."
"Baiklah. Aku pamit terlebih dahulu. Aku akan menyiapkan dengan segera."
"Tidak bisa! Kamu harus menyiapkannya mulai esok pagi. Waktumu hanya dua hari. Jika kamu gagal, Penjara menantimu."
Ini adalah masalah yang besar. Zack tidak bisa berkutik. Waktu dua hari harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jika sampai dia gagal, maka dirinya akan menjadi penghuni penjara pertama kali seumur hidupnya.