Duda, I Love You

Duda, I Love You
Pesan Tertulis



Ballroom hotel XY sudah sangat ramai sekali. Hari ini adalah hari H pengangkatan CEO baru SA Corporation. Semua orang tampak antusias, pasalnya menurut desas-desus yang menyebar kalau penggantinya adalah CEO perempuan dan belum menikah.


Beberapa dari tamu undangan berharap bisa mendekati gadis nomor satu di keluarga Armstrong itu. Kecantikannya yang tidak diragukan lagi, termasuk kecerdasannya. Mereka juga menilai kesiapan gadis muda ini sangat luar biasa. Usianya masih sangat muda, namun berani mengemban tugas berat di pundaknya.


Jangan tanyakan mengenai antusias Zack Leoline, duda yang belum menikah lagi juga sudah sangat antusias. Dia pergi bersama Fergie, teman dekatnya. Keduanya memilih sampai Ballroom terlebih dahulu untuk menghindari pertemuan langsung dengan Elvis Milo.


"Fergie, ini sih perayaan yang luar biasa. Lihat saja, beberapa wartawan telah siap untuk meliputnya," bisik Zack padanya.


"Kamu benar. Kalau sudah seperti ini, bagaimana cara kita mendekatinya dan mendapatkan informasi mengenai identitas Honey?"


Rasanya keinginan untuk menanyakan hal itu sudah mencapai puncaknya, namun mengingat banyaknya wartawan di sana, Zack mengurungkan niatnya. Kalaupun ada, nantinya dia akan bertanya secara sembunyi.


"Kita pikirkan nanti saja." Zack mengakhiri ucapannya karena kedatangan Elvis Milo yang hampir bersamaan dengan kedatangan Aquarabella. Namun, pria yang sudah menjadi rivalnya sejak beberapa tahun lalu itu mencuri kesempatan untuk menantang Zack Leoline.


"Halo, Zack. Apa kabar?" sapa Elvis.


"Baik," jawab Zack singkat.


"Pelayan pribadimu tidak ikut?" selidik Elvis.


Deg!


Zack heran, kenapa Elvis sampai tahu mengenai Honey? Bukankah Honey tidak pernah ke mana-mana? Ini menjadi pertanyaan besar untuk seorang Zack. Mungkinkah kepergian Honey ada hubungannya dengan Elvis? Pelayan itu tidak pernah bercerita padanya sama sekali. Bisa saja Elvis mengancamnya.


"Kamu mengenalnya?"


"Hahaha, tentu saja, Zack. Tidak sulit aku menemukan orang terdekatmu. Oh ya, apakah dia sudah berhasil menjerat cintamu?" Elvis tidak ingin saham yang sudah dijanjikan itu terlepas begitu saja. Dia hanya sengaja memberikan iming-iming pada pelayan itu. Menurut pemikiran Elvis, mana mungkin pelayan itu mengerti tentang saham perusahaan. Kalau sampai pelayan itu berhasil, dia hanya akan memberikan uang tunai sebagai kompensasinya.


Hampir saja Zack melampiaskan kekesalannya pada Elvis. Untung saja acara segera di mulai sehingga kini Zack sudah menjauh bersama dengan Fergie. Mereka ingin melihat lebih dekat perihal Aquarabella.


Susunan acara demi acara berlangsung secara khidmat. Sean menyerahkan semua tugas CEO SA Corporation kepada putrinya. Tepuk tangan menggema dan memenuhi Ballroom. Semua wartawan di sana ikut meliput acara bahagia itu. Aquarabella terlihat sangat cantik dengan balutan gaun yang pas. Seusai acara, Aqua baru menyambut beberapa tamunya. Dia mengira kalau Zack tidak akan pernah datang. Rupanya dugaannya salah.


"Tuan Elvis?" Aquarabella sengaja menyapa pria itu terlebih dahulu.


Elvis sangat senang karena Aquarabella mendekatinya lebih dulu. Itu artinya kesempatan untuk mendekati Zack semakin tipis.


"Selamat, Nona." Elvis mengulurkan tangannya berniat menjabat tangan Aquarabella.


"Terima kasih, Tuan. Semoga Anda menikmati pestanya." Aquarabella membalas Elvis dengan menjabat tangannya. Namun, hanya sebentar saja karena keburu Zack menghampirinya.


"Zack, tunggu giliranmu! Nona Aquarabella masih berbincang denganku," sindir Elvis.


"Maaf, Tuan Elvis. Aku ada perlu dengannya dan bukan denganmu," balas Zack.


"Tuan Zack, dalam berbisnis, kalau kelakuan Anda seperti ini, itu namanya merebut klien bisnis secara paksa. Itu sangat memalukan, Tuan Zack. Apakah Anda ingin diliput langsung oleh wartawan?" ancam Elvis. Pria itu memang sengaja karena masih ingin berbincang lama dengan Aquarabella. Perusahaan orang tuanya sudah cukup besar. Kalau Elvis berhasil masuk menjadi relasi bisnisnya atau mungkin sebagai menantunya, maka kesempatan memiliki saham terbesar SA Amstrong sangat jelas, bukan?


"Maaf, Tuan Elvis. Sayangnya ini bukan urusan bisnis, namun urusan hati," jawab Zack.


Deg!


"Ck, apakah Anda mengenal pria ini, Nona?" Elvis sengaja menunjuk Zack untuk memancing kemarahan pria itu.


Sementara Fergie berusaha menahan Zack untuk tidak marah di depan umum. Bisa menghancurkan reputasinya dalam sekejap.


"Zack, sebaiknya kita cari makanan dulu. Aku lapar," ajak Fergie. Niatnya untuk menjauhkan Elvis dan Zack.


Zack mengalah. Dia lebih baik mengikuti ajakan Fergie daripada berperang dengan hal yang tidak jelas bersama Elvis. Zack mengambil piring dan mengisinya dengan beberapa makanan. Dia mencari meja untuk menikmati makanannya. Tak lama, Aquarabella datang untuk menemuinya.


"Maaf, Tuan Zack. Kalau Anda merasa tidak nyaman dengan tamu kami," ucap Aquarabella.


Zack meletakkan piring makannya. Padahal dia belum menghabiskan setengah dari makanan yang diambilnya.


"Ehm, tidak apa-apa, Nona."


"Lanjutkan dulu makannya, Tuan. Sayang kan, belum ada setengah. Nanti, aku kembali lagi." Aquarabella merasa telah mengganggunya.


"Tidak, Nona. Tunggu dulu! Ini kesempatan langka berbincang dengan CEO baru SA Corporation. Maaf jika aku lancang," ucap Zack memohon agar gadis itu tetap berada di hadapannya.


Tumben dia bisa sesopan ini? Apa karena di hadapan publik dan banyak wartawan di sini?


"Tapi ini sayang loh, Tuan Zack. Menu makanan ini spesial aku yang memilihnya. Kalau Anda makannya tidak habis, aku merasa menyesal. Mungkin tidak enak di lidah Anda."


"Ehm, tidak-tidak. Semuanya enak. Hanya saja, temanku ini butuh Anda, Nona," sahut Fergie.


"Wow, kita bertemu lagi, Tuan Fergie. Selamat datang dan selamat menikmati pestanya."


Zack melihat Aquarabella sangat cantik. Dia membayangkan kalau Honey dan Aquarabella orang yang sama. Namun, lamunannya tersentak mana kala muncul wajah Sean Armstrong di dalam lamunannya itu. Zack yang tipe pria pemarah mendadak merasakan kegetiran yang teramat sangat.


"Tuan Zack, Anda baik-baik saja?" Aquarabella melambaikan tangan di hadapannya.


"Iya, aku baik, Nona." Padahal dirinya dirundung kebingungan teramat sangat. Ingin menanyakan perihal Honey, namun diurungkannya.


"Kalau begitu, aku temui tamu lainnya dulu, Tuan," pamit Aquarabella.


Zack sendiri tak enak hati terus menahannya. Dia melanjutkan lagi makannya sampai habis. Setelah ini, dia akan mengirimkan pesan tertulis pada gadis itu untuk menemuinya di kantor esok hari. Rasanya seperti ada keterikatan khusus ingin selalu bertemu dengannya.


"Bagaimana ini, Zack? Sepertinya sulit sekali menggali informasi di dalam keramaian seperti ini," keluh Fergie.


"Kamu jangan khawatir. Aku akan mengirimkan pesan tertulis padanya. Esok, kita temui di kantornya. Dia pasti sudah datang ke sana."


Ide Zack lumayan juga. Dia tentu tidak bisa langsung berbicara dengan resepsionis SA Corporation tanpa membuat janji dulu. Dia meminta pelayan hotel sebuah kertas dan bolpoin. Dia menuliskan pesan pertemuannya esok hari di kantor. Selain ingin membahas urusan Honey, dia akan menyelidiki Aquarabella lebih jauh.