
Sementara itu di rumah mewah Min Yoongi,acara pernikahan telah berlangsung dengan hikmat.Tak ada kendala walaupun mempelai prianya bukan lagi yoongi.
Geumjae begitu senang menggantikan posisi adiknya.Menjamu para tamu yang hadir dan berbicara saham dengan beberapa petinggi negeri membuatnya melupakan posisinya sebagai mempelai pria.Namun kebahagiaan itu tidak tertular pada jin.Ia tampak begitu gelisah menunggu telepon dari seseorang.
"hyung ada acara dansa di dalam apa kau tidak ingin ikut ?" tanya jimin.
"tidak sekarang jim aku sedang sibuk.Kembalilah ke dalam dan tolong awasi maknae agar mereka tidak membuat onar" ujar jin
"baik hyung"
Jimin tahu saat ini hyung tertua bangtan sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.Maka dari itu ia memilih tidak mempertanyakan isi kepalanya dan hanya berlalu pergi meninggalkan jin yang tengah sibuk mondar-mandir di taman.
"kenapa namjoon belum mengabariku ? semoga semuanya bisa di terima yoongi dengan lapang dada.Semoga saja..." monolognya memperhatikan jam tangannya yang akan menunjukkan tepat pukul 10 malam.
******
Setelah membawa yoongi beristirahat di rumah sakit haesung, namjoon pergi ke apartemen yeonjun untuk melihat kondisi jaemin yang menginap di sana.
Ia berharap kondisi mental dokter itu tidak sedrop hyungnya yang harus menjalani rehabilitas dalam kurung waktu beberapa hari ke depan.
Namjoon benar-benar tidak menyangka bahwa seorang wanita difabel bisa mengubah sikap dingin pria menjadi begitu hangat dan yang anti tentang soal perasaan kini menjadi buta soal cinta.Benar kata pepatah bahwa cinta masih berkuasa di atas segalanya.
Melihat jaemin tidur di samping yeonjun membuat hatinya sedikit legah.Itu berarti jiwa dan hati dokter itu tidak terluka separah yang di alami yoongi saat ini.
Ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah mewah yoongi tempat acara penikahan berlangsung untuk memberi kabar ke jin dan Bang PD-nim yang masih berada di sana tapi sebelum itu rasa lapar menderuh di perutnya.
"Makan sebelum kembali bertugas rasanya pasti nikmat" gumamnya.
Segera ia membongkar pantry mencari sebungkus ramyeon untuk di seduhnya adalah tujuannya namun sayang tak ada makanan siap saji yang berhasil di temukannya.Hanya sekeranjang buah dan sebotol chilsung.
ia pun membawanya keluar untuk di makan depan televisi.Hanya buah apel,persik dan anggur yang bisa di makan namjoon karena selebihnya ia harus mengejar waktu.
Saat ingin memakan buah jeruk tiba-tiba telepon dari rumah sakit haesung mengagetkannya dan mengharuskannya tiba di sana tepat waktu.Jadilah ia hanya bisa makan 3 buah itu saja dan meminum sisa chilsungnya di jalan menuju mobilnya.
Tak butuh waktu lama ia dengan kilat kembali sampai dan langsung berlari menuju kamar VVIP.
Terlihat dari luar kamar, ada 2 pengawal bertubuh kekar berbaju hitam sedang mengawal kamar istimewa rumah sakit itu.Hanya beberapa orang yang di persilahkan masuk bahkan dokter dan suster pun tidak boleh masuk jika tidak melewati pemeriksaan yang telah mereka pasang dan juga mereka tidak diperbolehkan masuk membawa ponsel mereka.
Begitulah ketatnya pengaman untuk musisi genius sekelas yoongi.Walaupun yoongi telah menyatakan dirinya disband dari agensi dan dunia musik namun itu semua tidak berlaku untuk Bang PD-nim.
Pria paruh baya itu sudah menganggap bangtan sebagai anaknya terlepas bahwa mereka hanyalah sekelompok artis yang menjadi tanggung jawab agensi yang ia bangun sejak dulu.Jadi wajar saja ia masih memperlakukan yoongi dengan sangat baik walaupun kontrak kerja mereka tidak tertulis hitam di atas putih lagi.
"ada apa dok ? kenapa dengan hyung saya ?"panik namjoon
"mentalnya sangat drop,hal itu yang memicu kesehatannya yang turun secara drastis.Bahkan setelah saya menyelesaikan pemeriksaan ternyata pasien sudah melakuakn diet yang sangat ekstrim yang mengakibatkan lambungnya mengalami sedikit cedera.Pola makan yang tidak teratur membuat emosionalnya tidak bisa terkendali dengan baik" jelas dokter.
"lalu bagaimana penangannya dok ?"
"Pemulihan total adalah hal yang sangat di butuhkan pasien untuk saat ini.Saat dia bangun nanti perlu ada psikiater di sisinya agar bisa menerjemah perasaanya yang saat ini sedang kacau maka dari itu saya harap saat dia bangun jangan memberinya pertanyaan yang mengarah ke rasa sakitnya cukup psikiater yang menemaninya saja"
"baik dokter"
"dan juga kurangi penjenguk takutnya pasien mentalnya malah terganggu"
"apa separah itu mental hyung saya dok ?"
"saya belum bisa mendiagnosa pasien dengan pasti tapi yang jelas ada baiknya kita mengambil pencegahan agar tidak terjadi kejadian yang tidak kita inginkan.Kalau begitu saya permisi dulu"
Dikter pun pergi dari kamar rawat yoongi.Meninggalkan namjoon yang duduk di samping yoongi yang masih tertidur pulas.
Perih luka di tubuh bisa hilang ketika lukanya sembuh tapi jika luka perasaan walaupun sudah lama tetap saja luka itu masih sangat terasa perih.
Setelah menelpon jin, namjoon tampak membaringkan tubuhnya di sofa tamu yang terdapat di ruangan itu.
Senang rasanya bisa membaringkan tubuhnya yang lelah di atas sofa yang empuk.Entah sejak kapan namjoon kesulitan dengan jadwal tidurnya.Ia belum bisa memejamkan matanya walau semenit saja.
Dia hanya terlihat mengguling-gulingkan tubuh berototnya di atas sofa itu.Mencari kenyamanan agar bisa terlelap walau sebentar adalah misinya.
Namun lagi-lagi ia tidak bisa tidur.Mungkin karena pikirannya yang juga belum beristirahat membuatnya harus membelalakkan matanya malam ini.
Ia pun berjalan ke jendela ruangan itu membuka tirainya setengah agar menampakkan kota seoul di waktu dini hari.Tak ada kesibukan di bawah sana hanya ada beberapa orang yang bisa di hitung sedang asik berjalan kaki.
"kau tidak ngantuk joonie ?" ujar seseorang
Karena merasa dirinya terpanggil,Namjoon membalikkan tubuhnya melihat siapa yang memanggilnya itu.
"Ahh...PD-nim ku pikir siapa yang masuk dengan bebas kemari" ujar pria itu.
Ya, hanya Bang PD-nim yang memanggilnya dengan sebutan joonie bukan namjoon ataupun RM.
Itu karena PD-nim tidak bisa membedakan wajah artis agensinya dari satu grup ke grup lainnya.Maka dari itu untuk memudahkannya mengingat nama mereka PD-nim memberi nama yang menurutnya mudah.
"hanya aku saja...kau pikir siapa ?"
"jin hyun maybe"
"tidak setelah mendapat kabar darimu aku memintanya untuk mengurusi member bangtan yang lain.Kau tahu sendirikan jimin dan jungkook peminum yang hebat"
"mereka pasti mabuk berat setelah acara selesai"
"ya begitulah jadi jin dan j-hope yang harus mengurus kedua maknae itu.Untung saja taehyung penurut malam ini kalau tidak dia juga bisa ikut-ikutan dengan kelakuan jimin dan jungkook"
"apa sebaiknya pulang ke dorm sekarang membantu mereka ?"
"tidak perlu kau di sini saja menemani yoongi.Harus ada seseorang yang berada di sampingnya saat ini"
"baik"
"oh iya karena rapat saham agensi sebentar lagi ada baiknya kau mulai membicarakan kepada yoongi prihal ia kembali ke dunia musik dan selebihnya biarkan dia yang memutuskannya.Ini makanan untukmu,tolong jaga kesehatanmu baik-baik joonie karena kau juga adalah salah satu pilar ARMY.Tolong jangan kecewakan mereka"
"tentu aku akan menjaga amanat itu PD-nim"
"kalau begitu aku harus pergi sekarang"
"secepat ini ?"
"ya...aku hanya mampir melihat kondisi yoongi dan membawakanmu makanan.Tadinya aku ingin berlama-lama tapi melihat yoongi sudah tidur rasanya aku akan menganggunya jika kita berbicara.Aku permisi joonie"
"Ne...Semoga selamat sampai tujuan PD-nim"
"tentu"
Namjoon kembali sendiri kamar itu.Segera ia membuka makanan yang di bawa oleh PD-nim tadi.Jujur saja semenjak ia tiba di seoul bersama yeonjun.Bukan hanya jadwal tidurnya yang tidak teratur tetapi juga jadwal makannya.
Ia hanya sering makan makanan kaki lima atau makanan ringan yang di jual di toko swalayan.Rasanya perutnya sedikit panas akibat kebiasaan buruknya itu.
Tanpa pikir panjang ia membukanya dan mulai memakannya dengan lahap hingga tidak menyadari bahwa sejak tadi yoongi sudah bangun dan sibuk memperhatikan cara ia menyantam makanan yang di bawa PD-nim tadi.