Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 45



Dengan jalan yang masih tertatih karena cedera pasca perkelahian malam itu, yoongi masih tetap menelusuri bandara incheon.Ia masih bersikeras menemukan aeri di antara banyaknya orang yang berlalu-lalang.Yeonjun pun tak tinggal diam ia juga duduk di kursi tunggu sambil mencoba meretas kamera CCTV milik bandara.


Yeonjun tak peduli jika tindakannya ini akan membuat dirinya di penjara jika sampai ketahuan.Ia hanya menolong seniornya yang saat ini sedang buta akan cintanya.


Karena lelah mengitari bandara cukup lama, yoongi berdiri sejenak memandangi layar monitor besar yang ada di hadapannya.Tatapan tajam dari yoongi memandangi Puluhan penerbangan di jam yang sama membuatnya frustasi.Bagaimana mungkin ia bisa menghentikan puluhan pesawat itu lepas landas hanya untuk memastikan aeri ada di dalam pesawat itu ?


Haruskah aku menyerah sekarang ?


Haruskah aku merelakan kau pergi bersamanya ?


Tak mengapa jika memang ini takdirku tapi setidaknya aku bisa memelukmu untuk yang terakhir kalinya.


Pikirannya kacau,matanya mulai berkaca menahan buliran airmata yang sebentar lagi akan tumpah.Yoongi tak mengerti mengapa takdir mempermainkan perasaannya.Jujur saja selama ini baru kali ini ia sangat mencintai seorang wanita dengan tulus tanpa memandangi segala kekurangan yang di miliki aeri.


Kring....


Ponselnya berdering tepat di saku jas hitam yang di kenakannya.Saat ini yoongi mengenakan outfit serba hitam tentu saja agar kecil kemungkinan publik mengenalinya sebagai Min Yoongi si musisi genius dari bangtan.


"Halo,ada apa yeonjun ?"


"sunbae ada pesawat yang akan lepas landas 3 menit lagi menuju singapura.pesawat itu membawa aeri"


"kau pasti ucapanmu itu benar ?"


"ya sunbae jika aku salah maka kau boleh memotong lidahku.Kejar aeri dan bawa dia ke pelukanmu sunbae sebelum terlambat"


Tanpa pikir panjang yoongi langsung mematikan panggilan itu dan berlari menuju pintu check-in.Ia berharap tidak terlambat untuk mengejar aeri.


Gila ? ya begitulah penampilan yoongi sekarang.Walaupun sempat beradu argumen saat security bandara mencoba untuk menahan langkahnya tapi syukurlah member bangtan yang lainnya -tanpa jimin dan yoongi - datang di waktu yang tepat untuk mengelabui para penjaga bandara dengan menimbulkan keributan para fans dan wartawan yang datang seperti orang tawuran.


Bukan untuk memesan tiket pesawat karena ingin berangkat untuk konser tour melainkan mereka memiliki alibi lain.Mereka ingin memakai bandara untuk lokasi syuting MV baru mereka yang akan segera rilis.


Yoongi masih terus berlari menemukan pintu masuk ke dalam pesawat yang membawa aeri.


"sunbae !!!! pesawatnya " teriak yeonjun menunjuk ke pesawat yang akan lepas landas sebentar lagi.


"Andwae...andwae..." ujar yoongi dengan cepat menuruni anak tangga dan mencoba berlari mengejar pesawat itu.


"Hyung !!! berhenti itu akan sia-sia !!!" teriak jimin mengejar langkah yoongi yang semakin cepat.


Bughhh...


Yoongi terjatuh karena tubuhnya yang tak lagi kuasa menahan sakit.Tubuhnya belum pulih seperti sediakala namun ia tetap memaksakan dirinya untuk mengejar cintanya itu dan mengabaikan fakta bahwa saat ini yang ia butukan adalah istirahat total.Cedera akibat perkelahian itu membuatnya harus hiat dari akitifas rutinnya karena jika ia tidak melakukannya maka tubuhnya akan berakhir kembali di rumah sakit.


"Aeri !!!!!!" teriak yoongi menahan perih di hatinya.


Sedangkan di dalam pesawat aeri yang duduk bersebelahan dengan jaemin tampak menoleh ke jendela.Entah mengapa instingnya merasa bahwa ada seseorang yang memanggil namanya tapi dengan cepat ia menepis tanggapan itu dan kembali memandang jaemin yang sejak tadi berbicara kepadanya.


"tolong jangan tinggalkan aku !!!! aku mencintaimu !!!!"


Begitulah keputus asaan yoongi melihat pesawat itu terbang membawa cintanya pergi.Nafas yang masih terengah-engah dan tubuh yang mulai mengeluarkan keringat dengan jumlah yang tak normal membuat dirinya begitu lemas.


"hyung..." lirih jimin menepuk bahu yoongi.


"apa salahku jimin ? mengapa dia meninggalkanku dengan sangat mudahnya ? Apa aku pernah melukainya hingga dia membuangku seperti ini ?" ujar yoongi frustasi,


Jimin tak menjawab.Ia tahu jika ia merespon hyungnya itu maka hal itu akan membuat hati yoongi semakin terluka.


Di bantu yeonjun yang memberitahu jimin lewat earphone, jimin berhasil melewati kerumanan yang di ciptakan member bangtan dengan sangat mudah.Setelah beberapa menit akhirnya mereka tiba di dalam mobil.


Sejak tadi yeonjun sudah menunggu kedatangan mereka berdua di dalam mobil.Dengan cepat yeonjun membawa mobil itu menjauhi bandara sesaat setelah memastikan jimin dan yoongi memakai sabuk pengaman mereka.


Seorang pria memang di ciptakan tuhan menjadi makhluk yang paling perkasa dan tangguh tapi sampai kapan ia harus terlihat baik-baik saja di depan semua orang ?


Ingatlah satu hal bahwa pria juga manusia jadi tak masalah jika ada saatnya ia memperlihatkan kerapuhannya dan menangis kencang layaknya seperti wanita.


Kini yoongi sudah berada kembali di dorm.Setelah selesai di periksa oleh dokter, ia memutuskan untuk kembali ke daegu menemui orang tuanya dan juga kakaknya, geumjae.


"hyung apa aku boleh ikut ?" tanya jungkook


"tidak jungkook kau harus menemui orang tuamu di busan jangan jadi anak durhaka.Mereka sangat rindu akan kehadiranmu"


"aku bisa memberi alasan pada orang tuaku nanti hyung.Tolong ajak aku" rengek jungkook,


"ya jungkook~ah...biarkan yoongi sendiri dulu ia ingin menenangkan pikirannya sebaiknya kau pulang saja ke busan kapan lagi kau masak makanan ibumu" ujar jin menarik jungkook.


"jin hyung benar jungkook.Aku ingin sendiri tolong"


"tapi...hiks...aku janji tidak akan menyusahkanmu hyung tolong biarkan aku ikut denganmu"


Yoongi seketika terdiam menyusun bajunya ke dalam koper dan memikirkan sesuatu di dalam kepala geniusnya.Tidak mungkin ia bisa menolak permintaan jungkook karena jika ia melakukannya yang ada perasaan bersalah karena menyakiti maknaenya itu.


"ya kau boleh denganku tapi minta izinlah ke Bang PD-nim dan orang tuamu di busan dulu bahwa kau mencancel jadwal kepulanganmu" minta yoongi.


"baik hyung segera ku lakukan dan aku akan berkemas secepat mungkin"


Jungkook pun lari masuk ke dalam kamarnya dan cepat-cepat mengemas agar yoongi tidak menunggu dan berakhir pria itu berubah pikiran.


*****


Malam yang hangat dengan api unggun yang sengaja di bakar oleh jungkook membuat mereka tetap setia memandang langit malam yang di hiasi bulan dan para bintang.Entah apa yang di pikirkan kedua idol itu karena saat taehyung pulang untuk melanjutkan perjalanan kembali ke rumahnya mereka berdua larut dalam pikiran mereka masing-masing dan terdiam.


Jungkook memandang api unggun tanpa sekali pun berkedip dan yoongi memandang serbuk bintang dan bulan yang berada tepat di atas kepalanya.Sebenarnya tadi, taehyung juga ikut mampir ke rumah yoongi hanya sekedar menghadiri makan malam keluarga Min lalu memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan pulang ke rumah orang tuanya yang tak jauh lagi dari rumah yoongi.


"hyung...apa aku boleh bertanya ?" ujar jungkook membuka topik pembicaraan,


"tentu tanyakan saja apa yang mengganjal di hati kecilmu itu"


"memangnya sesakit apa di tinggalkan seorang wanita yang sangat di cintai hyung ?"


Deg.


Seketika yoongi berpikir namun dengan cepat menyuguhkan sebuah senyuman.Senyum yang memiliki arti tersembunyi.


"kau pernah tidak melihat seekor angsa yang pergi mencari yang lain saat pasangannya sudah mati ?"


"tidak hyung dia hewan yang setia sama seperti merpati lebih baik mati di bandingkan harus mengingkar janjinya"


"begitulah keadaan ku sekarang"


"maksudmu hyung ?"