Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
part 4



Pagi pun datang,yoongi dengan wajah putih mulusnya maaih nyenyak dalam mimpinya sementara jin dan j-hope bersiap-siap untuk kembali ke dorm.


"hyung apa perlu aku membangunkannya sebelum kita pergi ?"


"tidak usah biarkan dia istirahat,tulis saja pesan nanti saat bangun dia bisa membacanya"


j-hope pun setuju dengan ide Hyung tertua member bangtan itu dan menulis surat kecil agar saat yoongi bangun dia bisa membacanya.


****


Jam menunjukkan pukul 09.30, yoongi yang baru bangun langsung mencuci wajah tampannya dan melihat ada susu pisang dan secarik kertas.


'Hyung susu pisang ini dari jungkook.Kami akan kembali setelah latihan tolong jaga bahumu agar tidak cedera selama kami tidak ada {j-hope}'


"cihh...aku tahu itu hobi" gumam yoongi langsung meminum susu pisang itu sampai habis hanya dalam sekali tegukan.


Mengingat janjinya semalam dengan perawat yoongi pun mengunjungi kamar anak untuk menemui anak kecil itu.


Saat ia membuka pintu beberapa anak melihatnya ketakutan dan bersembunyi.Itu karena melihat wajah yoongi yang pucat seperti vampir di tambah bekas luka di wajahnya,


"tenanglah anak-anak aku bukan monster.Perkenalkan...aku ahjussi min yoongi teman baru kalian" ucapnya sambil melambaikan tangan dan memberikan gummy smile ciri khasnya.


Satu persatu anak-anak menghampiri yoongi dan mencubit pipi yoongi yang tembem.Walaupun sakit akibat cubitan anak-anak itu yoongi tetap menjadi pria yang cool.Saat tengah asik bermain dengan anak-anak,yoongi melihat satu anak yang masih tertidur di atas ranjang dan menghampirinya,


"ahjussi dari tadi kami menciba membangunkannya tapi dia tidak mau bangun katanya ia ingin tidur saja"


"benarkah ? kalau begitu biar ahjussi yang bangunkan"


Namun saat yoongi menyentuh tangan anak itu,tubuhnya sudah dingin dan kaku.


"apakah hanya perasaanku saja atau memang anak ini sudah meninggal?" pikir yoongi.


Karena masih merasa tak percaya ia mencoba menemukan detak nadi anak itu bukan hanya itu saja yoongi mendekatkan telinganya ke dada anak itu untuk mendengar suara jantungnya tapi sayangnya ia tak mendengarkan apapun.


wajah yoongi yang awalnya ceria mendadak berubah tegang,ia langsung berlari ke ruang perawat untuk memberi kabar tanpa memedulikan bahunya yang masih sakit. Segera semua perawat yang berjaga berdatangan ke kamar anak untuk memeriksa lebih lanjut kondisi anak itu.


"bagaimana ? aku salahkan?"


"maaf dia sudah tiada"


Deg.


seketika yoongi meneteskan air matanya.Dia berharap bisa membuat anak kecil itu bahagia selama ia di rawat di rumah sakit ini namun hasilnya ia tak bisa berbuat apa-apa karena anak itu sudah tiada.


Tak lama keluarga dan orang tua anak itu datang membawa pulang jenazah anak mereka.Sementara yoongi kembali ke kamarnya agar publik tak tahu bahwa ia juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan anak itu,yoongi hanya bisa melihat peti jenazah anak itu di bawa ke mobil lewat jendela kamarnya yang berada di lantai 2 gedung itu.


tok...tok...


"masuklah pintunya tidak terkunci" ucap yoongi kembali duduk di ranjangnya,


"ini untukmu tuan" ujar perawat memberikan boneka dari anak itu,


"apa maksudmu ? kenapa kau memberikannya padaku? ini kenangan dari anak itu dan keluarganya lebih berhak bukan aku"


"tapi tuan,anak itu memintaku menyimpannya dan dia bilang saat kau pulang nanti aku baru memberikannya tapi ku rasa butuh waktu lama jadi ku putuskan hari ini saja.Tolong ambillah"


"baiklah"


"katanya kau akan menjadi fans pertamanya dan di boneka itu dia sudah menandatanganinya"


"oh benarkah ? Cute..."


Yoongi tampak senang hadiah dari anak itu.Walaupun ia tak tahu nama anak itu namun ia percaya anak itu sama seperti dirinya.Saat tengah mengotak-atik dan meremas bonekanya karena lucu tiba-tiba gulungan kertas jatuh dri tubuh boneka itu.Karena penasaran Yoongi pun mengambilnya dan membukanya,


'oppa...jika nanti kau menemukan wanita cantik tolong lamar dia dengan boneka ini agar aku bisa menceritakan kisah cintamu pada tuhan.Tolong rawat bonekaku ini namanya minmin'


"aku bukan pria gila yang akan melamarnya dengan bonekamu" gumam yoongi tersipu malu melihat pesan terakhir dari anak itu.Setelah selesai membaca ia pun merapikan kertas itu dan menyimpannya di silikon ponselnya agar ia tak lupa pesab terakhir anak itu.


*****


Hari pun berlalu begitu cepat, yoongi sudah di izinkan pulang namun sayangnya teman-teman membernya tak bisa menjemput dirinya karena tengah berada di acara penghargaan dan lagi-lagi ia harus di pertemukan dengan anak pembuat onar siapa lagi kalau bukan yeonjun.Staff agensi meminta yeonjun untuk menjemput yoongi karena hanya dia artis agensi yang tidak terlalu sibuk dengan jadwalnya di tambah lagi agensi akan sedikit tenang karena kepergiannya walau hanya beberapa jam saja.


Menuju perjalanan pulang ke dorm bangtan,Yeonjun tampaknya tak berhenti komat-komit membahas sesuatu namun sayangnya ia hanya di balas dingin 'hmm,oh,iya' oleh yoongi.


"yeonjun bisa kau bawa aku ke pemakaman ?"


"untuk apa kak?"


"tidak usah banyak tanya bawa saja aku ke sana"


"baiklah"


Yoongi berpikir untuk menemui makam anak yang memberinya boneka itu hanya sekedar berterima kasih dan mendoakan saja.Sebelum ia keluar dari rumah sakit,yoongi sempat bertanya ke salah satu perawat dimana anak itu di makamkan agar suatu waktu ia bisa mengunjungi makam anak itu.


Dengan pakaian serba hitam dan tertutup yoongi berjalan mencari letak makam anak itu.Karena penasaran yeonjun mengikuti langkah yoongi,


"jika kau mau ikut denganku maka pakailah masker dan topi agar tak seorang pun tahu kita idol"


"iya kakak aku sudah pakai lengkap lagi"


Yoongi pun menemukan makam anak itu dan langsung memanjatkan doa di depan makam.Karena tak ingin mengganggu,yeonjun hanya melihatnya dari jarak jauh sembari memperhatikan sekitar jikalau ada para wartawan penguntit.


*****


Mobil yeonjun pun kembali melaju ke jalanan yang ramai menuju kompleks apartemen mewah.


"apa kau tidak mau bertanya makam siapa yang aku kunjungi tadi yeonjun?"


"aku penasaran sih kak tapi jika itu privasimu aku bisa apa"


"itu bukan privasi ku bodoh karena dia bukan keluargaku"


"lantas makam siapa yang kau kunjungi tadi kak?"


"Dia seorang anak kecil yang ku temui di malam pertama aku di rawat di rumah sakit itu.Sayangnya umurnya tak bisa selama kau ataupun aku"


"kenapa begitu kak?"


"dia terkena kanker stadium akhir dan malam itu aku menjadi orang pertama yang memberinya semangat hidup tapi sayangnya itu semua terlambat,kanker mengambil nyawanya"


"oh jadi itulah alasanmu datang ke makamnya hanya untuk mengucapkan selamat tinggal padanya begitu kah?"


"bisa di bilang begitu dan kau tahu dia memberiku sebuah boneka dan menandatanginya katanya aku adalah fans pertamanya"


"benarkah? wow baru kali ini aku melihat seorang idol di beri tanda tangan oleh fans.Menurutku Simpanlah boneka itu kak jadi saat kau punya anak nanti kau bisa pamer"


"Tidak usah menunggu lama setelah aku menikah nanti saat semua member pulang aku bisa pamer ke mereka.Oh iya tolong kau berhenti sebentar di toko furniture aku mau membeli lemari kecil pajangan kaca agar bonekanya bisa awet"


"baik kak"


Yeonjun pun mengalihkan mobilnya ke jalur kiri dan menembus laju mobilnya ke distrik yang penuh dengan deretan toko-toko keperluan sehari-hari.