Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 20



...hanya gumpalan es putih yang tampak memenuhi jalan memberi rasa dingin yang mencekam hebat hingga ke tulang rusuk,...


...langkah demi langkah terasa begitu berat hingga rasanya puluhan rantai melilit bak ular yang akan memangsa,...


......Salah jika aku mencintainya ?......


...apakah ini hal yang wajar ?...


...Aku menjaga ribuan bunga agar tetap utuh tapi sayangnya aku lupa jika saat ini hatiku yang menjadi tumbalnya....


***Tap.


Tap.


Tap.


pagi..


pagi...


hai***...


langkah yang sangat bersemangat memberi sapaan hangat di pagi hari untuk semua orang yang ia temui saat pria bertubuh jangkung itu keluar dari mobil kesayangan miliknya.Dengan melangkah menyusuri koridor yang mulai ramai ia akhirnya memberhentikan langkahnya di sebuah meja kerja yang lumayan berantakan,


"Loh kok dia tidak ada ?"


Begitulah kekecewaan yeonjun setelah melihat meja aeri yang kosong.Hanya ada beberapa berkas yang berserakan dan layar komputer yang masih menyala juga tak lupa tas wanita di kursi.


"permisi noona,dimana aeri ? bukankah kemarin dia lembur " tanya yeonjun yang masih setia menggenggam dua gelas kopi americano kesukaan aeri.


"aku tidak tahu oppa.Saat aku tiba aeri memang sudah tidak ada di meja kerjanya mungkin dia beristirahat di ruang latihan yang tak terpakai"


"Ku pikir tidak ada ruang latihan yang kosong bulan ini karena bangtan sunbae sudah pulang dari konser tour mereka"


"astaga kau ini... kau lupa atau benar-benar bodoh sih ? gedung agensi ini punya banyak ruangan yang belum di kelola mungkin aeri ada di salah satu ruangan itu hanya untuk beristirahat sejenak"


"kau benar,bisa kau tunjukkan ruangan mana saja itu noona ?"


"tentu ayo ikut aku"


Beberapa menit kemudian,yeonjun keluar dari ruangan dan terlihat memperhatikan beberapa tanda yang sudah di tandai oleh seorang staff yang ia ajak bicara tadi namun langkahnya terhenti tepat di depan meja kerja aeri.


Dengan sedikit penataan dan beberapa lembar di susun kembali dalam map akhirnya yeonjun berhasil membersihkan kekacauan di meja aeri.Menulis secarik pesan dan menaruh segelas kopi americano jika aeri lebih dulu sampai di meja kerjanya tanpa bertemu dirinya.


"baiklah gedung ini punya 19 lantai di atas tanah dan 7 di bawah tanah.Aku hanya punya waktu 2 jam sebelum aku latihan,baiklah yeonjun kemampuan jiwa atletmu akan di uji hari ini,ku harap wanita itu masih di gedung ini" ujar yeonjun memberi semangat pada dirinya.


Entah mengapa hari ini yeonjun sangat ingin mendapatkan perhatian dari aeri sebelum ia menjalani aktifitasnya menjadi seorang idol agensi apalagu ia baru sembuh dari demamnya kemarin.Ya,semenjak kejadian mabuk aeri hubungan antara aeri dan yeonjun sangat dekat.


Tiap pagi yeonjun akan mampir ke meja kerja aeri lalu memberikannya secangkir kopi americano atau coklat panas dan balasannya adalah belaian lembut surainya dengan ucapan terima kasih yang manis.Entah mengapa yeonjun lebih senang jika aeri memperlakukannya seperti anak berusia 8 tahun yang butuh pelukan hangat.


Sikap membuat onarnya pun mulai sedikit demi sedikit menghilang akibat ia sibuk mengekori kemana pun aeri pergi,aeri pun juga tak keberatan jika harus membantu agensi untuk mengurus yeonjun yang notabennya artis agensi yang sangat keras kepala.Jadi,saat semenit saja ia tak melihat aeri mungkin dia akan kembali menjadi yeonjun yang pengacau dan pembuat onar menjadikan agensi taman bermain baginya.


"sial aku menyerah !!!, gedung ini terlalu besar untuk ku kelilingi seorang diri.Astaga biasanya jika main kejar-kejaran bersama noona aku tidak akan selelah ini,apa ini mungkin efek aku demam kemarin ?"ujar yeonjun mendongak menatap langit-langit gedung agensi agar mendapatkan pasokan oksigen yang mulai menipis di paru-parunya,


"jika aku teruskan aku bisa jatuh pingsan.astaga yeonjun malangnya nasibmu jika kau harus terkulai lemas seperti orang idiot di sini.Sebaiknya aku pergi sebelum benar-benar jatuh " ucapnya sambil memegang dinding agar ia sanggup menopang dirinya sendiri untuk berjalan.


Langkah demi langkah ia jalani benar-benar sendiri tanpa pertolongan siapapun.Karena jika ada staff yang mau menolongnya ia akan menolaknya mentah-mentah


"aku yeonjun traniee terbaik milik agensi,aku kuat jalan sendiri.Tenang saja aku akan baik-baik saja selama kalian tidak menolongku"


Begitulah sikap angkuh yeonjun saat tawaran beberapa staff mencoba membopong tubuhnya ke tempat tujuan yang di inginkan yeonjun sendiri tapi bukan yeonjun namanya kalo dia tidak keras kepala.


Dengan bibir yang mulai pucat,mata yang mulai sayu yang di paksa terbuka dan keringat yang bercucuran dengan sangat deras hingga membasahi mantel musim dingin yang tebal.Yeonjun tetap nekat berjalan menuju tempat latihannya.


Hingga langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok wanita yang ia cari dari tadi.Benar,itu aeri yang baru saja keluar dari genius lab milik yoongi.Ia tampak membungkuk hormat dengan wajah yang tampak sedikit canggung melihat yoongi yang berada di ujung pintu ruangannya itu.


"Noonaa..." teriak yeonjun menghampiri aeri yang kaget melihat tubuh yeonjun mendekatinya,


Bruk.


Akhirnya pertahanan yeonjun pun runtuh,ia jatuh sebelum ia berhasil menggapai tangan aeri.Yoongi dan aeri yang melihat yeonjun terjatuh di hadapan mereka dan sedang tak sadarkan diri langsung dibuatnya cemas,


"astaga badannya panas tapi dia mengigil"


"dia demam,bantu aku kita ke rumah sakit sekarang"


"baik"


Staff yang melihat kejadian itu dari jauh langsung mendekat dan menghujani aeri dan yoongi beberapa pertanyaan.


"jangan bertanya siapkan mobil cepat dan minta agensi untuk membuat wartawan agar tutup mulut sebelum ada informasi resmi dari dokter tentang keadaan yeonjun"


"baik sunbae !!!" ujar staff serentak dan langsung mengerjakan perintah yang di katakan yoongi.


*****


"bagaimana dok tentang yeonjun ?" tanya Bang PD-nim yang cemas,


"dia baik-baik saja hanya saja sistem imunnya sedang memburuk.Dia hanya perlu istirahat total dan mengurangi aktifitas berat untuk jangka waktu yang singkat"


"syukurlah kalau begitu"


"dan satu hal lagi tolong jangan buat dia cemas asmanya akan berbahaya baginya jika dia stress"


Deg.


Asma ? yeonjun tak pernah memberitahu siapapun di agensi tentang asma yang ia derita bahkan yoongi tampak sangat terkejut mendengar juniornya itu mengidap penyakit.Walaupun tak berbahaya seperti kanker namun asma juga tak jarang menyebabkan kematian.


"apa bisa kami jenguk sekarang" sambung lisa yang juga berada di rumah sakit menemani Bang PD-nim,


"ya tentu silahkan tapi PD-nim bisakah kita bicara empat mata ? ini perihal kondisi yeonjun yang akan di publikasikan untuk menjadi asupan publik"


"ya baiklah,yoongi tolong jaga adikmu itu untukku"


"Nee..PD-nim"


Lisa,aeri,dan yoongi pun masuk ke kamar rawat yeonjun.Pria jangkung itu masih terlihat menutup matanya dengan beberapa selang yang menancap di hidung mancungnya dan juga selang infus yang mengitari tangannya.


"Lisa tolong kau bawa aeri mengganti pakaiannya.Sepertinya wanita itu juga perlu istirahat sejenak" bisik yoongi ke lisa yang berdiri tepat di sampingnya,


Awalnya lisa ingin menolak perintah yoongi itu tapi saat ia memperhatikan setiap inci dari pakaian aeri yang sedikit berantakan mengharuskannya mengiyakan permintaan artis agensinya itu.Lisa pun pergi nengajak aeri ke butik terdekat untuk membelikan baju ganti yang pas dan cocok untuk menemani Bang PD-nim memantau konfrensi pers yang akan di lakukan pihak rumah sakit perihal kesehatan yeonjun.


Semantara yoongi tetap duduk di samping ranjang yeonjun yang masih menutup mata.


"Dasar anak ingusan,kau tau jika kau sakit kenapa masih keras kepala untuk datang di agensi hah? ayo bangun aku tahu kau tidak tidur" ucap yoongi menatap dingin yeonjun yang terbaring lemah,


Yeonjun masih belum membuka matanya.Pria itu masih dengan posisi yang sama tanpa berubah sedikit pun.


"jika kau ingin tidur terus maka tidurlah akan ku siapkan peti mati mu di agensi nanti "ancam yoongi dan ingin melangkah pergi.


"sunbae...." lirih yeonjun menghentikan langkah yoongi yang sudah di ujung pintu,


yeonjun pun membuka matanya tampak pria itu menimbun airmatanya di kelopak matanya yang siap turun kapanpun.


"akhirnya kau bangun juga"


"Mianhae,maaf sudah membuat kalian khawatir"


"kau pikir aku akan memaafkanmu begitu saja hah ? Dasar anak cengeng berhentilah menangis dan berwibawalah seperti ini adalah agensi"


"mianhae sunbae..."


"baiklah aku akan memaafkanmu tapi kau harus berjanji padaku agar kau tak akan mengulangi kesalahan yang sama.Berhenti menutupi kondisimu dan terlihat baik-baik saja di depan semua orang apalagi para fansmu"


"tapi sunbae,mereka mengenalku karena sifat konyolku bukan lukaku.Jadi ku pikir...."


"kau pikir kau akan berhasil mengelabuiku dan orang-orang yang menyayangimu seperti kau tak punya sakit sedikit pun,begitu ?"


"bukan begitu sunbae hanya saja..."


yoongi memutar bola matanya malas dan langsung menggenggam tangan yeonjun yang terbalut infus dengan penuh kehangatan.


"Sesekali jadilah orang egois untuk menyenangkan dirimu sendiri.Kau boleh terlihat kuat namun semua orang harus tahu bahwa kau punya sisi lemah yang juga mereka harus sayangi dan ketahui.Jika kau tampakkan di orang yang tepat maka bukan kebencian yang tercipta malahan rasa sayang yang tak akan ada duanya di dunia ini,mengerti ?"


karena mengerti ucapan seniornya itu,yeonjun mengangguk perlahan dan membuka tangannya bersiap pelukan hangat yang akan di dapatkan dari seorang min yoongi dan benar yoongi dengan sedikit senyuman ala gummy smile miliknya memeluk tubuh yeonjun dan mengusap punggung anak itu agar terasa lebih baik.


"Gomawo sunbae selalu ada untukku" lirih yeonjun sambil menutup matanya menikmati belaian surai yoongi tapi sayangnya ia tahu belaian itu bukan dari yoongi melainkan,


"Aeri !!!!" ujar yeonjun menatap dengan semangat aeri yang berada di sampingnya.


Yeonjun sudah sangat hafal belaian lembut dari aeri yang bisa menenangkan pikirannya dalam hitungan detik saja.


"kau di sini juga ? dan kau juga noona lisa?"


"heh pelan-pelan kalau kau ngomong yeonjun ini rumah sakit dan kau sedang sakit maka bertindaklah seperti orang sakit pada umumnya" kesal yoongi yang mulai kembali duduk di kursinya,


"tapi sunbae bukankah kau memintaku tadi untuk berwibawa seperti di agensi ? jadi inilah yang ku lakukan sekarang"


"benarkah aku sudah lupa ?"


Yeonjun dengan sangat sumringah duduk di atas kasurnya menemani lisa dan aeri mengobrol sementara yoongi sibuk dengan dunianya sendiri dan tak lupa juga ponsel miliknya.


Tak beberapa lama Bang PD-nim datang dan mencoba memberi semangat pada artis agensinya itu sebelum pergi meninggalkan yeonjun dan yoongi seorang diri di ruangan rawat yeonjun.


Saat TV di kamar itu menyala,dengan seksama yoongi memperhatikan layar kaca itu menampilkan dokter yang menangani yeonjun buka suara perihal kesehatan yeonjun yang di deritanya.