Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 36



Sepekan pun berlalu begitu cepat, Yoongi pun kembali ke seoul dengan membawa beberapa jajanan untuk member bangtan tak terkecuali juga untuk yeonjun.


sejak pagi tadi mobil agensi sudah menjemputnya dan butuh waktu 4 jam lebih untuk sampai ke seoul.Saat tiba di dorm para member bangtan dengan sanhat hangat menyambut kedatangan yoongi.


"hyung kau sangat lama di daegu tahu " ujar taehyung sambil memanyunkan bibirnya,


"maaf di sana aku perlu mengunjungi kerabatku makanya butuh sepekan baru aku kemari" ujar yoongi membuka kopernya sambil mengeluarkan beberapa oleh-oleh yang di belinya di perjalanan tadi.


"ini sebagai ucapan maafku tae" tambah yoongi menyodorkan sebungkus ramyeon ke taehyung.


Dengan kilat taehyung langsung mengambilnya dari tangan yoongi dan membalasnya dengan box smile ciri khasnya.


"wah yoongi kau curang hanya taehyung saja yang kau berikan ? lalu kau dan yang lainnya ?" tanya jin yang mulai pundung.


"tenang hyung ibuku sudah memasak makanan kesukaan kalian tinggal lihat saja nama kalian yang tertulis di setiap paket" ujar yoongi membuka koper yang lainnya.


Bukan hanya kali ini yoongi selalu membawa pulang jajanan yang banyak untuk member bangtan tapi setiap kali yoongi kembali ke daegu rasanya ia akan merasa aneh jika tak membawa pulang 2 atau 3 koper yang berisi makanan yang di masak ibunya langsung untuk mereka dan juga beberapa jajanan yang di belinya.


Member bangtan sangat senang mendapat makanan dari ibu yoongi.Segera mereka membukanya dan langsung menghabiskannya detik itu juga.


"kau tidak makan hyung ?" tanya namjoon,


"tidak nanti saja, aku perlu membawa oleh-oleh ini untuk yeonjun" ujar yoongi menyimpan beberapa makanan ke dalam sebuah tas.


"sekarang ? apa kau tidak lelah hyung ?" sahut jungkook yang fokus dengan mie instan cupnya,


"tentu tidak,aku perlu mandi baru ke sana" jawab yoongi berdiri dan langsung masuk ke dalam kamarnya dengan membawa 1 koper yang berisi bajunya.


Saat ia berada di dalam kamarnya, Yoongi membuka koper miliknya.Ternyata ada sebuket bunga di atas tumpukan bajunya.


aku harap aku bisa menemuinya dan menyatakan perasaanku.


Setelah selesai mengatur baju miliknya kembali ke dalam lemarinya, yoongi dengan segera mengambil handuk dan masuk ke dalam mandi untuk menyegarkan dirinya.


Tak butuh waktu sejam yoongi sudah berada di depan cermin memperbaiki tatanan rambutnya yang berantakan karena selesai keramas.Setelah merasa penampilannya sudah baik, yoongi membuka pintu kamarnya yang sebelumnya ia kunci serta tak lupa membawa tas yang berisi bunga untuk aeri.


"daebak,hyung kau terlihat sangat tampan" puji jimin yang baru keluar dari dapur,


"hentikan pujianmu itu aku tidak punya uang receh" ujar yoongi berlalu pergi meninggalkan jimin,


"kalau begitu blackcardmu saja hyung juga tak masalah hihihi"


"itu sudah limit"


"sejak kapan blackcard ada limitnya hyung ?"


"sejak kau di lahirkan dan masuk bangtan, sudahlah aku harus pergi"


"kau mau kemana hyung ?"


"agensi menemui Bang PD-nim dan yeonjun"


"boleh tapi kau pakai mobil sendiri"


"kenapa tidak boleh naik mobil bersamamu ?"


Seketika yoongi menghentikan langkahnya dan terdiam.Ia harus memikirkan sesuatu agar jimin berhenti bertanya dan juga tidak mengikutinya kemana ia akan pergi.Memang benar yoongi akan pergi ke agensi tapi sebelum itu ia berniat mengunjungi rumah aeri untuk mengajaknya berkencan.


Sebuah ide muncul di otak genius yoongi saat tak sengaja matanya tertuju ke foto jungkook yang terpajang di dinding dorm mereka.


"Jimin bukankah lusa adalah hari ulang tahun jungkook ? apa kau tidak punya kejutan untuk maknae kita ?"


"astaga aku hampir lupa,terima kasih hyung sudah mengingatkanku.Aku harus segera memberitahu jin hyung"


"cepatlah siapkan kejutan agar maknae kita tidak sedih"


"itu pasti hyung,oh iya hyung setelah kembali dari agensi tolong mampirlah ke toko furniture untuk membelikan perlengkapan ulang tahun"


"baiklah aku akan mengaturnya"


"oh iya kalau bisa hyung pesankan kue ulang tahun untuk jungkook dan minta noona IU untuk menandatanganinya"


"kau yang harus melakukannya hyung karena kau pernah berkolaborasi dengan wanita impian jungkook itu.Maknae kita pasti suka jika kau punya tandatangan idolanya"


"merepotkan"


"aku harap itu jawaban iya hyung,aku percayakan kue dan furniturenya ke kau hyung"


"araseo"


"baiklah aku pergi dulu hyung banyak yang ingin ku bahas dengan member lainnya"


Setelah jimin berlari menuju kamar jin, yoongi segera pergi meninggalkan dorm sebelum yang lainnya berdatangan menghentikan langkahnya.Yoongi sangat tahu perilaku member bangtan jika sudah makan terlalu banyak maka tempat yang paling adalah di atas kasur.


Jadi bisa di simpulkan bahwa mereka semua berada di kamar mereka masing-masing menikmati mimpi indah dengan kasur lembut dorm yang hangat.


Dengan mobil mewahnya yang telah lama di simpan di bagasi dorm, yoongi menbawa mobilnya menuju rumah pujaan hatinya itu.


Ckitttt....


Yoongi mengerem mobilnya dengan tiba-tiba setelah melihat dari kejauhan aeri masuk ke dalam mobil bersama seorang pria di sampingnya.


Yoongi sangat bisa melihat dengan jelas perlakuan lembut pria itu menuntun aeri masuk ke dalam mobilnya.Sakit ? tentu saja saat ini hati yoongi tidak dalam keadaan baik.


Karena tak ingin larut dengan emosinya yang sangat ini mengebu-gebu dalam dirinya, Yoongi kembali menyalakan mesin mobilnya dan membawa mobil itu pergi menjauh.


sepanjang perjalanan mata yoongi memerah dan tangannya terus mengepal hebat stir mobil untuk melampiaskan segala kekesalannya.


Beberapa menit kemudian,ia pun sampai di agensi.Segera ia melangkah masuk dan menemui yeonjun yang sibuk dengan latihannya.


Yeonjun ada di sini itu berarti yang tadi ku lihat bukanlah yeonjun tapi siapa ? apakah keluarganya ataukah....


Yoongi mengacak-acak surainya, ia benar-benar pusing dengan pikiran yang memenuhi otaknya itu.


Hari ini rencananya benar-benar hancur,ia sudah menyusunnya sedetail mungkin agar aeri bisa nyaman dan dapat menerimanya tapi sayangnya semua sirna ketika melihat aeri bersama pria lain.


"wah sunbae kapan kau datang ?" tanya yeonjun yang datang dan duduk di samping yoongi,


"tadi siang ahh ini untukmu dari daegu hanya sedikit makanan yang bisa ku bawa pulang untu oleh-oleh" ujar yoongi menutupi kekacauan yang berada di pikirannya,


"wah benarkah ? gomawo sunbae.Kau memang senior terthe best"



"tidak usah memujiku,ini sudah semua tidak ada tambahan"


"oh ketahuan yah hihihi"


"baiklah habiskan aku harus pergi ke ruangan Bang PD-nim sekarang dan jangan lupa bagikan juga ke noona staffmu"


"siap sunbae-nim"


Setelah memberikan pelukan hangat ke yoenjun, yoongi pun pergi melangkah menuju ruangan Bang PD-nim untuk memberikannya juga oleh-oleh dari daegu.


Langkahnya terhenti saat tak sengaja yoongi mendengar percakapan beberapa staff agensi yang merupakan rekan kerja aeri.


"astaga aku turut bahagia jika aeri akan menikah"


"iya katanya dia akan menikah dengan seorang dokter temannya sekolahnya dulu"


"kapan mereka akan menikah ?"


"entahlah yang ku tahu aeri sudah mengundurkan dirinya dari agensi dan laporannya sudah masuk ke eonni lisa"


"yahh...itu berarti kita harus menunggu kabar baik itu datang"


"kau benar semoga saja secepatnya"


Begitulah kira-kira percakapan mereka yang di tangkap oleh indera pendengaran yoongi.Mereka benar-benar tidak tahu bahwa yoongi sudah menguping pembicaraan mereka karena saat ini yoongi bersembunyi di balik tembok sambil memandang hampa lantai yang di pijaknya.


Bagai ribuan pisau yang tertancap langsung ke dada yoongi,Apakah dia harus mengikhlaskan cintanya di ambil orang ? ataukah memperjuangkannya tapi bagaimana jika aeri tetap memilih pria yang menjadi teman lamanya itu ? Sanggup kah yoongi menerima kenyataan itu ?