
...Masa tak akan lekang oleh waktu ataupun sebuah kenangan...
...Tapi masa sesungguhnya akan hilang oleh perasaan yang kita buat sendiri...
...Jangan berharap waktu akan berputar kembali karena waktu selalu melihat ke depan bukan ke belakang...
...Apapun yang kau lalui hingga sampai ke titik ini maka simpanlah dalam memorimu...
...karena percayalah akan ada masa dimana seseorang akan datang menanyakan kisah kelammu dulu....
Kini namjoon kembali ke rumah sakit tempat aeri di rawat.Namun kali ini ia sendiri tanpa bodyguard ataupun yeonjun yang menemani dirinya.
Mengenakan pakaian serba hitam dan tertutup, Namjoon berjalan keluar dari mobil Porsche setelah memarkir mobil merah tua itu yang sengaja ia sewa untuk datang kemari.Namjoon memilih menghamburkan uangnya untuk menyewa mobil agar wartawan penguntit dan agensi tak bisa melacak keberadaannya sekarang dan Sebelum datang ke rumah sakit, namjoon sengaja meninggalkan ponselnya di dorm dan membeli pakaian baru yang tidak bermerek untuk mengelabui semua orang termasuk member bangtan.
Entah apa yang di pikirkan namjoon kali ini tapi leader bangtan malam ini tampak seperti buronan.Setelah menanyakan kamar rawat aeri namjoon menunduk hormat lalu melanjutkan langkah kakinya menyusuri koridor rumah sakit yang tampak sepi.
Sesekali ia memperbaiki posisi topi dan maskernya agar wajahnya sempurna tertutup dan tidak tertangkap kamera CCTV rumah sakit.
Setelah dia naik lift akhirnya ia sampai di depan ruang VVIP tempat Aeri dirawat.Tanpa basa-basi dia mengetuk dan mendorong pintu agar terbuka.Awalnya aeri sangat terkejut dan takut dengan penampilan namjoon namun setelah namjoon mengeluarkan suaranya dan membuka penyamarannya aeri pun tersenyum dan menyambut namjoon.
"kau tidak melupakanku kan ?"tanya namjoon,
"tidak,aku mengingatmu dan juga pria yang memelukku di taman 3 hari yang lalu" jawab aeri.
Ya,kejadian yeonjun dan namjoon datang ke rumah sakit sudah berlalu 3 hari namun bagi namjoon itu terjadi baru kemarin.
"baiklah aku datang ke sini hanya untuk menjengukmu dan bertanya beberapa hal.Apakah bisa ?"
"tentu tanyakan saja pertanyaan yang sedang berputar-putar di benakmu itu"
Namjoon memejamkan matanya lalu menarik nafas dengan dalam dan menghembuskannya dengan kasar.Dia tak tahu harus mulai darimana untuk mengajukan pertanyaan karena di lihat dari kondisi aeri saat ini sangat tidak mungkin untuk membombardirnya dengan pertanyaan sensitif.
"ada apa ? kenapa kau diam ? kau sakit ?"
"tidak,aku baik-baik saja"
Namjoon merogoh saku celananya dan mengeluarkan 2 photocard.
"apa kau mengenal mereka ?"
Namjoon menatap aeri sangat lama hingga rasanya hatinya meleleh melihat kecantikan alami yang terpancar dari wanita itu.Dengan cepat ia tersadar dan menampar dirinya sendiri.
Sadarlah bodoh,wanita ini cacat dan kau adalah kim namjoon pangeran ARMY. Jangan kecewakan mereka apalagi membuat hati mereka patah - batin namjoon.
Karena tak ingin bergulat dengan perasaan aneh yang bermain di hatinya.Namjoon berdiri dari tempat duduknya lalu membuka mantel serta jas lalu menaruhnya di atas sofa menyisahkan kemeja berwarna putih serta celana panjang berwarna hitam yang ia gunakan sekarang.
Anehnya namjoon merasa ruang rawat aeri sangat panas hingga membuatnya berkeringan berlebihan dan tentu saja membuat kemeja yang ia pakai sedikit basah.
Tak ingin terlihat canggung di depan aeri,namjoon kembali duduk dan mengabaikan kondisinya saat ini.
"bagaimana apa kau ingat mereka ?"tanya namjoon mencoba membersihkan sisa keringatnya dengan tisu,
"tidak aku tidak mengenal mereka"
"sama sekali ?"
"iya aku tidak tahu"
Namjoon terkejut.Bisa-bisanya aeri tak mengenal foto bangtan dan yoongi di photocard yang ia berikan.Zaman sekarang wanita mana yang tidak mengenal kepopuleran bangtan ? bagaimana bisa aeri melupakan kehebatan yoongi memproduser puluhan lagu yang sangat dikenal di penjuru dunia ?
"dengar aeri aku tidak tahu apa yang terkadi padamu selama kau menghilang dari agensi tapi perlu kau tahu ada seseorang yang merindukan keberadaanmu di agensi"
"siapa ? pria yang memelukku di taman waktu itu ?"
"tidak bukan dia tapi hyungku.Mungkin aku sedikit lancang tapi perlu kau ingat saat kau bekerja bersama kami dulu..."
Namjoon menggantung ucapannya dan Mendekati aeri hingga bibirnya menyentuh surai aeri.
"kau sudah pernah tidur dengan 2 pria berbedasekaligus dan kau pernah di cium oleh pria bernama Min Yoongi bukan sekali tapi 2 kali"
Deg.
aeri membeku seperti tersambar petir pikirannya mulai kacau.Tubuhnya mulai sesak dan entah mengapa sebuah klise sedang berputar dalam benaknya menampilkan kejadian asing yang membuat kepalanya akan pecah sebentar lagi.
Namjoon tahu seharusnya ia tak mengatakan hal itu tapi mau bagaimana lagi ia sangat muak jika harus menyembunyikan fakta bahwa hyungnya menyukai gadis tunarungu ini.
Memang yoongi tak pernah membahas soal wanita yang ia sukai ke member lain secara langsung tapi karena namjoon seorang leader group mereka cepat atau lambat rahasia kecil maupun besar pasti akan namjoon ketahui dan jangan lupakan IQ 148 yang namjoon miliki cukup membuatnya cepat memahami segala sesuatu walau di sembunyikan serapat mungkin.
"minumlah dan istirahatlah.Jangan paksakan otakmu untuk bekerja" ujar namjoon memberikan segelas air lalu duduk menjauh dari aeri,
"tolong jangan mengusirku karena aku akan pulang setelah melihatmu tidur" tambah namjoon.
Aeri hanya terdiam setelah meminum habis gelas yang diberikan namjoon tadi sementara namjoon yang duduk di sofa terus menatap aeri dari kejauhan tanpa berkedip sekali pun.Apa masih perlu aku membantunya kembali mengingat semuanya ?
Namjoon kembali menghampiri aeri namun kali ini pria itu mengambil gelas di dalam genggaman aeri.Dengan senyuman dimplenya ia mengelus lembut surai wanita itu agar merasa nyaman di dekatanya.
"tidurlah dan tolong jangan terlalu pikirkan apapun yang ku katakan tadi.Pejamkan matamu dan bermimpilah yang indah" lirih namjoon,
Aeri mengangguk setelah menatap mata namjoon cukup lama.Wanita itu menbaringkan tubuhnya ke kasur lembut miliknya dan mencoba menghanyutkan pikirannya dalam bunga mimpi.
Namjoon terus mengelus surai aeri hingga akhirnya wanita itu pun menutup matanya dan terlelap.Setelah merasa aeri sudah tidur dengan pulas,namjoon memperbaiki posisi selimut wanita itu dan melangkah dengan pelan membawa mantel serta jas keluar dari kamar aeri.
Untung saja lorong rumah sakit sepi jadilah namjoon mengenakan kembali penyamarannya di lorong itu walau tak serapi saat datang.Dengan bergegas ia keliar dari rumah sakit itu dengan harapan CCTV tak bisa mengenalinya.
Karena terburu-buru tak sengaja ia menabrak seorang dokter dan menghamburkan barang bawaan dokter itu.
"maaf aku benar-benar tak sengaja" ujar namjoon memunguti barang bawaan dokter,
"tak apa bukan kau yang salah tapi aku yang kurang hati-hati" ucap dokter itu.
Setelah selesai membantu dokter itu,namjoon mendongak melihat wajah dokter itu.
Ya,wajah yang sama dengan wajah dokter yang bersama aeri 3 hari yang lalu.Dengan cepat namjoon memperhatikan papan nama dokter itu yang berada tepat di sisi kanan jas putih yang ia kenakan agar nantinya ia bisa mencari tahu deskripsi identitas dokter itu.
Na jaemin,semoga saja kau orang baik dan tidak seperti yang ku pikirkan saat ini.
Jaemin tidak sedikit pun tampak curiga dengan namjoon walaupun pria itu mengenakan pakaian tertutup malahan dengan sopan jaemin menunduk lalu pamit membawa barang bawaannya pergi.
Sementara namjoon kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat parkir mobil yang ia sewa namin baru beberapa langkah fokusnya teralihkan dengan selembar kertas di jalan.
Mungkin kertas itu berasal dari barang yang di bawa dokter tadi yang tidak sengaja tertiup angin - pikir namjoon.
Dengan segera namjoon memungutnya namun saat ingin menyusul langkah jaemin.Namjoon sempat membaca kertas itu yang ternyata kertas hasil laporan aeri.
Tangan namjoon sedikit gemetar dan entah kenapa rasa cemas mulai menyelimutinya.Entah apa yang tertulis di kertas itu tapi melihat wajah namjoon yang berubah membuat siapa saja akan merasa cemas seketika.Namjoon menghentikan langkahnya untuk menyusul jaemin dan beralih menuju parkiran untuk membawa mobil sewanya itu pergi dari rumah sakit.