Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 35



Dengan secangkir kopi americano yang masih hangat, yoongi tampak melamun memulai harinya.Pria berkulit pucat itu terlihat lesu saat hembusan angin tiba-tiba mengenai wajah tampannya.Melihat anak bungsunya yang murung dengan segera ibunya datang menghampiri yoongi walau dari balik pintu.


"Yoongi~ya cuaca di sini sangat dingin masuklah dan hangatkan badanmu"ujar wanita paruh bayah itu,


"saat aku lapar nanti aku akan masuk,eomma saja yang masuk lebih dulu" jawabnya dingin,


"yoongi...apa kau masih marah tentang perjodohan itu ?"


"tidak,aku sudah tidak memikirkannya tolong eomma jangan membahasnya lagi"


"Lalu kenapa kau masih duduk termenung di sana dengan cuaca sedingin ini kalau tanpa sebab ?!"


Dengan menghela nafasnya secara kasar yoongi mengabaikan perkataan ibunya itu dan berlalu dengan lamunannya sendiri.Dia terlihat memejamkan matanya dan di telinganya secara sengaja ia sumbat dengan earphone, Pria itu sangat menikmati hembusan angin yang seperti sedang menyisir surainya dengan lembut.


Mungkin yoongi sudah melupakan perdebatan panas antara dia dengan ibunya namun sekali lagi pria itu masih memikirkan seoul dengan ribuan kesibukan yang harusnya bisa ia lakukan seperti member bangtan lainnya dan tentu saja kerinduannya pada gadis tunarungu itu.


Setelah merasa tenang dengan pikirannya, yoongi kembali masuk ke dalam rumahnya tapi bukan ke meja makan untuk mengisi perutnya namun ia melangkah masuk ke dalam kamarnya mengabaikan ibu,ayah,dan kakak laki-lakinya yang tengah duduk menikmati masakan eommanya.


"Yeobo kenapa dengan yoongi ? apa di sakit ?"tanya ayah yoongi,


"entahlah aku juga tidak tahu.Sejak tadi dia bersikap dingin" ujar ibu yoongi,


"eomma...Appa...tak usah risau setelah makan nanti aku akan bicara dengan yoongi"tambah kakak yoongi,


Mendengar perkataan anak sulungnya itu,ibu yoongi merasa lebih baik.Sejujurnya ia tak ingin memberatkan anak bungsunya itu dengan tanggung jawab apapun namun dia juga tidak bisa mengabaikan pesan leluhurnya untuk meneruskan marga Min.


Sesuai janjinya,kakak yoongi mendatangi kamar musisi genius itu.Bukannya mengetuk pintu meminta izin untuk masuk,pria itu malah langsung masuk saja dengan membawa nampan yang berisi makanan.


"hyung apa gunanya pintu itu jika kau tidak mengetuknya terlebih dahulu?"tanya yoongi yang baru saja keluar dari kamar mandinya,


"ahhh aku berkunjung di kamarmu bukan ruang kerja Bang PD-nim jadi tidak perlu formal.Ini makanan untukmu,eomma ingin kau menghabiskannya"


"simpan saja di sana hyung nanti ketika aku lapar aku akan memakannya"


"tidak bukan begitu,kau harus menghabiskan makanan ini di hadapanku kalau tidak eomma akan memarahiku"


"aku tidak lapar hyung simpan saja di meja"


"apa kau pikir aku bodoh ? sejak tadi perutmu itu berbunyi minta di isi tapi kau dengan sifat keras kepalamu tidak mau makan sebenarnya apa yang mengganggu pikiranmu ?"


"tidak ada"


"kau pikir aku percaya begitu saja ? NO. katakan sekarang atau aku sendiri yang mencari tahunya ?"


"percuma hyung mencari tahu itu akan sia-sia"


"kenapa sia-sia ? hei yoongi semua usaha tidak pernah mengkhianati hasil jika kita bersungguh-sungguh.Cepat duduk kemari dan makan setelah itu aku mau mendengar cerita yang nyangkut di otak geniusmu itu"


"pergilah hyung kumohon aku ingin sendiri"


"Siroheo"


Melihat kakaknya yang bersikeras, Yoongi segera duduk di hadapan kakaknya itu dan mengambil makanan yang di bawanya untuk di habiskan.Yoongi memang penipu ulung yang bisa menipu semua orang tentang perasaannya dengan bersembunyi di balik sikap dingin dan jangan lupakan savagenya tapi sayangnya itu semua tak berlaku di kakaknya.


Entah kenapa setiap yoongi ingin berbohong untuk menutupi masalahnya bukannya percaya dengan cerita karangan adiknya itu kakak yoongi malah mengejeknya dengan berkata Nenek sihir saja tidak akan percaya celotehmu itu.


Walaupun Masa remaja ke dewasa mereka sangat jarang bersama karena yoongi yang memiliki kesibukan di agensi namun sikap mereka sebagai kakak-adik tak pernah berubah bahkan tak jarang kakak yoongi bersama member bangtan lain memberi kejutan kecil untuk yoongi jika anak itu mendapatkan pencapaian prestasinya di industri musik atau sekedar merayakan hari ulang tahunnya.


Yoongi selesai dengan acara makannya, Melihat adiknya yang begitu lahap menghabiskan makanan yang dibawanya terlihat senyuman kecil terukir sangat jelas di sudut bibir kakak yoongi.


"Hyung aku sudah menghabiskannya,kau bisa pergi sekarang" pinta yoongi,


"tidak aku harus mendengar isi kepalamu itu"


"isi kepalaku hanya otak dan darah hyung tak ada yang lain"


"bukan itu maksudku tapi yang kau pikirkan sekarang yang ku maksud"


"oh itu...Hyung apa kau pernah menyukai seorang wanita ?"


"wanita ? Tentu saja aku pernah menyukai wanita karena aku normal tumben kau memikirkan seorang wanita biasanya hanya lagu,bangtan dan fansmu.Ada apa dengan wanita itu ? apakah dia menyukai pria lain ?"


"aku tidak tahu"


"kau ini bagaimana sih yoongi ? menyukai wanita secara sepihak tidak sepenuhnya"


"apa maksudmu hyung ?"


"yoongi jika kau menyukai seorang wanita maka kau harus menjaganya sebaik-baiknya.Maksudku tegaskan dulu hatimu apakah sudah pantas berlabuh dengan wanita yang kau pilih ? katakan pada dirimu sendiri bahwa dia akhir kisah cintamu selama ini agar nantinya tak ada penyesalan bahwa kau salah memilih"


"tapi hyung semalam eomma memintaku menikah dengan wanita kerabat kita sendiri"


"Jinjja tapi untuk apa ?"


"katanya untuk meneruskan marga Min pesan dari kakek tapi hyung aku menyukai seseorang yang bukan berasal dari marga Min"


"kalau begitu pilih wanita yang kau sukai"


"tapi eomma dia pasti akan kecewa padaku"


"urusan marga biar menjadi tanggunganku lagian aku putra pertama di keluarga ini bukan kau jadi biar aku saja yang meneruskan tradisi itu"


"tapi hyung kata eomma aku yang memegang garis keturunan bangsawan bukan kau hyung"


"apa hyung tidak keberatan ?"


"tidak,untuk apa aku keberatan hanya menikah dan mencintai keluarga sendiri apa itu di anggap dosa ? tidak kan ? santai saja yoongi.Sekarang tugasmu adalah kejar wanita impian dan buktikan pada eomma bahwa pilihanmu adalah yang terbaik untuk hidupmu"


"terima kasih hyung sudah menolongku agar terbebas dari dilema ini"


"seharusnya kau mengatakan lebih awal padaku agar kau tidak mendiami eomma dan appa seperti anak kurang ajar sekarang turun dan minta maaf ke mereka"


"tapi alasan apa yang ku katakan jika mereka bertanya ?"


"katakan saja semalam kau kalah main PS denganku makanya kau merajuk, itu pasti membuat eomma dan appa tidak risau lagi"


"Nee hyung"


"oh iya kapan kau akan kembali ke seoul ? jangan lama-lama di sini kasihan para maknae pasti merindukanmu"


"rencananya aku akan pulang besok tapi setelah ku pikir-pikir sepertinya pekan depan saja karena sepertinya moodku belum stabil"


"terserah kau saja,Oh iya jangan lupa berkunjung ke rumah kerabat kita yang berada di sini agar kesannya kau tidak mengabaikan mereka"


"iya hyung akan ku sempatkan nanti"


"baguslah kalau begitu aku mau kembali ke kamarku untuk tidur"


"selamat tidur hyung"


"hmmm"


Setelah berbicara dengan kakaknya, Yoongi merasa sedikit lebih baik ia pun membawa nampan makan yang di bawa kakaknya tadi kembali ke dapur untuk di cuci.


Saat di dapur tak sengaja ia bertemu dengan ibunya yang sibuk membersihkan sisa masakannya.


"eomma mianhae"


"untuk apa ?"


"Maaf sudah membuatmu khawatir soal sikap dinginku tadi"


"ahh kau ini itu biasa terjadi,sudahlah tak usah kau pikirkan"


"eomma bisa ku bantu ?"


"tidak usah yoongi ini sudah hampir selesai duduklah di luar bersama ayahmu.Dia pasti merindukanmu"


"Nee"


Setelah memberikan pelukan hangat untuk ibunya,Yoongi melangkah pergi menuju teras rumahnya menemui ayahnya yang sibuk dengan pohon bonsainya.


"appa..."


"eoh yoongi kemarilah bantu appa merapikan pohon bonsai" ujar ayahnya yang masih sibuk dengan gunting dan pohon bonsai.


Semenjak usianya tak lagi muda, Ayah yoongi sering menyibukkan dirinya dengan merawat beberapa pohon bonsai di sela-sela aktifitas kesibukannya bekerja kantoran.


Karena tahu ayahnya menyukai pohon bonsai sama seperti namjoon, Yoongi tak jarang memberikan hadiah kecil untuk mereka berdua jika ia tak sengaja melewati toko yang menjual berbagai macam pernak-pernik berkebun.


"astaga lelah juga ternyata.Apa kau juga lelah yoongi~ya ?" ujarnya sambil menyeka keringat yang bercucuran di wajahnya,


"tidak appa"


"kalau begitu mungkin faktor umur ya hahahah...astaga aku benar-benar sudah tua"


"walaupun appa sudah tua tapi stamina appa masih sama seperti yoongi kecil dulu"


"daebak ...Apa kau juga merayu para gadis seperti itu juga ?"


"Itu bukan rayuan appa tapi pujian"


"aniya, yang ku dengan bukan seperti pujian yoongi melainkan gombalan"


"terserah appa saja,oh iya aku ingin bertanya apa boleh ?"


"tentu tanyakan saja"


"appa apakah aku boleh mencintai seorang wanita yang bukan dari marga min ?"


"tentu saja kau boleh mencintai siapapun yang kau pikir bisa membahagiakanmu di hari tua nanti, kenapa kau bertanya seperti itu ?"


"hanya khawatir saja jika appa dan eomma tidak merestuiku aku menikah dengan seorang wanita yang bukan berasal dari keluarga Min"


"putraku...restu appa dan eommamu selalu bersamamu.Dulu kami membuat kesalahan dengan menentang keputusanmu tapi sekarang kami sadar bahwa pilihanmu adalah yang terbaik untuk masa depanmu,Jalani yang menurutmu benar yoongi"


"Nee appa tapi apakah appa setuju bila aku menikah seorang wanita cacat yang tidak sempurna seperti wanita ulzzang ?"


"sempurna ataupun tidak sempurna jika wanita itu membuatmu nyaman dan bisa membuatmu senang maka tidak ada alasan bagi appa dan eomma menolak wanita pilihanmu itu"


Seketika keraguan yoongi sirnah setelah mendapat lampu hijau dari ayah dan kakaknya.


Ya,sebelum yoongi mengutarakan perasaannya ia ingin meyakinkan dirinya terlebih dahulu dan juga tak lupa keluarganya agar mau menerima aeri apa adanya.


Lantas bagaimana dengan ibu yoongi ? Bukannya geumjae kakak yoongi akan mengurusnya ? memang benar tapi yoongi akan terus terang kepada ibunya agar tidak ada kesalahpahaman antara mereka.Yoongi masih memiliki banyak waktu untuk bercerita kepada ibunya nanti selama ia masih di daegu.