
Dengan wajah khas orang bangun tidur,yoongi baru selesai mandi di genius lab miliknya. Terlihat wajahnya sangat lelah pasalnya dini hari tadi mereka para member bangtan sudah di jemput untuk wawancara mendadak oleh media amerika yang jadwal sangat pagi.
Tok...Tok..
"masuklah pintunya tidak terkunci" ujar yoongi membaringkan tubuhnya di sofa sambil mencoba memejamkan matanya.
"Tuan,aku di minta membawakanmu kopi americano untukmu" ujar staff wanita yang terlihat membawa nampan,
Karena merasa tak asing dengan suara staff wanita itu,yoongi mencoba membuka matanya agar ia bisa melihat dengan jelas wajah staff itu dan benar dugaannya yoongi ternyata staff itu adalah aeri.
"kau ? Bukankah kau di rumah sakit kenapa kau ada di sini ?sepagi ini? Aku sudah bayar lunas klinik itu untuk merawatmu sampai kau sembuh jadi kau bisa keluar jika benar-benar sudah pulih ataukah lisa menyuruhmu masuk dengan kesehatanmu yang belum pulih?"
"tidak tuan aku...."
Chum~
"aku bukan tuanmu,Camkan itu" ujar yoongi tanpa aba-aba langsung mendaratkan ciumannya dan langsung pergi membawa kopi yang di bawa aeri tadi.
Sementara aeri hanya bisa terdiam dan berusaha untuk mengumpulkan kembali kesadarannya.Ini adalah kali kedua yoongi menyentuh bibirnya,Awalnya ia merasa seperti memliki sayap saat bibir halus yoongi menyentuhnya namun dengan cepat ia sadar bahwa ia hanya seorang staff dan itupun hanya magang sementara yoongi adalah artis papan atas yang menjadi idamkan semua wanita penggemar kpop.
Saat keluar dari ruangan yoongi, aeri tampak pucat tapi bukan karena sakit namun merasa sangat malu mengingat kejadian tadi sambil menyentuh bibirnya sepanjang ia menelusuri koridor yang masih sepi.
"aeri...astaga aku dari tadi menanggilmu.Kau kenapa? apa kau sakit?"ujar teman kerjanya,
"ahh tidak,aku baik-baik saja.Ada apa? apa kau perlu bantuanku?"
"iya tolong bawakan tas kosmetik ini milik penata rias untuk bangtan soalnya aku terburu-buru harus ke ruang PD-nim untuk membawa beberapa berkas"
"baiklah,dimana aku harus membawanya?"
"ruang live lantai 4 sebelah gudang merchent"
"baiklah"
"karena kau sudah mau membantuku makan siang nanti aku yang traktir.Gomawo!!!"
Aeri pun memilih naik lift untuk sampai lebih cepat ke lantai 4 namun saat pintu lift ingin tertutup tiba-tiba seseorang menahan pintu liftnya dengan tangan yang tampak kekar dan membuat aeri sedikit takut namun saat wajah orang itu muncul ternyata dia adalah yeonjun.
"maaf noona sudah membuatmu kaget"
"tidak kok"
"baguslah kalau begitu.Kau ingin ke lantai berapa noona?"
"kau saja tuan lebih dulu karena sepertinya kau terburu-buru"
"ahhh...tidak juga,katakan saja mau ke lantai berapa?"
"lantai 4 "
"oh kalau begitu kita sama.Baiklah Let's go menuju lantai 4"
Dalam waktu hitungan menit,aeri langsung akrab dengan sosok pembuat onar agensi itu.Terlihat sesekali candaan yeonjun ampuh membuat senyum bahkan tawa di wajah aeri.
"tuan yeonjun kau ingin kemana di lantai 4 ?"
"heh noona kau lebih tua dariku tolong jangan panggil aku tuan,aku tidak menyukainya. Panggil saja aku yeonjun"
"baiklah yeonjun"
"itu lebih baik.Aku ingin melihat acara live sunbae~nim,kau sendiri ?"
"aku perlu mengantarkan tas kosmetik ini ke penata rias bangtan"
"kalau begitu ayo jangan sampai kita telat"
Mereka akhirnya tiba di ruang live bangtan,dengan segera aeri mendatangi tim penata rias untuk memberikan tas kosmetik titipan teman kerjanya tadi dan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu namun langkahnya terhenti saat pergelangan tangannya di genggam yeonjun.
"mau kemana noona?"
"aku harus pergi tugasku sudah selesai"
"sebaiknya kau di sini saja siapa tahu ada staff yang memerlukan bantuanmu noona"
"tapi..."
Belum selesai melanjutkan ucapannya,aeri melihat yoongi baru saja keluar dari ruang ganti dan langsung menjatuhkan pandangannya ke tangan aeri yang masih di genggan yeonjun.Hanya beberapa detik yoongi melihat pemandangan itu dan memilih mengalihkan fokusnya ke para member bangtan yang sibuk bercanda sebelum live di mulai.
"noona apa kau baik-baik saja?"
"nee...aku baik-baik saja"
"syukurlah kalau begitu ayo berdiri di dekat kamera agar kita bisa menonton mereka dari dekat" Ajak yeonjun menarik tangan aeri mendekati sisi lain tempat live di balik layar.
Cemburu ? Mungkin perasaan itulah yang cocok menggambarkan perasaan yoongi sekarang namun sayangnya yoongi tak menyadari hal itu.Dia hanya terlihat profesional menjawab pertanyaan wawancara lewat virtual itu dan terlihat biasa saja dengan kehadiran aeri.
Setelah selesai wawancara itu,yoongi tampak sarapan seorang diri di kantin yang masih sepi dengan staff agensi sebelum memulai latihan menari dengan member lainnya.
"Hyung apa aku bisa bergabung?" tanya taehyung yang baru datang dengan membawa 2 piring makan,
"iya boleh,tumben kau makan banyak 2 piring sekaligus"
"aku tidak serakus itu hyung Aku hanya makan 1 saja kok"
"lalu yang satunya memangnya kau simpan untuk siapa? hantu?"
"tidak,yang ini untuk jimin.Katanya dia akan datang dan memperkenalkan seseorang ke kita"
"oh"
"apa kau tidak penasaran siapa orang itu hyung?"
"kau benar juga hyung"
"berhenti bicara dan makanlah"
"baik hyung"
Karena sudah selesai dengan acara makannya.Yoongi ingin beranjak pergi namun dengan cepat jimin berlari dan menghentikan langkahnya.
"ehh hyung tunggu dulu,aku baru datang dan kau mau main pergi saja"
"lalu aku harus bagaimana membuatkanmu akrobat atau menunggumu sampai ubanku tumbuh?"
"tidak tolong jangan lakukan itu,kau tahu kan fans kita akan mati mendadak jika kau melakukan hal itu.Aku hanya ingin kau duduk saja di sini"
"hmmm lalu?"
"ayo masuklah"
Seorang wanita muda dengan balutan blazer berwarna pink masuk.Ya,wanita itu adalah lexxa keponakan Bang PD-nim.Yoongi yang sudah tahu identitas lexxa sebelumnya tampak acuh melihat kedatangan wanita itu.
"Hyung apa kau tidak mau menyapa dia?"
"Haruskah? tidak ada peraturan agensi untuk aku harus menyapanya lalu basa-basi seperti yang kau lakukan jimin"
"tapi hyung di manager baru kita,ayolah sapa saja apa susahnya"
"hanya manager sementara bukan baru.Sudahlah kau membuang waktu"
Yoongi mengangkat piring makannya dan melangkah pergi meninggalkan taehyung dan jimin yang sibuk mengobrol dengan lexxa.Ini adalah pertemuan ketiga antara lexxa dan yoongi namun sepertinya yoongi langsung menunjukkan sikap tidak sukanya pada lexxa namun apakah lexxa juga begitu ? Entahlah hanya lexxa yang tahu pasti tentang perasaannya melihat yoongi saat ini.
*****
Saat selesai dengan aktifitasnya sebagai idol,yoongi terlihat menikmati malamnya di tepi sungai han seorang diri.Dia terlihat menikmati hembusan angin malam yang menabrak wajah mulusnya.Walaupun ia benar-benar sangat lelah dan sangat membutuhkan tidur akibat jadwal yang sangat padat entah mengapa ia lebih memilih untuk menyendiri di taman tanpa member bangtan ataupun bodyguard agensi untuk menjaganya.
"Apa itu kau yoongi?" ujar seseorang yang suaranya tertangkap jelas di telinga yoongi,
Dengan segera yoongi menoleh ke arah asal suara itu.Ternyata aeri dengan barang belanjaan yang cukup banyak di genggamannya.
"iya ini memang aku yoongi" jawabnya dengan acuh,
"apa yang kau lakukan di sini ? maksudku kau artis papan atas tidak aman jika kau berkeliaran tanpa pengawasan bodyguard,Bagaimana jika fansmu tahu apalagi sasaeng ?"
"Tck,aku baik-baik saja lagian ini bukan kali pertama aku keluar sendiri.Oh iya kau darimana membawa barang begitu banyak?"
"oh ini aku tadi baru saja membeli stok makanan yang sudah mulai habis di rumahku"
"Kau naik apa kemari karena yang ku tahu rumahmu cukup jauh dari taman ini ?"
"jalan kaki"
Wanita bodoh.Dia baru saja keluar dari klinik dan langsung melakukan aktifitas berat.Apa wanita ini normal ataukah memang dia sudah terbiasa menyampingkan urusan kesehatannya? - monolognya sambil memandang aeri dengan tatapan sinisnya.
"apa aku salah bicara?"
"tidak.Kemarikan barangmu dan ikut aku.Aku akan mengantarmu pulang"
"tidak usah aku bisa sendiri kok"
"aku tidak suka penolakan.Ikuti saja permintaanku"
"Tapi...itu akan merepotkanmu yoongi~shiii"
"mau ikut denganku atau aku akan mencium lagi? Pilihlah"
Aeri menelan salivanya dengan kasar dan memilih pilihan pertama.Di dalam mobil tak ada perbincangan sama sekali.Terlihat Yoongi hanya fokus menyetir dan aeri yang sibuk memainkan jemari mungilnya menunggu mereka sampai di depan rumahnya.
Kring... Kring
Telepon yoongi berdering ternyata dari telepon leader bangtan yang memintanya pulang untuk makan malam.
"Kalian makan saja tanpa aku,Aku akan makan di luar saja malam ini"
"memangnya kau dimana hyung"
"Aku sedang berkumpul dengan teman sekolahku dulu jadi mungkin aku akan sedikit terlambat pulang"
"baiklah hyung"
"satu hal lagi minta jungkook membuatkanku susu pisang.Aku menyukai susu pisang yang dibuatnya"
"baik hyung nanti akan ku katakan ke jungkookie"
Telepon pun terputus dan bersamaan mereka sampai tepat di depan rumah aeri.
"kau dengar tadi yang ku katakan kan?"
"apa?"
"aku berbohong dengan adikku jadi malam ini kau harus membuatkanku makan malam sebelum aku pulang ke dorm,mengerti?"
"tapi masakanku tidak seenak masakan restoran"
"apa aku bilang masakanmu harus seenak itu ? tidak kan? masak saja apa susahnya.Demi mengantarmu pulang aku berbohong dengan member bangtan jika jin hyung tahu dia pasti akan mengomeli ku.Cepat turun dan masaklah perutku sudah lapar"
Yoongi keluar dari mobil meninggalkan aeri yang sedikit bimbang untuk hidangan makan malam yang cocok dengan mulut yoongi yang notabennya adalah kalangan papan atas.
"Hei turunlah,apa perlu aku menggendongmu turun juga?"
Dengan tergesa-gesa aeri membuka pintu dan berlari menuju pintu rumahnya yang di ikuti yoongi sibuk membawa belanjaan aeri.