Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 24



"Kau tahukan jika penyakitmu ini sudah mulai menggerogoti tubuhmu ?" ujar seorang dokter,


"Jika kau terus memaksakan melakukan aktifitas seperti orang normal pada umumnya maka tidak ada jalan lain selain menunggu kematianmu sendiri" tambah dokter itu,


Lawan bicara dokter itu tak mengeluarkan sepatah kata pun atau pun membantah,Ia hanya terlihat memaksa senyumannya lalu membungkuk untuk pamit dari hadapan dokter itu.


"sampai kapan kau akan terlihat kuat ke semua orang ? Kau itu lemah" lirih dokter melihat bahu orang itu pergi hingga akhirnya menghilang dari pandangannya.


******


"yoongi...ayo !!! sudah saatnya" ajak jin meminta yoongi mengikuti langkahnya untuk naik panggung,


"tunggu hyung aku lupa aksesoris telingaku dari noona stylish, Kau duluan saja" tolak yoongi,


"oke setelah itu susul cepat kami di atas" ujar jin melepaskan genggaman tangannya dari lengan yoongi,


"baik hyung"


Yoongi tidak sedang menunggu siapapun, ia hanya berharap bisa melihat aeri sebelum ia dan bangtan naik panggung melakukan perform untuk album comeback mereka.


"sunbae kau harus naik sekarang" ujar lexxa memakaikan yoongi mic bando,


Dengan menghela nafasnya kasar, yoongi mencoba melupakan harapannya itu dan naik di panggung menemani member bangtan yang lainnya yang sudah naik di atas panggung.



Saat di atas panggung, Yoongi terus menoleh ke arah belakang melihat para staff yang bertugas berharap sepintas bayangan aeri bisa menenangkan dirinya tapi lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan sampai acara selesai ia tak bisa menemukan dimana pun aeri.


"Hyung ada apa denganmu ? kenapa kau terlihat sangat risau ?" ujar taehyung menghampiri yoongi yang sibuk mengganti pakaiannya untuk confrensi pers,


"tidak,aku baik-baik saja" bantah yoongi dan tetap fokus mengenakan pakaian dan aksesorisnya,


"kau yakin hyung ? apa kau sakit ?"


"aku tidak sakit tae,sudahlah gunakan bajumu segera kalau tidak kau akan tertinggal"


"iya hyung"


Yoongi sangat bisa mengelak dari pertanyaan menjebak adiknya itu tapi ia tak bisa mengelak perasaannya sendiri.Perasaan yang merindukan kehadiran Aeri, Sudah 2 hari aeri tak muncul di agensi ataupun di rumah sakit tempat yeonjun di rawat dan hal itu sukses membuat rasa rindu yoongi berkecamuk hebat di hatinya.


Walaupun ia sangat mau mengunjungi rumah aeri untuk memastikan tapi sayangnya niatnya tertahankan karena jadwal bangtan yang lumayan padat dan sangat minim untuk waktu luang sendiri.


Setelah beberapa jam, Confrensi pers selesai di lakukan dengan sukses.Semua member bangtan kembali ke agensi untuk melakukan rekaman video dance practice.


"Hyung aku ingin naik mobil bersamamu.Ada yang ingin ku sampaikan " ujar namjoon,


"boleh saja tapi kau sudah bilang pada jin hyung tidak ?" tanya yoongi,


"sudah hyung, aku sudah dapat izinnya"


"kalau begitu cepat, aku mulai mengantuk"


"ayo hyung"


Mereka pun bergilir keluar dari tempat acara confrensi pers agar para wartawan bisa mengambil potret mereka secara individu.Setelah semua member bangtan sudah masuk ke mobil,mereka pun di bawa sopir menuju agensi.


"Hyung kenapa kau tidak fokus sejak tadi di acara ?" ujar namjoon membuka topik,


"Entahlah ada yang mengganggu pikiranku namjoonie" santai yoongi,


"apa karena wanita itu yang tiba-tiba menghilang membuatmu cemas hyung ?" tebak namjoon,


"..."


Yoongo terdiam,awalnya ia memejamkan matanya lalu menikmati alunan musik di earphone yang terpasang di telinganya namun seketika matanya terbelalak dan menatap namjoon.Ia ingin menjawabpertanyaan yang di lontarkan namjoon dengan iya dan juga ingin menjawab tidak.


"Dari tatapanmu itu aku menyimpulkannya kau menjawab iya hyung"


"..."


"Hyung...jika kau peduli dengan wanita itu maka cari dia sebelum kau menyesali semuanya di waktu yang salah hyung"


"apa maksudmu namjoonie ?"


"entahlah hyung aku juga tidak tahu karena tiba-tiba kata itu terlintas di benakku tapi hyung apa kau benar-benar suka wanita difabel itu"


"namjoonie...sebenarnya aku juga tak tahu tentang perasaanku ini"


"kenapa begitu hyung ?"


"jujur saja namjoon...aku sendiri sangat kasihan dengan diriku yang tidak bisa hidup seperti seorang pria pada umumnya yang bisa jatuh cinta,berkencan, dan makan malam. Aku mengorbankan perasaan dan hasratku untuk para fans tanpa mereka tahu betapa sulitnya menjadi manusia biasa"


"..."


Awalnya namjoon hanya iseng untuk mengetahui sampai dimana rasa peduli yoongi pada wanita tunarungu itu tapi sepertinya yoongi terlalu jauh menempatkan perasaannya pada staff agensi mereka sendiri.


*****


Di rumah sakit tempat yeonjun di rawat.Aeri terlihat baru datang dan mencoba merapikan beberapa pakaian yeonjun untuk di simpan di koper.Hari ini dokter sudah mengizinkan yeonjun untuk pulang namun dengan catatan anak jangkung itu tidak boleh sampai letih berlebihan dan mengakibatkan asmanya kambuh.


"Semuanya sudah ku kemas, Apa kau yakin akan pulang sekarang tanpa menunggu artis agensi lain menjemputmu yeonjun ?" ujar aeri,


"aku tidak ingin merepotkan teman-teman idolku, kita pulang sekarng saja aeri" kata yeonjun,


"baiklah setelah aku melaporkan keadaanmu ke agensi kita berangkat" Sahut aeri mengirim pesan untuk di lihat pihak agensi,


Setelah mendapat keputusan dari agensi dan mengizinkan membawa yeonjun pulang, Aeri pun membawa yeonjun pergi menggunakan taksi.


Beberapa menit kemudian, taksi berhenti di sebuah rumah mewah.Yeonjun membawa aeri bukan datang ke dorm melainkan rumah pribadi miliknya.Ia tak ingin wartawan penguntit atau sasaeng mendapati mereka dan menerbitkan artikel yang dapat mencemarkan nama besar agensi dan juga yeonjun.


"Maaf merepotkanmu aeri"


"tidak masalah yeonjun, kau artis agensi maka sudah jadi tugasmu untuk selalu menjagamu"


"baiklah ayo masuk sebelum salju mengubur kita hidup-hidup"


"Nee"


Karena di luar terjadi badai salju,mau tidak mau aeri harus tertahan di rumah mewah yang hangat milik yeonjun.Hanya mereka berdua di dalam rumah mewah itu tak ada petugas penjaga ataupun pelayan satupun.Itu karena yeonjun baru menyelesaikan pembayarannya sehari sebelum ia di perbolehkan pulang.


"maaf karena mengantarku kau tak bisa kembali pulang"


"tidak masalah,tidak usah sungkan begitu.Aku merasa tidak enak"


"baiklah kalau begitu kau mau ramen ? ada film horor yang akan tayang sebentar lagi"


"benarkah film apa itu ?"


"Sweet home dan train to busan"


"Daebak... kalau begitu kau buat ramen dan aku akan membuat coklat panas"


"setuju !!!"


setelah beberapa menit mereka pun selesai dengan aktifitas mereka di dapur dan tengah asik duduk menantikan film mereka terputar di layar televisi.Aeri dan yeonjun tampak sangat menikmati sensasi pedas dari ramen dan hangatnya coklat yang tersaji di mulut mereka.


Jder !


"Aaaaa....!!!!" teriak aeri ketakutan lalu memeluk yeonjun dengan tiba-tiba.


Deg.


Badai salju di luar berubah menjadi hujan yang turun sangat deras dengan suara petir yang terus mengelegar membuat listrik di rumah itu padam.


"kau baik-baik saja aeri ? maaf listrik di sini belum di kelola dengan baik"


"aku baik-baik saja tapi....aku takut gelap"


Jder !


Lagi-lagi suara petir membuat aeri harus menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik yeonjun.Wanita itu benar-benar takut dengan suara petir yang berkecamuk di luar dan yeonjun sendiri tak bisa melarang aeri untuk melepaskan pelukannya dari tubuhnya.


Dengan menelan salivanya kasar,yeonjun mengangkat tangannya dan mengelus lembut surai Aeri agar merasa nyaman dan berhenti menangis.


"kau tidak sendiri karena ada aku di sini.Tolong jangan menangis"


Aeri mengangguk dan bisa yeonjun rasakan anggukan itu menyentuh dada bidangnya.


Yeonjun akhirnya memutuskan untuk tidur bersama aeri di sofa depan tv.Ia tak yakin akan selamat mengantar aeri masuk ke dalam kamar karena saat tadi aeri berteriak ketakutan, yeonjun tidak sengaja menumpahkan coklat panas miliknya di lantai dan hal itu membuat lantai licin di tambah ia juga tak tahu arah karena susasana yang gelap gulita.


Dengan sangat hati-hati yeonjun mencoba mencari posisi ternyamannya agar bisa bertahan sampai pagi.Aeri masih setia memeluk tubuhnya dan perlahan matanya mulai berat akibat ngantuk yang sudah menguasai dirinya.


"yeonjun apa lampunya sudah nyala ?" tanya aeri dengan posisi masih menyembunyikan wajahnya,


"belum,jika kau mulai mengantuk tidurlah.Saat nanti lampunya sudah nyala akan ku gendong kau ke kamarmu"


"maaf hiks...."


"tidurlah dan berhentilah menangis"


perlahan genggaman tangan aeri mulai melemah menandakan wanita itu sudah sampai di bunga mimpinya.Sementara yeonjun juga sudah terlelap sejak tadi namun belaian tangannya masih setia menyisir lembut surai milik aeri agar nyaman di dekapannya.


Ini adalah kali kedua yeonjun tidur bersama aeri di tempat berbeda dengan cerita yang berbeda pula.Di dalam hati yeonjun ia berharap yang ia lakukan dulu dan sekarang tidak akan menimbulkan masalah dalam karirinya yang berdampak pada nama besar agensi yang menaunginya.