
Yoongi menoleh ke atas melihat ribuan bintang yang bercahaya di waktu bersamaan.Ia kemudian mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah bintang-bintang lalu menggerakkannya membentuk sebuah hangeul 'aeri'.
"jungkook...memang ini bukan pertama kalinya aku menyukai wanita dan mencintainya tapi...baru sekarang aku menemukan seorang wanita yang ingin aku ajak menghabiskan masa tuaku bersamanya kelak"
"aku memimpikan membangun sebuah rumah tangga dan menjalaninya seperti layaknya orang biasa.Jadi jika kau tanya rasa sakitnya sepertinya bukan hanya rasa sakit yang ku rasakan saat ini melainkan perasaan lain juga mulai menyiksa diriku"
Jungkook paham saat ini yoongi benar-benar hancur tapi untuk meninggalkannya seorang diri bukanlah pilihan yang tepat.Ia kini menggenggam punggung yoongi erat-erat karena pertama kalinya ia melihat hyung kedua bangtan itu luluh oleh perasaannya sendiri.
Haruskah jungkook menyalahkan aeri ? tidak, jungkook tak ingin egois dengan menyalahkan wanita yang saat ini juga memperjuangkan hidupnya.Ia hanya berharap wanita itu segera kembali demi cinta yoongi.
*****
Aeri dan jaemin baru saja tiba di bandara Changi.Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam mereka akhirnya tiba di sebuah apartemen yang pekan lalu baru di beli oleh jaemin untuk di tempati selama mereka di sana.
"aeri mandilah aku akan meletakkan pakaianmu di lemari" ujar jaemin mengangkat koper ke atas kasur untuk di buka.
Bukannya menuruti atau mendengar perkataan jaemin, aeri hanya larut dalam lamunannya sendiri menatap keluar jendela apartemen.
"aeri...apa yang kau pikirkan ? ada masalah ?" tanya jaemin yang duduk di hadapan aeri dan menatap langsung wanita itu.
"tidak ada masalah jaemin hanya saja sepertinya ada yang tidak beres dengan kehidupanku di seoul"
"tidak beres bagaimana maksudmu ?"
"entahlah aku juga tidak tahu hanya saja...aku merasa tidak rela meninggalkan seoul tanpa berpamitan dengan seseorang"
"seseorang ? siapa yang kau maksud itu sedangkan aku ada di sini ?"
Aeri bimbang.Ia sebenarnya juga tak tahu apa yang sebenarnya mengganggu pikirannya ini.Ada sebuah kenangan yang sejak tadi berputar-putar di kepalanya namun ia benar-benar bodoh untuk mengenai wajah orang tersebut.
Akhirnya mereka menyudahi pembicaraan yang tidak bertopik itu dan memilih untuk beristirahat karena besok sudah ada jadwal rawat untuk mengobati kanker yang sejak lama bersemayam di tubuh aeri.
Bukannya tidur seperti jaemin di kasur empuk, aeri malah memilih berdiam di atas kursi rodanya memandang langit malam yang di penuhi bintang.
"yoongi...apakah boleh aku merindukanmu ?"
*****
Setelah di periksa oleh dokter yang ahli dalam menangani penyakit kanker, aeri meminta jaemin membawanya di taman rumah sakit itu.Jujur saja kebiasaannya sewaktu di seoul berjemur di taman belum bisa ia lupakan dengan mudah.
Jaemin menuruti permintaan aeri tapi untuk menemani wanita itu jaemin tidak bisa karena pria itu harus membicarakan sesuatu hal dengan dokter yang menangani penyakitnya.
Jadilah ia seorang diri di taman.Memang ada banyak pasien yang juga berjemur diri seperti aeri namun tetap saja bagi aeri mereka semua orang asing.Aeri terlalu malu untuk menyapa beberapa orang yang terlihat bergerombol membicarakan sesuatu hal yang menyenangkan.Bukan hanya itu aeri juga tak terlalu fasih berbahasa inggris apalagi bahasa tamil dan melayu aeri benar-benar bodoh soal itu.
Ia hanya menikmati setiap tiupan angin yang mengenai wajahnya yang perlahan juga mengelus surainya.Tak ingin sendiri dengan lamunannya ia merogok saku belakang celananya dan mengeluarkan sebuah photocard.
Ya, photocard yang sama yang di berikan namjoon di hari itu.Semalam ia mencoba mengingat kenangan tentang yoongi namun usahanya itu sia-sia dan sekarang ia mencoba mengingat dengan jelas apa pentingnya yoongi di dalam hidupnya namun lagi-lagi ingatannya tak bisa menjawab keraguannya itu.
deja vu tak berpihak padanya.Ia pun menyimpan photocard itu kembali ke saku celannya agar tidak di lihat oleh jaemin.Bukan takut aeri hanya menjaga perasaan jaemin jika sampai ia tahu bahwa ada foto selain dirinya yang di simpannya.
Tak beberapa lama, jaemin datang dengan membawa bungkusan obat yang ia tebus sebelumnya di apotek rumah sakit.
"mau jalan-jalan ?" ajak jaemin,
"ku dengar jajanan di sini enak-enak" rayu jaemin.
"boleh lagian sejak pagi kita belum makan"
"kau benar kalau begitu makanan apa yang mau kau makan ?"
"baiklah ayo kita berburu makanan !!!"
"ayo !!!!"
Jaemin pun mendorong kursi roda aeri dengan sangat hati-hati.Ia begitu senang dan sangat antusias melihat berbagai macam jajanan asia tenggara yang ia temukan di pinggir jalan.
Walaupun makan bukan hobinya tapi melihat ***** makan aeri membuatnya harus mengimbangi porsi makan wanita itu.Awalnya mereka hanya ingin membeli Chai tow kway dan membawanya pulang ke apartemen mereka tapi karena godaan makanan jalanan membuat mereka harus berhenti dan melupakan rencana awal mereka.
"astaga rasanya perutku sebentar lagi akan meledak" keluh jaemin bersandar di kursi taman.
"maaf ya karenaku kau harus melonggarkan ikat pinggangmu"
"ahhh...tidak masalah.Kapan lagi aku makan sebanyak ini dan sesantai ini karena jika di seoul pekerjaan terlalu menututku"
"yahh mau bagaimana lagi kau kan kepala rumah sakit jadi banyak tanggungjawab yang harus kau hadapi"
"baiklah biarkan aku tidur 5 menit lalu kita pulang ke apartemen oke ?"
"terserah kau saja.Oh iya sambil menunggumu bangun bisa tidak aku meminjam ponselmu ?"
"tentu,ada apa ? ada seseorang yang mau kau hubungi ?"
"tidak.Iseng saja melihat media sosial selagi kau tidur"
"oh"
"tidurlah nanti setelah 5 menit aku akan membangunkanmu"
"oke"
Jaemin pun memakai penutup kepala hoodie dan menarik talinya menyembunyikan wajah tampannya.Ia benar-benar lelah terbukti dalam hitungan detik ia sudah tak lagi merespon aeri yang mencoba memanggil namanya.Pria itu benar-benar tertidur pulas walau dalam posisi yang kurang nyaman.duduk dengan menyilangkan tangan di dadanya.
Sementara aeri tengah fokus dengan layar ponsel jaemin.Ia mencari semua biodata tentang bangtan tidak terkecuali yoongi.Aeri berharap dengan itu bisa membantunya mengingat sesuatu tentang sosok yoongi di dalam hidupnya.
yoongi namamu tidak asing di telingaku tapi mengapa aku tak bisa mengingat satupun tentangmu di hidupku.Apakah kita hanya sebatas kenalan ataukah lebih dari itu ?
Saat aeri ingin menyerah dengan laman pencarian yang ia buka dan akan menghapusnya agar menghilangkan jejak.Tiba-tiba jaemin bergerak memperbaiki posisinya dan tak sengaja menjatuhkan bungkusan obat yang berada di saku hoodienya.
"aigooo...kau sangat menggemaskan jaemin jika tertidur seperti ini.Rasanya aku ingin menikah denganmu sekarang" gumam aeri mencubit pipi jaemin pelan.
"oh itu obatku mungkin terjatuh dari sakunya" tambah aeri mencoba meraih bungkusan yang terjatuh ke tanah.
Aeri mencoba sekuat tenaga untuk meraih bungkusan itu hingga akhirnya seseorang menolongnya mengambil bungkusan itu.
"terima kasih" ujar aeri membungkuk.
Orang itu hanya tersenyum dan langsung pergi meninggalkan aeri namun Sebelum pergi jauh dari tempat aeri.Ia sempat berbisik dan sudah pasti aeri bisa mendengarnya.
"kasihan sekali suaminya pasti dia lelah mengurus istri yang sakit-sakitan"
Begitulah kira-kira yang bisa di dengar oleh aeri.
Sebegitu buruknya kah seseorang yang duduk di kursi roda ? apa salahnya jika penyakitnya mengharuskan seseorang duduk di kursi roda ?
Aeri hanya bisa mengelus dadanya dan menahan airmatanya agar tidak tumpah dan membuat jaemin khawatir.