Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 34



"sampai kapan kau terus membohongi dirimu sendiri tentang penyakitmu ? kanker itu sudah menggerogoti sebagaian tubuhmu,lalu apa lagi yang kau tunggu ?" ujar seorang dokter,


"aku tahu tapi...jika aku pergi sekarang maka bagaimana dengan pekerjaanku ?" tanya seseorang yang duduk tepat di depan dokter itu,


"kau ini bodoh atau memang payah ? jika kau terus mementingkan pekerjaanmu dan menyampingkan kesehatanmu maka tunggu saja malaikat maut menjemputmu"lugas dokter itu,


"Jaemin~ha...kau tahu kan aku ini anak yatim piatu jika aku tidak bekerja lantas bagaimana aku akan bertahan hidup di kota sebesar seoul ini ?"


"lalu kau menganggap aku apa eoh ?! batu atau hanya ilusi optik ? Kau tahu sendiri apa alasan aku menjadi dokter itu karena kau !!!, aku meninggalkan dunia glamor bisnis dan turun standar menjadi seorang dokter spesialis penyakit dalam itu karena kau !!! Dengarkan aku baik-baik tinggalkan agensi itu dan kita akan mulai hidup baru"


Ya,nama dokter itu adalah Jaemin lebih tepatnya Na Jaemin.Mungkin umurnya terbilang masih sangat muda namun karena otak genius yang ia miliki dia berhasil menjadi seorang dokter.Dari segi materi, Jaemin adalah anak tunggal dari seorang konglomerat yang berpengaruh di seoul jadi tak heran jika ia menjadi kepala rumah sakit tempat ia bekerja sekarang.


"tidak semudah itu jaemin aku sulit melupakan dia..."


"Cihhh kau masih mengagumi pria itu seperti orang idiot ? apa kau belum sadar hah ?! Kau bukan hanya melawan tempat kerjamu sendiri tapi kau juga melawan jutaan wanita di luar sana yang menginginkan pria itu.Tolong bangunlah dan pentingkan kesehatanmu"


Uhuk...uhuk...


Belum sempat menyelesaikan pembicaraan mereka,orang yang di ajak jaemin bicara itu ternyata adalah seorang wanita dan secara tiba-tiba wanita itu batuk dengan sangat hebat dan mengeluarkan darah dari mulutnya.Seketika jaemin sangat panik melihat darah terus mengalir dari sela-sela jari wanita itu yang di pakai untuk menutup mulutnya.


"astaga sudah ku bilang penyakitmu ini semakin ganas dan kau tak pernah mau mendengarkan ucapanku"


"uhukk...maafkan aku uhukk...jaemin"


"berhenti berbicara agar darahnya tidak mengalir seperti ada keran di mulutmu.Aku akan menyuntikkan penawar,Semoga saja bekerja"


Segera jaemin mengambil suntik dari laci meja kerjanya dan menyuntikkan sebuah cairan ke tubuh wanita itu.Tak beberapa lama wanita itu kehilangan kesadaran dan terjatuh tepat di dada bidang jaemin.


Tak menunggu waktu lama jaemin mengangkat tubuh wanita itu ala bridel style dan membaringkannya di atas ranjang rumah sakit.


"dasar wanita keras kepala seharusnya kau melupakan dia dan sedikit egois untuk kesembuhanmu sendiri,Dia berubah aku pun berubah tapi sayangnya kau tidak pernah berubah sedikitpun aeri..."lirih jaemin memberikan sentuhan lembut di surai wanita itu.


Ya,wanita yang terbaring lemah di ranjang itu adalah Aeri.Wanita tunarungu yang menjadi Cinta gila seorang dokter bernama jaemin.Entah apa yang di pikirkan Jaemin sehingga ia tergila-gila dengan Aeri semenjak pertemuan tak sengaja di antara mereka yang terjadi di kantor pos dulu.


FLASHBACK ON 🛫


Pagi itu di awal musim panas, Jaemin masih menjadi anak nakal yang populer di kalangan anak-anak pembolos.Anak itu berada di warnet memainkan permainan game di layar komputer yang ia sewa.Uang bukanlah hal sulit baginya dan untuk masalah sekolah ia tak pernah risau karena guru tempatnya menuntut ilmu sudah tak mau berurusan dengan kenakalan seorang jaemin yang tidak pernah berakhir.


"wah jaemin kali ini aku taruhan kau akan kalah dengan lordnya" tantang salah satu temannya,


"kau meremehkanku ? baiklah aku taruhan 20 dollar jika aku kalah ambil uang itu tapi jika aku menang kau akan menjadi wanita selama sebulan,deal ?"


"20 dollar ? apa kau gila itu jumlah yang sangat banyak jaemin bagaimana jika orang tuamu tahu kau menghamburkan uang mereka di sini ?" Kaget teman yang lainnya,


"Apakah aku harus peduli tentang hal sepele itu ? Oh tentu tidak aku Na Jaemin pria tampan yang kaya raya....Bagaimana apa kau terima tantanganku ?"


"baiklah gadisku, Jaemin akan beraksi sekarang"


Senyum menyeringai tercipta di sudut bibir jaemin.Jari jemarinya tampak lihai menari di atas keyboard menggerakkan tokoh di balik layar namun seketika fokusnya teralihkan saat salah satu temannya berteriak,


"Jaemin...Lari bodyguard ayahmu berjalan kemari !!!!"


"ahhh sial pak tua itu berulah lagi" kesal jaemin menarik tasnya dan berlari melewati jendela warnet yang tak jauh dari tempat duduknya.


Jaemin memang tak takut oleh apapun hanya saja jika bodyguard ayahnya datang ia harus pergi dan tidak boleh sampai tertangkap.Layaknya permainan perampok dan polisi, Jaemin selalu bisa lolos jika bodyguard suruhan ayahnya itu datang menjemput dirinya.Hal itu ia lakukan karena jika sampai ia tertangkap maka semua fasilitas yang ia dapatkan akan di cabut termasuk uang jajan dari blackcardnya.


Jaemin masih berlari sekuat tenaganya menyusuri distrik yang hari itu lumayan sibuk hingga akhirnya langkahnya terhenti saat ia tak sengaja menabrak aeri yang baru saja keluar dari kantor pos.


"ahh apa kau tidak lihat ? dimana matamu ?! dasar wanita sialan" kesal jaemin yang jatuh tersungkur di tanah,


Hari itu aeri belum mengenakan Alat bantu pendengarannya.Bisa di tebak aeri hanya menggunakan bahasa isyarat dan memperhatikan pergerakan bibir yang di lontarkan jaemin.


Melihat Aeri yang melakukan bahasa isyarat membuat tanda tanya besar di kepala jaemin.


Apa yang di lakukan wanita ini ? apa dia tidak waras atau memang dia manusia langka ?


Tak ingin membuang-buang waktunya dan mengakibatkan dirinya tertangkap oleh bodyguard ayahnya, Jaemin kembali berlari menjauhi aeri tapi sayangnya ia melupakan tas miliknya yang masih berada di tanah.


"ahh sial aku lupa tasku,bagaimana ini ? ada kartu blackcard dan ponsel di dalamnya jika bodyguard payah itu mengambilnya dan memberikannya ke ayah tamatlah riwayatku tapi bagaimana jika wanita itu menyalahgunakannya ? Ahhh kau benar-benar bodoh jaemin"monolognya yang tersadar akan tas miliknya,


Setelah beristirahat sejenak di toko kelontong dengan membeli sebotol air dan masker agar menyamar.Jaemin kembali ke kantor pos itu dengan harapan aeri masih ada di sana dengan tasnya.


Ternyata dugaannya benar,Aeri masih berada di sana duduk di anak tangga sambil memeluk tas milik jaemin.Segera jaemin mendekati aeri namun entah mengapa jaemin sedikit risih dan malu akibat kalimat yang ia lontarkan saat tak sengaja menabrak aeri dan menghentikan langkahnya.


Setelah mendapatkan kepercayaan dirinya jaemin membawa sebatang es krim untuk menutupi kesalahannya lalu mendekati kembali aeri berharap Aeri akan mengembalikan tas miliknya.


Dengan susah payah jaemin memahami satu persatu bahasa isyarat yang aeri coba jabarkan dan akhirnya jaemin tahu bahwa aeri bukan wanita aneh ataupun langka melainkan aeri adalah wanita unik yang baru saja ia temui seumur hidupnya.


Berjalannya waktu Jaemin mulai nyaman dengan kehadiran aeri yang tidak sempurna itu.Kenakalan jaemin kini berubah menjadi pria baik seperti malaikat berbanding terbaik dengan dirinya yang dulu.


Bukan hanya aeri yang menolong jaemin merubah sifat nakalnya tapi Jaemin juga menolong aeri dengan membelikannya alat bantu dengar untuk pertama kalinya agar aeri bisa mendengar berbagai macam suara yang berada di sekitarnya.


Setiap waktu mereka selalu bersama seperti bayangan dan tubuh.Saat jaemin mulai menyukai aeri seperti seorang pria menyukai wanita sayangnya secara mendadak aeri di diagnosa penyakit kanker darah atau lebih tepatnya leukimia.Hal itulah yang membuat jaemin memilih mundur dari bisnis ayahnya setelah lulus dan pergi mengejar gelar dokternya di amerika.


Saat ia kembali dan berharap bisa menjalani hidup bersama aeri layaknya pasangan yang saling mencintai ternyata aeri menyukai seorang musisi terkenal bernama min yoongi.Bukannya hancur ataupun sakit hati, Jaemin malah memilih untuk memperjuangkan cintanya walau aeri beranggapan hubungan mereka adalah sepasang kakak adik bukan sepasang kekasih.


FLASHBACK OFF🛬