Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 32



...Cuaca dingin lebih baik dari sikapnya yang melebihi dinginnya kutub utara,...


...Wajah tampan dan indah memanglah keuntungan yang tuhan berikan dalam dirinya tapi tidak dengan sikap tsunderenya yang sulit untuk di tebak,...


...Bak cerita dongeng yang berada di era ini dia berhasil menggambarkan sosok pangeran dalam versi berbeda....


Yoongi kini sudah berada di daegu, kota kelahirannya.Pria itu memang tak bisa bohong dia memang merindukan tempat itu apalagi masakan ibunya yang sudah mulai hilang di lidah dan ingatannya.


Kini yoongi sudah berada dalam kamarnya sekedar mengistirahatkan tubuhnya yang letih di atas kasur lembut miliknya.Tubuh pria itu memang berada di atas kasur di daegu namun sayangnya pikirannya masih tersimpan di seoul tepatnya di rumah aeri,Yoongi dengan pikirannya saat ini tengah melamunkan wajah cantik dari wanita itu sambil menatap kosong langit-langit kamarnya.


Kring...kring...


Ponsel yoongi berdering ternyata panggilan video dari taehyung.


"eoh...ada apa kau menelponku ? Agensi baik-baik saja kan ?" tanya yoongi,


"di sini semua baik-baik saja hyung kau tidak perlu cemas"


"lalu untuk apa kau menelponku ?"



"hanya rindu saja hyung, apa tidak boleh ?"


"boleh kenapa tidak"


"oh iya hyung ngomong-ngomong berapa lama kau di daegu ?"


"mungkin sepekan atau bisa jadi hanya 3 hari, memangnya kenapa ?"


"rasanya aku ingin pulang ke daegu juga,melihatmu bisa berada di kamarmu aku sangat iri hyung"


"nanti saat cuti kau juga bisa pulang sama sepertiku dan kau juga bisa mengajak yeontan"


"kau curang hyung mengambil cuti lebih dulu dari member lain termasuk aku"


"tapi saat kalian cuti nanti aku hanya berada sendiri di dorm dan di agensi"


"kau benar hyung,Oh iya setelah panggilan ini tolong kau telepon yeonjun hyung"


"memangnya kenapa ? dia membuat onar ?"


"hmmm tepat sekali katanya dia tidak terima kau pergi tidak memberinya kabar, untung saja staff baru itu menenangkan anak itu kalau tidak mungkin para staff akan kewalahan karena agensi yang berantakan"


"staff baru yang mana yang kau maksud tae ?"


"ahhh aku lupa pertanyakan namanya hyung tapi yang ku ingat ada in-ear di salah satu telinganya"


Aeri ? apa staff baru itu aeri ataukah staff lain yang juga tunarungu sama seperti aeri ?


"baiklah akan ku telepon anak itu dan kau kembalilah latihan"


"baik hyung dan tolong jika kau kembali ke seoul bawakan oleh-oleh yang bisa di makan ya hyung"


"hmm jika aku juga tidak lupa"


"kau harus mengingatnya saranghae hyung"


Setelah memutuskan panggilan videonya dengan taehyung,ia tidak langsung menelpon yeonjun melainkan Yoongi beranjak dari tempat duduknya dan segera masuk ke dalam kamar mandi agar bisa menyegarkan tubuh dan pikirannya.


Pikirannya masih melayang memikirkan aeri di tambah cerita taehyung tadi membuat yoongi tak bisa melepaskan nama aeri walau hanya sehari saja.


Setelah selesai dengan acara mandinya,Yoongi kembali mengecek notifikasi ponselnya.Pria itu hanya iseng melihat jikalau ada pesan darurat dari seoul.


Aman, tak ada notifikasi aneh ataupun panggilan telepon dari sasaeng.


Ya,setelah kasus dengan sasaeng di malam itu entah mengapa ponsel milik yoongi dan juga member lain sudah tak lagi di teror oleh para fans yang toxic dengan reputasi mereka.


"Yoongi~ya...ayo makan malam di bawah. Semua kerabat kita sudah menunggumu" teriak seseorang dari balik pintu kamarnya.


"Baiklah,Aku akan ke bawah sebentar lagi"jawab yoongi.


Setelah memakai pakaiannya, yoongi melangkah turun ke bawah.Sebenarnya yoongi sangat malas jika menghadiri acara keluarga apalagi jika harus menjawab sejumlah pertanyaan dari kerabat jauhnya perihal karirnya di industri musik hiburan yang sangat sukses,itu karena sifat tertutup yang ia miliki yang tak bisa pernah berubah.


Seketika semua orang yang berada di ruang tengah rumah yoongi mengarahkan pandangan mereka ke tubuh yoongi yang baru saja selesai menuruni anak tangga.


Malu ?tentu saja saat ini yoongi benar-benar merasa malu.Tatapan beberapa orang itu mampu membuat yoongi garuk-garuk kepala walau kepala itu tidak terasa gatal sedikitpun.


Bercengkrama dengan keluarga besar Min adalah sesuatu yang sangat langkah.Tentu saja karena mereka semua yang bertempat tinggal jauh dari daegu bahkan ada yang tinggal di luar negeri tapi entah kenapa malam ini sangat spesial karena kedatangan mereka yang serentak.


"astaga yoongi sepertinya Bang PD-nim sangat menjagamu,kau tampak gemuk seperti pangsit rebus" ujar salah satu kerabat jauhnya,


"walaupun begitu dia sangat tampan, banyak wanita yang idola padanya" tambah yang lainnya,


"Ahhh aniya,aku hanya biasa-biasa saja bibi,Tidak ada yang spesial dariku" sahut yoongi,


"sudahlah kalian tidak usah menggoda putraku itu.Yoongi bisa ikut ibu sebentar " tanya seorang wanita paruh bayah yang wajahnya mirip dengan yoongi,


"Nee eomma" jawab yoongi.


Yoongi pun bangkit dari tempat duduknya lalu mengikuti langkah wanita paruh baya yang disebutnya eomma itu.


Saat sampai di dalam sebuah kamar,ibu yoongi mengunci ruangan itu dan menyisakan mereka berdua di dalamnya.


"ada apa eomma ? kenapa eomma mengunci pintunya ?"tanya yoongi heran,


"yoongi~ya...eomma ingin membicarakan hal serius denganmu"


"perihal apa ? sepertinya genting"


"yoongi umurmu sudah menginjak umur yang mapan jadi ibu ingin kau...."


"ingin apa eomma ? "


"eomma ingin kau menikah dengan wanita pilihan eomma"


"Mwo ?! eomma ingin aku menikah mendahului hyungku begitu ?"


"kau jangan salah paham dulu yoongi"


"bagaimana aku tidak salah paham jika pernyataan eomma mengarah ke pernikahan ?!"


"tapi yoongi kau harus menikah"


"lalu mendahului geumjae hyung dan seokjin hyung ?! itu tidak akan terjadi eomma"


"mengertilah dengan posisi ibumu sekarang ini yoongi,tolong pahami ibumu ini"


"Dan eomma sendiri ? apakah eomma memahamiku ?!"


"Yoongi kakekmu meminta ibumu ini untuk meneruskan gelar kebangsawanan yang di pegang oleh keluarga min jadi kakekmu sangat ingin kau menikah dengan salah satu kerabat mereka"


"kenapa harus aku eomma ? jika hanya sesimple itu alasannya minta geumjae hyung saja yang meneruskannya dia kan putra sulung bukan aku "


"kau yang memegang garis keturunan keluarga min bukan kakakmu yoongi,apa kau mau garis keturunan min akan hilang di telan zaman dari waktu ke waktu ?"


"aku juga tidak mau eomma tapi kenapa harus aku ? karirku sedang melejit saat ini dan reputasi serta sahamku sedang stabil jika aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan sebuah pernikahan maka semua kerja keras bangtan yang dari dulu kami bangun akan hancur,tolong eomma pikirkan semua itu.Ini semua bukan hanya pernikahan tapi reputasiku di industri hiburan akan lenyap"


"eomma tahu itu semua yoongi ini memang berat maka dari itu eomma menyiapkan malam ini sebagai perkenalanmu dengan kerabat jauh kita"


"eomma tahu jawabanku kan ? aku tidak akan menyetujui perjodohan dengan cara apapun itu.Jika untuk meneruskan marga Min aku akan temukan cara lain yang bisa ku terima dan tidak akan memberatkan siapapun"


"Yoongi tolong jangan keras kepala dan terima keputusan kakekmu"


"aku tidak keras kepala eomma hanya saja aku belum siap dengan keputusan sepihak yang kau ambil dengan kakek.Jika eomma masih ingin menikahkanku jangan salahkan aku jika tahun baru nanti aku tidak akan pulang"


Setelah perdebatan antara anak dan ibu itu usai dengan sikap dingin yoongi berlalu pergi.Dia terlihat sangat marah bercampur kesal menaiki kembali anak tangan hingga sampai ke rooftop rumahnya.


"Tck.aku bukanlah anak kecil yang akan setuju dengan sebuah perjodohan.Aku SUGA pria savage yang di idamkan semua ARMY lalu setragis ini kisah cintaku ? hei bintang apa ini alasan eomma memintaku kembali ke daegu dengan terburu-buru ? hei bulan apa di kehidupanku sebelumnya aku pria bajingan yang menyakiti banyak wanita hingga sekarang aku sulit merasakan yang namanya jatuh cinta ?" tuntun yoongi pada langit malam,


Jika di bilang gila mungkin saat ini yoongi sedikit stress akibat pikirannya yang kacau.Bagaimana tidak di satu sisi ia menginginkan selalu ingin bersama aeri di setiap waktu namun di sisi lain keluarganya mengingkan dirinya menikah dengan kerabat jauhnya dengan alasan ingin meneruskan darah biru dari marga Min.


Lebih baik aku berada di seoul memikirkan ribuan lagu yang menuntutku untuk memeras otakku di bandingkan harus berada di sini dalam dilema yang tak ingin ku selesaikan, begitulah kira-kira yang ada di pikiran yoongi saat ini.


Ia terlihat terus mengacak-acak surainya bahkan sesekali menendang tembok untuk melampiaskan amarahnya.