
Aeri baru saja keluar dari tempat rekaman agensi membawa beberapa berkas yang di minta PD-nim.
Kaki yang indah dengan high heels menampak lantai bak seorang binaragawan,telapak tangan kiri aeri terlihat terperban sedangkan tangan kanannya di gunakan untuk membawa berkas,Tubuh yang ramping dengan balutan blazer berwarna coklat ala wanita kantoran semakin menambah kesan anggun di dalam dirinya.
Tumpukan file dan beberapa berkas terlihat menantikan kedatangan aeri untuk di selesaikan,Komputer yang masih setia menyala yang menampilkan layar putih untuk di ketik menggunakan jemari aeri.
"akhirnya setelah ini aku akan sarapan dan melanjutkannya lagi,Figthing !!!"monolognya menyemangati dirinya,
Pukul 03.00 AM tadi Aeri sudah di jemput oleh yoongi.Tak ada perbincangan dari keduanya ataupun sekedar sapa hanya kesunyian dan senyap antara keduanya.Hingga mereka tiba di agensi,Tak terdengar sekalipun sapaan satu sama lain melainkan hanya member bangtan yang lain yang menyapa aeri.
yang ku tahu hanya musim dingin yang dinginnya bisa mencekam dan bodohnya aku tak pernah peka bahwa kau lebih dingin dari sekedar badai salju.
Setelah menyelesaiakan berkas terakhirnya,Aeri pun membawa tumpukan berkas itu ke meja beberapa staff atasannya yang berada di lantai atas.Dengan sangat hati-hati agar berkas yang di bawanya tak jatuh,aeri melangkah demi langkah untuk sampai ke depan lift.
"kemarikan biar ku bantu" ujar seseorang membawa sebagian berkas yang di bawa oleh aeri yang terlihat menutup hingga wajahnya,
"tidak usah aku bisa sendiri" tolak aeri tanpa melihat lawan bicaranya,
Bruk.
Seketika orang itu langsung menyimpan kembali berkas yang di ambilnya ke posisi semula tapi sayangnya ia sedikit memakai emosi yang mengakibatkan keseimbangan aeri tak terjaga dan membuatnya terjatuh bersama berkasnya.
"sudah ku katakan aku akan membantumu,kau sangat keras kepala" dingin orang itu,
Ingin rasanya aeri memaki orang itu yang sudah membuat dirinya tersungkur tapi saat memandang wajah orang itu nyalinya menciut.Ya,orang itu adalah yoongi.Pria berkulit putih itu awalnya akan kembali ke ruangannnya untuk mengambil lagu yang ia selesaikan tapi melihat aeri yang mengalami kesulitan membawa berkas yang cukup banyak,ia pun menghentikan langkahnya dan berniat menolong wanita itu.
"kau ingin kemana ?" tanya dingin yoongi,
"aku....aku ingin ke lantai atas untuk menaruh semua berkas"
"oh kalau begitu ikut aku" ujar yoongi menarik tangan kanan Aeri menuju tangga darurat.
"karena masih pagi ada baiknya gunakan saja tangga jangan bermalas-malasan dengan naik lift setiap hari" ujar yoongi masih setia menggenggam tangan aeri dan menuntunnya menaiki tangga,
Yoongi itu hanya alasanmu agar kau bisa berlama-lama bersama aeri dan bisa merasakan sentuhan tangan mungilnya yang engkau dekapkan di tanganmu.Semakin kau ingin menjauh maka semakin takdir dan hatimu akan mendekatkanmu bagaimanapun caranya.
Setelah selesai dengan tugasnya,Aeri pun kembali ke meja kerjanya sementara yoongi kembali ke ruangannya.
"astaga aku lapar tapi aku juga mengantuk.Aku akan tidur 5 menit saja lalu pergi sarapan" monolognya kembali,
Ia pun beranjak dari tempat duduknya menuju toilet hanya sekedar membasuh wajahnya agar waktu tidurnya tidak lebih dari 5 menit.
Saat aeri menyandarkan dahinya di atas meja kerjanya, alat pendengaran yang terpasang di telinganya mengganggunya.Aeri pun memutuskan untuk melepaskannya dan menaruhnya di samping komputernya agar ia tak melupakannya jika terbangun.
"Aeri,ini ramen untuk..." ujar yoongi membawa dua mangkok ramen instan tapi saat melihat aeri tertidur di meja kerjanya yoongi mengurunkan niatnya untuk makan bersama.
Yoongi membawa kembali ramen itu dan memberikannya ke jungkook dan jimin yang tak sengaja berpapasan dengan dirinya saat ia ingin ke ruangannya.Setelah merasa jalanan koridor kembali sepi dari para maknae bangtan,yoongi keluar dengan membawa selimut untuk di berikan aeri.
Yoongi harus mengendap-endap dan mewaspadai sekitar agar para maknae ataupun member bangtan yang lain tidak datang dan bertanya hal-hal yang tak ingin di jawabnya. Jujur saja yoongi sangat malas jika harus beradu argument saat ia benar-nemar letih dengan pekerjaannya sebagai idol.
Setelah memberi aeri selimut lalu menyalakan penghangat ruangan, Dengan sangat hati-hati yoongi menutup pintu namun sayangnya tingkah anehnya itu langsung di tangkap oleh taehyung.
"Hyung apa yang kau lakukan ? kau seperti habis mencuri saja " ujar taehyung sambil memanyunkan bibir menatap hyungnya itu,
"aku tadi hanya membantu lexxa " ujar yoongi melangkah pergi agar terhindar dari pertanyaan taehyung,
"tae apa kau lapar ?"
"tidak,namjoon hyung sudah mengajakku sarapan tadi"
"kalau begitu bagaimana dengan cemilan ? apa jungkook dan jimin juga sudah mengajakmu ?"
"tidak hyung,mereka masih latihan"
"kalau begitu Ayo ke ruanganku, aku punya banyak cemilan di sana"
"benarkah ? Apa kombucha juga ada hyung? aku perlu menghangatkan tubuh"
"hmmm semua ada di ruanganku"
"kalau begitu aku ikut denganmu hyung"
*****
...Jangan lepaskan tanganku selama-lamanya...
...Karena aku pun tak mau melepaskanmu...
...Meski aku ingin bertemu denganmu...
...kau secara tegar tetap di sisiku...
...Bahkan walau kau tidak mengungkapkannya...
...Karena itulah, jangan lepaskan tanganku...
...sebab aku pun tak mau melepasmu untuk kedua kalinya.......
"astaga lagu yoongi sunbae sangat bagus tapi sayangnya dia tidak ingin merilisnya sekarang" ujar lexxa memberhentikan rekaman lagu yang terputar di layar monitor,
"Wae ?" tanya jin heran,
"katanya dia ingin seseorang mendengarkannya terlebih dahulu barulah publik bisa mendengarkan" jelas lexxa,
"Tapi sampai kapan ? 2 hari lagi album comeback kita akan di rilis,apa yoongi hyung tidak tahu itu ?" tambah j-hope,
"yoongi sunbae pasti tahu hal itu ataukah lagu ini akan di masukkan bukan di album bangtan tapi di album mixtapenya ?" tanya lexxa,
"entahlah mungkin yoongi sedang mempersiapkan MV untuk lagunya ini karena sepertinya fans akan suka dan sangat tertarik jika singel yang kita keluarkan menggunakan MV " ujar jin,
Lexxa dan j-hope yang mendengarkan pendapat jin langsung mengangguk, menandakan mereka setuju dengan perkataan hyung tertua bangtan itu sedangkan namjoon hanya tersenyum dan tidak memberi komentar sedikitpun mengenai lagu yoongi.
Karena hanya namjoon yang sangat tahu tentang yoongi yang membuat lagu untuk wanita tunarungu yang bekerja sebagai staff agensi. Bahkan saat pembuatan lagu itu namjoon juga turut ambil bagian dengan sedikit merubah liriknya agar nantinya publik yang mendengarkan tidak akan langsung berpikiran bahwa saat yoongi menulisnya dia sedang jatuh cinta dengan seorang wanita tunarungu yang menjadi staff agensi bangtan.
Namjoon benar-benar mengganti setiap kata yang menurutnya mengarah langsung ke keadaan perasaan yoongi yang sedang nyaman dengan seorang wanita melainkan mengubahnya seperti yoongi memainkan peran seorang pria yang jatuh cinta.
Bukan hanya yoongi yang jenius tentang musik tapi bakat dari rapper line dalam bermusik cukup di perhitungkan.Banyak dari karya mereka yang di terima oleh PD-nim dan di ikutsertakan dalam bait lagu title yang di rilis untuk album comeback mereka.