
Jam menunjukkan pukul 6 itu berarti sisa 2 jam menuju pukul 8.Tak ada yang berubah dengan aktifitas rutin bangtan hanya saja mereka berniat menyelesaikan jadwal lebih cepat dari hari biasanya bahkan namjoon yang memiliki kegiatan lain di luar jam bangtan seperti membuatkan lagu untuk group lain terpaksa mempercepatnya tanpa harus meninggalkan jadwalnya bersama member bangtan yang lainnya.
Sementara di tempat lain, yeonjun yang baru selesai dengan sesi latihannya tampak terus mengekor ke aeri.Pria bertubuh jangkung itu terus merengek pada aeri agar wanita itu membatalkan niatnya untuk mengambil jadwal lembur.
"Aeri~ya..apa kau tidak sayang dengan tubuhmu ? kemarin kau kurang tidur karenaku sebaiknya tidak usah ambil lembur hari ini dan aku akan mengantarmu pulang"
"tapi rekan kerjaku sedang sakit jika aku tidak lembur dan menyelesaikannya aku juga yang akan repot besoknya"
"itu tidak akan terjadi, aku akan minta noona staff yang lainnya untuk menggantikan dirimu. sekarang ikut aku pulang"
"Aku staff rookie di sini mana ada staff lain yang akan mau membantu yeonjun"
"tentu saja ada jika yeonjun yang memintanya semua staff agensi akan mau menuruti keinginanku, Ayo sekarang ikut aku pulang"
"tapi...."
"astaga bisa tidak kau tidak menolakku hanya hari ini saja ? Jika kau terus membantahku dan menolakku lagi maka aku akan menggendongmu masuk ke dalam mobilku"
"itu memalukan yeonjun"
"kalau begitu diamlah dan turuti permintaanku.Sekarang ambil tasmu,rapikan meja kerjamu dan absen lalu temui aku di parkiran.Aku akan menunggumu 30 menit di parkiran"
Aeri mengangguk dan langsung mengerjakan pekerjaan yang di minta yeonjun.Sementara pria itu berjalan menuju lift untuk sampai ke lantai dasar tempat mobil kesayangannya terparkir.
Saat menunggu pintu lift terbuka, Yeonjun sempat mengirim pesan singkat ke yoongi.
^^^from *yeonjun :^^^
^^^sunbae aku misiku mengantar aeri pulang dan keluar dari agensi akan berhasil.Mungkin aku akan kembali ke agensi sekitaran sejam lagi.^^^
^^^to yoongi :^^^
^^^Bagus jangan sampai dia curiga.Kita bertemu di genius lab sejam lagi.^^^
^^^from yeonjun :^^^
^^^Siap sunbae*^^^
Pintu lift terbuka, dengan segera yeonjun melangkahkan kakinya memasuki lift namun seorang wanita bertubuh lebih pendek dari yeonjun melangkah keluar dari lift dengan sangat tergesa-gesa dan membuatnya menabrak pria bertubuh jangkung itu.
Kertas yang di bawa oleh wanita itu berhamburan dan berantakan dimana-mana.Karena merasa juga ikut bersalah yeonjun dengan segera membantu wanita itu memunguti lembaran kertas yang berhamburan dimana-mana.Awalnya yeonjun tampak biasa saja membantu memunguti setiap lembaran kertas itu tapi seketika fokusnya teralihkan saat ia tak sengaja membaca lembar terakhir yang ia kutip.
"tunggu" ujar yeonjun dengan wajah datar,
Wanita itu yang tadinya ingin melangkah menjauhi yeonjun tiba-tiba mematung dan terlihat ketakutan.
"kenapa kau di sini? Kau bukan staff agensi apa kepentinganmu datang kemari ? membuat rumor ataukah kekacauan dengan memperburuk nama besar bangtan ?" tanya yeonjun dengan tangan meremas sebuah kertas yang tadi di pegangnya,
Wanita itu hanya menunduk dan memejamkan matanya.Yeonjun mempercepat langkahnya dan alhasil ia berdiri tepat di hadapan wanita itu.
"Jika kau punya mulut maka jawab pertanyaanku bukan diam seperti orang bodoh yang tidak memiliki mulut" lugasnya,
Bibir wanita itu terbuka namun sedikit bergetar akibat suara yeonjun yang membuat rasa ketakutannya seperti menjalar di nadinya,
"ku tanya sekali lagi jika kau masih bungkam maka aku akan membawamu ke kantor polisi sekarang. Apa tujuanmu datang kemari ?"
Lagi-lagi yeonjun di buat frustasi, wanita itu tak menjawab apapun dan hanya mencekram hebat kertas yang berada di genggamnya.
kini yeonjun mengangangkat dagu wanita itu hingga membuat wanita itu harus mendongak naik dan melihat wajah bahkan mata indah yang yeonjun miliki.
"aku di minta datang kemari oleh seorang wanita.Dia memintaku memberikan dokumen ini kepada Bang PD-nim sebagai ancaman untuk membuat skandal dari artis agensinya"
Skakmat.
Akhirnya wanita itu buka mulut setelah tak sanggup di tatap dengan tatapan sinis oleh yeonjun.Sementara yeonjun hanya tertunduk dan menahan tawanya.Mengapa ? tentu saja karena ia tahu siapa yang mengirim wanita ini masuk ke agensi siapa lagi kalau bukan sasaeng yang mengancam akan menerbitkan fotonya yang tidur bersama aeri ke media jika yoongi tak menepati janjinya bertemu di namsan tower malam ini.
"Tolong lepaskan aku hiks..."
"berhentilah menangis airmata buayamu itu tidak akan bisa menolongmu"
"apa salahku ? aku hanya di bayar untuk membawa dokumen saja"
"kau masih bertanya salahmu apa ? Tck.sudah jelas kau masuk ke kantor agensi tanpa izin lalu kau pasti memalsukan ID card salah satu staff di sini agar kau punya akses untuk masuk ke gedung ini.Bukan hanya itu kau masuk dalam sindikat penipu bersama wanita yang menyuruhmu itu"
"tapi aku melakukan semuanya karena wanita itu yang menyuruhku"
"aku tidak mau alasan apapun yang jelas sekarang ikut aku dan kau harus menuruti semua perintahku jika tidak maka kau akan ku jebloskan ke penjara bersama tuanmu itu,paham ?"
"aku janji akan menurutimu tapi tolong jangan penjarakan aku"
"anak pintar,tunggu di sini jangan kemana-kemana"
Wanita itu mengangguk sementara yeonjun sedang sibuk menelpon seseorang dan berbicara lewat telepon dan sesekali mengarahkan pandangannya ke arah wanita itu.
*****
Pukul 7, Yoongi di buat gelisah karena yeonjun yang belum datang di genius lab miliknya. Sejam lagi dia harus bertemu dengan sasaeng dan harus mendapatkan semua foto yeonjun yang di miliki sasaeng itu sedangkan member bangtan lainnya kecuali namjoon sudah 30 menit yang lalu menjalankan tugas mereka.Terlihat dari komputer yoongi yang melacak semua ponsel milik member bangtan yang sudah berada di lokasi tempat yang yoongi arahkan.
Ting Nong !
Suara bel pintu berbunyi, Dengan segera yoongi membuka pintu dan ternyata yeonjun datang nafas yang tidak beraturan seperti orang yang sudah berlari marathon.
"darimana saja kau ? ini hampir jam 8 kau sangat membuang-buang waktu"
"maaf sunbae tadi ada sedikit masalah tapi masalah itu akan membantu kita nanti jika rencanamu malam ini berjalan lancar"
"apa maksudmu ? kenapa bisa begitu ?"
"aku tidak punya banyak waktu sunbae untuk menjelaskannya secara detail yang intinya sekarang kau jelaskan tugasku lalu kau cepat pergi"
"araseo..."
Dengan teliti yoongi menjelaskan tugas yeonjun untuk memantau sebuah monitor kamera tersembunyi yang ia selipkan di mobil yang akan ia gunakan,restoran milik kakaknya jin dan juga di namsan tower.Ia meminta yeonjun mengambil gambar setiap gerak gerik dari sasaeng itu agar nantinya tidak sulit melaporkan kasus yeonjun ke pihak yang berwajib.Yoongi juga meminta agar segera mungkin menghubungi jin dan j-hope jika sasaeng itu sudah meninggalkan restaurant milik kakaknya jin.
Setelah merasa paham atas arahan yang di berikan yoongi, yeonjun mulai serius membuka laptop miliknya dan mulai mengaktifkan semua aplikasi yang akan membantu mempermudah pekerjaannya.Jangan heran dengan kemampuan IT yang di miliki yeonjun karena sebenarnya yeonjun termasuk salah satu artis agensi yang mendapatkan tugas untuk menjaga keamanan agensi dari segi programmer langsung dari Bang PD-nim.Walaupun terlihat biasa saja di luar tapi kemampuan programmer yang di miliki yeonjun selalu membuat yoongi takjub dalam sekejap.
Sepersekian detik yeonjun berhasil meretas semua CCTV yang berada dalam jangkauan permainan yang di susun oleh yoongi termasuk rumah sasaeng itu.Terlihat sasaeng baru saja keluar dari rumahnya dan mengambil taksi menuju namsan tower.
"Baiklah korban akan masuk perangkap sunbae sepertinya kau harus cepat menjemput mangsamu" ledek yeonjun fokus memonitor layar berisi puluhan CCTV yang di retasnya,
"ya kau benar, aku bahkan lupa kapan bangtan menggunakan keahliannya yang lain selain di dunia musik seperti ini"
"malam ini berkesan sunbae,pergilah cepat jangan sampai mangsamu menunggu terlalu lama"
"baiklah aku pergi"
Setelah menepuk pundak yeonjun, pria berkulit putih itu langsung berlari menuju lantai dasar tempat namjoon menunggunya dan tak butuh waktu lama untuk mereka berdua menembus lebatan salju agar sampai di namsan tower.