
Setelah menepuk pundak aeri, lisa pun meninggalkan aeri yang masih mematung menatap kosong layar komputernya.Hari ini dia mendapatkan jadwal lembur menggantikan rekan kerjanya yang sedang sakit.Hanya beberapa staff yang terlihat sibuk berlalu-lalang menyiapkan diri mereka pulang melintas salju di hari pertama turun.
Para artis agensi juga sudah meninggalkan gedung itu pulang kembali ke dorm mereka masing-masing termasuk yeonjun yang pulang lebih awal karena ia terserang demam akibat salju pertama yang turun.Kini tinggal staff yang mendapatkan piket malam dan beberapa staff yang mengambil lembur seperti aeri yang membuat suasana gedung itu hidup.
"astaga aku mulai mengantuk.Mungkin kopi bisa membantu kejenuhanku ini" ujar aeri memaksakan bola matanya terbuka dan melangkah menuju kantin agensi untuk mendapatkan secangkir kopi.
Koridor tampak sangat sepi dan sedikit mencekam akibat di tinggal oleh beberapa staff yang piket di siang hari.Dengan mengelus perlahan lengannya agar mendapatkan kehangatan dari cuaca dingin di luar,aeri menembus tiap lorong agensi untuk kembali ke meja kerjanya.
Langkahnya terhenti saat ia tepat berada di hadapan ruang genius lab milik min yoongi.
Ia terus menatap berharap pintu ruangan itu terbuka dan menampakkan sosok yang paling ia rindukan saat ini.
"aku wanita gila yang merindukan mahkota raja.Pabbo..." lirih aeri lalu mencoba beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.
Namun baru sampai beberapa langkah suara lift berbunyi menandakan ada seseorang yang akan keluar dari lift itu.
Di jam begini ?Siapa staff yang masih berada di luar gedung yang cuacanya tidak mendukung seperti ini? - batin aeri menanti pintu lift itu terbuka karena penasaran.
Saat pintu terbuka, aeri langsung membulatkan matanya melihat sosok yang ia rindukan tepat di depan matanya.Ya,dia yoongi yang sedang tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol mencoba berjalan dengan tertatih-tatih sambil mengingat dimana ruangannya.
Apa dia benar min yoongi ?Tapi kenapa dia datang kemari selarut ini ?Dimana member lain ?kenapa dia datang dalam keadaan mabuk? Apa yang terjadi padanya ?
Ingin rasanya aeri menghujani pertanyaan itu pada yoongi tapi sayangnya aeri tahu bukan sekedar tahu sangat-sangat tahu posisi yoongi tak akan bisa menjawab pertanyaannya itu dan mungkin akan merancau jika ia mengintrogasinya dengan pertanyaan itu.
Akhirnya aeri memutuskan untuk menghampiri yoongi dan menolongnya membopong menuju genius lab.Dengan sedikit kerja keras akhirnya ruangan itu terbuka.
"astaga tidak ku sangka kau juga berat sunbae" ujar aeri mengatur nafasnya setelah melempar tubuh yoongi ke sofa,
Kenapa aeri bisa membuka kunci ruangan jenius lab yoongi ? tentu saja karena yoongi yang memberi pinnya.Walaupun pria berkulit putih seperti es itu setengah sadar akibat pengaruh alkohol yang berlebihan namun kemampuan musisi jenius itu dalam mengingat cukup baik walau sedikit melantur seperti orang mabuk pada umumnya.
"jungkook~ah..apa kau diet ? kenapa badanmu seperti triplek hidup ? hahahah" ujar yoongi mencoba untuk berdiri dan memicikkan matanya agar fokus menatap sosok aeri dengan jelas di hadapannya itu.
Bruk.
Yoongi menjatuhkan badannya dengan sengaja ke tubuh aeri yang notabennya lebih kecil darinya namun aeri tetap mempertahankan posisinya untuk tetap berdiri menahan tubuh yoongi yang sangat berat baginya.
"aku tahu kau bukan jungkookie tapi kau jimin~ah yang imutku,benarkan ?"
suara berat dan desahan nafas yang menjadi ciri khas seorang min yoongi sukses membuat bulu kuduk di seluruh tubuh aeri berdiri saat ia membisikkan kalimat itu tepat di telinganya.
Diam.Pilihan aeri yang mungkin salah hanya saja ia harus tetap bertahan dengan godaan luar biasa di hadapannya ini.pikirannya benar-benar kacau saat tak sengaja ia merasakan detak jantung yoongi yang berdegup dengan kencang beriringan dengan detak jantungnya karena sekarang posisi mereka tepatnya yoongi memeluk pinggang ramping milik aeri.
"sunbae..."
"hmmm, jimin~ah wae ? tunggu kenapa kau memanggilku sunbae ?" ucap yoongi mendongak menatap wajah aeri dengan jarak sangat dekat dengan mata merah yang sayu.
"aniya...tapi sunbae aku bukan jimin"
"aku juga bukan hantu"
"lalu ?"
"aeri...aku aeri sunbae"
"aeri ? ahhh...wanita yang merampas first kiss ku,apa aku benar ?"
jika saja aku tidak menyukaimu dan kau tidak mabuk separah ini mungkin aku akan memakimu dan berdebat panjang hanya untuk meluruskan kalimat bodohmu itu tuan min yoongi -maki aeri dalam lubuk hatinya.
"iya kau benar,ayo berbaliklah agar kau bisa merebahkan badanmu di sofa sunbae"
"sirheo...sofanya tidak enak aku ingin terus begini saja"
tamatlah riwayatmu aeri.Bisa-bisa kakimu akan hilang jika kau terus berdiri menahan tubuh yoongi - sesal aeri dalam hatinya.
"tapi sunbae..."
Belum sempat menyelesaikan ucapannya yoongi langsung mengecup bibirnya.kecupan kilat tetapi sangat berkesan.
"kau berisik noona,aku ingin tidur dan kau seperti radio rusak yang menyala" rengek yoongi melepaskan pelukannya dan merebahkan dirinya tidur di sofa genius lab miliknya membelakangi aeri yang terdiam seperti patung.
Aeri hanya bisa terpaku dengan mata yang melebar menanggapi apa yang baru terjadi pada dirinya.Ini kali ketiga sang musisi genius menyentuh bibirnya namun entah mengapa untuk pengalaman kali ini pikiran aeri menggila.
Karena tak ingin terbawa suasana dan mengalami berbagai macam perasaan yang berkecamuk di kepalanya.Aeri dengan sangat hati-hati melangkah menuju pintu keluar ruangan yoongi agar suara langkah kakinya tak membuat savage boy itu terjaga dan melakukan hal aneh lagi.
Srak.
Yoongi kembali bangun dari tidurnya dan menarik tangan aeri secara paksa lalu memeluknya seperti guling.
"jangan pergi"
sambil menatap dengan samar,yoongi menunduk dan membenamkan kepalanya di leher aeri dengan nyamannya.Dengan sekejap yoongi pun terlelap.Ya,kali ini dia benar-benar sudah tidur mungkin rasa capek yang tiba-tiba menyelimuti tubuhnya.
Aeri tak bisa berkutik,nyalinya kini menciut.Ia hanya berharap malam secepatnya berlalu dan pagi tiba.Dia benar tak bisa berbuat apa-apa karena tangan yoongi saat ini sangat erat memeluknya.
Semoga malam ini tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
Karena pasrah akan keadaannya saat ini,aeri memberanikan dirinya untuk mengangkat tangannya dan meletakannya di atas kepala yoongi sembari membelai surainya dengan lembut.
Yoongi menghembuskan nafasnya dengan bibir yang menyentuh leher aeri.Tentu saja aeri bisa merasakan dengan sangat jelas hembusan nafas hangat seorang min yoongi yang memberi tanda bahwa belaian aeri yang sederhana itu mampu menbuatnya nyaman dan semakin terlelap dalam bunga mimpinya.
Aeri pun juga perlahan mulai menutup mata setelah perdebatan panjang yang ia lakukan dengan pikirannya agar bisa lolos dari pelukan yoongi yang sangat erat.
jika mencintaimu adalah kesalahan maka kesalahan ini adalah kesalahan yang paling indah yang pernah ku buat dalam sejarah panjang tentang hidupku.