
Sudah 2 hari yeonjun di rawat, yoongi dan aeri juga masih setia menemani anak bertubuh jakung itu kemanapun yang ia inginkan.Mulai dari rooftop,taman hingga mengunjungi bangsal anak sebagai badut agar mereka terhibur.Tentu saja yeonjun dengan posisi duduk di kursi roda sementara aeri dan yoongi berjalan bak pasangan suami istri membawa anak mereka.
Tak jarang teman-teman idol seagensi mereka datang menjenguk yeonjun dan sekedar basa-basi lalu pergi namun hal itu tidak berlaku untuk member bangtan.Mereka datang dan akan menginap semalaman mengajak yeonjun bermain dan melupakan bahwa anak itu butuh istirahat dan tempat itu masih di rumah sakit.
Malam kali ini seperti hari biasa, Para member bangtan datang namun bedanya malam ini mereka datang dengan wajah tegang.
"Hyung aku sudah dapat izin rumah sakit untuk menggunakan ruangan mereka yang tak terpakai dan tidak ada cctv untuk malam ini" ujar namjoon berlari menghampiri yang lain,
"baiklah kalau begitu kalian pergi saja lebih dulu.Aku akan menyusul" ujar yoongi yang duduk di samping ranjang yeonjun,
Setelah member lain bangtan di bawa oleh namjoon ke ruangan yang di maksud.Yoongi menatap aeri dengan tatapan yang sangat sinis seperti ingin menerkam.
"kau baik-baik saja sunbae ?"
"Tck.Sunbae...setelah kau memanggilku tuan lalu kau menggantinya dengan kata sunbae,kenapa tidak dengan oppa saja ?"
"Kau senior dan juga idol agensi tempatku bekerja jika aku memanggilmu dengan sebutan oppa itu akan berbahaya dengan reputasimu, bagaimana jika wartawan penguntit mendengarnya?"
"Bilang saja kau tidak nyaman memanggilku dengan sebutan itu"
"mian"
"sudahlah, lagian aku juga tidak peduli. Sebentar lisa akan datang menggantikanmu jadi malam ini kau tidak usah menjaga yeonjun.Pulanglah dan beristirahat"
"tapi bagaimana dengan yeonjun ? Bagaimana jika dia bangun dan mencarimu atau aku ?"
"Agensi saat ini memerlukanmu jadi masalah yeonjun biar lisa yang merawatnya.Jadi besok aku akan menjemputmu untuk datang ke agensi"
"tidak usah repot-repot aku bisa naik bus"
"memang kau tahu jadwal yang di minta agensi untuk kau datang ?"
Deg.
seketika aeri terdiam dan langsung tertunduk.Bukan hanya yoongi yang memberi jarak antara mereka tetapi juga aeri yang terlihat sangat canggung di depan yoongi setelah kejadian malam itu sayangnya takdir meminta mereka untuk bersama hingga detik ini.
Aeri menggelengkan kepalanya dan hanya memainkan jemari tangan mungilnya.
"malam ini pulanglah dengan taksi karena aku yakin bus sudah tak ada di jam begini atau gunakan mobil lisa jika kau malas mengeluarkan uangmu" Ujar yoongi berlalu meninggalkan aeri yang masih duduk di samping yeonjun.
Dengan menghela nafas kasar aeri beranjak dan menatap ke luar dari jendela.
"Salju turun begitu indah dan aku masih tetap menyukaimu" lirihnya menatap setiap buliran salju yang turun.
Ciiiiiiiiiit.....
Suara decitan itu kembali berdengung di telinga aeri.Ya,suara itu tak pernah lagi menghantuinya setelah terakhir kali ia rasakan saat bertemu yoongi untuk pertama kalinya.
Aeri tak pernah bisa mengendalikan tubuhnya sendiri saat suara itu mengambil alih pendengarannya.Ingin rasanya ia berteriak ataupun lari sejauh mungkin dari kamar itu tapi sayangnya tubuhnya menolak karena ia tak bisa meninggalkan yeonjun seorang diri tanpa pengawasan siapapun.
Dengan dada yang penuh sesak dan kepala yang terasa berat seperti akan pecah,Aeri mencoba sekuat tenaga untuk mengendalikan kesadarannya yang di rasa akan hilang sebentar lagi.
Frustasi karena suara decitan itu semakin ganas terdengar di telinganya,Aeri menggigit tangannya sendiri hingga ia sendiri tak sadar telah melukai tangan indahnya itu.
"Aeri !!!!! " teriak seseorang yang baru datang,
"astaga tanganmu berdarah hentikan itu,Aoa yang kau lakukan ?" panik orang itu,
Aeri tak bisa melihat ataupun mendengar siapa orang itu karena saat ini aeri benar-benar bergulat dengan dirinya sendiri.
"Lepaskan tanganmu dan gigit ini.Aku segera kembali dengan bantuan" ujar orang itu sebelum suara langkah sedang berlari akhirnya terdengar di telinga aeri,
Tak lama tubuh aeri lemas,Tentu saja karena suntikan dari seorang dokter yang menembus kulitnya.
Sebelum akhirnya tak sadar,Aeri sempat melihat bayangan Yoongi sebelum matanya benar-benar terpejam.
*****
"Hyung kenapa kau lama sekali menyusulnya ?,aku bosan menunggumu" rengek jimin yang duduk di samping jungkook yang sudah tidur,
"iya jimin benar,kau sangat lamban hanya untuk datang kemari" ujar jin bermain kartu bersama j-hope,namjoon dan taehyung
"maaf hyung ada masalah tadi makanya aku telat" ujar yoongi dengan nada santainya,
"masalah ?apa wanita itu buat sensasi lagi hyung ?" tambah namjoon yang masih tetap fokus menatap permainan kartunya,
"ya begitulah tapi kali ini dia benar-benar gila" ujar yoongi mengambil kursi dan duduk di samping jungkook,
"sudah tidak usah di bahas,kali ini fokuslah untuk rapat bangtan kedepannya.Jimin bangunkan jungkook dan kalian simpan kartu itu" ujar jin mengatur meja agar bisa di gunakan untuk mereka rapat,
"baik hyung !!!" jawab mereka serentak.
Setelah beberapa jam berlangsung akhirnya mereka selesai dengan keputusan final mereka.Tampak wajah lelah yang butuh istirahat terpancar dari mereka,semua member bangtan malam ini memilih untuk tidak menganggu yeonjun dan pulang kembali ke dorm termasuk yoongi.Pria berkulit seperti salju itu mengpercayakan yeonjun ke lisa yang baru tiba saat mereka akan meninggalkan rumah sakit.
Sesampainya di dorm setelah acara bersih-bersih,Yoongi terihat menikmati udara dingin musim salju dari rooftop dorm.Wajah putih yang mulus tanpa sangat indah menikmati setiap hembusan angin yang mengenai wajahnya.
"belom tidur hyung ?" tanya namjoon yang membawa dua gelas kopi,
"belum,kau sendiri kenapa belum tidur ?"
"Kau tahu aku kan hyung suara dengkuranku akan mengganggu member lain jadi lebih baik aku tidur paling akhir saja agar mereka tidak terjaga"
"astaga kau lupa kamar kita kedap suara namjoonie"
"aku tahu hyung tapi ini juga sudah jadi kebiasaanku menunggu kalian tidur lebih dulu baru aku tidur.Kopi hyung ?"
"Gomawo"
"oh iya hyung tadi kau bilang wanita itu berbuat gila,memangnya apa yang dia lakukan hingga membuatmu terlambat ?"
"Awalnya aku akan datang ke kalian tepat waktu tapi aku kembali ke kamar yeonjun karena ponsel yang aku lupa.Saat aku membuka pintu dia sudah terduduk dengan tangan yang ia gigit hingga berdarah dan tangan satunya lagi memukul kepalanya sendiri"
"Apa ?! Lalu apa yang kau lakukan agar dia berhenti melukai dirinya sendiri hyung ?"
"aku menyuruhnya menggigit sapu tanganku lalu mencari dokter agar ia bisa di tangani dan akhirnya ia di suntik agar ia tertidur"
"aneh"
"apa yang aneh namjoonie ?"
"Aneh saja hyung,Saat kita bertujuh bertemu... dia terlihat baik-baik saja namun sepersekian menit dia langsung berubah seperti ada kejanggalan dalam tubuhnya sendiri,Bukankah itu aneh hyung ?"
"berhenti menganalisis namjoon kau membuatku pusing"
"tapi itu fakta hyung,aku rasa dia bukan hanya mengalami masalah dalam pendengarannya tapi juga masalah lain dalam tubuhnya"
"Terserah...aku juga tak paham mungkin karena pelajaran teori yang ada di agensi terlalu banyak"
"jangan salahkan agensi hyung mungkin kau sudah tua makanya kinerja otakmu menurun"
"terima kasih sudah mengingatkanku tentang umurku namjoonie"
"sama-sama hyung itu lah tugasku jika maknae sudah tidur hihihi..."
"baiklah ku rasa aku mulai mengantuk,aku akan tidur.Selamat malam namjoonie"
"malam hyung,Sepertinya aku juga akan menyusulmu untuk tidur setelah kopi ini ku habiskan"
Yoongi pun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke kasur lembut dorm bangtan.Malam ini ia memang tidur di dorm tapi sayangnya pikirannya masih terbang mencemaskan keadaan aeri di tambah perkataan namjoon yang menambah kecemasannya.
Tadi saat aeri sudah pingsan dan tangannya telah di obati.Dia lantas membawa pulang aeri dengan taksi dan sedikit penyamaran agar tidak di kenali siapapun.Dia hanya membaringkan tubuh ramping aeri di sofa ruang tamu rumah wanita itu lalu kembali ke rumah sakit untuk bertemu member lain bangtan.
Yoongi memilih membawa pulang aeri kembali ke rumahnya di banding harus di rawat karena hal itu akan memicu rumor di kalangan para staff agensi.