
Sudah 3 bulan semenjak member bangtan pergi dari seoul untuk menyapa para fans yang berada di luar negara kelahiran mereka.
Kini aeri juga sudah menjadi staff resmi dari agensi yang menaungi bangtan dan yeonjun itu walaupun baru bergabung 2 minggu yang lalu namun kinerja aeri sangat di perhitungkan di kalangan seniornya termasuk di devisi lisa atasannya dulu.
"Aeri ada acara minum soju nanti malam apa kau mau ikut?" ajak rekan kerjanya,
"aku tidak suka dengan minum,kalian saja pergi"
"ayolah aeri ikut dengan kami,acara tanpamu itu tidak akan seru" sahut yang lainnya,
"tapi...."
"ayolah aku memohon"
"baiklah.Aku ikut dengan kalian"
"oke nanti sepulang kerja kita langsung ke kedai langgananku"
Dengan senyuman manisnya yang ia miliki aeri tak bisa menolak ajakan rekan kerjanya itu walau ia tahu dia tipe orang yang tak bisa minum alkohol karena akan berpengaruh dengan pencernaannya.
****
"hyung apa ini bagus untuk di pajang di ruanganku? Hyung...hyung apa kau baik-baik saja ?" ujar jungkook mencoba menyadarkan yoongi yang melamun,
"iya aku baik-baik saja tadi apa yang kau katakan?"
"aku bilang apa bagus ini ku pajang untuk ruanganku di seoul nanti?"
"jangan yang itu coba ini warnanya sama dengan warna fandom kita,fans akan suka jika kau memajangnya"
"oh begitu ya,kalau yang ini apa bagus ku gunakan nanti saat pulang?"
"hmmm entahlah kau coba tanyakan pada j-hope dia tahu banyak soal fashion"
"baik hyung"
Di sao paulo,yoongi ditemani jungkook dan j-hope menyempatkan diri mereka untuk berbelanja beberapa sofenir yang bagus untuk di bawa pulang ke seoul namun entah mengapa saat mereka tiba di brazil hati yoongi terus merindukan aeri di tambah kemarin saat ia berjalan-jalan dengan namjoon dan jimin ia melihat lukisan wanita yang mirip dengan aeri.Hal itulah yang membuat kerinduannya semakin tak tertahankan.
yoongi dia hanya seorang staff magang kenapa kau harus menyukainya berlebihan seperti ini.Fokuslah dengan karirmu dan jangan mengecewakan bangtan -pikir yoongi yang mulai kalut.
Karena frustasi yoongi memilih lebih dulu menyelesaikan acara belanjanya dan memilih menyendiri di taman tanpa pengawalan seorang pun.Mata sinisnya kini menutup dan wajah putihnya mendongak ke langit melihat awan putih yang sedang berhamburan seperti permen kapas.Dia bahkan lupa kapan terakhir kali ia benar-benar sendiri dan menikmati setiap angin yang mengenai wajahnya.
"sendiri lagi hyung?" tanya seseorang dari balik kursi tempat yoongi bersantai,
"hmmm kau tahu kan aku menyukai hal kecil seperti ini" jawab yoongi mempersilahkan lawan bicaranya itu duduk di sampingnya.Ya,orang itu adalah taehyung.Dia baru saja selesai dengan acara olahraga larinya mengitari taman.
"Hyung apa kau tidak bosan sendiri terus?"
"apa maksudmu tae aku tidak mengerti"
"hyung akhir-akhir ini saat kita tiba di brazil kau selalu ingin menjauhi semua orang memangnya kau ada masalah apa? kau tidak pernah konsentrasi saat kita rapat hyung"
"entahlah tae aku juga tidak tahu apa yang sedang ku lakukan saat ini.Di lain sisi aku punya kalian namun di sisi lain aku kesepian dan merindukan seseorang tapi aku tidak tahu siapa orang yang ku rindukan. apakah ibuku?ayahku ataukah keluargaku?"
"aku tidak tahu soal itu hyung karena hanya kau saja yang tahu tentang apa yang sebenarnya yang kau inginkan.Aku hanya berharap padamu hyung kau bisa terbuka pada kami sebagai adikmu jadi saat kau menghadapi masalah kau bisa langsung menceritakannya pada kami"
"hmmm terima kasih tae"
"kalau begitu ayo kita pulang hyung ke hotel karena tidak baik jika berlama-lama di luar tanpa penjagaan,agensi pasti khawatir"
"ayo"
Belum puas membohongi dirinya,dia pun juga membohongi taehyung.Dia benar-benar ingin melupakan perasaannya sendiri.Yoongi sampai kapan kau akan bersembunyi di balik perasaan cintamu yang mulai timbul untuk aeri ?
*****
Di salah satu kedai minum,aeri bersama rekan-rekan kerjanya mulai meneguk beberapa gelas soju dan tak lupa juga bir dan daging panggang.Mereka benar-benar larut dalam suasana yang memabukkan itu,beberapa rekan kerjanya mulai mabuk dan tidak sadarkan diri sementara aeri masih dalam keadaan sadar walaupun sudah meneguk dua botol soju sekaligus tapi hal itu tidak berlaku lama saat botol keempat.
Aeri benar-benar sudah kehilangan kesadarannya sepenuhnya,
"saekkia !!! aiss..kenapa kepalaku berputar-putar terus" oceh aeri yang menyusuri jalanan untuk sampai ke halte bus,
"hei minggir kau !!! kau menghalangi jalanku !!!" oceh aeri menarik kera baju pria itu dan melangkah pergi meninggalkan pria itu,
tapi sayangnya pria itu tertutup dari kegelapan malam dan yang terlihat hanya bayangannya saja tampak menyeringai menghirup bau alkohol yang sangat pekat saat aeri berbicara tadi padanya,
Melihat wanita muda yang kehilangan kesadaran akibat pengaruh alkohol yang berlebihan tentu saja membuat peluang sangat besar untuk para pria brengsek melakukan hal kotor.Pria itu akhirnya membuntuti langkah aeri untuk memuluskan niat bejadnya yang sudah ia susun di dalam otaknya.
Saat aeri tiba-tiba jatuh karena sepatu high hellsnya yang patah di situlah pria itu mendekati aeri dan memaksa wanita mungil itu mengikuti langkahnya.Aeri yang tak senang karena mendapatkan perlakuan kasar mencoba melawan namun hasilnya nihil.Aeri yang masih belum sadar terus mengumpat pria itu agar melepaskannya hingga akhirnya
Bruk.
Sebuah Pukulan tiba-tiba mendarat di wajah pria itu dan membuatnya harus meludahi darah.
"hei siapa yang berani denganku hah ?!"
"aku" ujar seorang pria berkacamata yang berdiri tepat di bawah cahaya lampu yang dari tadi hanya berkedip-kedip.
"Tck.Anak bau bawang seperti kau mau melawanku ? sudah pergi sana ini bukan urusanmu?!" ucap pria brengsek itu membawa aeri pergi,
"Bau bawang ? hei paman sebaiknya kau yang pergi dan tinggalkan wanita itu di sini kalau tidak..."
"kalau tidak apa ? kau mau apa hah?Dasar anak ingusan.Minggir !!!"
"kalau tidak aku akan lupa bahwa seharusnya orang yang lebih tua harus di hormati dan persiapankan dirimu untuk tidur panjang di rumah sakit paman"
Bugh.
Dugh.
Berselang beberapa menit adu duel tangan kosong itu di menangkan pria muda yang terlihat mengenakan kacamata itu.
"astaga citraku sebagai idol pasti akan bermasalh jika agensi tahu aku melakukan tindakan ini" ujarnya sambil mencengkram wajah pria yang baru saja di pukulnya.
"AAAAAAAAA!!!!" jerit pria yang di pukul kesakitan setelah ia merasa tulang rahangnya bergeser akibat cengkraman kuat pria berkacamata itu.
"Shuttt....tolong jangan buat keributan.Itu akan menyusahkanku" ujar pria berkacamata mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
"apa ini yeonjun? kau membuat onar bukan hanya di agensi,bagaimana jika dia mati hah?" ujar lisa yang baru saja tiba karena telepon dari yeonjun.
Ya,pria yang menyelamatkan aeri dari pria brengsek itu adalah yeonjun.Awalnya dia hanya sekedar ingin melewati beberapa jalanan distrik di seoul yang menjadi rutinitas malamnya namun fokusnya teralihkan saat menyadari dari kejauhan aeri yang terlihat mabuk berat sedang di ganggu oleh pria yang tidak dikenal.
Karena merasa keselamatan aeri terancam,yeonjun pun memutuskan untuk membuntuti pria brengsek itu yang tengah menggotong aeri dan berakhir ia memberi pelajaran pria yang jauh lebih tua dari usianya itu.
"ahh...noona kau berlebihan.Dia tidak mati secepat itu palingan hanya beberapa tulangnya yang patah saja"
"entahlah tapi ku lihat keadaannya sangat buruk"
"maka dari itu bawa dia cepat ke rumah sakit noona"
"baiklah aku akan membawanya dan kau tolong bawa aeri pulang.Aku tidak yakin dia bisa pulang dengan selamat jika keadaan seperti ini"
"heh noona aku tidak tahu rumahnya"
"kalau begitu bawa dia ke apartemen milikmu saja"
"bagaimana jika ada wartawan penguntit atau sasaeng ? reputasiku bisa terancam noona"
"kau benar juga kalau begitu pakai mobilku dan pergi ke villa yang ku miliki dekat sungai han.Di sana cukup aman"
"baiklah"
"Ingat jangan buat onar lagi yang bisa membuat kau dan aku dalam masalah.Ayo cepat pergi dari sini sebentar lagi ambulans yang ku telepon pasti sudah berjalan kemari"
"iya noona"
Dengan menggendong ala Bridle style,yeonjun membawa aeri yang masih mengigau masuk ke dalam mobil milik lisa dan melajukannya pergi dari tempat kejadian.Yeonjun sangat berharap pada lisa agar bisa mengatasi masalah yang ia buat di luar agensi.
Malam itu yeonjun dengan sedikit was-was menuruti perkataan lisa dan membawa aeri pergi ke tempat yang di rasanya aman dari wartawan penguntit dan sasaeng.