Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 33



Karena merasa tak enak dengan semua kerabat jauhnya yang sudah susah-susah datang ke daegu.Yoongi melupakan amarahnya dan turun menyapa mereka semua walau rasa kesal masih mengebu-gebu dalam pikirannya.


"Yoongi bibi ingin memperkenalkanmu dengan putri bibi.Dia bekerja menjadi staff di salah satu toko furniture yang terkemuka di seoul" ujar salah satu kerabat yoongi,


"wah kalau begitu anakmu akan sering bertemu dengan yoongi karena kau tahu sendirikan agensi PD-nim sering melakukan kerjasama dengan brand-brand mewah" tambah yang lainnya,


"yah tentu kata putriku kau pernah datang ke tempat kerjanya tapi sayangnya kau tidak mengenalinya yoongi"


"benarkah ? maaf karena aku tak bisa mengingat semua orang yang sudah ku temui"


"ahh tak apa sebentar lagi dia akan kemari.Oh itu dia"


Seketika Yoongi terpaku ke arah yang di tunjuk bibinya itu.Seorang wanita muda dengan balutan long dress berwarna ungu dan jepit rambut kupu-kupu tengah berjalan masuk dengan sangat anggun.


"Annyeonghaseo" bungkuk wanita itu,


Yoongi tahu dan kenal wanita itu.Walau pertemuan mereka sekali namun yoongi mengingat kebaikan wanita itu.Dia wanita yang sama yang menolong yoongi dengan masalah notifikasi yang sering muncul di layar ponsel miliknya.Ya,wanita itu adalah wanita yang tak sengaja yoongi temui di salah satu toko furniture saat membeli lemari kaca untuk boneka pemberian dari seorang anak di rumah sakit saat ia di rawat.


Karena merasa berjasa yoongi mengajak wanita itu mengobrol dan melupakan rasa kesalnya namun di sisi lain ibu yoongi malah salah mengira bahwa putranya itu setuju akan keputusan perjodohan yang baru saja ia tawarkan dengan melihat yoongi berbicara terbuka dengan sepupu jauhnya sendiri.


*****


Malam yang dingin di seoul.Hari ini yeonjun memutuskan untuk menginap di agensi karena jadwalnya yang sangat padat yang akan berakhir tengah malam di tambah badai salju yang turun mengakibatkan beberapa jalanan di tutup termasuk jalan pulang menuju dormnya.


"Aeri apa kau tidak keberatan menemaniku di sini?" tanya yeonjun,


"tidak masalah lagian aku juga tidak bisa pulang karena bus yang berhenti beroperasi akibat badai salju"


"berarti kau akan tidur di sini atau lanjut bekerja dengan hitungan lembur?"


"Mmmm entahlah apapun keputusan atasanku aku terima saja.Jika dia menyuruhku pulang maka aku akan berjalan kaki dan jika dia menyuruhku lembur maka aku akan menemanimu sampai selesai, bagaimana?"


"itu bagus kalau begitu tunggu di sini aku akan ke kantin mengambil ramyeon untuk kita berdua"


"ehh tidak usah bagaimana jika staff lain sampai mencarimu ?"


"ahh bilang saja aku ke kantin karena lapar,Cuman sebentar kok"


"oke ingat jangan lama"


"hmmm aku akan kembali 15 menit lagi"


Karena yeonjun yang pergi meninggalkan aeri seorang diri di ruang penata rias artis,Segera aeri membantu tugas OB untuk merapikan ruangan itu yang berantakan karena deadline penata rias yang ngebut.


Satu persatu aeri memasukkan sampah lalu merapikan kembali meja rias agar terlihat rapi juga tak lupa menggantung beberapa baju yang berhamburan di atas sofa.Memang itu bukan pekerjaan aeri hanya saja wanita itu akan merasa bosan menunggu atasannya dan yeonjun yang belum ada tanda-tanda akan kembali dari ruangan mereka masing-masing.


Citttt.....


Suara itu kembali berdengung di telinga aeri,Suara itu memekakkan pendengaran aeri.Wanita itu seketika tersungkur lalu dengan sisa tenaganya berusaha menyumbat telinganya dengan kedua tangannya.


Ya,Aeri tak pernah bisa melawan suara yang menyakitkan telinganya itu hingga sakitnya bisa menembus kepalanya.


"Aeri !!!!!" teriak seseorang yang baru datang,


"tolong hiks...tolong jauhkan aku dari suara itu hiks...dia menyakitku hiks" ringis aeri,


"tenanglah aku di sini bersamamu...tidak ada siapapun yang bisa menyentuhmu bahkan suara itu tak bisa menyakitimu" ujar orang itu sambil memberi dekapan hangat agar aeri tenang,


Aeri hanya bisa merasakan sentuhan lembut tangan orang itu yang menyentuh surainya juga sebuah pelukan hangat yang siap menjaganya.


Entah mengapa perasaan ini sama seperti saat yoongi juga menolong dirinya di keadaan yang sama namun aeri tahu sesuatu.Yoongi tak mungkin ada saat ini untuknya karena pria itu sedang di daegu.


Lantas siapa pemilik pelukan yang hangat dan sentuhan lembut ini ?


Ingin rasanya aeri memberanikan dirinya mendongak melihat wajah orang itu tapi sayangnya Suara yang menghantuinya sudah menghabiskan sisa tenaganya hingga membuatnya harus kehilangan kesadarannya.


"Yoongi...Apa yang kau lakukan di sana ? kenapa kau sendiri ?" tanya aeri,


"apa maksudmu ? kenapa kau menunggu di halte bus yang busnya sendiri tak pernah datang ?"


"aku tahu itu, aku tahu bahwa suatu hari nanti akan ada saatnya penantianku selama ini akan sia-sia tapi selamat saat hari itu tiba aku mohon tersenyumlah"


"kau membuatku bingung, jelaskan padaku apa maksud semua ini?"


"biar waktu yang menjawab aeri"


Dengan senyuman gummy smile miliknya,Yoongi berlalu pergi meninggalkan aeri seorang diri dan hal itu sukses membuat aeri tersadar dalam dunia bawah sadarnya.


"kau baik-baik saja aeri?" tanya lisa masih setia menggenggam tangan aeri,


"ya, apa yang terjadi?" tanya aeri mencoba mengingat kejadian yang di alaminya sebelum pingsan,


"syukurlah kau baik-baik saja.Tadi kau hampir menbuat jantungku lepas tahu"


"hah ? wae ?"


"kau tiba-tiba terjatuh dan menangis aku mencoba menolongmu tapi kau mengabaikanku syukurlah yeonjun datang tepat waktu"


Yeonjun...apa sentuhan dan pelukan itu dari dia ? ataukah hanya aku yang berlebihan ?


"lalu dimana dia ?"


"dia ada sesi pemotretan mungkin sebentar lagi dia akan selesai,astaga aeri kau sangat membuatku khawatir"


"maaf sudah membuatmu repot"


"lupakan itu dan ini makanlah.Yeonjun memintaku memastikan kau menghabiskan ramyeon ini"


"baiklah"


Aeri pun memakan habis ramyeon yang di masak langsung oleh yeonjun itu.Walau kepalanya masih sedikit sakit namun ia tak ingin merepotkan lisa lebih lama lagi apalagi lisa yang harus kembali dengan pekerjaan yang menempuk di ruangannya.


Saat selesai dengan makanannya,Aeri melangkah pergi dari ruangan itu kembali ke meja kerjanya untuk mengambil obat miliknya yang berada di tasnya.


Saat suara itu menganggu pikirannya, ia harus mengkonsumsi beberapa obat agar tubuhnya tidak mengalami dampak yang lebih parah akibat suara dengungan itu.


Lelah dengan obat-obat sesekali bisa mempengaruhi psikis aeri tapi wanita itu mau tidak mau harus mengkonsumsinya agar tidak tumbang di keadaan yang tidak di inginkannya apalagi di waktu yang tidak tepat.


Setelah merasa baikan dan siap melanjutkan pekerjaannya kembali,Aeri datang ke ruangan tempat yeonjun pemotretan.


"Gwenchana?"ujar yeonjun memegang dahi aeri untuk memastikan suhu tubuh wanita itu,


"ya aku baik-baik saja"


"syukurlah kalau begitu, oh iya tadi PD-nim bilang kau harus menemaniku sampai selesai.Itu artinya kau lembur"


"baiklah apa kegiatanmu selanjutnya ?"


"hmmm noona staff bilang setelah ini ada sesi latihan Rapper"


"Rapper? kau akan menjadi rapper fi acara musik untuk pertama kalinya ? wahh daebak"


"iya dong yeonjun.Kau harus melihat kemampuan baru ku ini"


"araseo mari kita lihat kemampuan dari choi yeonjun "


Dengan senyuman bangganya, Yeonjun kini membawa aeri ke tempat PD-nim untuk menonton dia melakukan sesi latihan.


Aeri terlihat antusias menyemangati yeonjun dari bilik ruangan.Sesekali pria bermarga choi itu berpose saat aeri menyodorkan ponselnya untuk di ambil gambar.


Ya,aeri selalu mengambil setiap moment yang di rasanya sangat berharga untuk yeonjun. Bukan kali ini saja tapi hampir tiap kali jika yeonjun dengan bangga menceritakan prestasi yang ia raih ke aeri.