Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 17



Aeri mengerjapkan matanya tatkala cahaya matahari yang masuk lewat jendela membangunkannya,pandangannya masih belum baik,semua yang di lihatnya masih kabur dan buram.Wanita itu terus memaksa penglihatannya membaik hingga akhirnya ia bisa melihat sekelilingnya.


"dimana aku ? apa yang terjadi semalam? Sial !!! pasti karena soju sialan itu.Oh tuhan kepalaku...." ocehnya mencoba mengingat kejadian semalam saat dirinya benar-benar mabuk berat kala itu.


"yeonjun...andwae tapi apakah aku menciumnya ? astaga aku benar-benar wanita bodoh" ucapnya menampar sendiri pipinya dan menyesali perbuatan yang ia lakukan ke yeonjun.


Karena merasa perutnya mulai lapar,aeri pun bangkit dari tempat tidur dan melihat bayangannya di dalam kaca.Ya,pakaiannya masih utuh,sama sekali tak mengalami perubahan saat pertama kali ia memakainya,hanya bau alkohol yang tercampur dengan bau parfum yeonjun yang ia bisa hirup dari baju yang ia kenakan saat ini.


Dengan berat hati,aeri menuruni tangga berharap ia akan menemukan sesuatu yang bisa ia makan untuk mengganjal perutnya.


"oh,kau sudah bangun aeri ? pagi..." begitulah sapaan hangat yeonjun yang tengah sibuk menyiapkan beberapa makanan di atas meja.


Aeri maupun yeonjun masih mengenakan baju yang sama yang ia kenakan semalam.Karena ini villa milik lisa yang jauh dari distrik di seoul yeonjun kesulitan membeli pakaian untuk ia kenakan alhasil dia mengenakan kembali baju yang ia kenakan semalam setelah acara mandinya tadi pagi.



"yeonjun"


"tidak usah di pikirkan.Jika kau mengingat yang semalam anggap saja itu hanya mimpi,ayo sini duduk dan makan.Kau tidak mau terlambat masuk kerjakan ?"


Dengan refleks yeonjun menampar dirinya.Dia benar-benar lupa bahwa aeri tak bisa mendengarkan ucapannya karena aeri tak menggunakan alat bantu dengarnya tapi bukan yeonjun namanya kalo dia tak berhasil menyampaikan apa yang ia katakan.Walaupun sedikit kesulitan ia akhirnya berhasil.


semoga yoongi sunbae tak keberatan saat kau seperti ini aeri -Batinnya sambil memberi bahasa tubuh agar aeri sarapan sebelum kembali ke agensi.


Setelah acara makan selesai,mereka langsung pergi meninggalkan villa milik lisa itu dan hendak menuju ke agensi namun saat di pertengahan jalan,yeonjun memberhentikan mobilnya ke pusat alat bantu dengar untuk tunarungu.Dia berniat hendak membelikan aeri alat bantu yang di rusaknya sendiri semalam sebelum kembali ke agensi.


Setelah beberapa jam akhirnya mereka keluar dari tempat itu tapi bukannya masuk ke dalam mobil.Yeonjun malah menarik tangan aeri masuk ke dalam toko baju.


"kenapa kita masuk ke sini yeonjun?"


"apa kau yakin mau gunakan baju itu ke agensi ? Baunya akan mengganggumu saat bekerja nanti.Ayo pilihlah waktuku tidak banyak"


"tapi..."


"tapi apa? tolong jangan terus menolak.Ayo cepat pilihlah jangan sampai ada fans ataupun wartawan penguntit melihatku,mereka pasti akan berpikir macam-macam"


" Nee Gomawo"


Sementara aeri masih terus memilih baju,yeonjun terlihat sibuk memainkan ponselnya dan tidak menyadari bahwa bau bajunya sudah sama seperti baju aeri.Dia benar-benar lupa bahwa semalam ia terlelap sambil memeluk aeri dengan sangat erat dan alhasil bau aeri menempel di bajunya.


"yeonjun bagaimana dengan ini?" ujar aeri mengenakan baju blazer coklat dan celana kain seperti wanita kantoran pada umumnya.


"menurutku ada yang hilang"


"apa?"


"coba lepas ikat rambutmu.Sepertinya rambutmu terlihat bagus jika di urai"


"Nee.."


Seketika yeonjun membulatkan matanya,dia benar-benar terpesona melihat kecantikan aeri yang sangat alami tanpa polesan riasan sedikitpun.Jujur saja,ini adalah kali pertama yeonjun melihat aeri mengenakan baju formal dengan rambut yang terurai karena biasanya aeri dengan pede datang ke agensi dengan penampilan seadanya seperti wanita cuek.


"yeonjun,apa kau baik-baik saja ?" ucap aeri melambaikan tangannya ke wajah yeonjun yang sedang melamun,


"oh ya...aku..apa kau suka baju itu ?" ucap yeonjun mengalihkan fokus aeri,


Karena mendapat anggukan,yeonjun akhirnya meminta desainer untuk membungkus 3 baju yang sama seperti aeri gunakan saat ini.Jangan tanyakan alasannya tentu saja karena yeonjun lebih suka melihat aeri menggunakan pakaian itu di banding harus melihat aeri menggunakan pakaian yang biasa-biasa saja seperti seorang pengangguran.


"kenapa kau membeli baju lebih dari satu ? apakah itu untuk kekasihmu?"


"tidak.Yak, jika seorang idol punya kekasih itu sama saja kita bunuh diri.Aku beli baju itu lebih dari satu hanya untukmu karena sepertinya bagus kau gunakan"


"tapi baju ini harganya sangat mahal"


"aku yang beli kenapa kau yang repot ?,Pakai saja tidak usah banyak tanya"


"tapi..."


"pakai baju ini saat kau di agensi dan jangan gunakan baju yang tidak formal.Sesekali ubah penampilanmu agar orang di sekitarmu juga nyaman memandangimu"


Aeri pun paham maksud yeonjun dan melangkah mendahuluinya agar sampai di mobil lebih cepat.


****


"wah yoongi lagu ini sangat bagus.kau benar-benar musisi jenius" kagum jin menepuk bahu yoongi perlahan,


"benarkah ? semoga dia suka"


"dia siapa?"


Deg.


Entah itu keceplosan ataukah memang hal itu ingin di katakan oleh min yoongi namun nyatanya baik yoongi maupun jin,mereka sama-sama terkejut saat yoongi mengatakan hal itu.


"ahhh bukan siapa-siapa.Hanya seorang fans hyung"


"Benarkah ? tapi yang ku lihat wajahmu tidak terlihat seperti itu yoongi"


"terserahlah,Aku juga tidak tahu apa yang kau pikirkan saat ini"


Jin pun keluar dari kamar hotel yoongi,Meninggalkan pria berkulit putih itu sendiri.Setelah sibuk mengotak-atik laptop miliknya selama sejam akhirnya ia memutuskan untuk mencari udara segar di rooftop hotel tempat mereka beristirahat.


'aku merindukan seoul dan juga merindukannya,ku harap jari manisnya masih kosong '


Dengan membawa sebotol wine dari kamarnya,yoongi memutuskan untuk menikmatinya bersama angin malam yang mengenai wajahnya.Suara yang sama yang selalu ia dengar saat di rooftop agensi yang bisa ia rasakan di rooftop itu.Walaupun tinggi bangunannya berbeda namun suasananya sama-sama hening yang ada hanya suara mesin mobil yang sibuk dari bawah jalanan.


Kring...kring...


ponsel miliknya berdering saat ia tengah sibuk meneguk wine dari botolnya langsung.


"hyung kau dimana?"


"memangnya kenapa ?ada masalah ?"


"Hyung jimin~shi demam dan member lain masih berada di stadion membantu staff untuk berkemas"


"dimana jin hyung bukankah tadi dia masih di hotel?"


"jin hyung baru saja pergi bersama lexxa untuk di minta menemaninya mengurus administrasi kepulangan kita"


"baiklah aku segera ke sana jungkook"


Selang beberapa menit kemudian,yoongi sudah berada di kamar jimin.Di bantu jungkook,yoongi tampak sangat telaten merawat adiknya itu.Terlihat di kening jimin sudah ada handuk basah untuk mengompres suhu tubuhnya yang panas.


"astaga kenapa bisa jimin demamnya setinggi ini jungkook?"


"aku juga tidak tahu hyung,seingatku kemarin dia hanya pergi bersama taehyung ke pantai.Hanya itu saja"


"kalau begitu pergilah ke apotek dan beli obat untuk jimin,aku akan menjaganya di sini"


"baik hyung"


Jungkook pun menuruti perkataan hyungnya itu dan pergi ke apotek yang berada dekat dengan hotel tempat mereka menginap.Sementara di kamar jimin,yoongi tengah menyeduh bubur instan untuk di makan jimin sebelum minum obat.


"jimin ayo bangun kau harus makan dulu sebelum minum obat"


"tidak hyung rasanya pahit dan aku pasti akan memuntahkannya nanti"


"ayolah makan biar sedikit saja agar kau bisa minum obat jimin"


"tidak hyung,aku akan mual nanti"


"makanlah 3 sendok saja,ayo buka mulutmu" tangan yoongi bergerak mengarahkan sendok yang berisi bubur ke arah mulut jimin.


Jimin menggelengkan kepalanya perlahan dan menutup mulutnya dengan tangannya,


"memangnya kau ingin fans kecewa melihat kau sakit hah? ayo cepat buka mulutmu tangan ku sudah pegal"


Akhirnya jimin membuka mulutnya dan terpaksa menerima,walaupun lambungnya sama sekali tak menerima.


"hyung ini obatnya" ujar jungkook baru tiba dengan nafas yang masih terengah-engah karena berlari sekencang mungkin mengkhawatirkan keadaan jimin.


Setelah memastikan jimin meminum obatnya dan tidur.Yoongi meminta jungkook untuk kembali ke kamarnya agar maknae bontot bangtan itu bisa beristirahat agar tidak drop seperti jimin.


"tapi hyung jimin....."


"biar aku saja yang menjaganya.Kau pergilah ke kamarmu dan beristirahatlah dengan tenang"


"baik hyung"


Jungkook pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.Sementara yoongi terus mengawasi jimin jikalau ia butuh sesuatu.


Dua jam berlalu, jimin tampak masih tenang tertidur dalam balutan selimut yang tebal.Yoongi masih tetap terjaga sesekali matanya menutup karena tak tahan dengan ngantuknya.


"eomma..." lirih jimin mengigau,


Seketika yoongi membelalakkan matanya melihat keadaan jimin.Tangan putih pucat yoongi di taruhnya di atas kening jimin memastikan suhu tubuh anak itu dalam keadaan normal.


"eomma..." lirih jimin sambil meneteskan airmata dari pelupuk matanya,


Yoongi benar-benar tidak tahu harus apa yang ia lakukan untuk mencoba menyadarkan adiknya itu.


"jimin~ah...aku di sini" elus surai jimin mencoba menenangkannya,


"eomma...aku merindukanmu,Tolong peluk aku eomma..."


Ya, jimin merindukan ibunya.Jimin memang anak yang sangat dekat dengan ibunya.Dia tipe pria yang tak bisa jauh dari keluarganya apalagi dengan ibunya.Mungkin hal inilah yang membuatnya demam secara tiba-tiba.


Karena melihat kondisi adiknya sedang tidak baik-baik saja.Yoongi melepaskan jaketnya dan memberikannya pada jimin bukan hanya itu ia juga memberikan pelukan hangat agar jimin kembali tenang.


"kita akan kembali pulang.Tolong bersabarlah kita akan segera pulang jimin~ah.." bisik yoongi sambil mengelus surai jimin perlahan agar ia kembali terlelap.