Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 51



"ada apa hyung kenapa kau tersenyum ?"


"memangnya kenapa ada peraturan negara bahwa kita tidak boleh tersenyum ?!"


"tidak tapi aneh saja kau tiba-tiba tersenyum dan melihat ke bawah"


"tidak ada yang aneh yoongi hanya cara berpikirmu saja yang salah"


"apa maksudmu hyung ?"


"entahlah kau pikir saja sendiri.Kita kembali ke topik saja dan langsung ke intinya.Tinggalkan pernikahan ini"


Deg.


Tinggalkan ? tidak mungkin.Itu akan membuat nama baiknya dan juga nama klannya tercemar tapi tidak mungkin juga jin berbicara asal jika tidak ada alasan yang kuat.


"kau mungkin bertanya kenapa aku memintamu meninggalkan pernikahan ini sederhana saja alasannya karena sebuah komitmen tidak di buat dengan cara terpaksa" ujar jin


"hanya itu ?"


"tidak"


"lalu ?"


"geumjae~shii...keluarlah" perintah jin.


Mata yoongi seketika terbelalak.Karena yang ia tahu kakaknya itu pergi menghadiri lelang saham dan tidak akan kembali dengan waktu secepat ini.


Menatap langkah kakaknya yang berjalan menghampiri dirinya tentu saja membuatnya sangat terkejut.


"ku pikir hyung..."


Belum selesai dengan ucapannya.Geumjae langsung merenggakan lalu memeluk tubuh adiknya.


"aku merindukanmu,maaf pergi tanpa pamit yoongi" lirih geumjae.


"sekarang ganti pakaianmu dan ikuti jin.Aku yang menjadi mempelai prianya bukan kau"


"tapi bagaimana dengan kakek,appa dan eomma ? mereka akan kecewa"


"jangan pikirkan mereka aku yang akan menangani mereka.Jin aku percayakan adikku padamu.Ayo ganti pakaianmu jangan sampai terlambat"


Yoongi hanya mengangguk tanpa membantah perkataan kakaknya ia mengikuti langkah jin yang lebih dulu berada di ujung pintu.


Setelah selesai berganti pakaian,kedua namja itu pergi melewati pintu belakang yang saat itu lampunya sedang padam.


"hyung apa kau sengaja mematikan lampu di sini ?" tanya yoongi,


"bukan aku tapi supirmu yang melakukannya" singkat jin


"supirku ? aku menyetir mobil sendiri kemari hyung.Aku tidak pernah menggunakan supir pribadi"


"diamlah dan perhatikan saja langkahmu.Sebentar lagi kau akan bertemu dengan supir menyebalkanmu itu"


Tentu saja yoongi heran dengan lampu belakang rumahnya yang tiba-tiba padam karena kemarin ia sempat mengecek semua persiapan pernikahannya secara matang.Bahkan hal-hal kecil seperti lampu juga tak lupa dari pengawasannya.


Akhirmya mereka sampai di luar pekarangan rumah yoongi.Terdapat banyak mobil mewah pengeluaran terbatas berjejer rapi namun ada sebuah mobil merah bermerk ferarri yang mencuri perhatian yoongi.


Ia dan jin menghampiri mobil itu dan seketika seorang wanita berdress panjang berwarna ungu tua turun dari mobil.


"hai tuan min yoongi" ujar gadis itu menyapa kedua namja itu.


Jin langaung menyeringai dan melambaikan tangannya dari kejauhan namun sepersekian detik berjalan mendekati gadis itu.


"yoongi dia supirmu yang akan mengantarkanmu ke pelabuhan terakhirmu" ujar jin.


"lexxa hyung ?" tanya yoongi


"tentu saja aku memangnya kau ingin siapa lagi ? namjoon ? atau yeonjun ?" balas lexxa


"ahh tidak itu pilihan buruk lexxa.Yoongi tidak bisa menangani maknae sebaik diriku" ledek jin


"tapi aku masih belum paham.Hyung geumjae datang tiba-tiba lalu kau lexxa menjadi supirku belum lagi jin hyung mengatakan pelabuhan terakhir, apa maksud semua ini ?" gelisah yoongi.


Tentu saja yoongi di buat pening oleh alur dari rencana yang di buat oleh hyung tertua bangtan itu.Kali ini otaknya tidak bisa berpikir jernih dan hanya menerka-nerka kejadian yang sedang menimpanya saat ini.


"sudahlah berhenti berpikir dan masuk ke dalam mobil.Lexxa akan menjelaskan secara rinci padamu" titah jin.


"ya ayo masuk kita tidak boleh terlambat kali ini" sahut lexxa sambil membuka pintu mobil mempersilahkan yoongi masuk lebih dulu.


Setelah memastikan yoongi masuk.Lexxa dan jin tampak berbicara di luar mobil sebentar lalu kembali masuk dan menyalakan mobil meninggalkan rumah mewah min yoongi.


Cukup lama yoongi memandang keluar kaca mobil hingga akhirnya ia tersadar bahwa lexxa membawanya bukan ke pelabuhan seperti ucapan jin tadi melainkan ke sebuah jalanan menuju rumah sakit ternama di seoul.


"kau ingin membawaku kemana ?"


"ke tempat dimana seharusnya kau berada sunbae~nim"


"maksudmu ?"


"geumjae oppa, jin oppa, namjoon oppa, yeonjun, Bang PD-nim dan ibumu mengatur rencana ini untukmu"


"rencana apa yang kau maksud ?"


"ingat saat kau mengejar wanita bernama aeri hingga ke bandara dan tiba-tiba bangtan ada di sana menyelamatkan reputasimu ?"


"ya aku ingat"


"Bang PD-nim di balik semua itu.Saat tahu jimin pergi ke rumah sakit haesung dengan cepat ia meminta staff meretas laptop milik yeonjun dan mulai mempelajari gerak-gerik yang akan kalian lakukan.Hasilnya Bang PD-nim meminta namjoon oppa beserta member bangtan yang lainnya untuk datang ke bandara sebagai bala bantuan mengelabui kehadiranmu di sana"


"lalu jimin ?"


"jimin hanya mengikuti arahan namjoon oppa"


"lalu soal geumjae hyung yang pergi tiba-tiba apa Bang PD-nim juga ?"


"tidak tapi ibumu"


"eomma ?"


"aku tidak tahu pasti apa yang kalian bicarakan di meja makan tapi setelah kau mengatakan niatmu untuk menikah,ibumu langsung menghubungi Bang PD-nim meminta bantuan di tambah jungkook yang saat itu sedang mabuk juga menghubungi jin oppa membuat Bang PD-nim semakin pasti bahwa itu bukanlah murni keinginanmu"


"namjoon ikut serta dalam rencana ini itu berarti dia tidak ilsan sekarang ?"


"tepat sekali dia tidak pergi ke ilsan.Namjoon oppa dan yeonjun di beri perintah agar menolong aeri di singapura"


"menolong aeri ? bagaimana maksudmu ?"


"aeri kehilangan ingatannya dalam waktu singkat bukankah aneh ? makanya Bang PD-nim mengutus mereka untuk mencari tahu dan soal geumjae oppa yang pergi tiba-tiba karena alasan lelang saham itu bohong.Geumjae oppa bersama aku malah datang ke kediaman kakekmu untuk meluriskan semuanya"


"apa yang kalian luruskan ?"


"Hanya mengatakan pada kakekmu bahwa niatmu untuk menikah memanglah benar tapi menikah dengan sesama klan Min itu bohong karena kau hanya mencintai Kim Aeri saja"


"tapi kenapa jin hyung juga ikut serta ?"


"awalnya ia menolak ambil bagian dari rencana ini tapi melihat obsesimu soal cinta di tambah beberapa file lagu terakhirmu soal aeri membuatnya berubah pikiran.Dia ingin melihatmu bahagia begitu katanya"


"lalu keputusan kakek apa kakek menerimanya ?"


"tentu saja demi kebahagiaan cucunya dia menerima tapi dengan syarat asal geumjae oppa bersedia menggantikan posisimu.Bukankah rencana ini bagus yoongi sunbae ?"


"aku masih belum mengerti apa sebenarnya inti semua rencana ini ?"


"kau akan mengetahuinya saat kau bertemu dengan seseorang yang kau rindukan"


"siapa ?"


"biarkan waktu yang menjawab karena tugasku hanya mengantarmu dan menjelaskan beberapa point penting rencana Bang PD-nim"


Mobil berhenti di tepi taman rumah sakit besar.Bukan rumah sakit Haesung melainkan rumah sakit tempat dulu yoongi di rawat saat menolong lexxa dalam kecelakaan mobil dulu.


Walau pencahayaan yang minim yoongi masih sangat mudah mengenali tempat itu.Tempat yang sama ia menerima boneka terakhir dari anak penderita kanker.


Malam yang dingin tidak membuat yoongi mengigil malahan pria itu tampak mandi keringat.Mungkin karena make upnya yang terlalu tebal ataukah saat ini hatinya sedang berdebar begitu kencang.


Karena perintah dari lexxa membuatnya harus berjalan mendekati kursi taman yang membelakanginya.Tampak dengan kelas seseorang tengah duduk membelakanginya.


"permisi..." lirih yoongi sambil menepuk pundak orang itu.