Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
part 47



...aku melepaskanmu bukan berarti aku berhenti mencintamu...


...tapi ada sebuah kenyataan yang harus ku terima bahwasanya kau dapat bahagia tanpa kehadiranku...


...Melihatmu pergi dan bahagia dengan pilihanmu adalah sebuah lukaku...


...tapi keegoisan tak akan memenangkan apapun untuk hati yang memang bukan tercipta untuk ku miliki...


Pagi ini yoongi sengaja bangun lebih dulu dari ibunya.Ia terlihat sudah sibuk dengan panci dan wajan yang berada di dapur.Jujur saja malam tadi ia tak bisa tidur memikirkan wajah aeri yang terus berputar-putar di dalam benaknya.


Dengan celemek berwarna pink milik ibunya, ia mulai memanaskan dapur,memotong beberapa sayuran yang di ambilnya di kulkas dan juga ia tak lupa memberi bumbu untuk masakannya.


Hanya memerlukan waktu sekitar sejam beberapa makanan untuk sarapan siap di hidangkan di atas meja.Hanya makanan simple yang tidak berat kalori seperti salad taoge,sup rumput laut dan telur kukus.


Yoongi pun menata makanan itu lengkap dengan nasi yang masih hangat dan seteko susu.


"wahh sepertinya ibu cuti masak yah" ujar geumjae yang baru turun dari tangga.


"tidak juga hyung aku bangun lebih awal tadi dan aku kesulitan untuk tidur kembali makanya aku memasak saja"


"araseo karena makanan sudah ada sebaiknya aku membangunkan mereka untuk sarapan"


"tolong bangunkan juga jungkook hyung.Dia tidur di kamarku"


"Nee"


Beberapa menit kemudian, keluarga min termasuk jungkook sudah berada di meja makan bersama.Muka khas bangun tidur jungkook tak bisa menipu siapapun dia sepertinya masih mengumpulkan nyawanya saat geumjae mengetuk pintu kamar yoongi.


"soondoongie sebaiknya basuh wajahmu agar kau terlihat segar" ujar ayah yoongi.


Jungkook mengangguk sopan dengan mata yang masih tertutup.Melihat kelakuan jungkook yoongi hanya tepuk jidat dan menggeleng-geleng kepalanya seharusnya anak itu tidak menemaninya begadang semalam sementara ibu yoongi nampak menahan gelak tawanya melihat kelakuan jungkook yang sama seperti anak 10 tahun.


Sarapan pun berlangsung setelah jungkook kembali duduk di kursinya.Satu persatu makanan di ambil ibu yoongi dan menaruhnya di piring anak-anaknya termasuk ke jungkook.


Jujur saja ia selalu menganggap member bangtan lainnya sebagai anak ketiganya setelah geumjae dan yoongi.Tak jarang kedua anaknya itu merasa cemburu jika salah satu member bangtan datang berkunjung apalagi menginap maka ibu mereka akan memanjakan member tersebut bahkan lebih baik dari mereka.


Acara sarapan pagi pun selesai,segera ibu yoongi berdiri menyusun piring kotor mereka untuk di bawa ke dapur agar ia bisa mencucinya.


"eomma..." gugup yoongi,


"nee ada apa ?" ujar ibunya menghentikan aktifitasnya.


"aku siap menikah dengan pilihan eomma dan kakek"


Deg.


Geumjae yang saat itu tengah meneguk segelas susu langsung tersedak.Jungkook dengan reflek menatap yoongi dengan puppy eyes.Sementara ayahnya hanya menyeringai di balik surat kabar yang di bacanya.


"wae ? bukankah kita sudah membicarakan ini dan kau setuju aku yang akan melakukannya bukan kau ?!" protes geumjae


"aku tahu hyung tapi semua orang bisa berubah kan ? aku tarik kembali perkataanku dan..."


"andwae jika kau melakukan hal gila itu lupakan aku sebagai kakakmu ?!" bentak geumjae.


Tak ingin melakukan perdebatan di depan orang tua mereka, geumjae memilih untuk pergi dari rumah.Mungkin minun soju bisa menjernihkan pikirannya.Pria itu masih merasakan emosinya yang memuncak bukan marah tapi geumjae merasa sangat kecewa dengan keputusan adiknya itu.Bagaimana bisa yoongi meninggalkan segalanya dengan begitu cepat ? Bukankah mimpi yoongi barusaja menjadi kenyataan ?


Sementara di rumahnya setelah mendengar keputusan yoongi, ibunya tak langsung mengiyakan hal tersebut.Wanita paruh baya itu memberi yoongi waktu untuk kembali berunding dengan perasaan dan juga saudaranya itu agar nanti tak ada penyesalan yang timbul.


"apa kau sudah gila hyung ? kenapa kau ingin meninggalkan kami ?" tanya jungkook


"aku bisa apa jungkook ? umurku tak lagi muda sepertimu dan apa salahnya jika aku menikah sekarang ?" ujar yoongi,


"oke member bangtan yang lain mungkin setuju dengan keputusanmu itu tapi hyung bukankah kau mencintai aeri ? mengapa kau tega meninggalkannya begitu saja ?"


"aku tidak meninggalkannya jungkook tapi dia yang pergi meninggalkanku, apa salahnya aku mulai membangun sebuah hubungan yang baru dan mencoba melupakannya ?"


"hyung pernikahan bukan ajang pelampiasan. Kau melakukannya sekali seumur hidupmu ada komitmen yang kau buat di altar pernikahan"


"lalu kenapa kau dengan gampangnya mengucapkan pernikahan hyung ?"


"apa yang harus ku perbuat jungkook ? Cintaku bertepuk sebelah tangan.Jika aku menunggu aeri kembali yang ada hanya sakit hati melihatnya bisa berbahagia bersama pria selain aku"


Jungkook seketika terdiam mencerna perkataan yoongi.Ada benarnya dan ada salahnya di perkataan yoongi kali ini.Tak mau berdebat dan berakhir jungkook di usir oleh yoongi kembali ke busan, ia pun menelpon gumjae untuk bergabung minum alkohol bersamanya.Mungkin yoongi benar-benar butuh sendiri kali ini.


Beginikah akhir cintamu hyung ? Bukankah masih banyak peluang kau bisa mendapatkannya kembali ? kenapa kau memilih melepaskannya sebelum kau berhasil menggenggamnya ? - pikir jungkook.


Saat jungkook pergi yoongi hanya bisa termenung di pinggir kasurnya sambil menatap pantulan dirinya di cermin lemari yang tepat berhadapan dengannya.


Tok..tok...


Suara ketukan pintu kamarnya membuyar lamunannya yang masih setia memikirkan sosok aeri pujaan hatinya.


"appa" ujar yoongi menyambut ayahnya.


"iya ini ayah siapa lagi ? apa kau keberatan ayah berkunjung ke kamarmu ?"


"ahhh tidak sama sekali"


"kalau begitu bagus ada yang appa ingin bicarakan denganmu.Ikuti appa"


"Nee"


Yoongi mengambil jaket dan maskernya lalu menutup kembali kamarnya takut jika anjing peliharaannya holly masuk dan mengacak-acak kamarnya.


Ia mengikuti langkah pria paruh baya itu yang berakhir di taman belakang rumah mereka.Tak ada yang spesial dari taman itu hanya saja taman itu sedikit berwarna dengan berbagai macam bunga yang sengaja di tanam oleh ayahnya.


"duduklah dan minum teh bersamaku" ujar ayahnya duduk di sebuah kursi taman,


"semendadak ini ?"


"apa salah jika seorang ayah hanya meminta quality time dengan anaknya yang sangat terkenal ?"


"tidak appa"


"kalau begitu baguslah.Ayo minum tehnya sebelum dingin atau kau mau minum soju ?"


"tidak perlu biar teh saja ini bagus untuk kesehatanku yang menurun akhir-akhir ini"


Yoongi meniup cangkir teh itu kemudian menyerumputnya perlahan agar masuk dengan hangat ke dalam tenggorokannya.Ayahnya tersenyum melihat yoongi yang sudah mulai tumbuh dewasa dan akan menua sama sepertinya.


"appa tidak tahu basa-basi jadi langsung saja ke intinya.Appa ingin membicarakan hal penting kepadamu"


"hal penting apa yang ingin appa bicarakan ?"


"tentang keputusanmu pagi tadi.Appa tidak setuju"


"wae ?"


"yoongi~ya...appa mengenal sebagai putra pangsit appa yang sangat terukur dan bergerak sesuai passion tapi kenapa soal perasaan semua sifat itu menghilang darimu ? yoongi jangan kalah sebelum berperang.Appa tahu kau menyimpan hatimu demi seseorang tidakkah kau mau berjuang demi dia ?"


"appa...percuma saja aku berjuang kalau hatinya bukan untukku"


"kau yakin ? pernahkah dia mengungkapkannya seperti itu di hadapanmu langsung ?"


"tidak hanya saja..."


"dia menjauh bukan berarti ia pergi meninggalkanmu tapi ia punya alasan dari keputusannya itu.Mungkin dia ingin kau mengejarnya atau mungkin dia ingin melihat seberapa besar pengaruhnya dalam hidupmu jika ia menghilang"


"lantas aku harus bagaimana appa ?"


"memang appa tidak terlalu paham soal cinta tapi appa pernah muda.Perjuangkan dia jika kau memang lelaki sejati dan jangan mundur sebelum janur kuning melengkung"