Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 37



...aku menari di atas lantai dansa...


...Dengan whisky yang menjadi mantra menuju tenggorokanku...


...sebuah lampu berwarna terus berkedip memberi isyarat bahwa pesta iblis segera di mulai...


...Aku kalah dalam permainan cinta ini...


...karena sebuah jarak telah memisahkan kita seperti gurun sahara dan kutub utara...


...malam ini aku mabuk oleh minuman...


...tapi kemarin aku mabuk oleh cintamu yang tak bisa ku raih...


...Genggam aku......


...Peluk aku......


...Dan bisikkan sesuatu yang indah agar aku bisa tetap hidup tanpamu...


Malam ini yoongi benar-benar kacau,tadi setelah memberikan oleh-oleh ke Bang PD-nim ia langsung pergi membawa mobilnya ke salah satu bar.Tentu saja dengan sedikit penyamaran agar wartawan penguntit ataupun sasaeng tak mengenalnya.


Setelah memesan minuman, yoongi duduk di salah satu sudut ruangan bar itu seorang diri.Saat para ****** menawarkan diri mereka untuk belaian atau hanya sekedar duduk menemani yoongi, pria itu malah menolak mereka mentah-mentah.Ribuan gelas dan botol alkohol berjejer memberi warna saat musik di mainkan dengan sangat keras.


Awalnya yoongi tak ingin terlalu mabuk karena ia harus menyetir mobil untuk kembali ke dorm namun sayangnya pikirannya mengambil dirinya dan alhasil ia menghabiskan 8 botol whisky sekaligus.


"astaga apakah dia yoongi ?"gumam seorang wanita dari kejauhan memandang tempat yoongi berada,


Ia pun menemui yoongi yang terlihat sudah tak sadarkan diri karena pengaruh alkohol.


"yoongi~ahhh....gwaenchana ?" tanya wanita itu,


Yoongi tak menjawab, pria pucat itu terbaring dia atas meja dengan botol whisky di hadapannya.


Karena tak mendapat jawaban segera wanita itu pergi ke kasir menyelesaikan tagihan minuman yoongi lalu kembali ke tempat pria itu yang masih tidur dengan posisi yang sama.


Apa aku harus menelpon seseorang dari ponselnya ? ataukah langsung menbawanya kembali tapi aku sendiri tak tahu dimana letak dormnya.


Wanita itu terdiam di samping yoongi untuk berpikir mencari jalan keluar sebelum para tamu bar itu mengenal yoongi sebagai bintang bangtan.


Tak butuh waktu lama ponsel milik yoongi berdering pertanda ada seseorang yang menghubunginya.Ia pun meraih ponsel yoongi dan menjawabnya tanpa ragu.


"hyung kapan kau pulang ? semua member di sini sangat khawatir kau belum pulang" ujar taehyung di telepon,


"anu...dia di sini sedang mabuk berat dan sepertinya dia tidak bisa pulang seorang diri" jwab wanita itu,


"benarkah ? kalau begitu shearlock lokasi kalian biar aku yang akan menjemputnya"


"baiklah setelah panggilan ini aku akan mengirimkanmu"


"oke tapi ku mohon jangan tinggalkan yoongi hyung sendiri sebelum aku pergi,tolong jaga hyungku itu"


"Nee"


Panggilan pun terputus,segera wanita itu menutupi tubuh yoongi dengan mantel dan topi agar sulit di kenali.


Beberapa jam kemudian,taehyung pun tiba bersama jimin.Mereka terlihat mengenakan pakaian serba hitam dengan masker tentu saja untuk menghindari pihak yang tak ingin mereka temui.


"astaga hyung kenapa kau bisa sepayah ini ?" tanya jimin yang baru tiba,


"sudahlah jimin ayo angkat yoongi hyung jangan sampai ada yang mengenali kita di sini" ujar taehyung duduk di samping yoongi,


Jimin dan taehyung pun menggotong tubuh yoongi di ikuti wanita itu yang membawa barang yoongi.


Saat sampai di mobil,Segera tubuh yoongi di baringkan di tempat duduk bagian belakang.


"Gomawo sudah mau menolong hyungku"ujar jimin,


"ya untung saja kau yang mengetahuinya bukan orang lain.Kalau tidak mungkin besok agensi akan kewalahan dengan berita buruk tentang yoongi hyung" tambah taehyung,


"sama-sama aku kan temannya sudah tugasku menjaga privasinya di luar kerjanya sebagai seorang idol" ujar wanita itu,


"oh iya soal biaya bar yang kau bayar nanti biar ku transfer dan juga sebagai ucapan terima kasih lusa ulangtahun jungkook apa bisa kau datang untuk merayakannya ?" tanya jimin,


"boleh dimana ?"


"salah satu restoran mewah dekat namsan tower" jawab taehyung,


"baiklah akan ku usahakan akan datang soalnya aku harus melihat jadwal performku dulu"


Ya,wanita manis itu lee ji eun atau biasa dikenal dengan nama panggung IU.Selain seumuran yoongi, IU pernah melakukan kolaborasi bersama jadi hubungan antara mereka cukup dekat.Tak jarang mereka menghadiri acara musik dan duduk bersama saat pembacaan nominasi sedang berlangsung.


Malam itu seperti biasa IU selalu mampir ke bar itu saat pulang dari lokasi syutingnya untuk membeli sapi panggang yang menjadi menu favorit makan malamnya namun fokusnya seketika teralihkan saat mengenali sosok yoongi di salah satu sisi sudut bar itu.


"akan ku usahakan tapi aku tak bisa janji akan hal itu"


"ya aku tahu karena kau wanita karir yang sangat sibuk noona" ujar taehyung,


"baiklah kalau begitu aku harus pergi sekarang dan kalian cepatlah meninggalkan tempat ini sebelum ada yang mencurigai wajah kita"usul IU,


Setelah membungkuk mengucapkan terima kasih, taehyung dan jimin langsung masuk ke dalam mobil dan pergi menjauh dari bar itu.Sementara IU juga kembali masuk ke dalam bar itu mengambil bungkusan sapi panggang belanjaannya tadi.


Saat tangannya ingin meraih bungkusannya ternyata di samping benda itu terdapat sebuket bunga yang menarik perhatiannya.


bunga yang indah tapi untuk siapa yoongi siapkan ? tak mungkin suprise untuk jungkook yang ulangtahunnya akan tiba lusa nanti. Apakah yoongi memiliki seorang kekasih ? ataukah ini untuk ibunya di daegu ?


Karena tak ingin larut dalam pikirannya sendiri.IU membawa serta buket bunga itu dan genggamannya bersama bungkusan miliknya.Ia berharap bisa memberikannya langsung ke yoongi saat pagi nanti.


****


Pagi pun tiba, Yoongi masih terlelap dalam balutan selimut hangat di kamarnya.


"astaga pria ini masih kacau" gumam jin yang baru saja datang,


Segera jin duduk di samping yoongi dan mencoba membangunkan pria pucat itu namun sayangnya bukan terbangun yoongi malah melantur menyebut nama aeri.


"hei yoongi bangunlah...di sini tidak seseorang yang disebut aeri" ujar jin berusaha membangunkan yoongi.


Mungkin karena kelelahan yoongi tak kunjung bangun walau jin berusaha sekeras mungkin membangunkannya.Ia pun keluar dari kamar yoongi dan berjalan menuju dapur menghampiri j-hope yang sibuk dengan sarapannya.


"hyung apakah yoongi hyung sudah bangun ?"tanya j-hope,


"tidak,kucing itu belum bangun.Aku lelah membangunkannya" ujar jin meminum segelas air,


"mungkin yoongi hyung kelelahan karena kemarin baru pulang dari daegu"


"bisa jadi,sudahlah...minta jimin membawakan yoongi makanan agar nanti ketika dia bangun yoongi bisa memakannya"


"baik hyung akan ku siapkan makanan untuk jimin bawa"


Ting...Nong...


suara bel pintu berbunyi, Segera jin melangkahkan kakinya ke pintu utama untuk menyambut tamu mereka.


"wah jungkook akan seneng jika tahu kau berkunjung kemari" ujar jin menyambut kedatangan seseorang,


"Annyeong,oh benarkah ? maaf jin oppa aku tidak bisa lama di sini" sapa orang itu,


"wae ? mampirlah sebentar untuk sarapan"


"maaf oppa aku sangat terburu-buru lainkali saja"


"oh baiklah lalu hal apa yang membawamu kemari ?"


"oh ini"


Orang itu menyodorkan sebuket bunga untuk jin.Awalnya jin bingung mengapa IU datang di waktu sepagi ini hanya untuk memberikannya bunga namun setelah di jelaskan ternyata buket bunga itu adalah barang yang di tinggal yoongi saat semalam tak sadarkan di bar itu.


"baiklah aku permisi oppa nanti saat jungkook ulangtahun akan ku usahakan datang" ujar IU membungkuk lalu pergi meninggalkan jin.


Bunga ? yoongi tidak pernah seromantis ini kepada siapapun bahkan di acara penting sekalipun.Apa bunga ini untuk kejutan ulangtahun jungkook ?


Karena tak ingin larut dalam pikirannya, Jin melangkah masuk kembali ke kamar yoongi untuk menyimpan bunga itu di nakas.


"oh kau sudah bangun rupanya"sapa jin melihat yoongi duduk di pinggir kasurnya sambil memegang kepalanya,


"hyung apa yang terjadi padaku semalam ? siapa yang membawaku kemari ? karena seingatku aku berada di bar" tanya yoongi yang coba mengingat kejadian semalam,


"IU yang menemukanmu mabuk berat di bar itu lalu taehyung dan jimin yang membawamu pulang,syukurlah tidak ada wartawan penguntit ataupun sasaeng yang membuntutimu" jawab jin menaruh buket bunga itu di nakas,


"kenapa kau memberiku bunga sepagi ini hyung ?" tanya yoongi dengan lugu,


"seharusnya aku yang bertanya begitu kepadamu bukan kau, IU menemukan bunga ini tepat di sampingmu saat kau mabuk.Karena tidak sempat memberikannya ke jimin dan taehyung dia sendiri yang datang kemari untuk mengembalikannya baru saja"


Sialnya walau yoongi berusaha sangat keras mengingat kejadian sebelum ia mabuk berat ia masih tak bisa mengingat apapun.Kepalanya masih sakit dan terasa seperti akan pecah, tak mau melihat yoongi yang kacau, jin meminta adiknya itu untuk menyegarkan dirinya dan mungkin dengan mandi ingatannya bisa kembali.