
...Apakah aku salah jika merindukanmu ?...
...Kau dekat denganku seperti daun dan ranting...
...Tapi sayangnya aku tak pernah bisa memiliki hatimu sepenuhnya...
...Aku hanya bisa memandangmu setiap menit tapi tak bisa ku genggam tanganmu setiap detik....
...Bohong rasanya jika aku mengikhlaskanmu bersama yang lain tapi aku sadar bahwa mencintai tidak harus memiliki....
...Daun akan bersama bunga dan ranting akan bersama batang pohon....
...Semua memiliki pasangan seperti yang tertulis dalam takdir hanya saja......
...Maaf Sesekali aku egois dengan berpikir aku ingin memilikimu dan tuhan menciptakan kau hanya untukku....
Dengan menghela nafasnya secara kasar, Jaemin memandang tubuh mungil aeri yang duduk di kursi roda di taman rumah sakit miliknya.Wanita itu meminta jaemin untuk pergi dan ingin menikmati udara segar seorang diri di taman namun karena jaemin khawatir dengan aeri, Jaemin menghentikan langkahnya di depan pintu masuk rumah sakit dan terdiam memandang aeri.
Pagi tadi setelah sarapan aeri merengek ingin melihat birunya langit dan mendapatkan sinar UV karena selama dia mendapatkan perawatan di rumah sakit,aeri tak pernah keluar dari kamarnya. Karena tak ingin melihat aeri yang sedih jadilah jaemin membawa gadis itu ke taman rumah sakit.Walau jaemin memandang aeri dari kejauhan namun pria itu bisa melihat senyum yang terpancar di wajah manis aeri saat tak sengaja seekor kupu-kupu hinggap di depan mata aeri.
Jujur saja saat ini wajah aeri sangat pucat karena sakitnya dan juga tampil tanpa make-up namun bagi jaemin ia masih tetap mengaggumi kecantikan aeri yang sangat manis menurutnya.
"dok,pasien aeri harus kemo jam 11 nanti"ujar seorang perawat menghentikan lamunan jaemin,
Dengan cepat jaemin melihat jam tangan bermerek Rolex berearna silver yang bertengger dengan mewah di pergelangan tangan kirinya. Jam 11 itu berarti 2 jam dari sekarang, Jaemin pun meminta perawat itu kembali bertugas sementara dirinya melangkahkan kakinya mendekati aeri.
"aeri sudah cukup berjemurnya sekarang kau harus istirahat karena jam 11 nanti kau akan melakukan kemoterapi" ujar Jaemin memangkal agar tinggi mereka sama,
"lagi ?" tanya aeri menatap senduh jaemin.
Dengan senyuman yang sangat manis jaemin menganggukkan kepalanya bertanda jawabannya 'iya'.
Raut wajah aeri berubah,Wanita itu sedikit ketakutan saat mendengar kata kemoterapi namun dengan lembut Jaemin menggenggam tangan memberikan semangat agar wanita yang ia sukai itu bisa menjalani kemoterapi yang sangat menyakitkan itu.
"aku ada di sini untukmu,kau tak usah risau ataupun khawatir karena aku akan menjagamu walau nyawa taruhannya" ujar jaemin.
"ya aku percaya padamu.Ayo kita masuk" balas aeri sembari membalas senyuman jaemin.
Kini dengan sangat hati-hati, Jaemin mendorong kursi roda aeri menuju kembali ke rumah sakit.
"Aeri...."teriak seseorang dari balik badan mereka.
Mereka nerdua pun menoleh ke asal suara seketika seorang pria langsung memeluk tubuh mungil aeri sambil menangis terseduh-seduh.
"hiks...kau jahat kenapa kau meninggalkanku aeri ? hiks kau tahu aku kesepian di agensi tanpamu" tangis orang itu,
Aeri sedikit bingung kenapa seorang pria langsung mengenalinya walaupun begitu entah mengapa dalam hati aeri, ia merasa sangat iba dengan pria yang sedang memeluk erat dirinya ini.
"hei yeonjun begitukah tata krama yang di ajarkan agensi padamu eoh ?! kemari dan perkenalkan dirimu bodoh" ujar seseorang yang baru datang.
Ya pria yang memeluk tubuh aeri adalah yeonjun dan yang baru saja datang adalah namjoon.Sebenarnya yeonjun sudah mendapatkan alamat rumah sakit tempat aeri di rawat kemarin malam dan berniat ingin langsung mendatangi rumah sakit itu namun setelah memberitahu namjoon.Leader bangtan itu meminta yeonjun bersabar untuk menunggu esok hari karena jika mereka datang menjenguk di malam hari pasti pihak rumah sakit tidak akan mengizinkan mereka masuk karena waktu malam adalah waktu istirahat para pasien.
"annyeong maaf sudah lancang padamu aeri" ujar yeonjun menghapus airmatanya yang tidak sengaja jatuh.
"tapi maaf siapa kalian ?"tanya aeri heran.
Deg.
Rasanya jantung yeonjun berhenti berdetak saat kalimat itu keluar dari mulut aeri.Secepat itukah manusia melupakan manusia yang lainnya ? pria bertubuh jangkung itu sungguh tidak percaya aeri akan melupakan dirinya secepat ini.
Memang aeri sudah pergi meninggalkan agensi hampir 3 bulan dan wajar saja jika ia tidak mengingat wajah namjoon karena faktanya saat aeri masih bekerja di agensi mereka kurang akrab tapi kenapa harus yeonjun yang ia lupa ? Bukankah aeri sudah 2 kali pernah tidur bersamanya dan lagi aeri jugalah yang dulu membuat dirinya hampir terkena skandal karena foto hasil jepretan sasaeng,Mengapa aeri tak bisa mengingat hal itu ?
"kau benar-benar tidak mengingatku aeri ?" tanya yeonjun dengan yang mulai berkaca-kaca.
Aeri hanya menggelengkan kepalanya dan terlihat bingung melihat wajah namjoon dan yeonjun yang sangat asing baginya.
"maaf kami harus pergi aeri harus beristirahat karena sebentar lagi dia harus menjalani pengobatannya.Kami permisi" ujar jaemin yang sedari tadi hanya menjadi penonton.
Jaemin pun melanjutkan langkahnya mendorong kursi roda aeri.
"tunggu" teriak namjoon menghentikan langkah jaemin yang mulai menjauhi mereka.
Namjoon pun berlari menghampiri mereka berdua sementara yeonjun dengan tatapan kosong masih tidak percaya jika aeri melupakan dirinya.
"aeri kami rekan kerjamu dulu tapi karena kau tak mengingatnya tak apa.Kami datang ke sini hanya untuk melihat kondisimu saja yang tiba-tiba menghilang dari kantor.Oh iya dokter bisa kau memberitahukanku kamar atau bangsal berapa aeri di rawat di rumah sakit ini agar kami bisa berkunjung lain hari" jelas namjoon.
"tentu kamar VVIP lantai 3 bangsal penyakit dalam Carilah nama aeri di sana" jawab jaemin
"baiklah nanti kami akan berkunjung lagi karena sepertinya hari ini waktunya kurang tepat.Sekali lagi kami maaf sudah mengganggu kalian" ujar namjoon membungkuk,
"ahh tak apa sudahlah jangan di pikirkan.Jika memang kalian rekan kerjaku dulu maka aku sangat senang jika kalian datang mengunjungiku lagi" jawab aeri.
Namjoon kembali membungkuk dan mempersilahkan mereka melanjutkan langkah mereka masuk ke dalam.
Perlukah yoongi hyung turun tangan ? karena sepertinya ada yang janggal dari ingatan aeri yang tiba-tiba menghilang dan semoga saja ini hanya kecurigaanku tentang dokter yang tampaknya sedikit licik seperti abu nawas.
Namjoon tersadar dari lamunannya.Ia melangkah mendatangi yeonjun yang masih setia dengan tatapan kosongnya.
"ayo kita pulang sekarang" ajak namjoon menepuk pundak yeonjun agar tersadar.
"tapi aeri sunbae..." lirih yeonjun.
"kita akan mengunjungi lain waktu.Ayo pulang sebelum agensi khawatir dan mempertanyakan keberadaan kita" ujar namjoon menarik tangan yeonjun mengikuti langkah kakinya masuk ke dalam mobil.
Bukan namjoon namanya kalau ia tidak mendapatkan ide secepat kilat.Walaupun matanya fokus menatap jalanan yang siang itu cukup ramai namun pikirannya masih memikirkan wanita tunarungu itu.
Sial seharusnya aku tidak ikut ambil bagian dari kisah yoongi hyung rasanya kepalaku sebentar lagi akan pecah - monolog namjoon.
Sementara di sampingnya, Juniornya itu terlelap.Namjoon tahu yeonjun sangat bekerja keras kemarin malam menemukan keberadaan aeri jadi wajar saja pria itu membutuhkan tidur saat ini.
Saat sampai di agensi, namjoon menggotong tubuh yeonjun.Ia sengaja tak membangunkan yeonjun agar ketika para staff bertanya ia beralasan yeonjun mabuk berat saat ia mengajaknya minum di kedai langganannya.
Untung saja yeonjun tipekal orang yang sangat sulit di bangunkan jadi semua staff dapat percaya kebohongan yang namjoon buat di tambah tadi di perjalanan dengan sengaja ia membeli sebotol soju dan menuangkan setengah cairan alkohol itu ke baju yeonjun dan setengahnya lagi ia minum untuk melengkapi kebohongannya itu.