
"namjoonie perbaiki penyamaranmu agar target tidak curiga"pinta yoongi,
"dia tidak mungkin mengenaliku dengan pakaian anehku seperti ini hyung, mustahil" yakin namjoon,
"baiklah kalau begitu, Tunggu di sini aku segera kembali dengan target kita"
"semoga berjaya hyung"
"hmmm ingat samarkan suaramu agar dia tidak mengenalimu"
"iya hyung"
Yoongi pun meninggalkan namjoon di dalam mobil dan berjalan masuk menuju lantai atas namsan tower.Ia tak lupa menggunakan earphone agar bisa mendengar arahan dari yeonjun yang masih setia di depan monitor mengawasi pergerakan semua member bangtan yang bertugas.
"apa kau bisa mendengar suaraku yeonjun ?"
"ya sangat jelas"
"bagaimana keadaan di atas ? apa dia sudah tiba lebih dulu dari aku ?"
"belum sunbae dia masih ada di jalan sepertinya ia terkendala badai salju"
"baiklah aku akan menunggunya, oh iya bagaimana dengan keadaan member bangtan lainnya ?"
"jungkook sunbae dan taehyung sunbae masih berada di rumahku sementara j-hope sunbae dan jin sunbae sudah pergi dari tempat yang kau minta "
"berikan alamat rumah sasaeng itu dan minta jin hyung dan j-hope untuk mencari bukti yang banyak"
"baik sunbae akan ku beritahu"
"bagaimana dengan jimin ? apa dia sudah ada di kantor polisi melapor ?"
"belum sunbae, dia masih ada di suatu tempat bersama masalah yang menjadi bukti kuat kita nanti.Jimin sunbae menunggu perintahku selanjutnya"
"cihhh...semoga masalah yang kau simpan itu tidak akan jadi boomerang untuk kita"
"kau tenang saja sunbae aku yang akan menjaminnya"
"baguslah kalau begitu, bagaimana sasaeng itu ? dimana dia sekarang ? tubuhku sudah mulai menggigil lama di sini"
"dia sudah naik menghampirimu"
"oke kau tidak usah mematikannya.Rekam setiap percakapan kita,paham ?"
"baik sunbae"
Tak lama seorang langkah kaki mulai tertangkap di indera pemdengaran yoongi.Langkah itu semakin mendekati tubuh yoomgi yang membelakangi karena menyaksikan keindahan kota seoul di malam hari.
"oppa yoongi apa kau sudah lama menungguku ?" ujar seorang wanita yang berdiri tepat di belakang yoongi.
Malas? tentu saja yoongi sangat malas untuk bertemu seseorang di hari cuaca yang sangat dingin seperti sekarang tapi karena ia sudah berjanji maka mau tidak mau dia harus menepatinya.
Dengan segera yoongi membalikkan badannya dan memasang senyuman palsu agar tidak terkesan canggung.
Yoongi membelalakkan matanya saat melihat pakaian yang di kenakan oleh sasaeng itu.Ya,wanita itu hanya mengenakan kemeja berwarna biru tanpa mantel musim salju dan hanya mengenakan celana pendek yang sangat minim tidak seperti yang yoongi lihat di monitor saat sasaeng itu masih ada di pekarangan rumahnya.
Walaupun yoongi tahu ini adalah salah satu trik akal bulus yang di lancarkan sasaeng di hadapannya,Yoongi tetap melepaskan mantel musim saljunya untuk di gunakan sasaeng itu.
"pakailah cuaca semakin dingin di sini" ujar yoongi menolong sasaeng itu mengenakan mantelnya,
"tapi kau akan kedinginan oppa jika mantelnya kau berikan padaku"
"kalau begitu kita pindah tempat saja di tempat hangat, Bagaimana ?"
"boleh oppa"
"tapi ingatlah kesepakatan awal kita, kau ingatkan ?"
"baiklah ikut denganku, aku sudah booking restaurant"
Sasaeng itu pun mengikuti langkah yoongi yang lebih dulu berjalan.Dia tampak bersemangat mengikuti setiap langkah yoongi walau yoongi sendiri tak pernah menoleh ke belakang untuk melihat keadaan sasaeng itu.
Beberapa menit kemudian, yoongi dan sasaeng itu sudah berada di dalam mobil yang namjoon kendarai.Terlihat beberapa kali sasaeng itu mencoba membuka obrolan dengan yoongi tapi sayangnya pria berkulit putih itu hanya menjawab 'oh,iya,hmm' sedangkan yeonjun dan namjoon yang mendengar usaha sasaeng itu hanya bisa menahan tawanya.
Entah mengapa sikap dingin yoongi hanya berubah menjadi hangat jika bertemu dengan aeri.Bahkan jika boleh jujur ia kadang merasa sangat gugup jika harus melakukan interaksi langsung dengan wanita bernama aeri itu.
Lexxa sendiri yang notabennya keponakan Bang PD-nim dan sekaligus managernya tak jarang mendapatkan perkataan savage yoongi ataupun sikap dingin dari pria berasal daegu itu.
Tak lama mereka sampai di depan restaurant milik kakaknya jin.Jelas di wajah sasaeng itu ia sangat keberatan di ajak makan malam di tempat itu tapi mau tidak mau kesepakatannya adalah yoongi memilih tempat makan malam bukan dia.
Suasana canggung yang di dalam mobil tadi kini berubah menjadi romantis di dalam restaurant itu.Tak ada tujuan yang mendasari yoongi berubah hanya saja ia ingin memainkan peran agar sasaeng itu nyaman bersama yoongi dan tanpa keberatan nantinya memberikan foto yang di mintanya.
*****
"yeonjun,aku sudah muak bersamanya di sini .Tolong berikan aku perintah juga" rengek jimin dari dalam telepon,
"astaga sunbae kita tidak boleh gegabah.Belum ada tanda-tanda dari yoongi sunbae untuk melangkah"
"tapi aku sudah bosan di sini lagian tugasku juga sudah selesai"
"baiklah kalau begitu merapatlah bersama jungkook sunbae dan taehyung sunbae yang sebentar lagi akan masuk ke agensi"
"baiklah minta mereka datang kepadaku"
"baik sunbae"
"kenapa aku tidak boleh mengunjungimu hah?"
"masalah baru akan muncul jika wanita itu mengetahui identitas dan keahlian yang kita simpan rapat-rapat dari dunia luar, lebih baik dia bersamamu dulu sebelum menjadi saksi kunci kita nantinya"
"baiklah kalau begitu minta cepat para maknae menemaniku di sini aku mulai bosan"
"Nee sunbae-nim"
Begitulah kerepotan yeonjun saat harus mendapat tugas dari yoongi untuk memonitori semua permainannya.Bukan kali ini saja Jimin merengek minta di temani karena setiap tugas yang mereka jalankan pasti jimin akan merengek seperti bayi menggantikan para maknae untuk di temani dalam misinya yang ia lakukan selalu mendapat tugas sendiri.
Tak lama layar yang memperlihatkan ruangan yang awalnya hanya ada jimin berdua dengan wanita yang yeonjun tak sengaja temui di lift tadi kini berubah ramai setelah kedatangan jungkook dan taehyung.
"sunbae tolong jangan bahas tentang misi kalian dari yoongi sunbae di hadapan wanita itu.Takutnya wanita itu akan membocorkan identitas rahasia kita ini" minta yeonjun yang bersuara menggunakan sambungan telepon dari ponsel jimin yang di pegang taehyung,
"kau bisa percayakan itu ke kami.Kita akan bahas jika kita bertemu saja,bagaimana ?"
"setuju"
"oh iya bagaimana dengan j-hope hyung dan jin hyung ? kenapa mereka sangat lama bekerja tidak seperti biasanya ?"
"mereka sudah selesai dari tadi hanya saja mereka dapat tugas baru dari yoongi sunbae makanya mereka tidak jadi pulang"
"oh...kalau begitu lanjutkan tugasmu dan pantaulah sekitar.Jangan sampai kau kena marah dari yoongi hyung karena kesalahan sedikit saja"
"Nee sunbae-nim"
Rencana yang di susun oleh yoongi benar-benar matang.Tak ada cela sedikit untuk para member bangtan dan yeonjun membuat kesalahan bahkan bantuan tak terduga dari wanita yang yeonjun temui secara tak sengaja itu menjadi bukti yang cukup kuat untuk menjebloskan sasaeng itu ke penjara.
Setelah mendapatkan foto yang di inginkan yoongi, pria itu menyeringai melihat wajah sasaeng itu.Walaupun telah makan malam tapi tetap saja mata lapar sasaeng itu mengartikan senyuman seperti iblis milik yoongi terlihat bercahaya bak malaikat.
Senyuman menyeringai dari yoongi itu juga merupakan tanda agar yeonjun dan member bangtan lainnya bergerak ke rencana selanjutnya.Apalagi kalau bukan melaporkan sasaeng itu ke pihak yang berwajib.
Jin dan j-hope yang sudah tiba mendapatkan tugas untuk menghubungi Bang PD-nim dan sejumlah orang-orang penting agensi untuk mengetahui polemik yang terjadi dalam agensi mereka.Sementara taehyung dan jungkook dengan segera membuat laporan agar kasus mereka langsung berjalan detik itu juga.Lalu untuk tugas jimin dan yeonjun,mereka mendapat tugas mengumpulkan dan menganalisis segala barang bukti yang mereka temukan bersama keterangan wanita yang di jadikan yeonjun sebagai saksi kunci.
Malam itu member bangtan dan yeonjun benar-benar bekerja dengan sangat baik dan terarah.Tak ada rintangan berkat keahlian strategis dari otak genius yang yoongi miliki di tambah keistimewan setiap member bangtan dan yeonjun yang sangat menarik membuat mereka dengan mudah menyelesaikan segala tugas dari arahan yoongi.
Pemenang yang sesungguhnya adalah dia yang bekerja di bawah bayangan dan hanya menunjukkan sorotan matanya bukan taringnya.