Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 3



Jimin pun kembali ke dorm tanpa Yoongi.Walaupun sudah di larang oleh yoongi tadi, jimin tetap bersikeras akan memberitahukan ke hyung yang lain.


brukk....


ia mendorong pintu apartemen dorm mereka sangat keras dan dengan tergesah-gesah langsung berlari ke dapur untuk menemui jin sementara jin sibuk memasak untuk makan malam dengan posisi berdiri membelakangi jimin.


"hyung....."


"ya !!!! jimin~ah...kau ini bagaimana itu pintu baru saja di perbaiki yoongi setelah di rusak namjoon,apa kau mau menjadi namjoon kedua hah? lagian ada bel di sana kau harus memencetnya terlebih dahulu baru mengucapkan salam dan masuk,aiss...kau ini.Cepat keluar dan ulangi lagi"


"tapi hyung ini darurat"


"aku tidak peduli.Ulangi saja dulu baru aku mendengarkan penjelasanmu,ayo lakukan"


"hyung tolong dengarkan aku dulu"


"aku mendengarkanmu setelah kau ulangi cara masukmu atau kau mau panci pink ku ini mendarat di wajahmu hah?"


Jimin pun kembali keluar dan hendak melakukan perintah jin tapi sayangnya ia mengurungkan niatnya karena melihat Jungkook dan taehyung melangkah ke arahnya,


"hei kalian berdua cepat ikut aku !!!!"


"tidak sekarang jimin aku sangat lapar"


"tae ku mohon ikut denganku sebentar saja"


"jimin~shii..ini sudah malam dan waktunya makan kau tidak usah keluyuran nanti yoongi hyung memarahamimu"


"astaga...ini ada sangkut pautnya dengan yoongi hyung,jungkook...Lihat wajahku ini"


Saat ia tiba di parkiran apartemen, jimin memang memakai topi dan masker lalu tak lupa menggunakan kacamata hitam agar menghindari wartawan penguntit dan para sasaeng.


"kenapa dengan wajahmu itu jimin? kenapa kau bisa terluka seperti itu? kau tahukan wajah kita adalah aset"


"makanya ikuti aku dulu nanti akan ku jelaskan"


"bagaimana jika para hyung mencari kita nanti ?"


"kita titip pesan saja ke resepsionis,ku mohon ikutlah denganku"


Taehyung dan jungkook baru kali ini melihat jimin yang sangat bersikeras.Mereka pun mengikuti kemauan jimin dan mengikutinya ke rumah sakit tempat yoongi di bawa tadi.Sementara di dorm, jin yang baru saja selesai memasak meminta namjoon pemilik lesung pipi itu untuk memanggil para maknae dan yoongi di kamar mereka masing-masing untuk makan malam tapi sayangnya tak satupun member yang ia temui.


"astaga kemana mereka selarut ini ? j-hope beritahu resepsionis apakah dia melihat para maknae dan yoongi setelah itu beritahu aku.Kau namjoon cobalah hubungi mereka"


namjoon dan j-hope langsung mengerjakan perintah jin.Sementara jin sibuk memasukkan kembali makanan yang telah di masak tadi ke pemanas agar saat para maknae dan yoongi datang makanan itu tetap hangat.


"Hyung...Jungkook bilang mereka ada di perjalanan"


"perjalanan ?mau kemana mereka namjoon di jam segini ?apakah mereka tidak sayang kesehatan mereka keluyuran tengah malam begini ?apa mereka tidak tahu atau pura-pura bodoh jam segini adalah waktu para sasaeng dan wartawan penguntit itu aktif pasti mereka sedang dibuntuti,dasar anak nakal....Minta mereka kembali"


"hyung kata jungkook, jimin meminta mereka untuk mengikutinya dan mereka baru saja sampai di sebuah rumah sakit"


"rumah sakit ?minta jungkook untuk shearlock lokasi rumah sakit itu dan beritahu j-hope siapkan mobil kita meluncur ke sana"


Mereka berdua pun turun ke resepsionis untuk menemui j-hope yang sejak tadi menunggu di lobi.


"bagaimana ada petunjuk kemana mereka pergi?"


"resepsionis bilang jimin hanya menitipkan surat ini hyung"


Dengan rasa was-was dan khawatir yang tercampur aduk, jin membuka surat titipan dari maknae itu.


'hyung tadi aku ingin memberitahumu bahwa aku dan yoongi hyung menolong orang kecelakaan di taman tapi kau malah mengusirku jadi aku hanya membawa jungkook dan tae saja.Aku tahu kau cemas hyung makanya aku titipkan surat ini agar kau bisa bernafas lega karena aku baik-baik saja tapi yoongi hyung mengalami sedikit masalah.


Itu karena bahu pasca operasinya kembali cedera makanya ia di bawa ke rumah sakit terdekat.'


Setelah selesai membaca surat dari jimin notifikasi shearlock dari jungkook masuk ke ponsel milik namjoon.Dengan segera mereka bergegas ke lokasi yang di maksud dan benar mereka tiba di sebuah rumah sakit yang tak jauh dari taman,


"permisi di mana kamar atasnama min yoongi"


"oh apakah anda keluarganya ?"


"iya"


"bangsal 6 kamar VVIP lantai 2 di sebelah kamar anak"


"terima kasih"


Mereka pun berlari menuju tangga darurat dan melupakan bahwa rumah sakit itu menggunakan lift.Saat tiba di sana tanpa mengetuk pintu jin langsung masuk begitu saja dan melihat pemandangan Jungkook dan tae yang tertidur di sofa sementara jimin dengan posisi duduk tidur di samping yoongi,


"hyung apa gunanya pintu itu jika kau tak mengetuknya?"


"ya !!!! aku khawatir dengan keadaanmu bukannya kau kaget melihat aku,namjoon dan j-hope datang kemari kau malah mengasihani pintunya"


"siapa yang memberitahumu hyung kami akan kemari ?"


"namjoon~ah...kau seperti baru saja mengenal para maknae bangtan,mereka tak pernah bisa menjaga rahasia walau sedetik pasti dia akan bercerita satu sama lain dan hasilnya kita para hyung akan tahu cepat atau lambat"


"lalu bagaimana dengan keadaanmu yoongi hyung ? apa perlu kami hubungi agensi agar membawakan dokter spesialis untuk bahumu ?"


"tidak perlu...jangan membuat Bang PD-nim khawatir j-hope.Kata dokter di sini aku akan pulih 2-3 hari jika istirahat total"


"baiklah kalau begitu aku lega mendengar kau baik-baik saja,Namjoon bangunkan para maknae dan antar mereka pulang pastikan mereka makan terlebih dahulu baru tidur. j-hope tugasmu adalah cari kedai makanan di sekitar rumah sakit ini belilah sesuatu agar bisa di makan,kita berdua belum makan malam dan langsung kemari,apa kau mau juga Yoongi?"


"tidak perlu hyung baru saja aku makan di suap jimin tadi.Kalian saja yang makan"


Namjoon dan j-hope hanya mengangguk dan mengerjakan tugas yang di berikan jin.Jungkook yang masih setengah sadar langsung di gotong oleh jimin ke parkiran.


Malam itu Yoongi di temani jin dan j-hope menghabiskan waktunya di rumah sakit lagi setelah pasca operasi bahunya.Saat jin dan j-hope tertidur pulas di sofa, Yoongi dengan hati-hati melangkah keluar untuk mencari udara segar.Tanpa sengaja ia bertemu dengan seorang anak kecil dari kamar anak yang persis di samping kamarnya tengah menangis sambil memeluk sebuah boneka,


"hei...kenapa kau menangis?"


"hiks...hiks...tuhan jahat padaku ahjussi"


"tuhan jahat padamu ? memangnya dia melakukan apa padamu hingga kau menangis di tengah malam seperti ini ?"


"lihatlah ahjussi...hiks...tuhan mengambil rambutku...tuhan jahat padaku...hiks" ucap anak kecil itu sambil menurunkan topinya dan menangis lebih kencang hingga suaranya bergema di lorong bangsal itu,


Seketika yoongi merasa sangat iba melihat anak kecil yang ada di hadapannya itu.Dia langsung memeluk anak kecil itu di dadanya yang bidang,


"tidak apa-apa gadis manis semua akan baik-baik saja.Ku mohon jangan menangis"


"ahjussi...aku iri pada teman-temanku mereka semua memiliki rambut yang lebat sedangkan aku...hiks.hiks..."


"Dengarkan aku...tuhan tidak pernah mengambil rambutmu hanya saja tuhan ingin kau melihat bahwa kau berbeda dan unik di bandingkan anak yang lain.Kau lebih cantik tanpa rambut bukan cantik lagi tapi sangat sangat cantik seperti princess"


"benarkah ahjussi ? apakah aku terlihat seperti IU atau bae suzy ?"


"kau mengalahkan kecantikan mereka,kau sangat cantik lebih dari semua wanita yang pernah ku temui"


"benarkah ?"


"hmmm....tentu saja jadi berhentilah menangis dan katakan pada dirimu kau lebih cantik dari siapapun karena kau berbeda"


"terima kasih ahjussi,kalau begitu aku pergi tidur dulu agar besok aku bercermin aura kecantikanku semakin bertambah seperti eonni IU dan bae suzy"


"itu ide yang bagus pergilah dan selamat malam" ucap yoongi menghapus airmata anak kecil itu dan kembali memberi pelukan hangat sebelum anak kecil itu kembali ke kamarnya.


karena anak itu sudah pergi,Yoongi pun bangkit dan ingin melangkah berjalan menuju lift namun tiba-tiba bahunya sedikit sakit dan membuatnya harus berhenti sejenak.


"Tak ku sangka kau perhatian juga pada dia tuan,Aku berterima kasih padamu telah memberikannya semangat hidup yang baru" ujar seorang perawat yang sejak tadi memperhatikan yoongi dan anak kecil yang ia temui tadi,


"apa maksudmu ? aku tidak mengerti"


"tuan gadis yang kau temui tadi sudah mengidap penyakit kanker stadium akhir dan semenjak ia di rawat di sini dia selalu menangis setiap malam di lorong ini.


kami para perawat sudah bekerja keras menangkannya tapi tak pernah berhasil dan kau dalam hitungan menit bisa meyakinkan dirinya untuk bertahan melawan penyakitnya"


"kanker di umur semuda itu ?pantas saja ia menangis melihat rambut milikku.Sayang sekali dia harus menderita di umur yang masih muda"


"itu sudah kehendak tuhan kita para medis hanya bisa membantu anak itu bertahan sedikit lebih lama untuk menikmati dunia.Tuan apakah bisa saya meminta bantuanmu ?"


"katakanlah apa yang bisa saya bantu"


"besok dia akan menjalani kemoterapinya bisa jadi dia akan menolaknya seperti kemoterapi sebelumnya aku minta kau memberinya semangat lagi seperti tadi bisa kan?"


"tentu saja lagipun kamarku dan kamarnya bersebelahan aku bisa dengan mudah menemuinya, jam berapa dia akan kemoterapi"


"10 pagi tuan"


"baiklah aku akan ke kamarnya besok"


"terima kasih tuan atas bantuanmu"


"iya sama-sama"


"kalau begitu aku permisi dulu tuan,saya ingin mengecek pasien yang lainnya "


"silahkan,aku harus kembali ke kamarku sebelum hyungku bangun"


Dengan membungkuk perawat itu meninggalkan Yoongi dan kembali berjalan menyusuri koridol bangsal yang sepi.Sementara yoongi dengan menahan sakit di bahunya berjalan tertatih-tatih kembali ke kamarnya,


"syukurlah mereka tidak bangun.Astaga bahu ini bisa membuatku gila karena rasa sakitnya aww...." gerutu yoongi perlahan kembali duduk dan berbaring di ranjangnya,


"kanker? anak kecil itu saja membawa penyakit yang lebih parah denganku dia tidak sedikitpun mengeluh sedangkan aku....baru cedera bahu sudah terbaring lemah di sini,dasar payah" gumam yoongi yang tengah bertengkar dengan dirinya sendiri sambil menatap langit-langit kamar rawatnya bak seperti kamar hotel itu.