Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
part 52



...Membayangkan duduk di sampingmu adalah sebuah khayalan yang ingin ku jadikan kenyataan....


...Melihatmu,mendengarmu,meraihmu......


...Bisakah semua itu terwujud ?...


...Kata orang kau bintang sedangkan aku hanya sebutir pasir di tepi pantai....


...Bagaimana bisa aku membayangkan tidur dalam pangkuanmu ? mustahil bukan ?...


...Cukuplah kau menjadi misteri kisah cintaku dan jangan pernah mencoba untuk masuk lebih dalam soal perasaan ini....


...Karena kau tahu betul bagaimana akhirnya......


...Matahari tidak pernah bisa bersatu dengan bulan....


Mendengar suara yoongi membuah orang yang tadinya duduk langsung berdiri dan menghadap ke yoongi.


"kau..."


Kata pertama yang di lontarkan yoongi melihat wajah jaemin.Wajah pria yang pernah di ajaknya berduel.


"kau berharap apa hyung ? aeri ?" sahut namjoon yang barusaja tiba dengan membawa sebotol air mineral.


"tidak tapi...ku pikir kau bersama aeri" ucapnya heran.


"maaf sunbae kami tiba di sana terlambat" sahut yeonjun mendorong kursi roda kosong sambil menggandeng tas ukuran sedang.


"apa maksudmu ?"


Tentu saja yoongi bingung.Alur rencana Bang PD-nim sangat sulit di pahami oleh kepala jenius yoongi.Kali ini ia benar-benar bodoh hanya untuk menyimpulkan akar permasalahan yang terjadi di depan matanya.


"maaf yoongi...aeri memilih menemui malaikat maut di bandingkan dirimu.Dia pergi tanpa pamit bahkan kepadaku pun ia tidak sempat mengucapkan selamat tinggal"


Deg.


Apalagi yang lebih parah dari rasa sakit ketika cintamu di tolak ? Ya, melepaskan cintamu untuk selama-lamanya.Bukan untuk di miliki orang lain tapi untuk duduk bersanding dengan pencipta-Nya.


Yoongi tak habis pikir tentang berita yang ia dengar barusaja.Pria itu mencoba mengatur nafasnya.Menahan emosinya agar tidak mengebu-gebu.Kepalanya memanas.Matanya mulai memerah namun bukan saatnya ia marah.


Ia hanya bisa meluapkannya semua emosinya pada genggaman kursi taman berharap setiap penjelasan jaemin bisa di terimanya.


"jelaskan padaku apa yang terjadi...semuanya" dingin yoongi.


Tak mau mengacaukan suasana, namjoon dan yeonjun menepi menemui lexxa yang juga tak jauh dari sana.Wanita itu hanya bisa memandang dari kejauhan sikap yoongi dari sisi yang berbeda.


Yoongi benar-benar melupakan jati dirinya sebagai pria dingin yang di kagumi para gadis-gadis.


"yoongi...sebenarnya aku mengajak aeri datang ke singapura bukan untuk membuat kalian jauh tapi aku bermaksud ingin melihatnya sembuh.Aku tahu penyakitnya merenggut segalanya dalam hidupnya tapi aku sangat berharap ia selalu ada di setiap langkahku.Saat aku tahu singapura membuka rumah sakit penyembuhan kanker tanpa pikir panjang dan tanpa seizinnya kami pergi ke sana"


"Sayangnya secanggih apapun alat medis jika semua sudah takdirnya maka semuanya akan berakhir di waktu yang tepat.Kau tahu saat menjelang kematiannya aeri sangat suka makan makanan pedagang kaki lima katanya agar ia tidak merindukan seoul.Setiap pagi ia berjemur di taman dan setiap hari juga aku melihatnya memandang fotomu.Dia melakukannya sembunyi-sembunyi agar aku tidak kecewa"


"perih rasanya saat perjuangan tidak di hargai tapi mau bagaimana lagi aku terlalu terobsesi dengannya hingga aku sendiri lupa bahwa aku juga memiliki hati yang luka.Sekarang ku mohon relakan kepergiannya agar kau juga bisa melanjutkan hidupmu tanpa aeri seperti sebelumnya"


"aku tidak bisa.Kau benar aku juga terobsesi dengannya.Rasanya sangatlah berbeda jika dia tidak ada sisiku" ujar yoongi


"Kehidupan selanjutnya ? itu berarti aku harus melewati sungai sanzu dan kematian adalah pintunya"


"tidak.Selesaikan kisahmu di kehidupan ini baru kau bisa melewati sungai sanzu tanpa ragu.Buat senyuman agar semua orang bisa mengenalimu.Jangan ajarkan tangis dan amarah karena semua itu akan binasa di waktu yang salah.Itu pesan aeri yang masih ku ingat hingga detik ini.Oh iya satu hal lagi..."


Jaemin menggantungkan ucapannya lalu memberikan secarik kertas dan flashdisk ke yoongi yang di ambilnya dari tas yang ada di kursi roda.


"aku menemukannya di barang milik aeri.Itu mungkin untukmu.Kalau tidak salah kaulah pemilik inisial Y.K. yang di tulis aeri di halaman depan kertas itu"


Tanpa basa-basi yoongi mengambilnya lalu membaca surat aeri sedikit lebih keras agar jaemin bisa mendengarnya.


Jujur saja saat jaemin merapikan barang-barang milik aeri ia tidak sengaja menjatuhkan kedua benda itu.Karena tahu itu bukan untuknya jaemin hanya bisa menyimpannya dan tidak sekalipun berniat untuk membuka surat ataupun isi dari flashdisk mengusir rasa penasarannya.


...~~~~...


kau menemukanku itu berarti aku tidak lagi di sisimu.Maaf karena aku tidak bisa membalas kebaikan yang telah kau lakukan untukku.


Tuan Min Yoongi yang terhormat,


Pertama kali aku bertemu denganmu tanpa sengaja di kantin agensi lalu berlangsung hingga detik ini.Pertemuan tidak sengaja siapa yang tahu bahwa itu adalah awal aku menganggumimu bukan sebagai idol tapi seperti pria dewasa pada umumnya.


Mungkin aku tidak bisa lagi melihat senyummu ataupun mendengar musik yang kau ciptakan tapi aku harap kau mengizinkanku menjadi sepotong kisah dari perjalanan hidup seorang min yoongi.Jujur aku menyukai semua tentang dirimu apalagi setiap bait lagu yang kau tulis,aku menyukainya dan juga dirimu.


Maaf sudah lancang menganggumimu tapi aku hanya manusia biasa yang tidak luput akan perasaan suka.


Aku harap di kehidupan selanjutnya kita di pertemukan kembali oleh tuhan tetapi bukan sebagai staff dan artis.Kau mengerti maksudku kan ?


Maaf...


Mungkin itu tidak akan cukup tapi aku harap kau menyelesaikan kisahmu layaknya musisi legendaris.Aku sangat ingin melihat namamu kembali di billboard Tuan Suga.


...~~...


Di akhir surat aeri sengaja menggunakan nama suga bukan yoongi.Nama panggung yoongi yang dikenal banyak orang selain Agust D.Nama yang di kenal oleh publik dan penggemar setianya.


Jaemin yang menyimak sejak tadi hanya bisa menundukkan kepalanya.Mencerna setiap kata dari mulut yoongi lalu membayangkan aeri yang berbicara langsung di hadapannya rasanya hati benar-benar hancur.


Ingin rasanya ia memaki pada tuhan agar membawa aeri padanya tapi takdir berkata lain, ia harus menelan pil pahit bahwa kenyataan merenggut pujaan hatinya.


Belum sempat melamarnya, aeri malah memilih pinangan malaikat maut.


Dua pria itu kini sudah tak lagi memedulikan rasa malunya.Mereka berdua menangis terseduh-seduh di kursi taman.


Tak ingin melihat kedua pria itu larut dalam kesedihannya.Namjoon dan lexxa pergi mendekat sementara


"hyung ayo kita pulang.Kau butuh istirahat untuk menata kembali hatimu yang hancur" ujar namjoon.


"ya sunbae benar, ayo kita juga pulang dok.Kau butuh istirahat untuk memulihkan perasaanmu"sahut lexxa.


Kedua namja itu pun di bawa pergi tapi tidak dengan perasaan mereka.


Perasaan mereka masih hanyut di bawa oleh angin malam kota seoul.