
"yoongi,dimana kau ? Bogo sipeosseo..." igau aeri yang baru saja di bawa masuk ke dalam kamar oleh yeonjun,
yeonjun membulatkan matanya saat mendengar penuturan aeri menyebut nama yoongi burasan.Ia tak menyangka aeri akan menyebut nama seniornya itu namun ia dengan cepat sadar bahwa seniornya itu memang patut menjadi idaman para wanita.Bukan hanya wajah tampannya namun sikap lembut dan dinginnya pasti yang di idamankan kebanyakan wanita yang sudah pernah bertemu dengan seorang min yoongi.
"tidurlah semoga kau memimpikan sunbae yoongi" ujar yeonjun berbisik lalu mengecup kening aeri sebentar sebelum ia meninggalkan wanita itu,
Dengan perlahan ia keluar dari kamar agar aeri tak terjaga.Yeonjun memilih untuk menghabiskan malam itu menonton film di depan sofa seorang diri.Di temani beberapa cemilan dari pantry dapur,anak itu berniat akan begadang hanya untuk menjaga wanita yang notabennya adalah bawahannya di agensi dan juga harus menunggu kabar dari lisa bagaimana kondisi pria yang telah ia pukul hingga babak belur.Pria bersabuk hitam taekwondo itu berharap pukulannya saat mereka duel tidak fatal dan tidak mengakibatkan kematian.
02.40 AM
Suara teriakan aeri sukses membuat yeonjun kaget dan langsung melupakan bahwa villa itu punya tangga dan memilih untuk melompat agar sampai ke lantai dua dengan cepat.
"ada apa noona? siapa yang mengganggumu?" ujar yeonjun membuka pintu kamar aeri dengan keras hingga tak sengaja rusak,
"kenapa aku di sini? kenapa kepalaku sakit ? hiks apa yang kau perbuat denganku hiks...yeonjun hiks kau..." ujar aeri sambil menarik selimut dan menutup tubuhnya yang masih berpakaian lengkap bahkan high heelsnya yang patah masih ia gunakan,
yeonjun menaikkan sebelah alisnya,dia tak menyangka aeri akan berpikir sejauh itu.
"astaga pasti kau masih mabuk noona.Tunggu sebentar biar ku buatkan jus jeruk nipis agar mabuknya bisa hilang"ujar yeonjun meninggalkan aeri yang masih menangis,
Di menit selanjutnya,yeonjun datang dengan segelas jus yang di buatnya sendiri.
"ini noona minumlah"
"itu apa?"
"jus untuk mengurangi mabukmu agar kau tidak merancau lagi yang tidak-tidak"
"tidak mau, baunya masam.Itu pasti tidak enak"
ujar aeri menutup mulutnya dan menatap yeonjun seperti anak kecil,
Yeonjun menarik nafasnya kasar dan terus membujuk aeri agar mau minum jus namun lagi-lagi ia mendapatkan tolakan.Yeonjun benar-benar di buat frustasi dengan tingkah aeri yang mirip seperti anak kecil berumur 8 tahun yang di bujuk untuk minum obat.
"ayolah noona tanganku sudah pegal dari tadi seperti ini"
"kalau begitu buang saja"
"enak saja aku susah-susah membuatkannya untukmu lalu kau mau main buang saja.Pokoknya kau harus minum,ayo !!!"
"sirheo !!!"
"cara ap..."
Sebelum menyelesaikan perkataannya,mulut mungil aeri langsung di dekap oleh bibir yeonjun.Awalnya mungkin terlihat romantis namun sebenarnya otak yeonjun sedikit cerdik.Sebelumnya melakukan ciuman itu, ia meminum habis jus jeruk nipis yang di buatnya sendiri dan menyimpannya di mulutnya lalu mendekati aeri.Lalu apalagi tentunya ia langsung memberikan ciuman yang panas agar aeri mau meminum habis jus dari mulutnya sendiri.Menjijikkan ? Tentu saja namun yeonjun terpaksa melakukannya agar aeri bisa berhenti menghakiminya yang tidak-tidak.
Setelah merasa jusnya habis di mulutnya,yeonjun ingin menyudahi tautan itu agar ia tak melakukan tindakan yang akan merugikan aeri tapi sayangnya sepertinya aeri sangat nyaman dengan ******* lembut yang di berikan yeonjun dan tak ingin menyudahinya dengan terburu-buru.
Dengan penuh kesabaran yang di miliki yeonjun,pria itu terus mendorong aeri agar tidak membuat nafsunya naik.Karena jika ia melakukannya itu berarti dia tidak bedanya dengan pria yang ia pukul hingga babak belur.
"tidurlah aeri tolong jaga kehormatanmu,aku juga harus menjaga reputasiku sebagai idol.Aku tidak ingin membuatmu hancur karena milikmu hanya untuk suamimu nanti" lirih yeonjun memperbaiki surai aeri yang berantakan,
"wae...kenapa menolakku ? apakah karena aku wanita tunarungu? hiks aku benci dengan telinga ini.Aku benci dengan alat ini !!"
"jangan kau tidak bisa mendengar jika itu rusak aeri !!!" teriak yeonjun menghalau niat aeri tapi sayangnya aeri terlanjur melempar alat pendengarannya itu hingga jatuh ke lantai dan rusak berkeping-keping,
"hiks...apa salahku ?aku hanya ingin seorang pria menyukaiku tapi saat mereka melihat alat itu di telingaku hiks....mereka meninggalkanku,kalian semua jahat padaku..jahat..jahat...hiks" tangis aeri menutup wajahnya menyembunyikan airmatanya yang terus mengalir,
Karena tak tega melihat aeri yang terus menangis tanpa henti dan semakin kencang,Yeonjun menarik aeri dan memeluknya seerat mungkin.Dia benar-benar merasa bersalah atas perlakuannya mencium aeri saat wanita itu dalam keadaaan masih tak sadarkan sepenuhnya.
Beberapa saat kemudian,suara tangis dan airmata aeri yang terakhir di rasakan yeonjun mengalir pada dada bidangnya kini sudah berhenti.Aeri benar-benar tidur dalam dekapannya,lengan kiri yeonjun di jadikan bantal oleh aeri sementara tangan aeri masih setia menggengam erat kera baju milik yeonjun.Tidak ada pilihan lain,yeonjun harus tidur di samping aeri karena posisinya tak memungkinkan untuk dia kabur dari kamar itu dan jangan tanyakan tentang aeri.Wanita itu malah terus menempelkan tubuhnya ke badan yeonjun seperti ada lem di antara mereka berdua.
pukul 4 dini hari, yeonjun akhirnya memutuskan tidur di samping aeri setelah berusaha payah mencari ide agar bisa pergi namun hasilnya nihil.Secara tak sengaja saat yeonjun menyusul aeri untuk terlelap cukup dalam,tangan yeonjun malah bergerak dengan sendirinya memeluk pinggang aeri dari samping.
Malam itu bersama villa tempat mereka bernaung menjadi saksi bagaimana perhatiannya yeonjun kepada aeri yang terbilang sangat romantis namun sedikit menjijikkan membuat siapapun akan iri apalagi mereka terlelap seperti pasangan suami istri.
*****
"sunbae yoongi,kita akan kembali ke seoul sebulan lagi"
"itu bagus akhirnya aku bisa kembali ke genius lab milikku"
"yah kau benar kita kembali dan itu berarti kalian akan di sibukkan dengan album comeback kalian"
"tak masalah yang intinya aku kembali ke seoul"
Begitulah sikap ceria yoongi saat lexxa mengumumkan bahwa bangtan akan kembali ke seoul dalam waktu dekat.Entah mengapa hati yoongi tidak karuan saat kabar kepulangan mereka di percepat karena perilisan album comeback mereka di percepat dari jadwal yang sudah di atur.
Yoongi sepertinya tak ingin ambil pusing untuk mempertanyakan alasan mengapa mereka di pulangkan tak sesuai jadwal karena di pikiran yoongi sekarang ia benar-benar merindukan aeri.Bohong jika seorang min yoongi tak jatuh hati dengan wanita yang di ciumnya untuk pertama kalinya dalam hidup seorang musisi genius seperti min yoongi.Walaupun ia ingin dan berusaha membuang jauh-jauh soal rasa sukanya itu namun nyatanya wajah aeri yang manis tak bisa sirna begitu saja dalam ingatannya.