
Rooftop agensi adalah tempat ternyaman kedua setelah genius lab milikinya.Hari ini jadwal bangtan sedang tak padat seperti hari sebelumnya makanya yoongi menyempatkan diri untuk mampir ke rooftop bersama dengan sekaleng bir.
Kau sudah lama pergi tapi sayangnya kau belum pergi dari pikiranku.kenapa ? kenapa kau terus menyiksaku dengan wajahmu itu ?
Aku merindukanmu Aeri...
Walau matahari bersinar terang di antara awan dan langit biru, yoongi tak memedulikan hal itu dan terus menikmati hembusan angin yang hangat membawa dirinya dalam ilusi yang indah.
Yoongi memejamkan matanya,menikmati setiap sentuhan angin yang menerbangkan rambutnya hingga tak lagi beraturan.Rasanya pria itu sebentar lagi akan tertidur karena belaian lembut dari alam tapi sayangnya suara benturan dinding dengan pintu yang cukup keras mengacaukan ketenangannya.
"hyung cepat ikut aku sekarang ?!" pinta seseorang yang baru tiba,
"wae ? kenapa aku harus mengikutimu ?" tanya yoongi menatap dengan dingin,
"nanti saja ku jelaskan yang jelas kau ikut aku hyung"
"tidak.Aku tidak akan mengikutimu kalau kau tidak mengatakan alasannya padaku"
Namjoon menghela nafasnya kasar,ia tak tahu harus bagaimana menjelaskan kepada hyungnya itu.Di jelaskan saja tanpa bukti namjoon takut yoongi akan menuduhnya yang tidak-tidak dan jika di bawa langsung pun yoongi tak mau mengikutinya.
Ia memijat keningnya mencari jalan keluar atas permasalahan yang ada di depan matanya.
"ini menyakut aeri aku tidak banyak waktu untuk menjelaskan secara detail.Kau sendiri yang harus mengetahuinya langsung dari mulut aeri"
"Oh ternyata bocah itu sudah memberitahumu tentang aeri.Baiklah katakan padaku apa informasi yang kau dapat dari yeonjun ?"
"ada baiknya jika kau yang melihat langsung kondisi aeri hyung"
"apa maksudmu namjoonie ?"
"nanti sore setelah pulang agensi kita datang ke tempat aeri"
"sore ? kenapa bukan sekarang saja ?"
"ini masih jam kantor hyung.Ada baiknya kita rahasiakan semua ini dari agensi dan yang lainnya"
"terserah kau saja"
"baiklah hyung nanti sore aku tidak akan pulang bersama kalian ke dorm agar aku punya alasan keluar sore.Kau akan ku jemput di perempatan dekat dengan lampu merah"
"oke"
******
Sesuai ucapan namjoon, yoongi mengikuti keinginan adiknya itu.Sekarang mereka sudah berada di atas mobil yang masih di sewa namjoon kemarin malam.
Yoongi sempat menanyakan ke namjoon mengapa ia tidak menggunakan koleksi mobil sportnya yang jauh lebih mahal dengan mobil sewaannya ini namun namjoon beralasan mobilnya berada di bengkel dan akan keluar pekan depan.
Bukankah aneh jika leader bangtan hanya memiliki satu mobil koleksi ? kemana yang lainnya ?
Tak mau beradu argumen dengan namjoon yang memiliki IQ tinggi.Yoongi hanya memandang lurus menanti mobil yang di kendarai namjoon berhenti.
Hingga hampir memakan setengah jam,mereka sampai di sebuah rumah sakit yang cukup besar di pinggir kota.
"Haesung ? sepertinya aku pernah mendengar nama rumah sakit ini" gumam yoongi di atas mobil.
Mereka pun turun dari mobil namun sebelum yoongi mulai melangkah masuk ke dalam rumah sakit namjoon menahan langkahnyam
"wae ? sekarang apa ?"
"sebelum masuk bacalah ini"
Namjoon mengambil selembar kertas dari saku jaket kulit yang ia gunakan.Kertas itu adalah kertas yang sama yang ia temukan saat tak sengaja menabrak jaemin kemarin.
Laporan kesehatan Rumah Sakit Haesung
Dokter yang menangani : Na Jaemin
Nama pasien : Kim Aeri
Kamar rawat : VVIP Penyakit dalam
Stadium penyakit : Parah (akhir)
kemungkinan penderita sembuh : 10%
Masa hidup penderita : 60%
Setelah menganalisis kembali tentang kondisi fisik dan organ vital pasien yang sejauh ini telah melakukan kemoterapi sebagaimana anjuran dari para dokter yang ahli di bidangnya maka di putuskan pasien TIDAK BISA SEMBUH.
Dengan alasan : Imun serta kinerja dari organ vital telah mengalami penurun yang sangat signifikan sejauh 23% dari target masa hidup penderita.
^^^Seoul,13 juni 2018^^^
^^^Na Jaemin^^^
Setelah selesai membaca habis tulisan dalam kertas itu.Yoongi meremesnya dan menghancurkan kertas itu hingga tidak lagi berbentuk.
Yoongi terlihat mengepal kedua tangannya melampiaskan amarahnya yang sudah sampai hingga ke ubun-ubun kepalanya.Tanpa basa-basi yoongi berjalan masuk meninggalkan namjoon yang mulai cemas dengan perilaku yoongi yang sangar.
"Dimana ruangan dokter Na jaemin ?"tanya yoongi mencoba bersikap tenang,
"maaf kau harus buat janji sebelum menemui dokter jaemin,apa sebelumnya kau sudah membuat janji ?" ujar perawat yang berada di bilik respsionis,
Kulitnya yang putih pucat di tambah mata yang mulai memerah membuat siapa saja lupa bahwa dia adalah min yoongi.Dengan emosi yang meluap-luap, ia menarik kerah baju perawat pria itu lalu berteriak hingga menimbulkan gema di lantai itu,
"katakan dimana pria brengsek itu !!!!"
Semua orang tak berkutik.Untung saja tak ada pasien dengan penyakit serangan jantung menyaksikan amukan yoongi itu mungkin jika itu terjadi maka rumah sakit jaemin akan di tuntut oleh pihak keluarga.
"maaf tuan ini rumah sakit dan kau sudah menbuat keributan di tempat ini" ujar perawat yang lainnya mencoba melerai yoongi.
"kalau begitu katakan padaku dimana ruangan dokter brengsek itu sekarang" ujar yoongi mulai merendahkan suaranya.
Yoongi bukan hanya menarik kerah baju perawat pria itu entah sengaja atau tidak di lihat dari ekspersi perawat itu dirinya tercekik akibat tangan yonlongi yang mencekram bajunya dengan hebat.
"La..La...Lantai 4 kamar paling ujung setelah bangsal bersalin" ujar perawat wanita yang ketakutan.
Tak ada pilihan lain.Ia harus memberitahu ruang kerja jaemin kalau tidak mungkin yoongi bisa membunuh perawat itu malam itu juga.
Setelah membuat tubuh perawat itu,yoongi langsung menaiki lift dan menekan tombol 4 agar sampai di ruangan pria itu.
Walaupun namjoon terlambat untuk masuk.
Ia mencoba meyakinkan para perawat agar tidak melakukan pelaporan ke pihak yang berwajib dan berjanji semua akan baik-baik saja.Perawat itu setuju dan meminta namjoon membawa yoongi secepat mungkin keluar dari rumah sakit itu.
Namjoon pun dengan tergesa-gesah mengikuti langkah yoongi yang sudah setengah perjalanannya.DIa tak tahu apa yang akan di lakukan yoongi dengan emosi yang memuncak itu ke dokter bernama jaemin itu.
Menggunakan tangga darurat, namjoon berharap kaki yang ia gunakan latihan gym di agensi bisa memuaskan dirinya untuk sampai tepat waktu tapi sayangnya duel antara jaemin dan yoongi sudah berlangsung di lorong koridor.
"hyung tolong hentikan kita akan dapat masalah jika haters melihat aksimu di CCTV"
"aku tidak peduli"
Saat ini pria berkulit pucat itu tak memperdulikan reputasinya dan hanya terus melampiaskan amarahnya.Kemeja putih milik yoongi dan jas putih milik jaemin sudah bersimbah darah akibat duel maut yang mereka lakukan tanpa jeda sama sekali.Wajah dan tangan mereka sudah mengeluarkan banyak darah dan bohong jika selesai dari duel ini mereka tidak akan merintih kesakitan.
Bugh...
Sebuah pukulan berhasil mendarat di pipi yoongi dan jaemin tapi bukan mereka pelakunya melainkan jungkook dan taehyung yang baru saja tiba bersama member lain bangtan kecuali jimin yang di minta oleh jin untuk ke ruang pengawas rumah sakit mematikan CCTV fan menghapus file yang sempat merekam kedatangan namjoon dan yoongi juga tak lupa duel antara yoongi dan jaemin barusan.
"Tck dasar pengecut,apa kau tidak mampu menghabisiku seorang diri makanya kau memanggil teman-temanmu eoh ?!" ujar jaemin,
"aku bisa menghabisimu malam ini juga dasar brengsek ?!" ujar yoongi yang mulai tersulut emosi namun dengan sigap jungkook memeluk yoongi agar tidak lagi memulai melakukan pertengkaran dengan jaemin.
Jin hanya menundukkan kepalanya sambil memijat keningnya melihat yoongi yang tidak seperti biasanya.
"jungkook~ah...taehyung~ah..bawa yoongi ke gudang rumah sakit ini dan kau namjoon bawa dokter itu" titah jin,
"baik hyung !!!"jawabnya serentak.