Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 50



Gedung berwarna putih tampak begitu mewah di hiasi lampu taman berwarna kuning. Dindingnya begitu polos dari kejauhan meninggalkan ukiran penuh sejarah terpahat begitu rapi.Semilir angin menghanyutkan semua perasaan yang tengah kacau di terpah badai.


Yoongi memilih untuk membaringkan tubuhnya di tengah rerumputan taman rumah mewah yang pekan lalu baru di belinya.Awalnya ia tak ingin membeli properti dan sejenisnya karena baginya ia hanya ingin berinvestasi lewat saham saja tapi karena rengekan ibunya ia pun harus menuruti perintah wanita yang sangat di hormatinya itu.


Tak ada segelas wine ataupun sebotol vodka menemani malam pria dingin itu.Ia benar-benar larut dalam pikirannya sendiri.


Bagaimana bisa secepat kilat ia pergi dari dunianya sendiri lalu memilih mengejar dunia orang lain ? Sungguh dia bukan lagi Min Yoongi yang dikenal oleh para gadis-gadis.


Matanya memang terpejam namun sayangnya pikirannya terus menyeruh nama seorang wanita tunarungu.Siapa lagi kalau bukan Aeri.


Ya, yoongi benar-benar di buat candu oleh sosok aeri tapi dengan cepat ia menepis pikirannya itu.Mau bagaimana lagi ekspektasi yoongi tentang aeri tak lagi bisa disebut kenyataan.Wanita itu sudah benar-benar melepaskan cintanya namun tidak dengan yoongi.Pria itu masih memimpikan hidup bersama aeri di masa sekarang dan di masa yang akan datang.


"yoongi..." panggil seseorang.


Dengan cepat yoongi membuka matanya lalu duduk menghadap ke asal suara.


"oh kakek...sejak kapan kakek datang kemari ?"


"baru saja mobil kakek sampai"


"apa perjalanannya menyenangkan kek ?"


"tidak semenyenangkan seperti senyumanmu yoongi"


"kakek bisa saja, oh iya ku pikir kakek akan tiba kemari 2 hari lagi kenapa dipercepat ? apa ada masalah ?"


"tidak ada masalah semua baik-baik saja hanya saja kakek ingin melihatmu sebelum akhirnya melepaskanmu menjadi suami orang"


Raut wajah tua dari kakek yoongi membuat dirinya sedikit legah.Bisa membahagiakan orang tertua di keluarganya rasanya ada perasaan bangga di hati yoongi.


Malam ini yoongi melepaskan sedikit rasa cemas dan kekhawatirannya.Duduk berdua dengan kakeknya adalah hal paling berharga bagi yoongi.Dia terus menatap kedua bola mata yang mulai keriput itu sambil sesekali tertawa dan tersenyum saat hal-hal lucu keluar dari mulut kakeknya itu.


"yoongi..."


"iya kakek,ada apa ?"


"jika kau menikah nanti hanya ada satu yang kakek inginkan darimu apa bisa kau mewujudkannya ?"


"tentu apapun itu demi melihat kakek bahagia akan ku lakukan"


"siapapun calon istrimu yang berdiri bersamamu di altar pernikahan nanti,kakek ingin kau menerimanya setulus hatimu dan melupakan bahwa kau pernah jatuh cinta dengan wanita selain dia.Apa kau bisa ?"


"iya akan ku lakukan itu kek.Aku tidak akan membuatmu kecewa.Aku akan berusaha menjadi pria terbaik yang pernah di kenal dalam hidupnya selain ayahnya.Ini janjiku padamu kakek"


"lega rasanya jika kata janji kau sebut yoongi.Entah mengapa saat kau mengikat janji padaku rasanya mustahil kau akan mengikarinya.Tetaplah seperti itu karena kau adalah cucuku yang bertanggung jawab atas ucapanmu"


Pandai bukan? Yoongi kembali membohongi dirinya bukan hanya dia saja tetapi juga kakeknya.Jujur saja kenangan dari wajah aeri tidak bisa mengubah haluannya.


Benar, ia memang menepati janji akan menikah tapi untuk soal perasaan rasanya yoongi tidak akan bisa membuka hatinya selain untuk aeri.


******


Warna biru langit ruangan bercampur warna putih di setiap sudut membuat nuansa elegen bisa dengan mudah terpancar.Bukan hanya itu saja beberapa nakas di atasnya telah di hiasi bunga lavender.Aroma menenangkan membuat yoongi tampak sangat nyaman berada di ruangan itu.


Hanya ada beberapa stylish yang coba membantu yoongi mengenakan pakaian pengantinnya juga memberi sedikit make up ke wajahnya agar terlihat segar.


"yoongi apakah ini sudah keputusan finalmu ?" tanya ibunya.


"ya eomma,Aku sudah memikirkannya baik-baik"


"maafkan eomma karena selalu memintamu menjadi anak yang baik dan sempurna"


"apa yang eomma katakan ? aku tidak pernah merasa terbebani dengan permintaan eomma.Sudahlah eomma lupakan hal itu dan duduklah di luar bersama appa.Banyak tamu yang perlu di jamu"


"baiklah,cepatlah menyusul"


"pasti"


Senyuman terpaksa terpancar dari bibir yoongi mencoba meyakinkan ibunya bahwa ia baik-baik saja dengan keputusannya yang salah ini.


Setelah beberapa menit kemudian, yoongi pun keluar dari kamar pengantin.Menyapa semua orang dan menemui member bangtan yang sudah datang hanya itu yang bisa di lakukannya sekarang.


Terlihat dengan jelas ada banyak orang penting dan beberapa petinggi klan menghadiri acara itu.Bukan hanya melihat sosok yoongi sebagai aset negara tapi juga melihat sosok kakek yoongi yang merupakan pemimpin klan Min.


"dimana namjoonie hyung ?" tanya yoongi


"katanya dia akan datang tapi sedikit terlambat" ujar jin


"mana bisa dia sejahat itu padamu hyung,dia leader kita...pasti dia akan datang di acara pentingmu" sahut jimin


"oh iya di malam calon mempelai wanitanya hyung ? aku penasaran siapa yang menjadi sunshine menggantikan j-hope hyung ?" celutuk jungkook


"entahlah aku juga tidak tahu.Aku pun juga tidak pernah melihatnya"


"sekali pun tidak pernah hyung ?" tanya taehyung


"hmmm...kau tahu sendirikan pernikahanku ini adalah pernikahan perjodohan antara anggota keluarga Min jadi hanya keluarga yang saling bertemu bukan mempelainya"


"daebak...kisah cintamu seperti plot novel saja hyung.Bagus jika nanti sutradara mengangkat kisah cintamu menjadi serial netflix" ujar j-hope


"tidak akan ada orang yang akan menontonnya. Kisahku terlalu membosankan untuk di filmkan"


"oh iya yoongi..bisa kita berbica berdua saja ? ada yang ingin ku tanyakan" ujar jin


"tiba-tiba hyung ? kenapa tidak di sini saja ?" tanya jungkook


"ya hyung di sini saja lagian aku tidak bisa pergi jauh karena acara akan segera di mulai"


"aku tidak ada niat ingin menculikmu.Hanya bertanya empat mata saja apa salahnya ? ayo cepat ikut aku" paksa jin


Yoongi langsung memandang keeempat member bangtan yang berdiri sejajar dengannya dan tentu saja keempat adiknya itu langsung mengangguk menandakan bahwa yoongi harus ikut permintaan hyung tertua bangtan itu.


Hanya butuh beberapa menit kedua namja itu sudah berada di rooftop.Memandang dari atas rumah mewah membuat mereka tampak seperti pangeran dari negeri dongeng.


Pangeran Kim bertemu dengan pangeran Daegu.Sungguh perpaduan yang sangat memanjakan mata.Walaupun tinggi mereka berbeda tapi percayalah ketampanan mereka tidak lekang oleh usia mereka yang mulai berlomba memasuki usia kepala tiga.


Tak ada yang mulai percakapan hanya saling menatap dengan tatapan dingin dan penuh makna hingga semenit kemudian jin tersadar karena sebuah mobil masuk ke dalam pekarangan rumah mewah milik yoongi itu.


Senyuman menyeringai terpampang jelas di bibir tebal jin membuat yoongi sedikit kebingungan dengan perilaku hyungnya yang satu ini.