Do You Hear Me ?

Do You Hear Me ?
Part 31



Cuaca dingin yang penuh dengan salju berwarna putih mengharuskan semua orang berlindung di balik selimut mereka untuk mendapatkan kehangatan.Karena ibunya yang menelpon sangat pagi tadi mau tidak mau yoongi harus terbangun dari bunga mimpinya.Kini perutnya mulai berbunyi minta di isi dengan segera, karena tak mau membangunkan tuan rumah yoongi mengendap-endap masuk ke dalam dapur mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya.


Ngantuk dan lapar begitulah keadaan yoongi malam ini.Dengan sangat hati-hati yoongi membuka satu persatu pantry dapur milik aeri untuk mengecek bahan makanan yang bisa ia masak tapi sayangnya tak ada apapun di pantry itu kosong dan sangat hampa.


"ku pikir wanita itu tadi memasak kue ? lalu kemana semua kue yang dia masak ? apa semuanya hangus ?" lirih yoongi sambil terus mencari,


Sekitar 30 menit yoongi membuang-buang waktunya untuk mencari makanan di dapur yang bersih itu hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar mencari toko kelontong yang masih buka di jam sepagi ini.


Tapi sayangnya keberuntungan yoongi sudah lenyap, Tak ada toko kelontong yang di kunjunginya terbuka bahkan lampu tokonya pun masih mati menandakan tidak ada siapupun di dalam sana.


"aku menyerah...Perutku sudah lapar dan aku juga sudah capek mengitari tempat ini.Sebaiknya aku pulang mungkin di agensi banyak makanan" pikir yoongi.


Dia pun mengeluarkan ponsel yang berada di saku celananya untuk menghubungi staff agensi yang bisa menjemput dirinya namun niatnya tertahan saat tak sengaja pedagang kaki lima bersama gerobaknya melewati yoongi yang duduk di tepi trotoar.


"permisi, Apa jualanmu masih ada paman ?" tanya yoongi memburu langkah pedagang itu,


"iya masih.Apa kau ingin membelinya ?"


"Nee,Tolong berikan aku Corndog mozarella 2 tusuk,Odeng 3 tusuk lalu semangkok tteobokki pedas"


"oh baiklah,tunggu sebentar biar ku hidangkan"


Tak lama makanan yang di pesan yoongi audah ada di hadapannya.Dengan segera ia melepaskan maskernya dan mulai menyuapi dirinya.Dia benar-benar tak peduli lagi jika pedagang itu mengenalinya atau peduli soal kesehatannya yang akan segera pilek karena makan di cuaca yang sangat dingin.


"Paman,apakah aku bisa minta tolong ?"


"hmm tentu memangnya kau ingin minta tolong apa ?"


"tolong makanlah bersamaku dan habiskan corndog dan juga odeng ini.Perutku tidak akan sanggup melahap semuanya sekaligus" tawar yoongi dengan senyuman gummy smilenya,


"tidak usah kau makan saja sepertinya kau sangat lapar"


"aku memang lapar paman tapi kau juga kan ?tanganmu sejak tadi gemetar paman"


"ini karena cuaca dingin bukan aku menahan lapar"


"oh begitukah ? kalau begitu kau bungkus saja punyamu paman dan berikan untuk anakmu di rumah"


"ahhh tidak kau habiskan saja semua, Kau membeli daganganku itu sudah membuatku bersyukur"


"baiklah paman tapi apakah paman tidak mengenaliku ?"


"tentu saja aku tahu kau"


"jinjja ? maksudku kau benar-benar langsung tahu siapa aku ?"


"tentu saja, anak muda sepertimu sudah sangat jarang di temui nak.Di lihat dari pakaianmu kau adalah pria kaya tapi kau masih ingin menolong pria miskin sepertiku dengan makan di pinggir emperan begini"


Yoongi bernafas lega setelah pedagang itu benar-benar tidak tahu soal dirinya yang sebenarnya.Wajar saja bila pedagang itu langsung menyebut yoongi orang kaya sebab pakaian serta aksesoris yang di gunakan yoongi saat ini adalah pakaian bermerek LV.


"paman terima kasih akan makanannya"


"sama-sama nak aku juga harus berterima kasih padamu karena mau memborong jualanku"


"oh iya paman kenapa kau berjualan di jam sepagi ini ?"


"ku pikir jika aku berjualan di jam begini maka anak-anak muda yang begadang atau lapar di tengah malam sepertimu setidaknya bisa ku tolong dengan ku jajakan jualanku ini"


"itu sudah menjadi resiko yang terpenting aku ingin membuat semua orang merasa lebih baik dari makanan yang ku hidangkan ini walau mungkin rasanya tidak sebaik makanan restaurant atau masakan ibu mereka"


"kau benar paman membuat semua orang di sekitar kita merasa lebih baik walau kita sendiri menderita itu tak masalah selama kehangatan bisa kita rasakan dari senyuman mereka maka kesulitan kita akan hilang begitu saja"


"wah tak ku sangka kau juga hebat dalam menyusun kata menjadi sangat indah"


"ahhh...paman bisa saja tadi itu hanya kebetulan yang terlintas di pikiranku"


"baiklah kalau begitu aku pergi dan kau kembalilah ke rumahmu.Masalah jika orang rumahmu bangun dan mencarimu"


"baik paman.Kapan-kapan jika kita bertemu lagi maka aku akan memperkenalkanmu pada adik-adikku dan hyungku, mereka pasti suka dengan daganganmu"


"ya semoga takdir mempertemukan kita kembali anak muda"


Yoongi pun membungkuk lalu melambaikan tangannya ke pria paruh baya itu yang mulai menghilang dari pandangannya.Segera yoongi kembali berjalan menuju rumah aeri.Dia berharap bisa kembali tidur sebelum kembali beraktifitas ke agensi.


Sesampainya di rumah Aeri ternyata wanita itu sudah bangun terlihat dari selimut yang sudah di susun rapi dan secangkir kopi yang masih panas tengah berada di meja.


Yoongi tambah yakin jika aeri sudah bangun sebab suara mandi dari kamar yang bisa yoongi dengar dengan jelas saat duduk di sofa ruang tamu.


Tanpa pikir panjang Yoongi melepaskan sepatu miliknya lalu duduk sambil meyerumput kopi americano kesukaannya yang masih panas.


"oh kau sudah kembali sunbae ? darimana saja kau di cuaca sedingin ini dan sepagi ini ?"tanya aeri yang baru keluar dari kamarnya,


"aku mencari makanan,Tadi malam aku tidak makan makanya aku kalang kabut mencari sesuatu yang bisa mengganjal rasa laparku" jawab yoongi yang masih fokus menyerumput kopi dari gelas,


"seharusnya kau membangunkanku ada kue yang ku simpan untukmu sunbae"


"mana aku tahu kau menyimpan kue buatanmu.Ku pikir kuemu itu gagal dan kau membuangnya"


"Mianhae tapi apa kau...masih lapar ? Biar ku ambilkan kue buatanku itu"


"tidak aku sudah kenyang"


Yoongi kembali dengan sifat gengsinya.Jujur saja saat ini yoongi masih sedikit lapar karena tadi ia hanya makan makanan ringan dan saat kembali berjalan pulang cukup membakar kalorinya yang membuat perutnya kembali berbunyi keroncongan.


Yoongi tetap fokus dengan kopinya sampai saat ia mendongak naik melihat wajah aeri dengan susah payah ia menelan salivanya.


Sial kenapa wanita itu sangat cantik sepagi ini? bagaimana jika aku lepas kendali nanti ? Tidak bisakah dia tidak menarik di mataku sedetik saja ?


Tak ada yang salah dengan aeri,Baju kaos biru tua yang pundaknya sedikit basah akibat rambutnya yang sudah selesai keramas dengan celana jeans panjang yang sedikit sobek di bagian lututnya dan jangan lupakan handuk yang masih terlilit di tangan aeri untuk mengeringkan rambutnya membuat yoongi menatap aeri sedikit nakal.Ya, Mungkin sederhana bahkan biasa saja tapi bagi seorang min yoongi wanita itu membuat jantungnya berdegup lebih cepat dari biasa.


"hei masuklah ke kamarmu dan keringkan rambutmu di dalam"


"memangnya kenapa di sini sunbae ?"


"kutumu akan terbang ke kopi nanti,cepat masuk kamarmu dan keringkan dengan Hair dryer"


"aku tidak punya kutu sunbae"


"kalau begitu ketombe,Sudahlah masuk sana aku ingin minum kopi dengan tenang"


"baiklah"


Kali ini yoongi selamat dari serangan jantung pagi-pagi.Ya,hanya sekedar melihat aeri berpenampilan selesai mandi mampu membuat seorang min yoongi gerah di cuaca sedingin ini.